Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 31


__ADS_3

Namun, dengan senyum sinis, Antonie membiarkan gadis itu pergi. Karena gadis itu hanya membawa duplikat dari emas yang sudah disimpannya dengan baik.


"Kamu tidak apa?" tanya Antonie membantu Fanya bangun.


Semua penumpang bus terpana akan aksi gadis tadi yang sudah menjadi perhatian pikiran mereka juga. Hanya saja mereka tidak menyangka, dia berani melompat dari jendela kecil pada pintu kiri bagian depan yang jendelanya terbuka. Padahal ukurannya sangat kecil.



"Apa ada yang lagi main film?" celetuk salah satu penumpang.


"Ooh, bisa jadi." ucap penumpang yang lain.


Lalu semua penumpang yang ada di dalam bus yang panjang itu melirik setiap inci bagian bus. Namun, tak satu pun terlihat kru perfileman yang terlihat. Tak ada orang yang menggunakan kamera, sehingga perbincangan pun menjadi semakin hangat.


"Tadi itu beneran manusia nggak sih? Jangan-jangan dia kunti lagi nyamar?" celetuk seseorang.


"Huuussst! Mana ada kunti siang bolong? Pakai baju terbuka lagi. Para kunti kan pakai baju yang tertutup." elak ibu-ibu.


Tak lama, perbincangan tentang gadis itu beralih pada perbincangan lain. Antonie pun dalam diamnya menyimak perbincangan mereka. Dia mendengar pembicaraan bahwa telah terjadinya penculikan dalam beberapa hari ini.


Ada beberapa orang yang menghilang diduga karena terjadi tindak penculikan. Orang-orang yang hilang tersebut adalah tuna wisma yang tidur di emperan toko dan di bawah jembatan. Hal ini membuat Antonie tak bisa lagi berdiam karena penasaran.


"Dari mana Bapak tahu bahwa mereka diculik?" Antonie ikut menyela.


"Ada yang melihat mobil bergerak menjauh dari lokasi menghilangnya seseorang. Kebetulan dia menyadari bahwa teman yang biasa tidur di sebelahnya lah yang hilang. Hingga malam selanjutnya tidak pernah muncul lagi."


Antonie langsung teringat pada satu tempat. Tempat yang tak lain adalah Rumah Sakit Harapan Kita. Tempat dimana dia menemukan Rizki dan Fanya yang saat ini diangkat menjadi adiknya.


'Orang-orang itu masih melanjutkan aksi mereka,' batin Antonie gusar.

__ADS_1


Sebelum mencari jawaban atas rasa penasarannya, Antonie terlebih dahulu menuju tempat di mana dia terbiasa menjual logam mulia yang diberikan oleh System.


Dia meminta agar uang yang cukup banyak tersebut langsung ditransfer saja ke tabungannya. Dia merasa tak aman jika harus diberikan secara tunai, karena ada orang berbahaya yang selalu mengintainya.


Setelah itu, Antonie mengajak kedua adik angkatnya menuju ke lokasi yang diceritakan oleh orang-orang di dalam busway tadi.


Namun, Antonie merasakan ada benda yang melayang menuju padanya bagai peluru. Dengan refleks Antonie membalikan tubuh melakukan kayang bagai aksi Keanu Reeves dalam film The Matrix untuk menghindari benda yang melayang cepat itu.


dugh


Terdengar suara benda itu membentur dinding. Fanya melongo melihat dinding bangunan tersebut jadi berlubang. Sementara Rizki matanya liar mencari asal benda itu. Antonie kembali bangkit, merasakan ada pergerakan cepat dari arah jam dua belas, alias dari atas kepalanya. Ada sebuah benda yang menukik tajam hendak menabraknya.


Antonie bersiap memasang kuda-kuda menyilangkan kedu tangannya. "Kalian berdua, sembunyilah di tempat aman!"


