
*Maaf ya Kakak-Abang, kemarin lagi kurang sehat jadi gak bisa update 🙏😅*
Makhluk itu memperhatikan kaki laki-laki itu terus gelagapan berada di permukaan perairan. Jika perairan luas itu dikatakan sebuah danau, dia terlalu luas. Bila dikatakan laut, airnya terasa tidak asin dan Antonie bisa meminumnya hingga puas. Mulut makhluk tersebut sudah terbuka dengan sangat lebar.
[ Ada yang bergerak dari bawah kaki Anda! ]
[ Panjangnya mencapai sepuluh meter koma tiga pulu senti. Bobotnya seberat enam ratus kilogram. ]
[ Dia tidak beracun, tetapi mampu melemahkan lawan dengan cara membelit dan menjepit lawannya hingga tidak bisa bergerak. ]
[ Lebarnya setinggi Anda saat ini. Tentunya memiliki kekuatan yang sangat besar juga. ]
[ Hewan itu adalah makhluk terpanjang dan terbesar yang tercatat di dunia sepanjang sejarah. Namanya Titanoboa, makhluk purbakala yang ada pada sejarah tercipta bumi. ]
[ Semoga sukses! ]
Antonie bergerak cepat berenang berpindah posisi.
splaaaassssss
Sesuatu yang panjang melompat dari dasar perairan ke permukaan. Makhluk bewarna coklat bersisik itu gagal melahap Antonie hidup-hidup.
pyaaaaarrrr
Makhluk itu kembali masuk ke dalam air lagi dan kembali menargetkan Antonie. Antonie menarik nafas dengan panjang dan mulai masuk ke dalam air. Dia melihat makhluk berbentuk ular raksasa itu bergerak cepat menuju ke arahnya.
Antonie berbelok menghindar dan ular tersebut kembali gagal melahap Antonie. Antonie mulai memikirkan cara agar bisa melawan makhluk yang ukurannya seratus kali lipat dari dirinya.
__ADS_1
Antonie mencoba mengerahkan tenaganya ke otot tangan, mempercepat gerakan mengejar ular raksasa tersebut. Akan tetapi gesekan dalam air membuat tenaganya menjadi berkurang. Ular yang dihajar malah menghajarnya balik dengan melayangkan ekor.
Antonie terpental melesat semakin ke dasar yang tak berujung. Antonie mulai merasakan sesak, oksigen yang tadi ditahan pada pernafasan mulai menipis.
Antonie memanggil System di dalam pikirannya, tetapi System diam bergeming tidak menyahut sama sekali. Antonie memutar otaknya memikirkan cara agar sampai ke permukaan sebelum sisa oksigen yang ditahan benar-benar habis.
Dia teringat akan ucapan System bahwa segala hal yang dipikirkan bisa saja menjadi nyata. Nafasnya mulai tersengal. Antonie mulai memikirkan bahwa dia bisa bernafas dengan bebas di dalam air.
Sebuah tekanan hebat berasal dari paru-paru memompa udara dengaj cepat. Antonie mulai merasa benar-benar tidak sanggup lagi menahan nafasnya dan ... puuufff ...
Ular raksasa itu melesat menyundulnya membuat Antonie berputar-putar menabrak dasar yang entah berapa kilometer dari permukaan.
Antonie mengira dirinya sudah mati, membuka mata melihat apa yang sedang terjadi. Gelembung-gelembung udara terus keluar dari hidung dan mulutnya. Dia tak lagi merasa sesak sama sekali.
Ternyata aku masih hidup? Aku benar-benar bisa bernafas di dalam air?
Ular raksasa itu membuka mulutnya lebar-lebar menelan Antonie begitu saja.
Zzzzztttt
Zzzzttttt
Kilatan listrik dengan tegangan tinggi terlihat menerangi kegelapan dasar perairan tersebut. Beberapa waktu kemudian, makhluk bewarna coklat yang panjang itu mematung dengan mata terbuka lebar.
Antonie berenang keluar lewat mulut makhluk raksasa itu. "Maaf kan aku, ular raksasa. Aku tidak bermaksud menyakitimu, aku juga harus melindungi diriku."
Antonie menyentuh mulut ular raksasa itu dan memejamkan matanya menyembuhkan hewan tersebut.
__ADS_1
puuuufff
Hewan yang tadinya sudah sekarat karena sentruman hebat, kini mengedipkan mata beberapa kali menatap panjang pada Antonie.
"Siapa namamu?" Ular raksasa itu mengeluarkan suara.
"Namaku Antonie." Antonie meletakan tangannya di dada menundukan kepala.
"Apa keperluanmu masuk pada wilayah kekuasaanku?" tanya ular raksasa itu.
"Maafkan saya Tuan Ular Raksasa. Saya ke sini hanya dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang. Kebetulan sekali saya tiba-tiba berada di sini, bukan maksud untuk mengganggu atau pun merebut wilayah kekuasaanmu."
Untuk beberapa saat ular itu kembali terdiam. Dia memejamkan mata dan kepalanya bergerak naik turun.
"Ternyata, kau adalah murid Dewa Semesta."
Antonie hening karena bingung sendiri. Dia tidak merasa menjadi murid siapa-siapa. Segala sesuatu yang dilakukannya selama ini hanya berdasarkan kerja samanya dengan System yang diberikan Dewa.
"Benda yang diberikan Dewa itu adalah bukti kamu adalah murid-Nya. Meskipun Dia tidak melatihmu secara langsung, tetapi God System yang diberikannya adalah sesuatu yang tak tertangi dibanding System lain yang ada di muka bumi. Kamu harus bisa menggunakannya dengan baik, untuk melakukan kebajikan terhadap seluruh umat manusia."
Antonie kembali menganggukan kepala. "Terima kasih atas nasihat yang kamu berikan. Saya akan berusaha sebaik mungkin."
puuuufffff
Antonie kembali berpindah posisi. Kali ini dia berada pada sebuah negeri yang dipenuhi pohon buah dan sungai suusu. Antonie segera berjongkok duduk di tepian sungai yang mengalirkan air bewarna putih.
Dia menikmati minuman itu sembari menghilangkan rasa lelahnya bergulat di dalam air tadi.
__ADS_1
[ Selamat, Tuan. Anda sukses menakhlukan ujian pengendalian diri. ]