
“Pilihanya hanya ada dua, aku mau Abe mati atau dia ada di bawah tanganku dan selama itu aku ingin dia menderita, sampai putraku besar nanti!”
“Baik Tante, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita bunuh dia?”
“Jika satu langkah tidak terberkati, itu artinya kita harus tinggalkan langkah dan pilihan itu. Sepertinya menyenangkan membuat keluarga itu saling bermusuhan. Biarkan Abe mati di tangan saudaranya, dan anakku yang akan mendapatkan apa yang menjadi haknya!”
“Baiklah… lalu kita harus apa sekarang? Tante?”
“Pilihan kedua! Saatnya kita mainkan boneka kita, kamu masih punya bocah kecil itu kan?”
“Ya, Tante, akan Camilia jalankan. Tante memang keren, tante memang pantas menjadi permaisuri,” jawab Camilia sembari tersenyum mendukung tantenya.
Camilia kemudian berpamitan menjalankan apa yang menjadi tugasnya, juga menjalankan balas dendam yang mendarah daging di benak Camilia pada Aberald.
****
Di tempat lain.
Walau pamit pada istrinya berangkat kerja, namun Daka tidak turun di arah gang ke tempat Bu Maria, Daka turun di depan sebuah taman, di mana di belakang taman itu terdapat satu kafe.
“Maafkan aku Bening aku merahasiakan ini darimu, sebelum itu, aku harus pastikan kebenaranya, di mimpiku ada banyak sekali orang jahat!” gumam Daka berjalan sembari membawa kertas alamat tempat yang dia tuju dari seseorang yang menemuinya saat dia memulung tempo hari.
“Aku sudah tidak tahan untuk memecah semua teka teki mimpiku. Benar kan? aku bukan orang sembarangan. Aku punya kuasa. Aku juga harus tahu siapa musuhku sebenarnya? Mimpi itu sangat jelas, aku di bunuh!” gumam Daka.
Sejak Daka jatuh saat membantu Bening yang hamper diserempet Aile, Daka merasa seperti kepalanya sering berputar dan pening, akan tetapi Daka terus menyembunyikanya Dari Bening.
Di saat yang bersamaan, saat Daka memulung, kepalanya pening dan beristirahat di pinggir jalan, Leon dan tetangga Bening yang kala itu mencurigai Daka, bertemu Daka.
Pria itu bernama Bernand, dia seorang terpelajar yang bekerja menjadi pengawal di kerajaan, Leon yang sudah dimutasi di museum kota bertemu dengan Bernand. Leon yang bekerja di pusat benda- benda kuno, melihat pola cincin Daka juga foto Daka. Leon syok dan menjadi gelisah dan ingin menemui Bening.
Leon dan Bernand pun mengutarakan kegelisahanya masing- masing. Dan ternyata saat Bernand cuti pulang kampong menghadiri pernikahan saudaranya, di satuan kerjanya sedang dibagi tugas untuk mencari keberadaan Pangeran Abe.
Meskipun Bernand tidak mendapatkan tugas sebagai intel istana, akan tetapi Bernand jadi tahu kalau absenya Pangeran Abe dari beberapa acara kerajaan ataupun masalah perusahaan bukan untuk liburan atau berobat seperti isu yang beredar, tapi Pangeran Abe celaka, hilang dan belum ditemukan.
Sayangnya, saat diberitahu aselinya, Daka meminta Leon dan Bernand untuk tetap merahasiakan dari Bening. Bahkan Daka dengan cepat menutup pembicaraan karena dia harus mengantar Bening pulang. Dan hari ini mereka mengatur temu janji.
“Huuuhf dimana mereka?” gumam Daka begitu masuk warung makan yang ternyata sangat sepi.
__ADS_1
“Itu mereka?” Setelah melihat berkeliling, Daka pun melihat Leon dan Bernand duduk gazebo bamboo rumah makan itu di pojokan.
Daka pun berjalan menghampiiri mereka.
“Selamat Pagi, Pangeran?” sapa Bernand langsung menyambut Daka dan membungkukan badan begitu Daka tiba.
“Aih… apaan sih?” keluh Daka menoleh ke kanan dan kiri takut ada yang mengenali mereka.
Sementara Leon yang dulunya banyak menasehati Daka dan kesal ke Daka jadi kikuk dan bingung harus bagaimana bersikap, setelah diketahui siapa sebenarnya Daka, Daka justru semakin baik, ramah dan lembut disbanding dulu saat pertama begitu menyebalkan, sombong dan songong.
“Udah duduk, berikan apa yang aku minta!” ucap Daka tidak mau bosa- basi.
“Ya Pangeran,” jawab Bernand tetap hormat.
