
"System, apa yang terjadi? Kemana emas yang baru saja kamu berikan kemarin? Padahal aku merasa sangat yakin benda itu aku simpan dengan baik di sini."
Antonie terlihat sangat panik, dia melihat ke arah bawah. Tak ada satu pun yang terjatuh.
"Tunggu sejenak, Tuan. System akan mencari tahu apa yang terjadi."
Antonie merasa ada yang tengah memperhatikannya. Namun, dia tidak tahu siapa yang terus mengawasinya.
"Ada seseorang yang mencuri emas Anda, Tuan. Sepertinya, dia sama seperti Anda." terang System.
"Hah? Maksudnya?"
"Dia mendapat keistimewaan seperti Anda. Dia memiliki System pencuri handal!"
"Hah? Jadi bukan aku saja yang memilikimu di dunia ini?" Lalu Antonie melihat ada seseorang berlari dengan kecepatan kilat.
Dengan segera Antonie menggunakan kemampuan yang sama saat mengejarnya. Antonie langsung melayangkan tendangannya pada orang itu, yang diam-diam mengawasinya sekaligus mencuri emasnya secara ajaib. Seorang yang menggunakan hodie bewarna hitam menggunakan masker hitam dan topi.
Namun, lawan dengan gesit menghindar darinya. Dia jungkir balik berputar beberapa kali menghindari serangan Antonie. Antonie dengan secepat kilat menahan tubuh si pencuri dari arah sebaliknya.
Kaki lawannya mengarah pada dagu Antonie, tetapi dia berhasil menghindar. Antonie memberi serangan balik dengan memberikan pukulan, tetapi lawan menangkisnya dengan kaki. Tangan lawan dengan santai berada di celana joger yang dia pakai.
Pertarungan sengit terjadi antara tangan lawan kaki. Lawannya itu melompat dan mencoba memfokuskan tendangan pada perut Antonie.
Dengan gesit, Antonie menangkap kaki itu dan memutarnya hingga lawan jatuh. Antonie sadar bahwa kekuatan lawannya berpusat pada kaki, sehingga dengan segera menjepit kaki lawan dan menahannya.
"Kau orang itu bukan?" bentak Antonie. Namun dia merasa heran, kenapa kaki yang dia pegang terasa kecil.
Tiba-tiba, kaki yang dijepit itu terbuka. Dengan bertopang pada tangan pada tanah, lawan jungkor balik melakukan capuera memainkan kaki terus melayang. Seseorang yang menggunakan hodie hitam terus mencoba melayangkan tendangan dan Antonie kembali melindungi diri dengan kedua tangan. Lawan pun kabur dengan secepat kilat kembali.
Antonie dengan gerakan kilat, telah berada di depannya bersiap menangkap sang pencuri. Saat lawan sedang melihat ke belakang, Antonie sudah menangkapnya dari depan dan memeluk, mengait satu kaki si pencuri, dan si pencuri dalam posisi jomplang.
Ada sesuatu yang aneh pada pencuri itu. Ada yang mengganjal Antonie saat menahan tubuh si pencuri yang terus meronta.
__ADS_1
"Siapa kau? Mana emas milikku?" bentak Antonie.
Namun si lawan terus meronta dan mencoba melepaskan diri. Namun apa daya, ternyata kekuatan Antonie lebih besar darinya dan kali ini tubuhnya benar-benar terjepit.
"Cepat kembalikan!" Antonie menarik hodie dan tampak rambut panjang sedang terikat. Antonie terpana melihat rambut ekor kuda itu.
"Ce-cewek?" Matanya langsung turun pada sesuatu yang mengganjalnya tadi.
bugh
Kening sang pencuri membenturkan keningnya pada bibir dan hidung Antonie. Hal ini membuat dia refleks melepaskan tangan beralih memegang mulut dan hidung yang terasa sakit luar biasa.
"Apa yang kau lihat, mesum?" terdengar suara wanita di balik masker itu. Dia menggeliat dan berhasil melepaskan kaki yang tadinya terjepit.
Lalu memberikan tendangan yang luar biasa keras membuat Antonie terpental jauh beberapa meter terguling di tanah. Antonie kembali bangkit dan mengejar, tetapi pencuri itu sudah menghilang. Bibirnya berdarah dan dadanya terasa sangat sakit.
"Kenapa tidak kamu katakan bahwa pencuri itu adalah seorang perempuan?" sungut Antonie menekan dada yang kesakitan mendapat tendangan maut tadi.
Namun, Antonie tidak bisa mengobati dirinya sendiri dan sialnya lagi emas itu lepas dari tangannya. "Ah, padahal aku ingin membeli perkakas meja buat rumah singgah."
"Bagaimana keadaan Anda, Tuan?"
"Sepertinya ada luka dalam di bagian dadaku, bibir ku sakit dan begitu juga hidung." gumam Antonie masih menekan bagian dadanya yang sakit.
Dengan perasaan lesu, Antonie memilih kembali dan pulang ke rumah singgah. Dia mengolesi minyak sereh ke bagian dadanya yang sakit.
Antonie tak habis pikir, ternyata ada orang lain yang memiliki apa yang dimilikinya meski sedikit berbeda.
"Kok gue mencium bau aneh ya?" ucap Rizki saat lewat di dekat Antoni.
"Iya nih, ..." Fanya menutup hidungnya.
"Huweeek ... Ini macam bau orang tua banget." sungut Fanya terlihat sangat tidak nyaman.
__ADS_1
Lalu kedua remaja itu melirik manusia yang paling tua di rumah ini. Mereka melihat ke arah Antonie yang tampak sedikit tidak bersemangat.
"Lu yang makai minyak-minyakan, Bang?" tanya Rizki.
"Iya."
"Kenapa Kak?" tanya Fanya.
"Hmmm ..." Antonie hanya meringis.
"Apa dadanya sakit, Bang?" tanya Rizki lagi.
Antonie semenjak tadi meletakan tangannya di dada. Kedua remaja itu mulai memikirkan yang tidak-tidak.
"Bang ... Jangan katakan lu mau mati gara-gara penyakit jantung?" ucap Rizki.
"Jangan tinggal kan kami. Aku baru merasa hidup ini sedikit enak setelah tinggal sama Kakak." tangis Fanya mulai memijit-mijit lengan Antonie.
"Weii ... Kalian itu terlihat lebih mendoakan kematianku dibanding mendoakan kesehatanku?" gumam Antonie dingin menatap kedua adik angkatnya secara bergantian.
*
*
*
"Dilla, apa ada yang pinter membuat visual orang yang kita sebutkan ciri-cirinya?" tanya Angela kepada Dilla sang asisten.
"Oh, ada apa gerangan, Bu?"
"Aku ingin mencari seseorang. Namun, aku tidak memiliki fotonya."
Tak beberapa lama, Dilla membawa seseorang yang dimaksud. Angela meminta pelukis itu menggambarkan sosok seorang yang ada di dalam bayangannya. Beberapa waktu ada yang tidak sesuai ekspektasi, tetapi disuruh untuk diperbaiki.
__ADS_1
Saat gambar akhirnya jadi, Angela tersenyum puas melihat hasil sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Membayangkan Dewa penyelamat yang tidak sempat dia ketahui namanya. Dan ini adalah bayangan dalam angan Angela. Dia akan mencari orang itu.