Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 92


__ADS_3

"Ya, terserah kamu! Kamar pembantu banyak yang kosong. Terus gudang juga kosong!"


"Tak mungkin aku tidur di sana," Sonya setengah membentak.


Ibu tirinya itu menajamkan mata mendengkus kesal melihat kelakuan sang anak tiri. "Kamu pikir, kamu masih memiliki taring?"


"Orang yang biasa melindungimu sudah tidak ada! Aku lah yang berkuasa di rumah ini!"


Sonya memeluk dirinya sendiri melawan dingin tubuh yang basah diterpa oleh udara yang dikeluarkan oleh AC. Ibu tirinya itu membuka pintu lebar-lebar.


"Tunggu apa lagi? Buruan!"


Sonya beranjak menuju lemari.


"Kamu mau apa?"


"Aku mau ambil baju dulu, Mom. Aku kedinginan," rintih Sonya masih dalam gigilan kedinginan.


"Tidak boleh! Mulai hari ini kamu tidak boleh membawa apa pun yang ada di dalam kamar ini. Kamu juga tidak boleh masuk lagi ke dalam sini."


Sonya yang menggigil kedinginan keluar dari kamar. Ibu tirinya menutup pintu dan mengunci kamar tersebut, lalu kunci itu dicabut dibawa pergi. Sonya hanya bisa menatap pintu yang puluhan tahun telah ditempatinya itu.


Sony keluar dan menemukan Sonya dalam wajah pucat menggigil kedinginan. Dia tampak tersenyum sinis berlalu turun ke lantai bawah mencari sesuatu. Sonya turun perlahan masih memeluk dirinya sendiri yang terus menggil.


Sony mengambil air yang ada di atas meja makan, meminumnya sambil memperhatikan Sonya sedari jauh. Sonya menuju kamar pembantu yang ada di rumah ini. Sony hanya tersenyum sinis kembali naik ke kamarnya.


tok

__ADS_1


tok


tok


"Bik? Bik?" Sonya mengetuk pintu kamar pembantunya.


Sementara orang yang berada di dalam tidak memedulikan ketukan tersebut dan membenamkan kepalanya di bawah bantal.


Sonya mengetuk pintu kamar pembantu yang lain, tetapi masih sama. Tidak ada yang memedulikannya karena Sonya memang memiliki watak yang sangat buruk. Dia selalu bertindak semena-mena kepada para pembantu.


Akhirnya, Sonya bergerak menuju sofa di ruang tamu. Ia menarik taplak meja berselimutkan dengan benda itu.


"Hatciiim ...."


"Hatciiimm ...."


*


*


*


Keesokan pagi, Antonie telah berada di klinik bersiap menunggu pasien yang akan memberikannya emas batangan. Beberapa hari ini, Antonie telah mengumpulkan banyak emas. Ia berencana akan menyumbangkan setengah jumlah yang ia dapatkan untuk diberikan kepada panti asuhan, tempat ia tumbuh dan dewasa.


Hari ini, Rizki datang menemaninya dan melihat seorang pria dengan setelah yang sangat rapi, turun dari sebuah kendaraan. Rizki sedikit menggaruk keningnya, karena ini untuk pertama kali ada orang kaya yang mau mampir untuk memeriksakan diri di tempat yang sangat tidak berkelas ini.


"Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa kami bantu? Apa keluhan yang Bapak alami?" sapa Rizki menyambut dengan seramah mungkin.

__ADS_1


"Oh, saya baik-baik saja. Saya hanya ingin bertemu muka langsung dengan dokter di tempat ini."


Wajahnya mirip bener dengan Bang Antonie. Apakah orang ini yang dikatakan oleh Bunda Wulan di panti asuhan dulu?


*udah dulu yah ... Ada tugas negara yang menanti ... Tapi baca dulu sampai bawah.*


...****************...


Ayok kakak-abang penikmat cerita System. Mari mampir pada cerita milik teman Author ya. Ini jadi pemenang lomba Super System kemarin lho.


Napen: Haoyi


Judul: System Of Sea



blurb:


Adrian Devano adalah anak sekolahan yang sering di jauhi karna baunya yang seperti ikan busuk.


Di tambah lagi kantung matanya yang gelap seperti ikan mati menambah kesan menjijikkan dari pria muda tersebut.


Berbeda dengan anak anak di tempat tinggalnya yang menginginkan pekerjaan di kota besar dan modern. Adrian justru bercinta cita menjadi seorang nelayan sukses.


Saat sedang memancing di tengah laut pasifik, Adrian yang di timpa kesialan tak sengaja menemukan sebuah kotak aneh berwarna biru laut dan mendapatkan sistem dari sana.


Dengan bantuan sistem misterius yang ia beri nama "Sea" Mampukah Adrian mewujudkan impiannya.

__ADS_1


__ADS_2