Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 70


__ADS_3

[ Nona, tiarap— ]


dooooor


Suara tembakan menggema pada saat System belum menyelesaikan ucapannya. Bahu Liana mendapat sebuah tembakan dan tentunya mengucurkan darah yang cukup deras hingga berjatuhan pada lantai puncak bangunan tersebut.


Liana meringis menahan sakit yang luar biasa. "Kenapa tidak memperingatkanku semenjak awal?" rutuknya.


[ Maafkan saya, Nona. Saya sungguh sangat menyesal. ]


Sementara sang juragan langsung mencari arah tembakan yang dibidik oleh anak buahnya.


"Di mana orangnya?"


"Di puncak sana, Boss!" ucap sang snyper.


"Sekarang bagaimana? Masih di sana?"


"Masih, Boss. Tembakan tadi tepat sasaran, Boss!"


Sang juragan meminta anak buahnya untuk mengambil tangga untuk mengecek ke bagian puncak. Saat mereka sampai pada bagian atas, tak satu pun ditemukan manusia yang berada di atas sana.


"Kosong, Boss!" sorak sang anak buah.


Namun di lantai ada bekas cucuran darah. "Sepertinya pencuri itu benar-benar kena tembakan, Boss. Jadi, kita harus menemukan seseorang yang terkena tembakan. Jika ada yang mengalami luka tembaak, maka dia lah pencurinya."


Juragan yang menunggu di bawah, mulai merasa sangat geram. "Awas kau pencuri! Kembalikan uangku!"


*


*


*


[ Hati-hati, Tuan! Manusia kera itu datang kembali dengan mengayunkan tongkatnya ke arah Anda! ]


Antonie menghentakkan kakinya sehingga membuat dia terselubung oleh perisai yang tak kasat mata.


buuuugh


Raja Kera itu menempel pada dinding yang tidak terlihat. Wajahnya menempel dengan sempurna dengan lidah terjulur keluar. Beberapa saat kemudian, tubuh sang Raja Kera melorot ke bawah.


Beberapa waktu kemudian, Raja Kera mengusap pipi dan hidung yang terkena dinding yang tidak terlihat tadi. Dia mengetuk-ngetuk angin, tetapi bagai mendengar ketukan pada sebuah kaca.


Raja Kera mundur beberapa langkah berlari bersiap memecahkan perisai yang tak terlihat itu. Saat kaki Raja Kera hampir mendarat pada perisai, Antonie menjentikan jemari dan perisai itu menghilang.


Raja Kera yang tidak mengetahui tentu terjatuh di saat tak menemukan target tendangan. Sang Raja Kera terguling beberapa kali, dan tidak bergerak lagi.


Antonie mendekati Raja Kera itu. "Kau terlalu memaksakan diri."


Antonie berjongkok memeriksa keadaan makhluk jadi-jadian tersebut. Akan tetapi, tangan Antonie ditepis kasar.


"Jangan sentuh aku!" Dia terus berusaha mencoba untuk bangkit meski terus meringis.


"Kau kehabisan tenaga karena terlalu memaksakan diri." Antonie menyentuh pundak Raja Kera itu memberi penyembuhan meski siluman itu terus meronta.


Sang Raja Kera merasakan keadaannya semakin membaik. Tubuhnya yang tadi terasa sakit kini sudah tidak terasa lagi. Dia kembali melompat-lompat kayak monyet seperti biasanya.


"Kau tadi yang mengobatiku?" Raja Kera menggaruk kepala dan dadanya.


"Aku tidak pernah menggunakan obat-obatan." ucap Antonie kalem.


Raja Kera itu melompat-lompat sambil mengharuk kepala bergantian. Tidak lupa sang Raja Kera juga mengendus tubuh Antonie lalu menutup hidungnya.


"Aaah, baumu sangat busuk. Kamu pasti pemakan daging hewan?" tanya Raja Kera dengan gayanya yang jenaka.


Antonie mengendus bau tubuhnya sendiri. Dia merasa aroma tubuhnya tidak busuk sama sekali. "Aku ini manusia, aku pemakan segalanya."

__ADS_1


Raja Kera melihat tongkat saktinya yang tadi tergeletak begitu saja. Dia menarik tongkat yang berada cukup jauh dari posisi mereka dengan mantra. Tongkat tersebut melayang sendirinya menuju genggaman sang pemilik.


Raja Kera langsung memainkan tongkat tersebut, memutarnya dengan lincah ke kiri dan ke kanan, mencoba sesuatu yang tadi membuatnya heran kembali. Raja Kera mengayunkan tongkat tersebut ke arah Antonie. Antonie refleks melindungi kepalanya dengan tangan.


