Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 94


__ADS_3

Rizki masuk ke dalam ruang kerja Antonie, menemukan pria itu meringis kesakitan di bagian dada.


"Bang, lu kenapa lagi?"


Antonie langsung posisi biasa, dia menahan diri dari rasa sakit dari jantungnya yang berdetak begitu cepat. "Hmmm, kamu dapat uang yang banyak darinya?"


Rizki tersentak memutat bola mata menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal. "Gue itu tidak bisa menyembunyikan apa pun dari lu ya, Bang?" Ia terkekeh dan salah tingkah.


"Udah bicara baik-baik dengannya, Bang?"


Antonie masih merasakan nyeri pada bagian jantungnya. Namun, ia menepis sakit yang datang dengan tiba-tiba itu. "Aku tidak memiliki hal penting yang harus dibicarakan dengannya."


"Ah, terserah lah Bang. Tiba-tiba gue kangen keluarga di kampung. Esok gue pulang ya, Bang?" Rizki mengeluarkan ponselnya. Akan tetapi, ia tidak memiliki kontak keluarganya sama sekali.


"Hmm, kenapa tiba-tiba?"


"Ya, karena ketemu orang tadi. Gue jadi kangen Bapak dan Mak di kampung. Gue juga punya saudara yang masih sekolah. Mereka pasti bingung mencari keberadaan gue karena ponsel yang dulu hilang entah sejak kapan. Hmm ... Kayaknya sewaktu kecelakaan waktu track-track-an dulu."


Rizki bangkit dan menuju keluar. Namun, kali ini dia melihat kehadiran seorang perempuan yang terlihat sangat kacau. Rambutnya kusut, pakaian acak-acakkan, dan wajah pucat tanpa polesan make up.


"Nona kaye, kenape pagi-pagi udah di mari?"


"A-Antnonie ada?" tanyanya dalam keadaan kuyu.


"Hatcim!"


"Ada sih." Rizki refleks menutup hidungnya menatap gadis itu dari atas hingga ke bawah. "Lagi sakit ya, Mbak? Ternyata, calon dokter yang selalu dibanggakannya, bisa jatuh sakit juga. Lucunya lagi, mencari pengobatan di luar rasional dunia kedokteran."


"Hatciiim!"


Namun, Sonya yang kacau dalam keadaan flu, tidak mengubris apa yang diucapkan oleh Rizki. Dia bergerak ke dalam menemukan Antonie sedang bersadar lemas pada kursi kerjanya pun tersentak kembali menegakkan kepala.


"Kau?"


"Hatciiim!" Sonya tak berhenti bersin.


Antonie memandangi Sonya dengan seksama melirik dari atas ke bawah. Melihat gadis itu yang terus memeluk dirinya sendiri, masih menggunakan pakaian yang sama dengan yang kemarin, memperlihatkan giginya, terdengar suara gemeletuk, dan tubuhnya bergetar. Antonie bangkit memapah Sonya naik ke atas brangkar.


'Apa yang terjadi dengannya? Tidak mungkin gara-gara kemarin kan? Aku tidak berbuat apa-apa kepadanya.'


[ Sepertinya masalah internal dalam keluarganya. ]


[ Sepertinya, dia dalam keadaan tidak sehat. ]


[ Jangan jadikan balas dendam Anda mengabaikan kondisi manusia yang sedang sakit. ]

__ADS_1


[ Karena Anda adalah seorang penyembuh! ]


"Ck!" Antonie hanya bisa berdecak menahan rasa kesal atas nasihat yang diberikan System.


Setelah Sonya merebahkan diri di atas brangkar, Antonie menyelimuti gadis itu. Antonie mengecek kondisi Sonya lewat kaca mata yang ia miliki.


[ Suhu tubuhnya saat ini di bawah suhu normal tubuh manusia, yaitu tiga puluh tiga derajat celcius. ]


[ Sepertinya disebabkan karena menggunakan pakaian basah semalaman. ]


[ Reaksi tubunya terliha mulai lambat, mengantuk, denyut nadi melemah, detak jantung semakin cepat, napas cepat, kulit pucat, serta kebingungan. ]


[ Dia hanya membutuhkan penghangat tubuh. ]


[ Anda diperbolehkan untuk membantu mempercepat prosesnya. ]


Antonie melirik Sonya yang sayu, pikirannya entah melayang ke mana saat ini menatapi langit-langit ruangan itu. Semenjak diguyur oleh ibu tirinya, Sonya sama sekali tidak bisa memajamkan mata, saat memilih tidur di sofa ruang tamu.


Ditambah lagi, gigitan nyamuk, dan malam yang dingin membuat pakaian basah yang ia kenakan tak kunjung kering memaksa dia menahan diri melawan dinginnya malam itu.


Ia tak menyangka, mimpi buruknya membawa petaka. Mimpi buruk bertemu dengan orang yang telah ditabrak dan membiarkan pemulung busuk itu mati sia-sia.


"Sepertinya aku telah dihukum oleh Yang Maha Kuasa." gumamnya masih menatap langit-langit ruangan tersebut.


