
Pangeran Abe begitu gusar mendengar istrinya sakit. Tidak puas hanya melihat melalui kamera, Pangeran Abe ingin cepat menemui Bening, melepas rindu, memadu kasih dan melebur semua resah menjadi indah.
Sayangnya rumah rahasia tempat Bening tinggal ada di tengah laut dekat muara sungai dimana Bening hanyut, letaknya terpencil harus menyeberanglaut. Untuk ke sana butuh waktu juga pesawat. Ijinyq juga ketat, sebab rumah rahasia itu juga beberapa aset penting disimpan.
"Cari dokter terbaik di negeri ini. Dan kirim ke sana secepatnya. Aku akan menyusul!" titah Pangeran Abe ke Ares.
"Tapi jika sampai Yang Mulia Raja Apollo tahu, ada dokter masuk ke sana. Kita akan kena masalah Pangeran! Pasti akan ditanya memeriksa siapa? Sebab kalau pelayan yang sakit. Pelayan yang datang untuk periksa!" jawab Ares berhati- hati.
"Haish... Repot sekali sih. Ini istriku. Kesehatan Bening lebih dari apapun. Kamu tahu? Tanpanya aku tidak bisa berdiri di sini! Apa bagi ayahku nyawaku sebanding dengan itu semua?" sahut Pangeran Abe begitu geram. Kenapa setiap diperintah Ares selalu beralasan aturan ini itu yang semuanya menjengkelkan.
"Ampuni Saya, Pangeran, saya hanya usul agar kita tidak terkena masalah. Nyawa Pangeran begitu berarti bagi yang Mulia Raja. Tapi tidak semua bisa menerima Nyonya Bening!" jawab Ares lagi.
"Tutup mulutmu dan berhenti bicara. Aku Abelard berjanji tidak akan ada masalah apapun. Aku akan lindungi Istriku dengan nyawaku. Kalau kamu tidak becus dan tidak mau. Aku akan pergi sendiri dan bawa dokter sendiri. Aku tidak bisa menunggu lagi untuk bertemu dengan istriku!" jawab Pangeran Abe menggebu tidak mau mendengar saran Ares.
Ares hanya diam menelan ludahnya, sebagai pengawal pribadi, apa daya, dia hanya bertugas melindungi Pangeranya dengan sepenuh jiwa dan raganya. Pangeranlah yang berkuasa atas segala sesuatu.
Dengan berani dan percaya diri Pangeran Aberlard keluar dari istana. Bahkan hampir saja mengambil dan membawa mobil sendiri.
__ADS_1
Akan tetapi begitu dewan pengaman istana tahu. Mereka langsung bersimpuh dan bersujud meminta Pangeran Abe untuk mengijinkan supir melayaninya.
Sebab jika sampai Raja tahu atau terjadi sesuatu dengan Pangeran Abe lagi karena Pangeran Abe mengendari mobil sendiri, padahal dia baru sembuh bisa tamat semua riwayat pelayan.
Pangeran Abe pun mengiyakan. Walau inginya pergi sendiri, tetap saja ada pengawal dan supir yang ikut mengantarnya.
Hal yang tadinya rahasia pun akhirnya jadi bocor. Sebab ada yang melihat saat Pangeran Abr nekad pergi.
Untungnya bocor hanya pada adik Pangeran Abe. Dia adalah Pangeran Ale, alias Pangeran Alexander, putra kedua dari Dewi Hera istri kedua raja yang menunggu dinobatkan sebagai permaisuri sepeninggal ibu Abe, tapi tetap hari itu tak kunjung datang dan Raja memilih memimpin dengan selir tanpa permaisuri.
Sebab, walau sudah meninggal, bagi raja hanya Ibu Abelard satu- satunya permaisuri dalam hidupnya.
Pelayan itu menunduk tidak menjawab.
"Aku adik kandung Kakak Abelard. Aku hanya mencemaskanya! Aku tidak akan katakan pada ayahku atau siapapun!" ucap Pangeran Ale. Pemuda dengan sejuta misteri. Walau dia seorang Pangeran dan oleh Dewi Hera dituntut agar meraih simpati ayahnya. Tapi pemuda ini selalu membangkang.
Pangeran Ale lebih suka hidup bebas. Bahkan jika ada kelas sekolah politik dan kepemerintahan dia lebih suka tidur. Jika diajar tentang ilmu beladiri dia lebih memilih melamun dan suka bermusik.
__ADS_1
"Pangeran Abe hendak pergi ke rumah karang!" ucap salah satu pelayan yang juga sayang ke Abe maupun Ale.
Pangeran Alexander pun mengangguk lalu kedua pangkal alisnya tampak mengerut, seperti menggambarkan otaknya berfikir. Ya, hati Pangeran Ale bergumam.
"Rumah Karang kan yang ada di seberang muara sungai Hijau?"
"Tunggu? Motor pengawal istana? Mereka bukan mencari aku. Tapi gadis bodoh itu? Apa gadis bodoh yang mau bunuh diri itu wanitanya Kak Abe? Wooh...." Walau bicara sendiri Pangeran Ale melongo dan terhenyak.
"Apakah pria pembohong yang dia maksud Kak Abe?" gumamnya kemudian tersenyum kecil.
Ya, Pria si Pemancing di jembatan itu adalah Pangeran Alexander Apollo, adik kedua Pangeran Abelard.
"Jadi Pangeran Abe sekarang bermain perempuan? Rendah sekali seleranya? Gadis bodoh dan cerewet. Apa istimewanya sampai Kak Abe jatuh hati?" gumam Pangeran Ale lagi.
Pangeran Ale pun iseng ingin memergoki dan berkunjung ke rumah ajaib yang terletak di tengah bebatuan karang juga.
"Aku harus pastikan benar tidak di sana ada perempuan itu?" gumam Pangeran Ale.
__ADS_1
Lalu Pangeran Ale bergegas kembali menyamar dan pergi lewat pintu rahasianya. Pangeran Ale sekarang masih menempuh pendidikan setingkat kuliah karena usianya masih 4 tahun di bawah Pangeran Abe. Tapi dia malas belajar dan lebih suka bermain sendiri juga berpetualang.