
"Apa yang terjadi?" tanya Dokter Hardan kepada security yang membantu evakuasi pasien-pasien tersebut keluar dari rumah sakit.
"Bukan kah baru saja terjadi gempa, Dok?" jawab orang yang ditanya.
"Gempa?" Dokter Hardan terlihat heran. "Tak ada gempa!" bentaknya.
Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu yang akhir-akhir ini dikerjakan. Terburu-buru Dokter Hardan berlari ke arah belakang gedung mengecek apa yang sedang dibangunnya. Gundukan tanah yang biasanya meninggi, kini sudah tidak terlihat lagi.
"Siapa yang membereskan semua?" gumamnya bergerak hendak masuk ke dalam terowongan bawah tanah yang dia buat.
Saat mengecek galian terowongan, Dokter Hardan tertegun. Semua sudah rata, tak ada lagi lobang petanda terowongan yang telah dibangun. Dengan gerak cepat, Dokter Hardan menuju pojok bangunan lokasi lift ruang bawah tanah.
Dia menjadi semakin murka, saat menyadari lift tersebut mati total dan tak bisa digunakan. Hal ini tentu membuat wajah Dokter Hardan marah dengan rona merah padam.
"SIAPA YANG MEMATIKAN LIFT INI?" teriaknya seakan lupa dengan apa yang baru saja terjadi di gedung rumah sakit ini.
Beberapa security masih merasa takut masuk ke dalam bangunan tersebut, karena ada bayangan gempa susulan sewaktu-waktu bisa terulang melanda tempat ini.
"CEPAT HIDUPKAN KEMBALI LIFT INIII!" teriak Dokter Hardan.
Kemurkaan Dokter Hardan terdengar hingga keluar. Tentu saja membuat security yang tadinya ketakutan, terpaksa memberanikan diri untuk masuk ke dalam. Di sana terlihat Sang Pemimpin bolak balik dengan raut tidak sabar.
"CEPAT NYALAKAN KEMBALI!" masih dengan suara paling tinggi yang dimilikinya.
Lalu mereka menuju ke bagian gudang di mana Sistem Kelistrikan rumah sakit ini berada. Setelah memastikan bagian kelistrikan untuk lift menuju ruang bawah tanah, salah satu tuas ditarik. Lampu pada lift langsung menyala begitu saja.
Dokter Hardan segera membuka dan menekan tombol untuk segera ke ruang bawah tanah sana. Lift bergerak dan sampai ke tempat yang dituju. Hal aneh pun terjadi. Pintu lift tidak mau terbuka.
Setelah beberapa kali tekan untuk membuka pintu, tetap saja pintu tersebut tidak mau terbuka. Dokter Hardan berinisiatif kembali naik ke permukaan dan meminta para security untuk turun bersamanya.
"Jangan lupa bawa linggis atau apa pun agar pintu ini terbuka!"
Setelah beberapa waktu kemudian, mereka semua telah berada di bawah, sedang berjibaku membuka pintu lift, dan Dokter Hardan memantau berdiri di bagian belakang.
"CEPAT LAH! KENAPA KALIAN SEMUA INI BOODOH SEKALI?" sarkasnya kehabisan kesabaran.
Security semakin semangat bekerja sama dalam membuka pintu lift yang macet tersebut. Setelah beberapa lama berjibaku, akhirnya pintu lift tersebut mulai renggang.
"Aneh?" ucap salah satu dari mereka.
"Seharusnya langsung terbuka lebar kalau udah begini?" ucap yang lain.
Mereka akhirnya merarik pintu lift tersebut dari sisi yang berlawanan, dan pintu terbuka dengan paksa ...
Bruuuuukkk ....
Mereka tak sempat mengelak. Tanah-tanah yang tadinya dimasukan oleh Antonie kali ini bergerak mengisi ruang lift yang sempit itu. Mereka tertimbun tanah berusaha menyelamatkan diri.
*
__ADS_1
*
*
Sebuah kendaraan melaju dengan sangat cepat. Sang pengemudi mendapat pemberitahuan dari System yang dia miliki bahwa mereka sedang diikuti oleh seseorang. Orang tersebut tengah terbang dengan kecepatan tak kalah tinggi sedari belakang.
Lalu kendaraan diputar arah dengan sangat cepat agar sang pengemudi bisa melihat secara langsung siapa orang gila yang terang-terangan memburunya.
Saat mereka saling berhadapan, pengemudi mobil itu melihat dengan jelas pria itu melayang dan hampir saja menabraknya. Orang yang mengikutinya adalah Sony, tengah memenuhi permintaan Demon System yang bersemayam dalam dirinya.
Demon System harus mendapatkan System lain untuk diserap pada sebagai asupan energi. Jika Sony tidak memenuhi permintaan Demon System, maka dia akan disiksa oleh System tersebut.
