
[ Jika tidak ditemukan, kamu bisa mencari ke tempat lain! ]
"Huh, kapan ya punya sistem seenak punya dia? Giliran punya sistem, kerjanya maksa maling mulu." sungutnya.
Setelah memastikan Leon benar-benar terlelap dalam tidurnya, Liana berubah memasang mode maling seperti biasa. Dengan menggunakan pakaian serba hitam, Liana mengendap keluar dari rumah singgah.
"Kau mau ke mana?"
Liana terperenjat saat mendengar suara yang terdengar dingin tersebut. "Gu-gue maksudnya ... a-aku hanya sedang ingin keluar. Hmmm, cari angin. Ya, cari angin."
"Oh, cari angin?"
Gadis itu mengangguk kaku. Tiba-tiba, angin yang cukup kencang menerpa tubuhnya, hingga membuat rambut Liana bergerak teruai hingga membuat Liana menyugar rambutnya dan merapikannya kembali.
"Sudag cukup, angin yang dicarinya?" tanya sang pemilik rumah.
"Sudah lah! Kau pasti paham dengan apa yang aku maksud. Aku hanya ingin menjalankan misi dari sistem saja."
Beberapa waktu orang yang menanya hening menatapnya dengan datar. "Oh, aku tahu."
Tiba-tiba, pintu rumah terbuka dengan sendirinya. "Silakan bertugas, dan berhati-hati lah! Mencurinya jangan terlalu merugikan orang lain. Jika nanti aku sudah memiliki emas kembali, kamu tidak perlu jauh-jauh lagi mencurinya. Tapi, saat ini aku tidak memilikinya hingga batas waktu tertentu."
Liana mengerutkan kening mencerna apa yang dimaksud oleh Amar, tetapi dia tidak paham. "Apaan sih?"
"Setelah aku memiliki emas, kamu tidak boleh merugikan orang lain lagi! Cukup mencuri emas yang kumiliki. Aku tidak akan memarahi, melarang, dan menghukummu."
splaaasshh
Wajah Liana merona dengan seketika. Jantungnya berdetak hebat bagai usai lari mengeliling lapangan bola sebanyak sepuluh kali. Liana menepuk pipinya beberapa kali.
__ADS_1
"Apaan sih? Lebay deh."
Liana memutar tubuhnya berjalan keluar sembari menepuk pipinya yang terasa memanas.
Entah kenapa gue merasa dia bilang aku adalah tambang curian untukmu. Sekalian curi hatiku saja? Aaaiiihh ...
Liana menepuk pipinya beberapa kali dan menghilang di gelapnya malam.
Sementara itu, Antonie menutup dan mengunci pintunya kembali dengan langkah seperti biasa. Akhirnya, malam ini dia benar-benar bisa beristirahat. Ditambah, wanita yang biasa membuat keributan telah pergi.
Antonie menuju kamarnya kembali. Dia merebahkan diri, dan terlelap dalam hitungan detik.
Liana telah melompat dari satu gedung ke gedung lainnya. Kali ini, Liana berdiri pada sebuah bangunan tempat orang menggadaikan barang. Dengan senyum tipis dia mulai menyusup lewat ventilasi udara gedung tinggi tersebut.
Dari sisi lain banguna, beberapa pasukan keamanan terlihat sedang memantau benda-benda yang menjadi jaminan nasabah. Ada yang berbentuk kendaraan, mulai dari sepeda, motor, mobil, hingga truk.
Ada juga jaminan yang diberikan dalam bentuk benda elektronik seperti ponsel dan laptop.
Sehingga, Liana bisa bebas sesuka hatinya melakukan aksi pencurian. Para pengelola tidak mengetahui, ada pencuri yang dibekali kekuatan aneh seperti Liana.
Tanpa bersusah payah, Liana memasuk kan angka pada kolom pasword yang susunannya rumit sebanyak sembilan digit.
912919329
Setelah menekan enter, terdengar suara kecocokan aka pasword yang dia masukkan. Tuas pada brangkas pun ia putar tanpa memerlukan tenaga ekstra.
Mata Liana terbelalak melihat apa yang ia lihat di dalam sana. "Bagaimana Sistem? Ini semua bisa mengantarkan anak hingga cucuku menjadi orang kaya hingga tujuh turuna."
[ Begitu laaah! Cepat sikat dan pergi! ]
__ADS_1
Liana teringat akan nasihat yang diberikan oleh Antonie saat sebelum berangkat tadi.
Jangan merugikan orang lain!
"Sistem, tugasku hanya mencuri tanpa batas jumlah yang ditemtukan bukan?"
[ Yap! Benar! ]
Liana tersenyum penuh arti. Tak lama kemudia, dia telah berada di atas ranjang di sebelah adiknya. Pada sebuah nakas, di samping ranjang tempat ia tidur, tampak sebuah benda kecil yang tertulis minigold 0,25 gram.
*
*
*
Pada sebuah rumah, tampak seorang pria yang mengeluarkan asap berwarna hitam. Pria itu menggenggam tangannya dalam raut yang datar.
"Kali ini kau bisa menang hanya karen kebetulan saja. Setelah ini, aku tidak akan memberimu kesempatan lagi untuk itu!"
[ Aku muak mendengar bualanmu! Kau hanya pria lemah yang tidak bisa apa-apa tanpa bantuam demon system! ]
"Diam kau! Kau juga tidak bisa apa-apa tanpa aku! Karena hanya pada tubuhku lah kamu bisa hidup!"
[ .... ]
Dalam rumah yang sama, tampak seorang gadis yang memikirkan pengalaman aneh yang ia rasakan saat bertemu dengan pria bernama Antonie itu.
"Apa maksudnya? Kenapa harus ada mereka juga?"
__ADS_1
"Aaaahh ...." Gadis itu tidak bisa tidur teringat semua misteri di balik Antonie.