"Ehmm, apa yang membuatmu berpikir seperti itu?" Antonie mundur menyandarkan diri duduk di atas meja yang tidak jauh dari sana.


Antonie melipat kedua tangannya di dada. "Apa kau mau menceritakannya?"


"Aku ini adalah seorang pembu* nuh!"


Wajah Antonie mulai berubah datar, mendengarkan pengakuan dari gadis yang tidak pernah mengaku atas segala kejahatan yang telah ia perbuat.


"Aku membuat seseorang kehilangan nyawa, dan membuangnya. Malam ini aku merasakan karma itu. Dia hadir kembali, dan ingin membalas semua perlakuanku di masa lalu."


Antonie tersenyum sinis mendengar apa yang baru saja keluar dari bibir Sonya. "Apa kau menyesalinya?"


"Jika pun aku menyesali semuanya hari ini, nasi sudah berubah jadi bubur. Aku tidak bisa memutar waktu kembali ke masa lalu." Akhirnya Sonya memalingkan dirinya membelakangi Antonie. Akhirnya, ia bisa beristirahat dalam selimut yang hangat.


Antonie melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ini. Dia merasa heran, pada waktu yang telah cukup tinggi, pasien belum juga hadir ke klinik ini.


"Bagaimana keadaanya, Bang?" tanya Rizki duduk santai di beranda depan.


"Dia ketiduran."


"Ooh, bagus lah." timpal Rizki yang masih bersantai. "Aneh ya, kenapa tidak ada pasien yang datang ya?"

__ADS_1


"Ya, semoga saja karena mereka semua dalam keadaan sehat." tambah Antonie duduk di bangku yang kosong.


Sebuah kendaraan berhenti di samping mobil yang dibawa oleh Antonie. Tanpan perlu bertanya lagi, mereka sudah tahu siapa pengendari mobil tersebut. Pengendaranya tak lain adalah Angela sang wanita baik yang membelikan banguan ini untuk dijadikan klinik yang dikelola oleh Antonie.


Angela keluar dari pintu kemudia, lalu membuka pintu bagian belakang. Setelah pintu belakang tertutup, tampak ada beberapa kantong yang dibawakan oleh wanita cantik itu.


Angela melambaikan tangannya tersenyum dengan sangat manis. "Hai!" Dia menggoyangkan bungkusan yang dibawanya itu terus melangkah mendekati dua pria tersebut.


"Waah, Buk Boss ... Udah lama banget nggak main ke sini?" canda Rizki memyambut bungkusan yang dibawa oleh Angela.


"Iya, beberapa waktu terakhir aku sibuk banget. Pekerjaanku benar-benar menguras waktu dan pikiran. Tim auditor mengecek kelayakan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan. Yaa, begitu lah. Mumpung lagi ada waktu senggang, aku sengaja sempatin main ke sini." Angela duduk pada bangku yang ditempati Rizki tadi, hingga membuat ia tepat duduk di samping Antonie.


"Kalian semua baik-baik saja kan? Bagaimana pasiennya? Pasti rame banget."


Rizki membuka isi bungkusan yang dibawa oleh Angel. Ternyata di dalamnya ada beberapa makanan ringan dan minuman ringan. Dia langsung mengambil tanpa menunggu lama dan menikmatinya.


Rizki memoerhatikan Angela masih menunggu jawaban dari Antonie, tetapi pria berkaca mata itu tak kunjung bersuara. Karena tidak terdengar juga, akhirnya Rizki menjawab meskipun mulutnya penuh terisi.


"Kemarin-kemarin sih rame, Mbak. Namun, semenjak pagi ini hanya satu doang pasien yang datang. Dia lagi tidur di dalam."


"Pasiennya laki-laki apa perempuan?" tanya Angela lagi menatap pria yang ada di sampingnya.


"Perempuan, Mbak," ucap Rizki menggantikan Antonie.


Namun, Antonie masih sibuk dengan pikirannya sendiri tentang apa yang dikatakan oleh Sonya tadi di dalam ruangan.


'Kenapa dia tidak mau mengakui bahwa ia menyesal?'


[ Manusia memiliki bermacam karakter. Sepertinya dia bukan orang yang mudah tenggelam dalam penyesalan. ]


...****************...


Hari ini Author akan mempromosikan karya fantasi yang lain lagi ni. Kuyy ... Mampir yuuuk ...


Napen: Yayuk Triatmaja


Judul: Putri Pokemon



Blurb:


Dewi Arumi adalah seorang Dewi yang sangat cantik, pintar dan mempunyai ilmu sihir yang bisa merubah bentuknya sesuai apa yang diinginkannya dan bisa merubah benda mati menjadi hidup sesuai yang diinginkan oleh Dewi Arumi.


Hingga suatu ketika Dewi Arumi melakukan kesalahan besar hingga dirinya di sihir menjadi Putri Pokemon dan di buang ke bumi.

__ADS_1


Dewi Arumi bisa berubah wujudnya asalkan melakukan 1000 kebaikan tanpa menggunakan sihir. Apakah usahanya berhasil?


Ikuti yuk novelku yang ke 33


__ADS_2