Suamiku Bukan Berandalan

Suamiku Bukan Berandalan
Dia istriku.


__ADS_3

Daka berdiri menegang, dengan mengepalkan tanganya, kedua bibirnya mengatup rapat, tanpa kata, bahkan walau Bernand dan Leon bibirnya komat kamit berceloteh menyusun banyak saran dan spekulasi, Daka tidak meresponnya. Namun mata Daka menyiratkan ada banyak rangkaian kata yang tersusun dalam benaknya.


“Aku akan kembali ke istana!” ucap Daka tiba- tiba.


“Gleg!”


Leon dan Bernand yang sebelumnya begitu menggebu, menghibur Daka, mengajak Daka mencari Bening dan memberi banyak saran langsung terdiam.


Di rapat tertutup beberapa menit lalu, Pangeran Abe kan ingin hidup sebagai Daka dulu, Pangeran Abe ingin melihat apa yang diinginkan orang yang ingin membunuhnya setelah ayahnya mengumumkan kematianya.


Sembari menunggu semua itu, Pangeran Abe juga ingin menelusuri polemic yang ada di keluarganya, juga kematian Ibunya, siapa dalangnya.


Akan tetapi kenapa tiba- tiba Pangeran Abe berubah pikiran. Leon dan Bernand langsung tercengang tak bisa berkata- kata.


“Aku akan kembali sebagai Aberald!” ucap Daka lagi dengan mengeratkan rahangnya, wajahnya kembali seram.


Daka kembali menjadi menjadi sosok pria asing berwajah seram yang Leon gendong tempo hari, bukan wajah Daka yang konyol, belagu tapi beberapa saat seperti bodoh.


“E… em..,” Leon pun gelagapan ingin memastikan, keputusan Daka. Tapi seketika itu Leon ingat siapa Daka, jadi Leon urung mengutarakan.


Seumur- umur Leon belum pernah masuk ke istana, lewat jalan depan pagar rumah saja bisa dihitung. Jika Daka kembali, itu berarti Daka akan benar menjadi tirani, akan ada sekat di antara mereka, yang entah apa Pangeran Abe akan tetap sama dengan Daka? Lalu bagaimana nasib Bening, adik sepupunya yang malang? Dimana dia? Bagaimana kalau tahu siapa pria berandal yang dia nikahi.


“Apa Yang Mulia sudah ingat semuanya? Pangeran sudah siap dengan semua rencana Tuan Raja?” Tanya Bernand.

__ADS_1


Berbeda dengan Leon, Bernand yang sudah diberitahu Ares tentang suasan istana, tentang pengesahan Pangeran Abe yang akan diangkat sebagai putra mahkota, tentang Pangeran Abe yang hendak dijodohkan dengan putri Camillia.


Mendengar pertanyaan Bernand, bukanya menjawab, Pangeran Abe hanya tersenyum smirk, mengangkat sudut bibir atasnya, lalu berbalik, berjalan tegap tanpa menoleh, aura angkernya semakin kentara.


Leon yang dilanda khawatir akan Bening hanya menatap sayu dan menoleh sekeliling rumah kontrakan Bening, dengan perasaan cemas dan bingung.


“Apa yang terjjadi denganmu Bening? Apa kamu baik- baik saja? Dimana kamu?” gumam Leon.


“Kenapa aku lupa sih, kamu kan gadis lemah, cengeng dan banyak omong, kenapa aku sampai meninggalkanmu?” batin Leon tanpa sadar menitikan air mata.


Walau sering bertengkar dan saling mengejak, Leon satu- satunya keluarga Bening yang peduli terhadap Bening. Leon merasa bertanggung jawab pada mendiang tantenya untuk menjaga Bening.


“Plak!” Bernand pun langsung memukuk Leon yang terpaku menunduk masih di dalam rumah, sementara Pangeran Abe sudah berjalan cepat masuk ke mobil.


“Woy… malah ngalamun!” cibir Bernand.


“Kamu nangis?” Tanya Bernand.


“Nggak!”


“Lha ituu!”


“Ck… nggak!” jawab Leon mengelak.

__ADS_1


“Hmm…,” Bernand pun hanya berdecih. “Ya udah ayo buruan!”


“Kemana?” tanya Leon tidak mengerti.


“Ya antar Yang Mulia lah! Pergi dari sini,” jawab Bernand.


Leon masih tidak mengerti, jika Daka sudah kembali sebagai Abe, Pangeran Abe kan punya Tuan Ares dan banyak pengawal lain. Dirinya sudah tidak dibutuhkan.


“Malah bengong, marah nanti dia!” ucap Bernand menyeret Leon.


Sayangnya Leon malah menghempaskan tangan Bernand, sehingga Bernand tercengang, bahkan Pangeran Abe yang sudah duduk tegap ikut memperhatikan mereka berdua.


“Kamu kenapa?”


“Maaf. Aku tidak bisa ikut, aku harus cari adikku! Aku tidak bisa pergi tanpa adiku!” ucap Leon sembari menoleh ke Daka.


Leon tampak menegang dan bertekad, wajahnyaa memperlihatkan betapa dia menyesal Bening disakiti orang lain dan dia meninggalkanya.


“Kamu apa- apaan, sih? Kita cari adikmu bersama, ayo ikut Pangeran,” bisik Bernand lirih, khawatir, Leon membuat masalah dengan Pangeran Abe.


“Aku akan cari adikku sendiri!” jawab Leon lagi bersikukuh, Bernand pun gelagapan dia bingung harus mengikuti Pangeran Abe pergi atau menemani Leon.


Karena jarak rumah mereka tidak luas, Pangeran Abe pun mendengar perkataan Leon. Daka langsung berdecih dan mengeratkan rahangnya lalu secepat kilat, membuka pintu mobilnya.

__ADS_1


“Kau tidak mau pergi? Karena dia adikmu? Apa kau lupa dia istriku?” ucap Pangeran Abe sedikit membentak menghampiri Leon.


Bernand langsung diam menunduk melihat Pangeran Abe sedikit meninggi, sementara Leon yang khawatir Pangeran Abe akan berubah, berani menatap Pangeran Abe walau mulutnya terkunci. Entah kenapa hati Leon merasa dia tidak mau ikut ke istana dan ingin mencari Bening.


__ADS_2