Di sini lah Sony harus berjibaku memenuhi keinginan System gelap yang beberapa waktu terakhir menemaninya. Saat ini Sony tengah mengambang memperhatikan arah kendaraan roda empat yang bergerak cepat mencoba kabur darinya.
Dengan senyum sinis, Sony menghilang lalu muncul di sisi lain pada suatu jalan sepi. Tak beberapa lama, driver pengguna System Kekayaan melaju kencang ke arahnya.
Saat menyadari ada seseorang yang berdiri di tengah jalan, sang pengendara membanting stir begitu saja demi menghindari tabrakan terhadap manusia yang berada di tengah jalan tersebut.
braaaaakkkk—kecelakaan pun terjadi.
zzzzzzttttttt
Telinga Antonie berdengung merasakan petanda yang tidak baik. Sebelum diaba-abakan oleh System, Antonie yang tadinya berada di rumah sakit langsung berpindah tempat. Dia berdiri di pucuk sebuah gedung yang cukup tinggi.
"Tuan, aura ini sepertinya—" Antonie menganggukan kepalanya sebelum System menyelesaikan ucapannya.
Antonie menengadahkan tangannya. Di telapak tangannya muncul sesuatu yang bisa digunakan untuk menutup wajahnya.
Antonie langsung mengenakan penutup wajah tersebut, dan benda itu berhasil membuat Antonie tak dikenal dengan sepenuhnya.
Dari jauh, dia melihat seseorang sedang menarik pintu kendaraan yang baru saja mengalami kecelakaan dengan paksaan. Sehingga pintu kendaraan itu terlihat lepas dari posisi sebelumnya.
Antonie segera terjun dengan posisi kaki bersiap untuk menyerang pria yang tengah sibuk dengan calong mang sa nya.
[ Bersiap lah! Ada yang hadir dari arah pukul satu menukik tajam untuk menghajarmu! ]
Setelah mendapat peringatan dari Demon System, Sony langsung menjadikan pintu kendaraan yang baru saja dia rusak sebagai tameng pelindung.
[ Dalam hitungan tiga detik akan terjadi tumburan hebat; tiga, dua, satu. ]
braaaaaaaaakkk
Hantaman keras datang dari langit dan Sony menahan dirinya berperisai benda metal besar di tangan.
Setelah hantaman Antonie tidak tepat sasaran, dia segera menendang pintu mobil yang dijadikan perisai oleh lawannya.
braaaaak
Pintu yang dijadikan perisai tersebut terpental dengan sangat jauh. Beruntung kondisi jalan dini hari tengah kosong, sehingga tak mengenai siapa pun.
__ADS_1
"Heheh, akhirnya kau muncul juga pengguna God System." ucap Sony dengan sinis.
"Apa yang akan kau lakukan padanya?"
Dari dalam mobil, tampak seorang pria yang duduk di bangku kemudi terlihat tak sadarkan diri. Antonie teringat pada wajah itu. Wajah yang membanting dirinya saat Antonie berusaha menyelamatkan anak kecil di stasiun kereta. Saat ini dia pingsan dengan darah di dahi.
Sony hanya memulas bibirnya dengan senyuman sinis. Tanpa jawaban apa-apa memulai ancang-ancang bersiap menyerang Antonie.
Sony melesat secepat kilat dan terjadilah pergulatan satu lawan satu sesama pengguna System tak terkalah kan.
dugh
dugh
tak
tak
dugh
dugh
tak
tak
Mereka saling memberikan pukulan, tendangan, dan saling tangkis. Antonie melayang dengan posisi yang cukup tinggi, lalu kembali menukik turun memberikan pukulan maut yang dia dapat.
Namun, Sony menghindar dengan gerakan cepat berpindah dari satu gedung ke gedung membentuk zig zag menghindari Antonie dengan kecepatan melebihi dirinya.
[ LEMAH! ]
Mendengar ucapan Demon System, membuat Sony naik pitam dan berdiri menunggu Antonie di puncak gedung pencakar langit. Dia mengeluar sebuah benda panjang bewarna biru kehitaman dari telapak tangannya.
Setelah itu dia bersiap dengan genggaman erat pada gagang pedang*iblis* itu. Pedang itu mengeluarkan kilatan-kilatan listrik di setiap sisinya.
Tanpa menyia-nyiakan waktu, Antonie langsung mengejarnya dengan melayangkan tinju yang semakin lama memunculkan percikan api yang semakin besar.
Namun, Sony melibaskan pedang petirnya ke arah Antonie.
"Perisai karet diaktifkan."
...****************...
Ayuk Kakak Abang, mampir juga pada karya sahabat Author.
Napen: Thatya0316
__ADS_1
Judul: Jerat Cinta CEO amnesia