Suamiku Bukan Berandalan

Suamiku Bukan Berandalan
Bening Sakit.


__ADS_3

Pangeran Abe mengikuti nasehat Ares, dia tidak mau gegabah membawa Bening ke istana dan mengenalkanya pada keluarganya.


Pengeran Abe harus hati- hati, juga Menyusun siasat, bagaimana caranya mencarikan tempat penerimaan yang benar bagi Bening agar tak ada alasan keluarganya menolaknya juga mencelakai Bening.


“Jangan buang alat ini, Pangeran. Tidak ada yang sia- sia dalam semua hal yang kita lakukan!” ucap Ares memberitahu, kalau jerih payah Abee bersandiwara pasti ada manfaatnya.


Hampir 3 minggu berlalu sejak Bening ditemukan, Daka masih belum bisa menemui Bening, hanya bisa memantau Bening dari kamera cctv di tempat persembunyian Bening, itu saja tidak sepenuhnya dia bisa melihat.


Sesuai mau Daka, Bening pun sampai detik ini belum diberitahu diamana dia saat ini tinggal. Kenapa Bening ditahan, tidak boleh keluar. Bening juga tidak boleh bertemu dengan siapapun.


Perawat dan pelayan hanya memberitahu, kalau Bening belum meninggal, tapi Bening ditemukan hanyut dan ditolong oleh majikan mereka yang masih rahasia. Pangeran Abe ingin memberikaan surprise besar untuk istri tercintanya itu.


Kini Pangeran Abe dan Ares sedang berada di ruang kerjaa. Pangeran Abe marah dan tidak mau memeriksa alat penyadap Putri Camilia. Dan Ares sedang merayunya agar Pangeran Abe mau memeriksa.


“Camilia sudah tidak dibutuhkan, Res. Aku hanya perlu mempersiapkan agar aku bisa Kembali ke Perusahaan, mendapatkan posisiku kembali, dan membawa Bening ke sisihku! Aku hanya ingin cepat bertemu dan bersama istriku!” jawab Pangeran Abe. Menahan rindu, bersandiwara dan hidup penuh pengawasan juga sangat membosankan bagi Pangeran Abe.


Pangeran Abe berfikir bersandiwara baik ke Camilia hanya untuk mengulik dimana Bening karena dia mengira Camilia pelakunya. Pangeran Abe berfikir tak perlu memikirkan atau peduli terhadap Camilia lagi sekarang.


Pangeran Abe sudah menjalani beberapa pemeriksaan dari dokter Istana dan kesehatanya sudah hampir pulih. Itu artinya, Pangeran Abe juga harus siap menyambut semua tugas, beban Amanah dan kedudukanya. Pangeran Abe hanya focus Kembali mempelajari tugasnya.


Raja juga sudah beberapa kali member kesempatan Pangeran Abe untuk ikut di rapat pemerintahan. Namun penjagaanya masih ketat sehingga Abe belum bisa menemui Bening.


“Tapi sebelum membawa Nona Bening, kita kan juga harus mempunyai jalan untuk menyingkirkan, Putri Camilia, Pangeran. Jika tidak, pernikahan kalian akan tetap akan dilangsungkan. Akan menjadi rumit dan kasian terhadap kehidupan Nona Bening jika itu terjadi!” jawab Ares lagi.


Pangeran terdiam mendengar hal itu. Pangeran Abe pun mengangguk setelah berfikir.


“Benar juga katamu. Aku harus punya sisi kelemahan Camilia agar bisa dijadikan senjata untuk menyingkirkanya!” jawab Pangeran Abe.


“Kalau begitu, Ijin Pangeran, saya buka akses ke Putri Camilia?” tanya Ares meminta ijin.


Akhirnya Abe mengangguk memberi ijin. Ares pun memeriksanya dan menyalakan di computer canggih milik istana.


Ada bagian yang harus mereka skip saat Camilia melakukan hal privasi seperti mandi, tidur dan buang air.


Untuk laki- laki normal harusnya itu bonus, Camilia kan bangswan cantik. Tapi Pangeran Abe sama sekali tidak berminat, baginya tubuh perempuan terindah dan membangunkan buah zakarnya hanya tubuh Bening.


