Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 57


__ADS_3

*Minta rate karya ini dong Kakak dan Abang. Kemarin ada orang yang membuat rate ini anjlok. Haiiss.. Kesel lah...iya... Gak baca dengan baik malah sembarangan bikin rating author anjlok."


"Perisai karet diaktifkan." ucap God System.


Tiba-tiba, seluruh tubuh Antoni diselubungi sesuatu yang kenyal mengikuti postur tubuhnya. Hanya mata, lubang telinga, dan lubang hidung yang tidak tertutup.


zzzzttttt


Hantaman petir dari pedang milik Sony mengenai tubuh Antonie. Akan tetapi, Antonie hanya tergeser sedikit dan tidak merasakan sentruman sama sekali.


"Apa aku bisa memiliki yang seperti itu juga System?"


"Anda bisa menciptakan apa pun sesuai dengan apa yang Anda pikirkan, Tuan. Anda mau memiliki yang lebih dari itu juga bisa."


Antonie membuka tangannya dan beberapa detik kemudian muncul sebuah benda besar dalam genggamannya. Dia membidik lawannya yang masih kokoh menggenggam pedang yang tak berhenti mengeluarkan kilatan petir. Antonie menarik gagang bazoka yang berada dalam genggamannya saat ini.


dooorrr


Sebuah rudal muncul mengejar Sony. Ternyata Sony pun bergerak cepat pindah dari lokasi dia berdiri tadi.


duuuuaaarrr—rudal itu meledak mengenai sebuah gedung.


Sekali lagi Antonie membidik lawan. Kali ini dia membisikan sesuatu pada benda itu. "Ikuti dia ke mana pun, jangan biarkan lepas!"


Antonie menarik pelatuk, terdengar suara tembakan yang begitu keras. Rudal melesat cepat mengejar Sony yang sudah terbang menjauh. Setiap belokan Sony, Rudal itu ikut berbelok.


Sony memainkan pedang iblis yang mampu mengeluarkan semburat petir di tangannya, mengarahkan pada rudal yang melesat cepat yang tak lelah mengikutinya. Petir itu membuat rudal tadi meledak tanpa menyentuh Sony.


Sony menyeringai menatap lawan yang sudah berada cukup jauh darinya. Dia kembali melesat mendekati Antonie dan melibaskan pedang petirnya pada pria yang terselubung oleh karet yang melapisi diri pria pengguna Dog System sepenuhnya.


Sony kembali melayangkan pedang petir tersebut pada tubuh lawan. Antonie menghindar dengan bergerak cepat menukik tajam menuju ke bawah. Hal ini membuat Sony mengikutinya dengan turun menggunakan kecepatan tinggi.


"System, apa aku bisa melakukan apa pun seperti yang ada di dalam pikiranku? Aku merasa tak nyaman ditempeli benda yang melindungi tubuhku ini. Apa seperti ini rasanya menjadi Spyderman?"


"Tentu saja, Tuan. Anda bisa melakukan apa pun sesuai dengan keinginan Anda. Asalkan sesuatu yang tidak merugikan orang banyak. Jika hanya pada satu orang jahat, tentu saja sangat dianjurkan."


Antonie pun mencoba mengikuti jurus serial anak di TV yang memiliki bermacam elemen pada tubuhnya. Kali ini pilihan Antonie jatuh pada elemen tanah.


Antonie pun menghentakkan kakinya membuat beberapa gunung batu dengan puncang yang runcing terus menyembul dari dalam tanah keluar dengan cepat semakin tinggi dan tinggi lalu menumbur tubuh lawannya yang tadi melesat cepat mengejar dirinya.


bruuukk


Pedang yang tadinya dipegang oleh Sony pun terlepas dari tangannya. Dia terpental jauh beberapa kilo meter ke belakang.


bruuuk


bruuuk


bruuuuk


Terguling hingga beberapa kali putar dan akhirnya berhenti dengan posisi kepala di bawah kaki di tinggi tersandar pada sebuah bukit batu yang ada. Sudut bibirnya mengeluarkan da rah. Dia meludahkan cairan anyir berasa asin itu.


fuuuuh


Sony mengusap da rah tersebut dan bangkit meski tertatih, tubuhnya terasa sedikit lemah. Kakinya pun bergetar.


[ LEMAH! KAU MEMANG HANYA SEORANG PECUNDANG JIKA TANPA AKU, DEMON SYSTEM ]

__ADS_1


Sony hening tak bergeming. Dalam hatinya merasa cukup panas mendengar apa yang diucapkan Demon System.


[ BAHKAN KAU PUN DROP OUT DI KULIAH SPESIALISMU ]


[ JIKA TIDAK ADA AKU, KAU TAK AKAN MEMILIKI IJAZAH SPESIALIS YANG BISA KAU BANGGAKAN KEPADA ORANG TUA BODOHMU ITU ]


"DIAM KAU!" teriak Sony.


Sesuatu yang melayang dengan cepat datang tanpa disadari sudah menjejar Sony.


bruuuuuk


Sony kembali terpental terguling beberapa kali. Antonie baru saja melayangkan tinju batu nya pada dagu Sony. Antonie berencana hendak mengejar lawannya kembali, tetapi tubuhnya dihentikan oleh System.


"Sudah cukup, Tuan! Jangan melawan musuh yang sudah terjepit dan kalah seperti itu!"


"Lhah? Gitu aja?" tanya Antonie keberatan. Tak lama tangan yang tadinya berbentuk batu kini mulai mengurai dan terlepas dari tangannya


"Lebih baik Anda menyelamatkan driver yang mengalami kecelakaan tadi!" titah System.


