Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 34


__ADS_3

"Sepertinya, dia cocok!"


Lalu beberapa orang turun menggunakan masker dan topi. Orang-orang tersebut memastikan bahwa tak ada yang sedang mengawasi seorang anak berusia sekitar tujuh tahun bermain balon sendirian.


Ibu sang anak sedang membeli tiket di dalam stasiun, tidak menyadari anaknya sudah berjalan sendirian menjauhinya. Usai membeli tiket, sang ibu yang menyangka anak masih berada di sampingnya, mulai mencari sang anak.


"Dede? Dede?" Wanita itu mulai memanggil-manggil anaknya.


Antonie kebetulan berjalan ke arah luar, melihat seorang bocah laki-laki sedang bermain di bagian depan luar stasiun. Antonie melirik di sekitar sang anak, tak ada satu pun yang mengawasinya.


Saat Antonie akan bergerak mendekati anak kecil tersebut, tiba-tiba ada dua orang pria mendekat menangkap dan membekap anak kecil itu dengan cepat. Anak kecil itu langsung diangkat dan Antonie langsung mengejarnya.


"Woooii, mau dibawa ke mana anak itu?"


Para penjahat langsung disambut oleh mobil van yang cukup besar, mereka langsung masuk dan mobil tersebut melaju dengan kecepatan luar biasa.


"Anakku ... Anakku ... Toloong, aku kehilangan anakku."


Terdengar suara seorang Ibu berbicara kepada pihak pegawai kereta api. Antonie pun berlari mengejejar kendaraan yang telah membawa anak kecil tersebut.


ziiiiing


Antonie yang sedang berlari, mendengar suara ultrasonik yang menggema sampai ke benaknya. Sebuah energi besar bagai meletus dari tubuhnya, membuat apa pun yang ada di sekitarnya berkibar bagai baru saja diterpa angin yang sangat kencang.


"Selamat, Tuan. Anda berhasil upgrade System mengobati hati seorang Ibu yang dirudung kecemasan. System akan memberikan cincin ajaib yang bisa Anda gunakan sebagai alat penyimpan segalanya. Tak akan ada yang bisa mengambil apa pun yang Anda simpan di dalamnya!"


Antonie merasakan tiba-tiba saja, cincin bewarna perak, sudah melingkar di jari jempolnya.


"Aku belum sempat menengoknya, aku harus mengejar penculik itu." Antonie kembali berlari.


Kali ini, kecepatannya lebih tinggi, dalam beberapa kejap saja, Antonie sudah berada di atas mobil tersebut.


"Sepertinya di atas ada sesuatu." ucap pengemudi.

__ADS_1


"Paling burung yang jatuh," ucap pria yang sedang memegang anak tadi.


Lalu Antonie mengintip di bagian depan kaca mobil tersebut membuat sang pengemudi sangat terkejut dan mobil yang dikendarai mulai berjalan dengan tidak teratur.


Antonie pun segera meninju jendela mobil yang ada di samping si pengemudi.


braaaak


Kaca tersebut retak. Antonie memukul jendela itu sekali lagi dan menarik kepala si pengemudi.


"HENTIKAN!" teriak Antonie dari atas.


cckiiiiiit


Pengemudi menginjak rem kendaraan itu dengan sangat dalam dan berhenti.


bruuugh


Semua yang ada di dalam kendaraan itu terbentur ke bagian depan. Begitu juga dengan Antonie. Antonie terpental beberapa meter terguling jatuh ke aspal dan dari arah sebaliknya, muncul sebuah truk fusso yang melaju dengan kecepatan tinggi.


Namun, dia tidak menemukan apa pun sebagai bekas orang tertabrak. Tiba-tiba, pakaiannya ditarik dari belakang dan tubuhnya terseret.


"Lepas! Lepas!" teriaknya.


Antonie mengangkat tubuh itu dengan sebelah tangannya, lalu dilempar ke kaca depan mobil tersebut.


bruuuugh


"Aaaagghhh ..." erang pria yang kena lemparan itu.


Lalu pintu kendaraan tersebut pun terbuka. "Kau lagi?" ucap salah satu dari mereka.


Antonie mengerutkan dahinya. "Jangan-jangan kalian masih dari Rumah Sakit Harapan Kita?" suara dingin dari mulut Antonie keluar diiringi senyum sinis para orang suruhan tersebut.

__ADS_1


"Jadi kamu yang membuat kawan-kawan kita lumpuh?" tanya salah seorang dari mereka.


Antonie berjalan tegap mendekat, tetapi malah membuat orang-orang tersebut menjadi mundur. "Apa kalian tidak memiliki pekerjaan lain?"


Seseorang dengan tubuh tinggi dan tegap, yang entah muncul dari mana, datang menarik pakaian Antonie dari belakang. Lalu tubuh Antonie diangkat dan dibanting ke arah jalan raya, yang sedang ramai.


Kendaraan terlihat menabrak tubuh Antonie kembali, tetapi saat kendaraan tersebut lewat, tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan orang terlindas seperti tadi.


Antonie pun muncul dari arah belakang dan melakukan hal yang sama. Mengangkat pria yang tubuhnya dua kali dari dirinya. Akan tetapi, pria yang bertubuh tinggi dan sangat berotot itu, menggulingkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum di lempar.


Hal ini membuat Antonie ikut oleng dan berputar juga. Dengan menumpukan kaki, lawan Antonie kembali membanting tubuh Antonie menuju ke arah jalan yang sangat ramai.


Sebenarya, dia sudah memperhatikan Antonie sejak dari jauh. Pria bertubuh bongsor itu merasakan keanehan pada pria berkaca mata ini. Kali ini masih sama, tanda-tanda kecelakaan sama sekali tak ada.


Dia langsung melihat ke arah belakang, tetapi Antonie mulai menyadari keanehan pria bertubuh tambun itu. "System, siapa dia? Kenapa dia tiba-tiba saja muncul?" Antonie berada di puncak bangunan yang ada di pinggir jalan.


"Mohon tunggu sejenak, Tuan." ucap System.


Antonie melihat di lensa pada kaca matanya bahwa pria yang tiba-tiba muncul itu adalah seorang penggulat.


"Dia menguji Anda, karena dia menyadari ada sesuatu yang aneh pada Anda, Tuan." terang System.


"Lalu aku harus bagaimana? Aku harus aku lumpuhkan juga?"


"Untuk sementara jangan dulu, Tuan. Kali ini yang perlu kita lakukan adalah menyelamatkan anak kecil yang mereka culik." terang System.


Lalu, dengan kecepatan kilat Antonie menyusup masuk ke dalam mobil. Tak ada yang menyadari itu. Antonie langsung melakukan teleportasi kembali ke stasiun kereta di mana Ibu dari anak kecil itu sedang menangis karena kehilangan putra tercintanya.


Saat Antonie sudah berada di stasiun kereta, Antonie segera mencari Ibu dari anak kecil tadi. Antonie menarik efek bius yang terhirup oleh anak berusia tujuh tahun itu.


Perlahan, anak lelaki itu bangun dan Antonie langsung membantunya berdiri. "Lihat itu, Bung. Mama kamu sedang mencarimu."


Anak kecil itu menganggukan kepalanya dengan kuat, lalu melambaikan tangannya ke arah Antonie. Lalu dia berlari menuju sang ibu.

__ADS_1


"Dede ...." Ibu mengejarnya


__ADS_2