Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 102


__ADS_3

"Aah, apa yang terjadi?" Antonie tersentak dan tercengang. Yang dia ingat, tadi memperhatikan Sony dihantam anak panah yang ia ciptakan dari campuran tanah dan batu.


[ Anda baru saja terhipnotis oleh pedang iblis Demon System. ]


Antonie memandangi keramaian yang ada di bawah. Dia memfokuskan penglihatan yang jauh, menjadi semakin dekat. "Dia pingsan?"


[ Ya, setelah Anda menyerangnya dengan pedang iblis miliknya. ]


Antonie tanpa berkata apa-apa menghilang kembali dan telah muncul di depan rumahnya. Saat membuka pintu rumah singgah, kendaraan roda empat yang dibawa oleh Liana pun sampai.


Antonie memperhatikan gerakan ringan gadis itu sembari memutar-mutar kunci yang dimainkan pada telunjuknya. Lalu seolah tak peduli, ia masuk ke dalam rumah mendahului Antonie yang kembukakan pintu.


Rizki dan Leon belum sampai. Hingga saat ini hanya mereka berdua yang ada di rumah. Liana memilih melempar kunci kendaraan itu ke atas meja.


"Simpan dulu kuncinya, kalau gak mau mobilnya hilang!" Dengan cuek Liana masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu.


Pria itu memilih menutup pintu dan masuk ke kamarnya juga untuk membersihkan diri. Ia kembali teringat peristiwa kedekatan pria yang diduga sebagai ayahnya, dengan orang yang telah membesarkannya di panti asuhan.


Ia teringat lawan tandingnya telah tepar di daratan. "Aku tak menyangka bisa terhipnotis oleh pedang iblis."


[ Ya, begitu lah tugas iblis. Memengaruhi, tanpa membuat orang sadar bahwa ia telah terpengaruh. ]


"Jadi, siapa pun bisa terkena."


[ Tentu saja. ]


*


*


Sonya mengikuti langkah ibu tirinya yang berjalan cepat di koridor rumah sakit. Semua mata memandang wajah sang nyonya besar istri almarhum Dokter Hardan.


Semua orang di kota ini mengenal keluarga Dokter Hardan, sang pemilik Rumah Sakit Harapan Kita. Sebelum terbongkarnya bermacam masalah, dinasti pemilik rumah sakit megah itu selalu menjadi sorotam publik.


Tak heran, semua orang mengenalnya. Mulai berita positif, hingga berita negatif penemuan kuburan masal korban rumah sakit itu. Sehingga kali ini mereka terus melangkahkan kaki meskipun wajah-wajah yang memperhatikan mereka terlihat sangat tidak bersahabat.


Namun, ibu tiri Sonya itu seolah menutup mata dan telinga, meski jelas orang-orang yang memperhatikannya itu menatap dengan wajah penuh kebencian. Sementara itu, Sonya berjalan cepat menuju ruang rawat Sony yang dikabarkan pingsan dengan tubuh penuh dengan luka.


Akhirnya mereka sampai di ruang rawat inap tempat Sony berada. Sang ibu tiri membuka pintu mendapati putra kesayangannya itu dibalut oleh perban di sepanjang tubuhnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa Sony?" tangis sang ibu melihat anaknya terbaring di sana.


Sonya yakin bahwa tak lama sebelumnya sang kakak baru saja membentaknya. Ia sempat tak percaya bahwa tak lama usai membersihkan diri mendengar ibu tirinya berteriak-teriak setelah mendapat panggilan. Ternyata, panggilan itu merupakan pemberitahuan dari rumah sakit ini bahwa Sony, ditemukan dalam kondisi mengenaskan.


"Dokter Sony ditemukan oleh warga yang kebetulan berada di lokasi sekitar. Katanya, ia jatuh dari ketinggian dalam keadaan luka di seluruh tubuhnya. Polisi sedang menindaklanjuti siapa pelaku di balik ini semua. Karena bukan hanya luka benda tajam, ia juga mendapat luka sengatan listrik." terang dokter yang menangani Sony.


"APA? Siapa yang melakukan ini semua kepada anakku?" tangis ibunya.


"Ibu yang sabar ya? Semoga pelakunya bisa ditemukan dengan segera."


Sonya dalam hening mendengarkan obrolan kedua orang itu. 'Jangan bilang ini ulah Antonie? Dia memang menyebalkan, tetapi tak mungkin bisa menyebabkan ini dalam waktu singkat?'


[ Dasar pria lemah! Melawan dia saja kau bisa kalah! ]


Meski demikian, Demon System terus membantu Sony dalam proses pemulihan.


