
"Kamu mau mencuri? Ambil saja! Aku tidak membutuhkanya."
"Heeei!" Liana ingin melemparkan kunci itu kepada Antonie. Ternyata, orangnya sudah tidak ada.
"Cepat kali hilangnya?" Liana memandangi kunci kendaraan yang dilempar Antonie tadi.
"Padahal gue gak bisa mengendarai tu mobil." Liana memandangi kendaraan tersebut. "Sistem, bisa bantu gue bawa mobil itu?"
[ Kenapa nggak dijual aja? Lumayan tu harganya. ]
"Jangan ah! Nanti dia marah ke gue gimana? Terus kalau udah marah gue sama Leon bisa diusir, kan gawat banget," sungut Liana.
[ Kamu sudah terlalu jatuh cinta kepadanya. ]
"Hmmm, enggak ah! Siapa juga yang jatuh cinta sama orang kayak dia."
[ Nggak mau ngaku, tapi diekorin terus. Nggak mau ngaku, tapi dicemburui terus .... ]
Liana menjepit bibirnya salah tingkah sendiri. "Enggak ah, bohong aje lu Sist." Liana menepuk-nepuk pipinya kembali.
"Bantuin gue nanti ya? Gue mau nyoba rasanya kembali menjadi kaya."
[ Dengan senang hati. ]
*
*
*
Antonie duduk di pinggir sebuah puncak gedung pencakar langit. Kakinya bergelantungan bebas tanpa pijakan. "Sejak kapan Bunda Wulan dan dia menjadi semakin dekat?"
[ Sepertinya semenjak dia mulai mencari Anda ke panti asuhan itu. ]
__ADS_1
Antonie merebahkan tubuh dan menyandarkan kepala pada telapak tangannya. Kali ini ia memandangi langit yang tak cerah.
"Aku tak tahu, apakah harus senang atau sedih saat mendengar berita ini."
[ Apa Anda penasaran bagaimana kisah masa lalu ketika Anda masih bayi? ]
"Hah, entah lah. Sepertinya aku tidak membutuhkan apa pun tentang kisah masa lalu itu."
Pada sebuah rumah, di dalam gudang, seorang gadis sedang memegang bilah pi sau nan tajam. Matanya telah sembab karena tangisan yang akan rasa hancur yang ia rasakan.
"Tak ada yang peduli sama aku. Daddy telah pergi. Meskipun dia selalu membanding-bandingkan aku dengan Sony anaknya, setidaknya aku selalu merasa memiliki tempat, meskipun bukan di tempat yang spesial."
"Kisah cintaku, tidak pernah semulus yang aku harapkan. Yang pertama berkhianat, dan yang kedua adalah dia."
"Kenapa harus menyukai dia? Kenapa?" Sonya mengiriskan pisau itu pada nadi tangan kirinya.
"Jika aku mati, aku berjanji akan menghantuimu. Aku akan mencekikmu dan menarikmu ke neraka!"
Bilah tajam itu mula melukai nadi, aliran caira merah dengan deras keluar dari luka yang disengaja itu.
Sony yang tadinya sibuk mengatur orang yang bekerja, pada area bekas rumah sakit milik ayahnya, langsung menegakkan telinga. "Apa maksudmu?"
[ Jika masih bertanya, dalam hitungan menit dia akan ma ti kareja kehabisan darah. ]
Dalam diamnnya, Sony menatap bangunan klinik yang ada di samping rumah sakit ini. Namun, ia tak merasakan apa-apa. Sony melangkahkan kaki dan langsung menghilang berpindah pada posisi Sonya yang telah meringkuk dengan wajah pucat.
Cairan berwarna merah telah membasahi dirinya. Aroma amis tercium jelas oleh Sony. "Gadis bodoh!"
Sonya melihat kehadiran Sony, tetapi ia hanya tersenyum tipis. "Pergi lah! Jangan ganggu kematianku! Aku berjanji tidak akan menghantuimu, meski selalu jahat padaku!"
Sony tersenyum tipis. "Kau boleh saja ma ti! Tapi jangan di rumah ini!" Sony memainkan tangannya.
Semua cairan kental berwarna merah itu kembali masuk melewati bekas sayatan yang dibuat oleh sang adik. Semuanya masuk kembali ke tubuh Sonya tanpa bersisa, dan bekas luka yang dalam itu menghilang tak berbekas.
__ADS_1
Sonya membelalakkan mata menyadari keadaanyya yang telah pulih seperti semula. "Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak jadi mati???"
Sony tidak menghiraukan kicauan sang adik. Ia menarik Sonya keluar dari gudang itu. Akan tetapi, Sonya terus meronta mencoba melepaskan diri dari genggaman Sony.
"Lepaskan! Kau mau apa?"
Sony terus menyeretnya naik ke lantai atas. Saat membuka pintu kamar sang adik, ternyata pintu tersebut terkunci. Sony membuka kunci lewat kemampuannya dan kembali menyeret Sonya menuju kamar mandi.
Sony menarik gagang shower dan menyiram Sonya tanpa ampun. Sonya gelagapan mendapat perlakuan seperti itu dari kakak tirinya itu.
Sonya menarik shower tersebut. "Apa yang kau lakukan?" teriaknya.
"Bersihkan dirimu! Aku akan membantumu membalas dendam padanya! Tapi jangan seperti ini!" Sony keluar membanting pintu kamat mandi dan terdengar kembali suara pintu kamar yang dibanting.
Raut wajah Sonya terlihat penuh arti. "Benar juga apa yang dia bilang. Bukan aku yang harus ma ti! Tetapi dia!"
...****************...
Kali ini Author membawakan karya berikutnya nih ...
Napen: Biggest
Judul: DOCTOR GHOST (Terpaksa Menikahi Arwah seorang Dokter)
blurb:
Haura mengalami kecelakaan didepan rumah sakit tempat ia bekerja.
Ketika dia tidak sadarkan diri, di dalam alam bawah sadarnya, ia bertemu sosok pria yang menawarkannya sebuah bantuan, agar Haura bisa menjadi dokter yang sesungguhnya.
Haura melakukan perjanjian dengan arwah seorang dokter, namun sebelum perjanjian itu dibuat, arwah dokter itu memberikan beberapa syarat kepada Haura.
__ADS_1
Apakah syarat itu dan setujukah Haura dengan syarat yang diajukan kepadanya?