Suamiku Bukan Berandalan

Suamiku Bukan Berandalan
Ingin Tinggal


__ADS_3

Hati Bening berdendang, bola matanya terus berputar ke atas sisi kananya, mengikuti hampir di setiap pergantian langkah jarum jam, berpindah dari satu angka ke angka yang lain.


Jari- jarinya terus bergerak acak, tidak sabar menanti waktu jam kerjanya habis dan tiba saat wajah tampan dengan sejuta senyum menenangkan nampak di depan museum memberikan helm untuk dia pakai. 


“Uluuuh... uluuh yang mau kencan?” sindir Leon. 


“Iyalah, kencan! Liat kan? Kak Naka itu baik!” jawab Bening. 


“Naka- Naka!” cibir Leon lagi, berjalan lalu naik ke kursi dan ambil jam dinding. Leon kesal melihat adik sepupunya mau kencan sementara dia jomblo. 


“Iiih apaan sih? Kenapa jamnya diambil?” seru Bening tidak suka diisengin. 


“Kasih nomer Tia!” 


“Urus si pria itu!” 


“Ogah. Orang kamu yang nolong!” 


“Ya udah jangan harap dapat nomer Tia!” jawab Bening tidak mau kalah. 


“Huu...,” gerutu Leon ingin jitak Bening. 


Akan tetapi belum jadi jitak, suara motor pangeran yang Bening terdengar. Bening yang sudah mandi dari satu jam yang lalu dan berdandan langsung bangun menoleh ke luar. Ternyata Benar, pria berperawakan sedang berjaket levis berwarna biru tampak mematikan mesin dan membuka helem balap berwarna hitam mengkilap. 


Wajah Bening, berbinar saat raut tampan kakak kelasnya itu tertangkap di mata bulat lentiknya. 


“Kak Naka?” lirih Bening semangat 45 dan segera meraih tasnya. 


“Kak, aku pulang duluan ya!” bisik Bening ke Leon. 

__ADS_1


“Eeh tunggu, biar dia masuk dan jemput kamu kesini!” jawab Leon. 


“Kelamaan!” jawab Bening langsung berlari menyambut Naka meninggalkan Leon. 


Leon hanya manyun dan membiarkan Bening pergi. 


“Hai Kak!” sapa Bening ceria. 


“Hai... udah nunggu ya?” tanya Naka. 


Bening mengangguk tersenyum. 


“Ayok!” ajak Naka  lalu mereka berjalan berdua dan segera naik motor pergi meninggalkan museum. 


Karena memang sudah waktunya pulang dan tutup Leon menyusul Bening untuk pulang. 


**** 


“Hhhh... aku benar- benar tidak ingat siapa aku? Kata gadis itu aku terdampar di sungai ini?” gumam Si Pria itu jalan sampai sungai di dekat kontrakan Bening. 


“Kenapa aku bisa hanyut di sungai ya? Hah, ck!” gumam Pri atu juga. 


Entah insting atau bakat, walau niatnya hanya melemaskan otot- ototnya yang kaku. Saat pria itu duduk melihat sungai, ikan- ikan terlihat menepi, dan dengan tanganya sert alat sederna, hanya menggunakan ranting kayu, pria itu berhasil menangkap tiga ekorr ikan kali yang besarnya sebesar kepalan tangan. 


“Waah.. rupanya aku di masalalu pandai menangkap ikan? Apa aku hanyut karena sedang mencari ikan?” batin pria itu senang. 


Lalu berniat kembali ke rumah Bening. 


Bening memang membiarkan kontrakanya tidak dikunci kecuali kamar sehingga Pria itu bebas beraktifitas. Pria itu kemudian masuk ke dapur. Melihat sekeliling. Karena makanan yang Bening masak sudah habis sementara dia sudah lapar dia berniat membakar ikan itu dengan bumbu seadanya. 

__ADS_1


“Waahh baunya enak. Apa Bening sudah pulang?” gumam Leon kaget. 


Walau di depan Bening, Leon bilang ogah mengurus si Pria itu. Tapi Leon penasaran dan berniat memeriksa. Leon justru disambut dengan bau harum ikan bakar. 


“Beniing!” panggil Leon membuka pintu. 


Pria itu pun menyembul keluar. 


“Apa kamu mencari, gadis pemilik rumah ini?” tanya Pria itu. 


Leon melotot melihat pria yang megenakan bajunya sudah berdiri tegak dan tampak sibuk di dapur bau asap. 


“Kau? Sudah sadar?” 


“Aku iya? Kau tahu aku?” tanya Pria itu. 


Leon mengangguk. “Kamu sedng apa?” tany Leon. 


Pria itu tersenyum dan malah mengajak Leon masuk layakna kontrakan itu miliknya. 


Leon dengan senang hati masuk dan ikut menyantap ikan bakar Pria itu. Rupanya masakan pria itu sangat lezat. 


“Aku suka tempat ini!” ucap Pria itu tiba- tiba. 


“Uhuk...,” Leon jadi tersedak mendengarnya. Lalu dia segera mengambil minum. 


“Aku ingin tinggal di sini!” ucap Pria itu lagi. 


“Tapi kamu harus lapor dan tahu identitasmu. Bening juga perempuan dia tidak akan membiarkanmu terus tinggal di sini!” jawab Leon. 

__ADS_1


“Tapi aku ingin tinggal di sini! Setidaknya sampai aku ingat siapa aku!” jawab Pria itu. 


__ADS_2