Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 63


__ADS_3

*Maaf baru Up ya Kakak-Abang ... Soalnya Author selalu ambil jatah libur dulu dan sedikit refreshing*


Sementara Sony, dia tidak sadarkan diri dengan percikan listrik pada tubuh di kamarnya. Dia baru saja mendapat hukuman dari Demon System karena dianggap melepaskan mangsa yang harus diambil supaya energi Demon System menjadi lebih besar lagi.


"Aaampun." rintihnya, dengan tubuh bergetar.


[ Ini adalah pertama dan terakhir kubiarkan kau mengkhianatiku. ]


[ Kuberikan kesempatan kedua untuk menangkap pengguna System apa pun dalam waktu 24 jam. ]


[ Setelah mendapatkan itu, kita harus membalas pengguna God System itu. ]


[ Kita kalah bukan karena dia hebat. Kita kalah hanya karena belum mendapatkan mangsa. ]


[ Jadi, setelah ini, kau harus segera mendapatkan System yang bisa membuatku menjadi semakin kuat! Jika tidak, bersiap lah untuk menerima ajalmu! ]


"Ja-jangan! Baik lah, aku akan berusaha." ucapnya Sony menegakkan kepalanya.


Wajahnya terlihat sungguh sangat memilukan. Dia terus bangkit dan keadaannya semakin lama terlihat semakin membaik.


Setelah itu Demon System membuat tubuh Sony kembali beregenerasi dengan cepat. Dia segera menuju ke rumah sakit karena dia menyadari bahwa tak satu pun keluarganya berada di rumah itu.


Setelah sampai di rumah sakit lewat teleportasi, Sony melihat wajah kepanikan sang ibu.


"Sony, akhirnya kamu datang juga. Ke mana saja kamu? Kalian berdua menghilang behitu saja tanpa sebab." Ibunya langsung memcerocos pada putra kesayangannya ini.


Mama ibunya ini terlihat mencari sosok lain. "Mana Daddy-mu? Bukan kah dua malam lalu kalian pergi bersama?"


Kening Sony berkerut, karena kenyataannya mereka tidak bergi bersama.


[ Ayahmu sedang terlihat lemah, terperangkap pada sebuah ruang di bawah tanah. ]


Sony bergerak menjauh dari sang ibu. "Apa yang terjadi?"


[ Sepertinya pengguna God System datang saat kamu tidak berada di sini. ]


Sony memejamkan matanya melihat keadaan ayahnya tidak berdaya telah tenang memejamkan mata. Selain itu dia mendengar rintihan beberapa orang selain ayahnya.


"Ada empat orang terjebak."

__ADS_1


Sony mengecek ke pojok bangunan yang sebelumnya tidak dia hiraukan. Di sana memang terlihat sebuah pintu lift yang sedang tertutup. Sony mencoba menekan tombol lift tersebut.


Orang-orang yang berada di bawah sana merasakan getaran lift dan terdengar suara mesin. Beberapa kali dirasakan adanya getaran, tetapi getaran lift tersebut berhenti kembali.


"Apakah ada gempa lagi." ucap salah satu security dengan sangat lemah.


"Bukan, sepertinya ada yang mencoba naik lift ini." ucap yang lain, juga dengan sangat lemah.


Lalu mereka mencoba untuk bangkit duduk meskipun tubuh merka telah lemah tak berdaya. Setelah diperhatikan kembali, lift tersebut tidak bisa bergerak karena pintu tersekat oleh tumpukan tanah cukup tinggi.


Sementara di bagian permukaan, Sony sudah menyadari itu. Dia memejamkan mata mengendalikan kekuatannya dengan jarak jauh. Mengangkat tubuh keempat orang tersebut lalu mengendalikan tanah-tanah itu keluar menjauh dari dari lift.


Rahang Sony mengeras merasa sangat kesal. Ruang rahasia yang dibuat oleh ayahnya hancur begitu saja. Setelah lift kosong tidak tampak lagi tanah berada di dalamnya, keempat orang tersebut diturunkan kembali. Sony menekan lift tersebut, pintu tertutup dan lift bergerak menuju ke atas.


Saat lift telah sampai, para perawat dan dokter lain bersiap menerima keempat orang tersebut. Sony mengangkat sendiri tubuh ayahnya ke atas brangkar. Mata Dokter Hardan pun sedikit terbuka dan bibirnya tersenyum.


"Daddy tahu kamu akan datang untuk menyelamatkan kami." rintihnya.


"Daddy harus bertahan!" ucap Sony dengan mata tajam.


Amarahnya meluap ingin segera mencari dan membalas orang yang menyebabkan ini semua. "Awas Kau! Setelah ini, God Systemmu yang akan aku rebut!" Rahangnya mengeras.


