
"Ini lah dia! Orang yang membuatku seperti ini. Dia baru saja menyumbangkan dana yang sangat besar untuk renovasi total panti asuhan ini."
'System, kenapa tidak memberitahukanku bahwa dia akan datang ke tempat ini?'
[ System juga ingin melihat reaksi, Anda, Boss, saat bertemu kembali dengan seorang yang memiliki kesamaan 99% DNA dengan Anda. ]
"Ck!" Antonie berdecak, menuliskan tanda tangannya pada sebuah cek, lalu menyerahkannya kepada Bunda Wulan.
"Ini buat tambahan lainnya, boleh ditulis dengan sesuka hati."
Bunda Wulan masih melongo dengan apa yang terjadi, tetapi Antonie bergerak meninggalkan ruangan tersebut. Ia melewati pria paruh baya yang merupakan salinan dari wajahnya.
Zahn, pria tersebut memutar kepalanya merenung melihat punggung yang semakin menjauh itu. Rizki pun segera bangkit.
"Bunda, kami pergi juga."
Rizki menarik tangan Liana yang masih terpana akan perubahan yang dialami oleh wanita lanjut usia yang dulu mereka temui. Liana mengikuti Rizki dan menarik Leon yang ada di sampingnya.
Saat melewati Zahn, Liana terlihat cukup terkejut saat melihat Zahn yang memberikan tempat untuk lewat bagi mereka.
"Lhoh, kok mirip?" celetuk Liana menunjuk kepada Zahn.
Rizki terus menarik Liana, tetapi pandangan Liana tak putus tertuju kepada pria yang mirip Antonie, tetapi memiliki style yang sangat berkelas.
__ADS_1
"Oi, Bang! Tungguin kita!" Rizki melepas genggaman kala menarik Liana. Ia mengejar mobil sport yang telah bergerak meninggalkan panti asuhan ini.
Rizki terbirit lari mencoba mendekati mobil mewah yang dikendarai oleh Antonie. Akan tetapi, kendaraan roda empat itu tak kunjung berhenti. Rizki akhirnya menendang angin karena ditinggal begitu saja.
"Aaah, alamat naik busway ini!"
Liana kembali melirik pria yang ada di pintu masuk. "Eh, Jang ... Lu kenal dia nggak? Kenapa malah mirip banget sama si nyebelin itu?" tanya Liana kembali.
Namun, Rizki memilih untuk tak mengatakan satu apa pun. "Kalau lu penasaran, lu tanya sama orangnya langsung lah!"
Rizki, Liana, dan Leon melirik pria yang semenjak tadi berdiri pada pintu masuk ruangan milik Bunda Wulan. Dari jauh, mereka melihat Bunda Wulan telah berada di dekat pintu. Pria mirip Antonie mencium tangan Bunda Wulan.
Hal ini membuat Liana menutup mata Leon terhadap tontonan yang menurutnya tidak ramah anak. Namun, Liana melihat tingkah Bunda Wulan yang kali ini membuatnya benar-benar melongo tak percaya.
Liana menoleh kepada Rizki. Akan tetapi, Rizki memilih membuang muka. Hal ini membuat Liana merasa semakin penasaran akan sesuatu yang disembunyikan oleh Rizki.
"Ayo, katakan kepadaku! Kalian bertiga merahasiakan apa sih?"
Rizki tersenyum jahil. "Apa ya? Coba lu tebak sendiri? Kira-kira, apa hubungan mereka beruua?"
Kenapa malah balik nanya?
...****************...
__ADS_1
Authornya lagj lelah banget, untuk hari ini segitu.
Napen: Santi Suki
Judul: Hand Power Of God
Blurb;
Blurb
Rico Dominico, masuk ke ruang bawah tanah di rumah tua milik kakeknya. Dia melihat sebuah buku yang tersimpan secara terpisah. Begitu dibuka ada cahaya yang keluar dari buku itu dan menyeret dirinya ke dimensi dunia lain.
Kini Rico berada di dunia antah berantah, yang dimana para penghuninya memiliki kekuatan sihir dan bisa memanggil hewan suci sebagai pelindung mereka.
Rico mengucapkan sebuah mantra yang bisa memanggil Raja Naga yang legendaris. Hal ini membuktikan kalau dirinya punya kekuatan yang sangat besar. Akibatnya, dia diburu oleh banyak orang yang menginginkan kekuatan dirinya.
Rico dan teman-temannya melawan Raja Didio yang kejam dan sangat kuat untuk membebaskan negeri Eleanor.
Akankah Rico bisa selamat dari incaran mereka?
Apakah dia juga akan bisa kembali ke dunia aslinya?
__ADS_1