Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 65


__ADS_3

Antonie menggeleng cepat. "Jangan! Jangan diambil! Aku masih ingin menyelamatkan banyak nyawa." pintanya.


"Nah, jika kamu ingin melihat kemampuan kaca mata itu dengan maksimal, kamu bisa menggunakan tempat ini untuk membuktikan semua. Kamu boleh berlatih sepuas kamu mau. Satu tahun kamu berada di alam nirwana ini setara satu jam berada di bumi."


"System, tolong jabarkan kecerdasan umum, kecerdasan medis, empati, kemampuan tarung, dan kebersihan jiwanya!" titah sang Dewa.


[ Nama: Antonie Candra Buana ]


[ Usia: 25 tahun, 6 bulan, 11 hari ]


[ Kematian: akibat kecelakaan ]


[ Kehidupan kembali: dibangkitkan untuk menjalankan misi menjadi Healer ]


[ Pelaksanaan misi sudah berjalan selama satu bulan, lima belas hari terhitung semenjak dia dibangkitkan dari kematian. ]


[ Kecerdasan umum saat ini lebih meningkat dibanding sebelumnya 30% menjadi 60% ]


[ Kecerdasan medis sudah meningkat dibanding sebelumnya yang hanya 5% menjadi 20% ]


[ Empati sudah meningkat yang sebelumnya hanya 30% menjadi 90% ]


[ Kebersihan jiwa sudah meningkat dibanding sebelumnya yang hanya 10% menjadi 75% ]


[ Kemampuan tarung yang awalnya hanya 0% kali ini sudah menjadi 25% ]


[ Beberapa hal telah memperlihatkan peningkatan yang signifikan. ]


[ Namun ada beberapa lagi yang harus dilatih dengan tekun seperti kecerdasan dunia medis dan kemampuan tarung. ]


Dewa mendengar penjelasan System dengan seksama sembari memainkan jenggot menggangukan kepala beberapa kali. "Khemm ..."


Dewa melirik Antonie sejenak memperhatikan pria yang saat ini menggunakan kaca mata. Lalu dari telapak tangannya mengeluarkan sesuatu berbentuk sebuah pil bewarna emas.


"Ambil dan langsung masukkan ke dalam mulutmu!"


Antonie melirik benda tersebut sejenak. "Pil apakah gerangan?"


"Ambil saja, dan kamu akan mengetahui jika pil emas itu telah menyatu dengan jiwa dan ragamu."


Antonie mengambil benda kecil itu langsung memasukannya ke dalam mulut, menggigitnya, dan menelannya. Mata Antonie terbuka nyalang.


Dia merasakan adanya ledakan besar berasal dari dalam tubuh.


boooooom


"Haaah!"


Sebuah letupan terdengar berasal dari dalam perut dan asap putih mengepul keluar dari dalam mulutnya. Antonie merenung sejenak merasakan perubahan yang semakin besar setelah letupan tersebut.


Dia melihat tangannya semakin berotot. Antonie mengintip ke bagian dalam pakaiannya melihat ada bentukan otot melekuk dan menonjol pada bagian tubuhnya dengan sangat sempurna.


"Apa yang terjadi?"


"Mulai saat ini, kamu sudah menyatu dengan System. System sudah merasuk di dalam otak, hati, dan darahmu." terang Dewa.


[ Halooo, Tuan ... Senang sudah bergabung utuh bersama Anda.]


[ Semoga kita bisa bekerja sama dengan semakin baik. ]

__ADS_1


Antonie melirik kedua tangan bergantian. Telapak tangannya bagai mengeluarkan sebuah pusaran energi bewarna emas. Pusaran energi tersebut semakin lama semakin besar hingga membuat dia turut tenggelam melayang dalam pusaran tersebut.


"Dewa, System, apa yang terjadi?" Antonie turut terbawa arus yang terus berputar dengan cepat.


"Ini adalah pusaran kehidupan yang akan kamu lewati setelah ini. Kamu harus harus bisa menakhlukannya sendiri." ucap Dewa.


"Toloong! Tolooong!" Antonie mulai merasa pusing karena perputaran hebat di dalam pusaran angin bewarna emas.


"Aku yakin kamu bisa mengakhlukkannya. Ini bisa menjadi penentu kelayakan kamu menjadi Dewa Penyembuh yang sempurna!" Dewa itu menghilang, tinggal lah Antonie yang masih memikirkan cara menghentikan pusaran ini.


Antonie mencoba sesuatu dari telapak tangannya, dan dari telapak tangannya berhasil mengeluarkan pancaran bewarna merah, menembakan ke inti pusaran tersebut beberapa kali.


Namun nahas, selain pusaran tersebut berubah menjadi merah, suhunya pun menjadi semakin panas, perputarannya pun menjadi semakin cepat.


"Aaaahhgg! Panas!"


[ Pikirkan lah baik-baik upaya yang harus Anda lakukan. Jangan terburu-buru!" ]


[ Setiap warna mewakili satu arti yang bisa Anda temui di dunia ini. ]


Antonie kembali memikirkan apa yang harus dipilihnya meski rasa panas terus membakar dirinya.


Jika merah adalah api, biru adalah air, putih adalah angin, coklat adalah tanah, hijau adalah kehidupan, hitam adalah kematian, berarti ....