Rizki mengangguk menarik Fanya menjauh dari sana. Sementara sebuah kaki sedang bergerak cepat menuju posisi Antonie sebagai sasaran, dan ...


bruuuuugghhh


Dan, tibalah giliran Antonie melakukan pembalasan. Dengan kecepatan kilat Antonie menarik kaki tersebut. Si pemilik kaki berhasil melepaskan diri dan kembali menyerang diayunkan pada tubuh Antonie. Mereka saling balas dan saling menghindar.


dugh


dugh


tak


tak


"Mesum penipu kurang ajar! Awas kau! Gue gak akan melepaskan lu sebelum milik gue yang sudah lu ambil, kembali ke tangan gue." Kakinya terus aktif menyerang secara bergantian.

__ADS_1


Antonie pun mencoba menangkap kaki itu kembali. Merasa tidak cukup dia pun bertopang pada tangan dan memainkan kakinya melayang berputar meniru gerakan gadis itu saat mencoba melepaskan diri dari Antonie, beberapa waktu yang lalu.


Hal ini membuat gadis pencuri terperangah, ternyata lawannya ini menguasai jurus yang sama dengannya. Namun, di saat gadis itu lengah, Antonie mendorong tubuhnya ke atas hingga menukik naik lalu berputar dan langsung turun mendorong gadis itu hingga jatuh tengkurap.


Sang gadis tidak sempat mengelak, mencoba memberi perlawanan, tetapi dia sudah tidak kuasa. Antonie duduk tepat di atas punggungnya, hingga kakinya tidak sampai untuk menendang Antonie.


Gadis itu terus berusaha melayangkan tendangan, tetapi masih tidak bisa juga. Rencana berubah dengan menautkan kedua kaki hendak menarik Antonie yang duduk di punggungnya, tetapi tidak bisa juga.


"Cupu kurang ajaaar! Apa yang lu lakukan? Beraninya sama cewek!" teriaknya terus meronta mencoba menumbangkan Antonie.


Namun, dengan santai Antonie menarik kedua kaki gadis itu ditekuk ke belakang. Sepasang alat gerak itu diikatnya dengan tali ajaib yang keluar begitu saja dari telapak tangannya.


Selanjutnya, Antonie masih duduk di punggung gadis pencuri itu. Dia menarik kedua tangan dan sama seperti kakinya, Antonie langsung mengikatnya. Setelah itu, kedua tangan dan kaki yang terikat, diikat kembali menjadi satu.


Sehingga, membuat gadis ini benar-benar tidak bisa berkutik. Gadis pengguna System Pencuri itu terus meronta. "Hei cupu sialan! Berani sekali kau pada wanita ya?" teriaknya.


"Awas saja nanti! Apabila gue lepas, gue bakalan membuat lu menyesal karena sudah berbuat seperti ini kepada seorang Liana!"


Antonie tidak mengubris ucapan gadis itu. Dia memilih untuk melanjutkan perjalanan mencari informasi tentang manusia tuna wisma yang diculik.


"Bang, ape gak berlebihan berlaku seperti itu kepada cewek? Ceweknya cakep bener lagi?" ucap Rizki prihatin.


"Jadi kamu mau menggantikan posisi dia? Aku akan melepas dia, tetapi kamu yang diikat setelah ini?" tanya Antonie dingin.


Rizki menggaruk kepalanya tersenyum kikuk dan menggeleng. Lalu membiarkan gadis pencuri itu terus berteriak meronta mencoba melepaskan diri.


Fanya pun bergerak mengikuti langkah kedua orang tersebut. Melirik sejenak dengan senyuman sinis. "Maaampuus!" rutuknya tepat menghadap gadis terikat itu.


"Heh, System bodoh! Bisa bantu gue lepas nggak sih?"

__ADS_1


[Maaf, Nona ... Tali yang digunakan pria itu adalah benang emas asli dari nirwana. Jadi tidak mudah diputus begitu saja.]


__ADS_2