Antonie pun melangkahkan kaki, dan langsung sampai ke lokasi tadi. Antonie membantu melepaskan seatbelt yang mengikat pria itu.


Antonie segera memindahkan pria yang memiliki tubuh tambun ini ke trotoar. Dengan segera mengecek nadi dan pernafasannya.


"Dia mengalami luka dan trauma hebat pada bagian kepala yang terbentur saat kecelaan tadi. Sementara kondisi tubuh lainnya tidak mengalami masalah yang berarti." terang System.


Tanpa berpikir panjang, Antony langsung melakukan penyembuhan pada bagian kepala pria itu. Beberapa waktu memberikan energi murni yang disalurkan oleh System membuat luka di kepala orang ini semakin mengecil dan menghilang.


Setelah itu Antonie memeriksa bagian tubuh yang lain, hanya terlihat sedikit biru karena cengkraman sabuk pengaman yang meregang saat benturan terjadi.


Namun, tangannya tiba-tiba saja dicengkram erat oleh pria yang tadinya tertidur. Semakin lama tangan itu semakin kuat menggenggam Antonie. Saat dilihat, ternyata pria itu sudah sadar dengan wajah beringas sama persis ketika terakhir kali bertemu.


"Kau, pria yang hilang muncul saat itu kan?" tanya pria itu. Dia yang belum diketahui namanya bangkit dan tercengang melihat kondisi mobilnya yang sudah hancur.


Lalu dia meraba seluruh tubuh dan tak satupun merasakan sakit. "Saya pikir, saya sudah mati." gumamnya sembari melihat tangan Antonie yang memegang dompet miliknya dan langsung merebut benda itu.


"Mau apa?" geramnya.


"Saya mau cari KTP aja, Om." ucap Antonie kikuk. "Rencananya, saya mau mengaantar ke rumahnya langsung. Makanya saya buka dompet itu."


"Saya bisa sendiri." gumamnya memasukkan kembali dompet tersebut ke dalam kantong celana jins nya.


"Kamu yang menyembuhkan saya?" tanya nya.


ding


ding


[ Syukur lah Boss ... Anda baik-baik saja. ] ucap System pemandunya, System Kekayaan.


[ Pria muda ini telah menyelamatkan Anda dari serangan seorang yang menggunakan Demom System. ]


[ Jadi, Anda harus memperlakukannya dengan baik! ]


[ Jika berlaku baik, maka Anda akan memdapat reward sebesar satu juta. ]


"Dikit amat?" sungutnya.

__ADS_1


[ Karena tidak bersyukur, rewardnya berkurang ke angka lima ratus ribu! ]


"Hey, Sys ... Jangan gitu dong?" sungutnya lagi, tetapi tak ada jawaban lagi.


Pria bertubuh tambun itu mengulurkan tangannya. "Siapa namamu? Saya Doni." Lalu melirik Antonie sejenak memperkirakan umurnya. "Saya sudah empat puluh lima tahun."


Antonie menyambut tangan itu. "Saya Antonie, Om."


"Terima kasih sudah membantu saya dan mohon maaf atas apa yang dulu terjadi. Itu merupakan misi yang diberi oleh System Kekayaan. Jika saya berhasil membuatmu terlindas di jalan raya, System Kekayaan menjanjikan saya uang sepuluh milyar." terang Doni.


Mendengar penjelasan itu Antonie langsung mengambil jarak. "Apa misi itu masih berlaku?"


"Tentu saja jatah misinya sudah tidak berlaku lagi. Sekarang saya mendapat misi berbuat baik kepadamu."


*


*


*


"Toloooong!"


"Tolooooog!"


Ucap beberapa orang yang baru saja berhasil melepaskan diri dari tanah yang menimbun mereka dengan hidup-hidup.


Tempat yang sempit itu menjadi semakin sempit dan sesak karena terisi oleh tanah-tanah yang menghantam mereka bagai tsunami. Saat ini setengah bagian lift sudah menimbung lift tersebut.


Hal ini tentu saja membuat mereka tak bisa banyak bergerak. Mereka hanya bisa duduk. Kepala mereka pun harus ditundukan karena langit-langit lift sudah sangat menjepit posisi mereka.


Sementara dalam keadaan tertunduk, tubuh Dokter Hardan bergetar. Dia merasakan amarah yang luar biasa.


Siapa yang melakukan ini semua? Dia sudah menghancurkan apa yang sudah kubuat selama ini. Jangan-jangan dia adalah orang yang merusak semua peralatan medi yang ada di dalam ruang bawah tanah ini?


"Toloooong!"


"Tooloooog!" teriak para security itu kembali.


"Percuma berteriak! Tak akan ada yang mendengarkan kalian!" gumam yang lain.


Dokter Hardan membuka ponselnya, tetapi ternyata di bawah tanah ini sama sekali tidak ada jaringan.


"Bersiap lah untuk mati secara perlahan!" ucap Dokter Hardan dingin.


"Stok oksigen yang tipis, tubuh yang semakin lah, tampa air, tanpa makanan, tak ada yang tahu kita sedang berada di bawah ini."


Namun, Dokter Hardan masih bergetar, amarahnya benar-benar memuncak. Namun dalam ruangan yang semakin sempit ini, dia tidak bisa berbuat apa-apa.


...****************...


Ayooo, mampir juga pada karya sahabat Author:


Napen: Lady MerMaD


Judul: One Night Stand in Dubai


__ADS_1


__ADS_2