Antonie kembali memusatkan pikirannya membayangkan semua bening tanpa warna tertentu. Pusaran api itu mulai berputar dengan lambat dan —splasssss— hilang begitu saja, membuat Antonie terjatuh.


duuuuugh


Antonie mendarat dengan sangat tidak epik. Pusaran tadi menghilang begitu saja dan dia tidak sempat mempersiapkan diri turun dengan sempurna. Namun, meskipun terjatuh cukup keras, dia tidak merasakan sakit sama sekali. Antonie bangkit dan melihat kedua tangannya.


Dia mengarahkan teembakan ke segala arah. Berawal dengan gaya biasa dengan satu tangan.


Antonie merasa takjub melihat laser bewarna merah. Setelah itu menggunakan kedua tangan.


Flaaasss


Dia bisa mengeluarkan warna berbeda di masing-masing tangannya. Kali ini mulai beraksi dengan bermacam-macam gaya mengeluarkan bermacam tembakan laser dan warna berbeda-beda.


"System, keren banget ni, tapi gunanya apa ya?"


[ In bisa Anda gunakan saat melakukan healing pada pasien. Anda bisa mengobati pasien dan masing-masing warna memiliki kemampuan tersendiri. ]


"Apakah ini artinya aku bisa menyembuhkan manusia tanpa menggunakanmu?" Antonie kembali melihat kedua tangannya.


[ Jika Anda bisa melatih diri dengan baik, semua tentu bisa terjadi, Tuan! ]


[ Bersiap lah dengan latihan berikutnya mengenai pengetahuan dalam dunia medis. ]


[ Mulai hari ini Anda harus mempelajari segala yang berkaitan dengan kesehatan. ]


Antonie berpikir sejenak. "Tapi aku tidak memiliki bukunya."


buugh


bugh


bugh


bugh

__ADS_1


Beberapa buku dengan ketebalan yang luar biasa berjatuhan dari langit. Hal ini membuat Antonie menjadi sedikit terperangah.


[ Silakan dibaca! ]


"Harus berapa tahun aku mempelajari semuanya? Pantas saja menjadi dokter kuliahnya lama."


Antonie duduk bersila di antara buku-buku tersebut. Ketika buku itu mulai dibuka, isi di dalam buku tersebut berpindah begitu saja masuk ke dalam kepala menuju otaknya.



Antonie meringis menerima materi-materi masuk ke dalam otaknya begitu saja. Buku itu terlepas dari genggaman dan materi lembaran demi lembaran terus terbuka masuk ke dalam benak.


Antonie meringkuk memegangi kepala merasakan perih yang luar biasa. Semua buku mulai terbuka dan kembali materi yang ada masuk ke dalam pikiran Antonie.


Rasa sakit yang tak tertahankan membuat Antonie tak berdaya dan pingsan. Namun, materi-materi dari buku ajaib tersebut terus masuk ke dalam kepala Antonie tanpa memedulikan pria itu sudah tidak sadarkan diri.


Beberapa waktu kemudian setelah Antonie kembali tersadar, dia mengerjapkan mata. Dia membuka kaca mata mengucek matanya. Lalu dia melihat hal aneh terjadi pada tangannya, padahal saat ini kaca mata sudah dilepaskannya.



Antonie bagai melihat semua bagian yang berada di dalam kulitnya. Tiba-tiba saja dari dalam kepalanya muncul segala hal mengenai masalah kesehatan tangan. Apa pun jenis penyakit dan cidera yang bisa menimpa beserta semua penanganan yang harus dilakukan.


Antonie memasang kembali kaca matanya, ternyata efek yang terjadi tidak jauh berbeda.


[ Anda pasti bingung? ]


[ Mulai saat ini Anda bisa melihat semua sisi tubuh manusia dengan jelas, baik menggunakan kaca mata, maupun tidak. ]


Antonie menghadirkan cermin di hadapannya. Dia melihat diri saat menggunakan kaca mata.



Lalu mencoba membuka kaca mata.



"Eh, kok tidak berubah?"


[ Bagini lah diri Anda seutuhnya, Tuan. Baik menggunakan kaca mata, maupun tidak. ]


Antonie mulai fokus mengenai apa saja penyakit yang diderita pada bagian kepala manusia. Dia bisa menjabarkan sendiri apa yang akan terjadi jika benturan hebat bagian kepala manusia, macam-macam trauma yang akan dialami otak, masalah pada mata, hidung, telinga, mulut dan begitu banyak hal lainnya yang bisa di alami pada bagian kepala.


Antonie bagai melihat layar tancap, menonton organnya sendiri lewat pantulan cermin.


[ Sudah cukup, Tuan? ]


"Sudah." ucap Antonie kalem.


buuuugh


Tiba-tiba begitu banyak potongan tubuh manusia muncul begitu saja di dalam sebuah kotak di hadapan matanya. Antonie mengerutkan keningnya bingung melihat potongan-potongan tubuh ini.


[ Dalam sepuluh menit, satu kan lah potongan tubuh itu menjadi manusia yang utuh! ]


Tanpa protes atau bicara, Antonie mulai mengeluarkan satu persatu tubuh beserta organ manusia tersebut dan menyusun dengan gerakan kilat. Menyusunnya mulai dari pucuk kepala hingga kaki.


[ Waktu Anda akan habis dalam hitung mundur sepuluh detik. Jika Anda gagal, maka Anda tidak pantas disebut sebagai Dewa Penyembuh! ]


[ Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh .... ]

__ADS_1


__ADS_2