Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 68


__ADS_3

[ Selamat, Tuan. Anda sukses menakhlukan ujian pengendalian diri. ]


[ Meski lebih lambat dari yang diharapkan, tetapi Anda memperlihatkan bahwa masih bisa tenang meski dalam keadaan terdesak. ]


Antonie mengintari pandangannya melihat seisi pemandangan sekitar. Dia bagai berada di dalam surga, menenangkan tubuh beserta pikiran demi sesuatu yang akan diemban selanjutnya.


Antonie menyiapkan nampan berbentuk bulat dengan ukuran yang sangat besar di atas rerumputan yang dia duduki. Setelah itu buah-buahan yang sudah ranum lepas dengan sendirinya menuju piring super besar yang telah dia siapkan.


Antonie melahap buah-buahan segar itu dengan cepat. Dia merasa lelah dan sangat lapar. Setelah dirasa cukup, buah yang tersisa dia masukan ke dalam cincin, kebetulan sekali buah tersisa adalah pisang.


"Dia pasti kaget merasakan buah yang berasal dari alam ini."


Beberapa detik kemudian, Antonie kembali berpindah tempat. Kali ini dia berada di antara perbukitan batu yang sangat luas.


"Sekarang apa lagi?"


Sebuah benda yang sangat kecil terpental entah datang dari mana melesat ke arah Antonie dengan sangat cepat. Refleks Antonie melompat lalu mencoba kemampuan yang baru saja dia dapat.


Dia berputar 360 derajat menendang benda kecil itu dan terdengar sedikit benturan karena benda itu menabrak bukit batu.


Sesaat, terdengar suara gemuruh dari dalam bukit batu tersebut. Sebuah suara persis retakan yang sangat keras cukup menggema dengan keras di seisi wilayah tersebut. Bukit batu itu terbelah jatuh ke daratan di sekitarnya.


Antonie terperangah tak percaya, benda yang akan menimpanya tadi ukurannya benar-benar sangat kecil. Seukuran jarum yang sangat halus. Dia tak menyangka ada benda yang seperti itu di dunia ini.


Tanpa disadari oleh Antonie, benda sebesar jarum itu sudah kembali melayang membidik dirinya kembali.


[ Kali ini kita masuk sesi latihan menggunakan senjata. Benda itu akan menjadi objek latihan Anda. ]


Sebuah kilatan dari benda material logam bewarna emas kembali hendak menghantam dirinya. Antonie memasang matanya dengan baik, melihat gerakan benda itu melesat lurus padanya.


Kali ini, Antonie memilih untuk menangkap benda sebesar jarum itu. Dia memperhatikan gerakan benda itu itu dengan baik lalu menjentikan jemari membuat benda tersebut seolah bergerak sangat lamban.

__ADS_1


Ketika benda itu beberapa inci lagi mengenai tubuhnya, Antonie menangkupkan kedua tangan menangkap benda kecil tersebut. Akan tetapi benda kecil itu ternyata memiliki kekuatan yang sangat besar.


Tubuh Antonie terus terdorong kebelakang meski kakinya sudah menahan benda bermaterial logam mulia itu. Antonie mulai memusatkan pikirannya pada benda tersebut.


Benda itu berhenti dan langsung menggenggamnya. Sesuatu di luar dugaan kembali terjadi. Benda kecil tadi berubah ke ukuran menjadi lebih panjang dan besar. Menjadi sangat panjang dan terus membesar hingga Antonie tidak bisa lagi menggenggamnya.


Panjang benda itu sekitar satu kilometer dengan diameter lebih dari satu meter. Ukuran yang sangat luar biasa, bahkan tidak bisa dipeluk oleh Antonie, tetapi dia tidak kehabisan akal.


Antonie mencoba mengerahkan kekuatan pada tangannya mencoba mengangkat benda yang ternyata sangat mirip dengan tongkat sakti seperti serial kesayangannya yang bisa berubah ukuran sesuka hati.


Dia mencoba mengangkat benda itu, ternyata bobotnya semakin lama menjadi semakin berat.


"Aaaghhht!"


Seluruh urat di tangan dan kepalanya mencuat ke permukaan kulitnya. Namun, dia tetap tak bisa mengangkatnya.


"Katanya mau jadi senjata untuk latihanku? Namun, kenapa malah seperti ini?"


Antonie menempelkan satu tangannya pada tongkat raksasa itu, dan satu tangan lagi pada kaca mata systemnya. "Kembali lah ke bentuk asalmu!"