Dia melihat Mommy dan Sonya juga telah hadir di sana. "Suamiku? Apa yang terjadi?" tangisnya. Sementara Sonya memilih melihat kondisi korban lainnya.


Sony mendorong brangkar menuju ICU dan memberikan perawatan sesuai prosedur. Sony melakukan terapi intravena bagi semuanya.


*


*


*


Antonie berlari ke lokasi di mana Fanya meninggalkan ibunya tergeletak begitu saja. Wanita itu dikelilingi oleh beberapa orang dan terlihat salah satunya sedang melakukan panggilan darurat.


Antonie pun menerobos di antara orang-orang yang sedang berkerumun tersebut. Di sana terlihat wanita yang tadi ditarik olehnya terlihat tidak sadarkan diri. Antonie segera memeriksa denyut nadi dan kondisi lain


"Apakah kamu ini seorang dokter?" tanya salah satu warga yang berkerumun melihat sikap Antonie seperti itu.


"Biarkan saya yang mengurusnya." ucap Antonie mengangkat tubuh wanita itu menuju kendaraannya.

__ADS_1


Di sana masih terlihat Rizki sedang menunggu mereka. Antonie mendudukan wanita yang terduga sebagai ibu kandung Fanya ini di bangku sebelah pengendara. Sandarannya direbahkan, tidak lupa diikat dengan sabuk pengaman.


Rizki kembali duduk di belakang. Antonie langsung melaju menuju ke kliniknya yang berada tidak terlalu jauh dari lokasi.


"Fanya gimana?"


"Biar kan dulu, nanti akan ku jemput lagi." Antonie mulai lihai menggunakan kendaraan tersebut tanpa bantuan System.


Tak lama mereka telah sampai, Antonie membuka kunci klinik tersebut lewat mata kembali mengangkat ibu kandung Fanya. Pintu pun terbuka dengan sendiri saat Antonie semakin mendekat. Rizki hanya terkejut dengan sejenak. Lalu dia teringat banyak hal aneh yang terjadi bila dia bersama dengan Antonie.


Rumah sakit sebelah klinik kembali diramaikan oleh para pencari berita. Mereka mendapat informasi yang entah datang dari mana, mengenai pimpinam rumah sakit bersama tiga anggota security terjebak selama tiga hari dua malam di dalam lift di ruang bawah tanah.


Hal ini tentu mengejutkan masyarakat, dan menjadi bahan buruan oleh para wartawan.


"Tuan, pada bangunan sebelah, pengguna Demon System telah kembali aktif. Kondisinya telah pulih hingga 99%. System akan menguraikan energi hingga tiga puluh persen. Mari kita percepat pemulihan pada wanita ini agar energindiuraikan hingga seratus persen." terang God System.


Antonie menganggukan kepala. Karena telah memiliki pengalaman dalam penyembuhan kanker pada pasien sebelumnya, membuat dia merasa tidak terlalu canggung untuk menangani kembali.


Tidak lupa, sebelum memulai ritual Antonie mencuci tangannya terlebih dahulu. Setelah itu, tanpa berlama-lama Antonie segera meletakkan tangannya pada bagian di bawah tulang diafragma wanita ini. Dia sudah kehilangan bobot yang sangat banyak, sehingga kulit pada tubuhnya hanya bagai pelapis kerangka tubuhnya saja.


Antonie mulai memusatkan energi pada telapak tangan, melihat sel kanker yang sudah menyebar hingga ke tulang, hati, dan darah. Energi tersebut membuat sel kanker yang tadinya tersebar di seluruh tubuh menyatu secara perlahan.


Sel tersebut terus menjadi satu hingga terkumpul semakin membesar. Setelah itu Antonie memasukan tangannya yang tembus masuk ke area organ tubuh wanita itu, membuat wanita tersebut tersentak dan meringis bagai ada yang mengaduk isi perutnya.


Antonie langsung mengeruk sel yang membetuk bola karena telah menyatu. Antonie mengangkat sel kanker itu, langsung memasukannya ke dalam toples bening dan menutupnya. Sebuah bola bewarna hitam yang berhasil dikeluarkannya dari tubuh wanita ini.


Beberapa saat kemudian, Antonie memperbaiki sistem tubuh yang tadinya telah dirusak oleh sel kanker ganas itu. Kini wanita tersebut terlihat jauh lebih baik dibanding sebelumnya.


Sony kembali merasakan sesuatu pada bangunan di sebelah rumah sakit ini. "Awas kau! Bersiap lah!"


...****************...


Ayuuk kakak, Abang ... Mampir juga ya di karya sahabat Author.


Napen: Nirwana Asri


Judul: Kekasihku Pria Amnesia


__ADS_1


__ADS_2