Bernand yang malam itu dikatai Daka Gay, sangat tahu aturan di istana, jadi dia sangat menghormati Daka, sementara Leon hanya duduk menyimak, sebagai kakak ipar sepupu Daka.
Daka meminta Bernand berikan semua berita tentang dirinya, orang tuanya silsilahnya, keluarganya orang terdekatnya juga pekerjaan dan pasanganya.
“Ini Pangeran!”
“Di sini aku Daka, Daka! Panggil aku Daka, suami dari Bening adik Leon!” ucap Daka dengan bangganya.
“Ehm…,” Leon langsung berdehem canggung tidak berani menatap Daka.
Leon mau sok akrab, tapi dia tahu sekarang siapa Daka, begitu tinggi, bahkan sejak kemarin Leon panas dingin sangat kesal menahan diri ingin segera memberitahu Bening dan mengerti respon Bening, sayangnya Daka dan Bernand mengancam. Daka mau Bening tahu dari dirinya sendiri bukan orang lain.
Akan tetapi Leon mau sok akrab seperti dulu dia asal suruh- suruh Daka, dia sudah tidak punya nyali, sebab jika raja atau pengawal kerajaan tahu, Leon memperlakukan Daka tidak baik, bisa dipenjara nanti.
“I-iya Tuan Daka!” jawab Bernand sembari menyodorkan semua foto- foto istana kegiatan Daka juga semua yang berhubungan denganya, buku itu tebal sekali.
Daka pun menerimanya dengan muka dingin, bukanya menatap buku itu tapi dia menatap Bernand dengan mata tajam sampai Bernand gemetaran. Padahal kan katanya, dia ingin memastikan wajah orang- orang yang ada di mimpinya.
“Aku belum menikah dan punya pasangan kan?” Tanya Daka untuk yang kedua kalinya.
Leon langsung melengos lagi.
“Dari… berita yang saya dapat dan dari berita istana, anda masih perjaka, Tuan. Pernikahan Pangeran kerajaan kan pasti akan diselenggarakan dengan pesta yang sangat meriah. Hanya saja berita yang ada kan sangat dijaga, jadi kami tidak tahu tentang kisah cinta anda yang sebenarnya,” jawab Bernand.
__ADS_1
“Hmm, itu sudah cukup!” jawab Daka lalu mulai membuka dokumen dari Bernand.
Daka pun membolak balikan semua lembar tentang wajah- wajah orang yang ada di sekeliling Daka, juga kegiatan Daka sehari hari.
Daka adalah Pangeran Aberald, putra pertama dari kerajaan tempatnya tinggal, juga mempunyai 3 adik beda ibu dan mempunyai 3 ibu, 1 ibu kandung yang sudah meninggal, dan dua ibu tiri yang sekarang mendampingi ayahnya.
Daka juga seorang pemimpin perusahaan yang dia dirikan sendiri, sebagai hoby dia. Dan tidak mengandalkan orang tuanya.
“Bagaimana aku menceritakan ini pada Bening?” gumam Daka sekarang mulai menyusun potongan- potongan mimpinya.
“Ya, Pangeran ada yang bisa saya bantu?” Tanya Bernand mendengar Daka bergumam.
“Saya ingin bertemu dengan orang ini!” walau gumaman Daka tidak nyambung , Daka langsung menunjuk satu orang pemuda tampan.
*****
Di rumah Bening.
Bening langsung berjalan tergagap melihat banyak orang berkerumun di rumah kontrakanya.
“Siapa kalian?” Tanya Bening.
Para Pria berseragam itu langsung menghadang Bening dan satu dari mereka masuk ke rumah Bening memanggil seseorang.
“Minggir!” teriak Bening kesal, mau masuk ke rumahnya malah dihadangi. “Siapa kalian? Ini rumahku! Beraninya kalian acak- acak rumahku siapa kalian!” teriak Bening memberontak dan berusaha menendang para penjaga.
Karena Bening sendirian, akhirnya Bening kalah, dan tidak selang lama keluar seorang perempuan cantik dan anggun, tapi bukan perempuan yang mengaku Tunangan Daka, kali ini lebih kecil.
Begitu melihat Bening, mata menyala penuh kemarahan terpancar ke Bening. Bahkan perempuan itu berjalan cepat, mendekat ke Bening yang dijagal penjaga dan langsung menjambaak rambut Bening.
“Dimana Kak Abe?” teriak Putri Aile akhirnya melampiaskan marahnya pada Bening.
“Aak!” teriak Bening kesakitan tapi kemudian memberontak.
“Perempuan suundell, apa hanya karena kamu berhubungan badan kamu akan memilikinya? Kak Abe punyaku!” ucap Aile lagi.
“Apa maksudmu? Siapa kamu?” Tanya Bening sembari menahan sakit.
__ADS_1