Antonie menggenggam tongkat emas itu dan kejanggalannya masih belum juga berakhir. Tongkat itu kembali melesat dengan kecepatan luar biasa. Tubuh Antonie tak henti mengikuti tongkat itu ke mana pun.


Saat tongkat terbang naik ke atas, Antonie turut terbang ke atas dengan tangan yang terus menggenggam tongkat benda tersebut.


Tongkat itu berputar 360 derajat membuat Antonie ikut berputar. Tongkat itu menukik turun bagai menyerahkan diri berbenturan dengan bukit batu, Antonie pasrah memejamkan mata menyiapkan diri dengan apa pun yang akan terjadi.


Beberapa inci menjelang berbenturan dengan bukit batu tersebut, tongkat itu berbelok hingga Antonie bisa menghembuskan nafas lega. Dia masih bisa selamat.


Kali ini Antonie telah memijakkan kakinya pada bukit batu, tanpa berpikir panjang menghentakkan kakinya terus membuat batu yang keras itu terkikis.


Semakin lama batu tersebut terus terkikis dengan dalam. Kekuatan dahsyat tongkat tersebut tiada henti menarik Antonie.

__ADS_1


"Tongkat sakti, aku tahu kamu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Aku tahu kamu tidak menyukaiku dan aku pun tak akan memaksamu untuk patuh kepadaku. Namun, aku memohon untuk izin kan aku belajar beberapa saat denganmu. Setelah itu aku tidak akan memaksamu untuk ikut bersamamu." Antonie memejamkan matanya.


Tongkat itu perlahan berhenti dan seketika terasa begitu ringan saat berada dalam genggaman Antonie.


"Terima kasih." ucap pria berkaca mata itu.


Antonie melai memutar tongkat tersebut dengan tangan kanan beralih ke tangan kiri secara bergantian, terulang beberapa kali. Lalu gerakan beralih ke atas dan ke bawah depan dan belakang.


Antonie menghentakkan tongkat tersebut ke bukit batu. Terdengar suara retakan dan beberapa waktu hening sesaat. Lalu retakan tersebut bergerak cepat menuju dasar bukit batu diiringi suara gemuruh dan patahan.


Bukit batu tersebut patah, tubuh Antonie mengikuti patahan tersebut. Bagian bukit yang dia pijak mulai bergerak turun perlahan semakin lama semakin cepat.


Antonie berlari mencoba berpindah pada posisi bukit yang masih kokoh berdiri di seberang, tetapi nahas, bukit batu yang sedang roboh itu semakin retak pecah berkeping-keping.


Antonie ambruk jatuh bersama dengan pecahan batu tersebut. Akan tetapi, tongkat yang berada dalam genggamannya menarik Antonie terbang menuju bagian bukit batu yang masih berdiri dengan kokoh.


Tongkat sakti itu menurunkan Antonie yang sudah pucat pasi membayangkan dirinya ikut jatuh dan mati saat mendarat dalam himpitan pecahan batu tersebut.


"Terima kasih, kamu sudah menyelamatkanku."


Antonie melanjutkan kembali latihannya, kali ini dia lebih berhati-hati tidak sembarangan dalam menghentakkan tongkat tersebut. Antonie mencoba segala gerakan yang bisa dilakukan saar menggunakan tongkat.


Bahkan tongkat tersebut bisa dibagi dua menjadi double stick yang terhubung dengan rantai. Antonie mencoba menggunakan alat tersebut ala gaya Bruce Lee.


Setelah merasa cukup puas, Antonie duduk mengistirahatkan diri. Dia menghentakan double stick itu hingga kembali ke bentuk semulanya menjadi tongkat emas yang utuh.


"Beruntung sekali pemilikmu, dan yang pastinya dia pasti orang yang sangat tangguh." ucap Antonie.


Dari arah langit terlihat sebuah benda melesat tajam turun ke tempat di mana lokasi Antonie berlatih, yakni di antara bukit-bukit berbatu yang telah rusak di beberapa bagian.


duuuuuuummmmm

__ADS_1


Terdengar dentuman benda itu mendarat karena tekanan yang teramat besar hingga Antonie merasa sedikit getaran karena itu semua.


"Siapa yang mencuri tongkat saktiku???" teriak seorang makhluk dengan bulu berwarna coklat di sepanjang tubuhnya, menggunakan baju perang.


__ADS_2