Untuk Ares sendiri, Abe kasian, kan Ares belum menikah. Sebenarnya Tindakan mereka melanggar HAM, tapi kan mereka sedang melakukan misi detektif. Mereka hanya mencari apa yang mereka butuhkan. Mempunyai bukti dan senjata kalau Camilia gugur menjadi kandidat pendamping Pangeran Abe sang Putra Mahkota.


Hingga sepersekian menit video yang mereka tonton, Pangeran Abe dan Ares yang sebelumnya hampir jengah, dan mengantuk, mereka dibuat Kembali antusias.

__ADS_1


Camilia rupanya menemui Putri Aille dan mereka makan Bersama.


“Sejak kapan mereka dekat? Aille kan sangat membenci Camilia, Aille juga yang ingin perjodohanku dengan Camilia dibatalkan!” gumam Pangeran Abe.


Ya, Putri Aille adalah adalah adik kesayangan Pangeran Abe, Abe juga merasa adiknya ituu sangat perhatian padanya, selama sakit ini apalagi.


Dia satu- satunya keluarga yang tidak pernah absen, mendatangi Pangeran Abe, membawakan makanan juga mengajaknya mengobrol sehingga rindunya pada Bening sedikit teralihkan.


Ares hanya mengangguk ikut menyimak. Dua Wanita yang sebelumnya bermusuhan di video itu tampak akrab.


Dan di video itupun terdengar, kalau Putri Aille yang sudah mencelakai Bening.


“Aku sudah selesai, Kak Camilia, aku sudah tidak peduli terhadap Perempuan Bening itu, yang penting Kak Abeku sudah Kembali!” ucap Putri Aille di Video.


“Tapi kita belum menemukan dia ada dimana sekarang? Kita tidak boleh lengah, bagaimana kalau dia tiba- tiba datang dan merayu Pangeran Abe lagi?” ucap Camilia.


“Itu tidak mungkin, aku sudah mengancam untuk membunuhnya jika dia berani mendekati, Kak Abe lagi. Dia tidak akan berrani dan tidak akan bisa menggapai Kak Daka lagi!” ucap Putri Aille sehingga Pangeran Abe dan Ares benar- benar tercengang.


“Aku hanya khawatir, Pangeran Abe tidak bisa melupaakanya?” jawab Camilia.


“Aku tidak peduli…,”


“Pelakunya adalah Putri Aille, Pangeran? Apa yang aakan anda lakukan?” tanya Ares.


Pangeran Abe diam dan tertegun.


Daka tidak mungkin menghukum putri raja, yang juga adik satu ayah yang dia sayangi. Tapi Pangeran Abe pernah bertekad memberikan pelarajan bahkan kalau bisa menghabisi orang yang berani menyakiti istrinya.


“Katamu kita tidak boleh gegabah kan? Perketat saja perlindungan terhadap istriku!” titah Abe harus berfikir hati- hati.


“Bagaimana akses terhadap putri Camilia? Masih kita lanjutkan atau putuskan?” tanya Ares lagi.


“Selama alat itu belum lepas tanpa, pantau saja!” jawab Abe.


Ya, alat penyadap itu disetting sekali pakai, dan ada masa kerjanya hanya satu bulan. Kalau pun alatnya terlepas, sudah aksesnya hilang juga.


Ares mengangguk, patuh, mereka pun memutus Kembali apa yang mereka lihat, karena Camilia tampak berpisah.


Pangeran Abe terdiam merenung, apa yang hendak ia lakukan. Ternyata Benar, di dalam istana, bahkan saudaranya bisa menjadi musuh dan membunuhnya.

__ADS_1


Pangeran Abe jadi tambah yakin, kematiann ibunya juga bukan murni karena penyakit, pasti ada yang mencelakainya juga sebagai istri yang dipilih menjadi istri permaisuri.


Tepat di saat Pangeran Abe merenung, salah satu pegawainya berbisik, ada laporan terhadap keadaan Nyonya Bening di pengasingan.