Namun, semua hening. Raja Kera mematung karena tongkat tersebut tidak menyentuh Antonie sama sekali. Lalu dia mundur beberapa langkah.


"Heh, tongkat sakti? Ayo pukul dia!" ucapnya pada benda panjang bewarna emas tersebut. Namun, bagian kepala tongkat itu bergerak ke kiri ke kanan bergantian.


"Kenapa kamu tidak mau menyentuhnya? Dia sudah mencurimu." Bagian kepala tongkat tersebut kembali bergerak ke kiri dan ke kanan.


"Jadi dia bukan orang jahat?" Kali ini kepala tongkat itu bergerak ke atas dan ke bawah.


Raja Kera menggaruk dagunya melihat ke arah manusia dengan sedikit heran. "Heh, manusia. Apa yang kamu lakukan di sini?"


"Aku—"


"Aku tahu, apa kamu adalah murid lain dari Biksu Tong Sam Cong, guruku?" sela Raja Kera.


"Bukan," sanggah Antonie cepat.


"Jadi kamu siapa? Kenapa gaya pakaianmu sangat aneh?" Dia kembali melirik Antonie yang memakai celana jins dan hoddie.


"Aku hanya manusia biasa yang berasal sekitar 1600 tahun kemudian terhitung dari tahun ini." ucap Antonie.


Raja Kera terlihat menghitung dengan jarinya, lalu menggaruk kepalanya kembali karena bingung. "Aaah, siapa pun kamu, apa yang kau lakukan di sini?"


"Aku sedang latihan segala kemampuan yang harus kumiliki. Karena aku memiliki misi, tidak ada lagi manusia yang sakit di dunia ini."


Raja Kera melongo membuka mulut dan kedua tangan berada di samping wajahnya. "Waaah, apakah kamu seorang dewa?"


"Bukan! Aku hanya manusia biasa."


"Pantas saja aku tidak merasa sakit." Raja Kera kembali melompat-lombat dan berputar-putar ke sana ke mari.


Antonie menepuk keningnya merasa makhluk itu hanya akan membuang-buang waktunya. "Aku pergi dulu."


Dengan gerakan kilat Raja Kera berlari ke arahnya. "Tunggu! Kamu mau ke mana lagi? Ayo, kita main dulu di sini bertemu dengan saudaraku yang lain."


Antonie masih tak bergeming, karena dia bingung menjelaskan ada sesuatu istimewa yang membawa benda yang disebut tongkat sakti tiba-tiba menyerangnya begitu saja.


"Biasanya tongkat saktiku ini sangat liar. Namun, kenapa dia terlihat patuh kepadamu?" Raja Kera menggaruk dagunya kembali.


"Tongkatmu memang sangat liar." Antonie menyetujui atas apa yang dialamaninya tadi.


[ Tuan, sepertinya latihan kita cukup kan saja. ]


[ Di alam nyata, pagi akan segera datang. ]


Antonie menganggukan kepala dan mundur beberapa langkah karena Raja Kera masih memberikan beberapa pertanyaan yang tak putus semenjak tadi.


"Sun, Sun Go Kong ..." Antonie begitu ingat nama itu karena saat kecil dulu dia selalu menonton serialnya semenjak kecil.


Raja Kera itu memukul Antonie dengan tangannya. "Panggil aku Raja!"


"Ooh ya, Raja Kera ... terima kasih sudah meminjamkan tongkat yang sangat hebat itu. Namaku Antonie, aku akan kembali ke tempat dan waktuku berasal."


"Eeh, kamu dari mana? Aku boleh ikut?"


"Lebih baik kamu melanjutkan perjalanan ke barat. Sementara aku harus kembali ke negeri asalku dan menyelamatkan manusia lainnya. Kita memiliki visi dan misi yang berbeda. Salam buat guru dan saudara-saudaramu. Selamat tinggal!"


"Tungguuu—" Raja Kera akan menarik Antonie, tetapi dia sudah kehilangan sosok pria asing itu. Makhluk itu berputar-putar menggaruk kepala, dada, dan seluruh badan karena kebingungan.


Sementara Antonie sudah membuka mata tersadar dari posisi meditasinya. Dia segera merebahkan diri untuk benar-benar beristirahat.


*


*

__ADS_1


*


[ Di sana! ]


Sony sedang berjibaku menangkap seorang wanita yang merupakan pengguna Sistem. Wanita muda itu tak kalah gesit menghindar dari kejaran dam serangan yang diberikan oleh Sony.