[ Setelah ini kau harus mencarikan aku tumbal yang baru! Jika tidak, aku akan menjadikan ibumu sebagai tumbal meskipun ia tidak memiliki apa-apa! ]


Ibu Sony masih menangis tersedu melihat keadaan putranya yang terlihat buruk. Sementara Sonya masih sibuk dengan dugaan-dugaan yang ada di dalam benaknya.


Tiba-tiba, ia teringat saat berada di restaurant saat ditarik paksa oleh Antonie. Ia teringat akan bayangan-bayangan pemulung yang telah membusuk terus menghantuinya.


"Sony?" Terdengar teriakan sang ibu.


"Apa kau percaya bahwa orang yang ada di dalam pikiranmu itu adalah orang yang sama?" Sony telah berdiri di dekatnya.


"Tidak mungkin!"


Sony yang tiba-tiba bangkit itu memegang kening Sonya. Di dalam pikiran gadis itu terlintas bermacam bayangan seorang pemulung kurus, burik, busuk itu tiba-tiba terbangun dalam wajah tampan. Pria yang mati oleh kecerobohannya itu bangun di atas tumpukan sampah tempat ia membuangnya.


Sonya menggelengkan kepala mundur beberapa langkah. "Tidak mungkin!"


"Kau tahu apa tujuannya mencarimu? Itu semata-mata untuk memusnahkanmu! Membalas dendam padamu. Lalu tertawa setelah melihatmu terpuruk!"


"Sony! Apa yang sebenarnya terjadi?" Sang ibu telah berada di sampingnya dan menarik tangan Sony.


Refleks, Sony menampis tangan itu membuat sang ibu terjatuh. Sementara, Sonya terduduk masih tidak memercayai penampakan dalam bayangan di kepalanya. "Berani-beraninya kau! Kurang ajar! Jadi selama ini kau sengaja menarik perhatianku?"


Sony melepas perban yang membalut seluruh tubuhnya. Sang ibu membelalakkan mata melihat apa yang ada. Tak satu pun luka yang terlihat pada tubuh anaknya itu.

__ADS_1


Sony menarik Sonya untuk bangkit. "Apa kau akan diam saja jika mengetahui semua itu? Ayo bangun! Kau harus ikut aku! Aku tidak sudi kalah oleh pria lemah itu!"


Sony menyeret Sonya keluar dari ruangan itu, dan diikuti oleh sang ibu dari belakang. Ternyata, kedua anaknya itu sudah tidak terlihat.


"Ke mana mereka?"


Sony dan Sonya muncul pada sebuah tempat. Di hadapan mereka ada dua orang yanh berjalan, satu remaja pria dan satu lagi anak berusia sepuluh tahun.


"Kenapa kita tiba-tiba ada di sini?" Sonya terlihat sangat terkejut.


Rizki merasa aneh melihat ke arah belakang. Matanya terbelalak melihat orang berwajah beringas tepat berada di belakang mereka. Rizki merasakan gelagat aneh mempercepat langkah menarik Leon.


"Mau ke mana kau?" ucap Sony, kali ini terdengar berat.


"Tidak! Kau bukan kakakku!" teriak Sonya mencoba untuk lari juga.


Sony menyeringai mengeluarkan kemampuannya menarik ketiga orang itu sekaligus tanpa menyentuh mereka. Rizki dan Leon tertangkap, begitu juga Sonya.


"Kak, apa yang kau lakukan?"


"Panggil saudara anak itu! Kau bisa membalas dendam lewat anak ini kecil itu!"


Sonya menatap Leon, yang dulunya pasien yang dirawat di ruang ICU rumah sakit ayahnya.


...****************...


Yuhuuu, yuk ... ini promosi edisi terakhir periode ini. Jangan lupa mampir yaaa ...


Napen: Oktiyan


Judul: Pengantar Box Jutawan



Blurb :


Selamat @BramHero, kode akun xxxBRSuperHero! Ayo lanjutkan, permainan kode slot timun emas. Selangkah lagi menuju level tertinggi, ini adalah tahap awal kamu memenangkan hadiah sebesar 1.000.000.000 cek secara berkala dalam 24 jam, tarik dan proses uang akan dikirim ke akun bank dalam waktu 7hari.


Bram, seorang kurir sayuran box fresh! Mendapat sebuah pesan, misi dari sebuah system delivery.

__ADS_1


Akankah Bram tekuni setelah mendapat pesan misterius atau ia abaikan?! Di tambah, kisah cintanya ia ditolak mentah, hanya karena dia pria susah.


__ADS_2