*****


Di sebuah rumah mewah antik, berteknologi tinggai bahkan bak tempat persembunyian, di tengah pulau. Rumah itu juga bangun di Tengah batuan karang yang menghadap ke laut, seorang Perempuan cantik tampak duduk cemberut bahkan marah- marah ke pelayan.


Di sampingnya ada banyak makanan tapi tak satupun dia lirik.


“Cepat beriatahu saya! Siapa tuan kalian yang menolongku dan menyuruhku tinggal di sini!” teriak Bening frustasi.


“Maaf, Putri, nanti Putri akan tahu sendiri. Beliau akan datang menemui Putri!” jawab salah seorang pelayan menunduk.


“Haish…” desis Bening sangat kesal.


“Putra- Putri Putra Putri! Aneh banget sih Tuan kalian, apa susahnya tinggal kasih tahu. Kalau memang menolongku dengan tulus, ya udah kasih tahu aja, dan biarin aku pergi dong. Di sini bukan tempatku, aku punya kehidupan, aku punya orang- orang yang aku sayang. Mau sampai kapan aku dikurung di tempat kaya gini? Jenuh juga aku! Kalau begini jangan tolong aku aja. Biar aku hanyut!” jawab Bening ngomel tidak jelas.


Awalnya Bening sangat takjub melihat keindahan rumah yang dia tempati, juga menikmati semua kemewahan pelayananya. Satu dua hari sampai satu minggu Bening merasa seperti di surga. Tapi masuk minggu kedua, Bening merasa jenuh, jadi ingat keluarganya juga ingin bebas dan melakuan pekerjaanya.


Di awasi, mendapatkan segala sesuatunya dengan mudah juga ternyata membuat bosan, apalagi tak ada yang bisa diajak ngobrol. Tiap ditanya dia dimana dan siapa yang punya tempat itu taka da yang menjawab. Bening jadi hampir mati dibuat penasaran. Bening ingin pergi pun Bening dilarang.


“Maaf, Putri!” jawab Pelayan selalu takut dan menolak memberitahu.


Sifat Bening yang urakan pun ikut membuat otaknya berkelana.


“Jangan- jangan, aku ditolong dan dimanjakan seperti ini karena aku mau dijaadikan tumbal pesugihan ya?” tanyaa Bening menebaak random.


Pelayan jadi menelaan ludahnya, istri Pangeran mereka kenapa lucu sekali, ingin sekali mereka memberitahu kenapa Bening ada di situ, tapi taruhan mereka adalah pekerjaaan merekaa, bukan hanya pekerjaan, Pangeran Abe yang dulu juga dikenal sadis.


“Maaf, Putri, tidak ada yang dijadikan tumbal, Putri hanya perlu menjani kehidupam di sini dengan baik dan kami akan melayani Putri!” jawab Pelayan.


“Ya nggak bisa gitu dong. Kalau tiba- tiba ada tsunami, gempa atau badai gimana? Rumah ini aneh banget tahu! Terpencil begini? Aku ingin pergi, aku pengen ketemu keluargaku dan teman- temanku!” protes Bening mencari alasan walau sebenarnya kalau dia bebas dia juga bingung mauu apa.


“Di rumah ini sudah disiapkan alat pendeteksi, kalau aka tanda bahaya atau gelomban yang tak biasa alarm akan nyala, helicopter dan juga kapal darurat sudah tersedia!” jawab pelayan.


Ya, keluarga Raja sudah menyiapkan semua peralatan canggih itu, Karena tempat- tempat ini memang sering digunakan untuk pertemuan rahasia. Bening juga suka memperhatikan, 3 hari sekali, pelayanya memang membawa barang belanjaan memaakai helicopter, itu sebabnya Bening kesal dan merasa benar- benar tedampar.


“Ya sudah, kalau kalian nggak mau kasih tahu aku siapa yang menolong aku? Kapan aku boleh pergi, aku nggak mau makan!” jawab Bening ngambek.

__ADS_1


Ya, sudah dua hari ini Bening mogok makan. Dan hari ini, Bening sakit bahkan Bening muntah- muntah dan terdengar sangat lemah. Itu sebabnya pelayan menelpon istana dan memberitahu Pangeran Abe kalau Bening sakit ingin tahu siapa yang menolongnya.


__ADS_2