Ketika Sony melayangkan serangan menggunakan pedang iblis, perempuan itu membuat gerakan Sony terhenti dan menghindari kilatan listrik yang mengejarnya.


Wanita itu bernama Jenita. Dia berlari ke arah belakang Sony dan bersiap melayangkan pukulannya kepada Sony. Akan tetapi, satu detik menjelang mengenai Sony, pria itu menghilang, dan berbalik memberikan pukulan pada tengkuk Jenita.


Jenita seketika tidak sadarkan diri ambruk di kaki Sony. Sony menyeringai akhirnya mendapatkan mangsa merebut System yang dimiliki wanita muda ini.


*


*


*


tok


tok


tok


"Bang ... Bang? Sorry ganggu! Ini urgent banget!"


Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Namun, Antonie tak kunjung bangun juga. Karena merasa sudah tidak sabar, akhirnya Rizki memaksa membuka pintu masuk ke dalam kamar Antonie. Dia menggoyang tubuh Antonie dengan cepat.


"Bang! Bangun dulu!"


Perlahan Antonie membuka matanya dan langsung duduk mengucek mata. "Sudah berapa kali ku bilang, jangan ganggu aku jika aku beristirahat." suara dingin Antonie membuat Rizki tergidik takut.


"Kan gue udah minta maaf. Soalnya di luar, warga lagi heboh menemukan wanita sedang keadaan tidak sadarkan diri. Dikatakan meninggal dia masih bernafas. Dikatakan hidup, dia tidak memberi respon."


[ Sepertinya wanita yang dikatakan Rizki adalah salah satu korban Demon System, Tuan. ]


Antonie teringat pria yang akhir-akhir ini menjadi lawannya. Antonie membersihkan dirinya sejenak langsung menuju ke rumah Pak RT. Wanita tersebut diistirahatkan di rumah Pak RT. Ditemukan di pinggir sungai dalam keadaan mengenaskan.


Saat melihat Antonie telah hadir, semua warga terlihat lega. Orang yang paling diandalkan bila hal ini terjadi.


"Akhirnya kamu datang juga, kami sudah menunggumu sedari tadi. Kami merasa sedikit ragu membawa gadis ini ke rumah sakit, karena dia tidak memiliki identitas. Jadi kami minta Rizki untuk memanggilmu." terang Pak RT.


Antonie meminta tempat untuk sejenak agar dia mengecek kondisi wanita itu.


[ Sekarang silakan Anda mendiagnosis gadis ini sendiri. ]


Antonie mengecek nadi gadis itu. Netranya melihat ke dalam jantung yang berdetak, tetapi sangat lemah. Dia menemukan beberapa luka di bagian tubuh, tetapi tidak begitu parah.


Yang membuatnya kondisi parah saat ini adalah karena pada bagian otak gadis itu terlihat sedikit kosong. Di sana lah titik System terletak pada bagian tubuhnya.


Sepertinya cidera itu adalah posisi System di dalam otaknya. Apakah dia pengguna System Penghenti Waktu?


[ Anda benar sekali, Tuan. Silakan perbaiki kerusakan otak pada wanita ini. Jika Anda bisa menyelesaikannya sendiri, maka level kemampuan Anda sudah meningkat menjadi tingkat keempat. Reward yang akan Anda dapatkan sebanyak seribu gram emas murni. ]


Antonie menanggapi reward yang dijanjikan oleh System dengan wajah biasa. Dia belum pernah mencoba menyembuhkan dengan kemampuan sendiri.


Antonie mulai meletakan telapak tangannya pada bagian kepala wanita tersebut. Antonie sedikit mengernyit karena kali ini dia benar-benar menggunakan energi dari murni miliknya.


Semakin lama, tubuhnya terasa semakin lemah.


System, aku tidak kuat lagi!


[ Pengalihan energi diaktifkan. ]


System beralih menggantikan energi murni milik Antonie. Beberapa waktu kemudian, cidera pada bagian otak milik wanita muda itu mengalami regenerasi dan dinyatakan sembuh.


Tubuh Antonie gemetar karena kehabisan energi. Wanita yang tadinya terlelap membuka mata melihat pria berkaca mata tengah duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Sayaaang, akhirnya aku menemukanmu."


Gadis itu langsung memeluk Antonie membuat semua yang ada di sana saling berpandangan. Mereka benar-benar menyangka gadis itu adalah kekasih pria tampan berkaca mata ini.


__ADS_2