
...Info Give Away...
Berhubung karya Author udah masuk Entry Lomba Super System, masih dalam proses pengajuan kontrak, Author akan umumin Give Away bagi 5 komentar yang paling hot. Apa pun itu, akan Author terima, baik itu kritikan, pujian, atau komentar seputar alur yang ada.
(Author CovieVy adalah Event Hunter 🤣🤣🤣 jadi mungkin banyak kekurangan. Boleh dikomen kurangnya Author di bagian mana ya. Biar ke depannya jadi semakin baik. Karena genre yang Author tulis udah macam-macam, takutnya malah campur aduk)
Oh ya ... Mohon jangan lupa tekan tanda Like ya Kakak dan Abang. Itu adalah salah satu cara untuk membantu mendukung karya Author. Buat yang banyak poin, boleh bagi gift & vote juga yaah, biar Author semakin semangat 🙏😇😇
*Tanya dong, kakak dan abang semua suka 1 bab panjang apa bab yang pendek-pendek tapi banyak?*
...****************...
Setelah mendapat perintah, orang-orang tersebut keluar mengikuti langkah dua remaja masuk ke dalam pusat perbelanjaan.
Kedua remaja itu baru saja mendapat uang saku cukup banyak dari Antonie. Sehingga membuat mereka lupa diri. Hal pertama yang ingin mereka lakukan dengan uang yang diberikan oleh Antonie adalah membelikan ponsel.
Antonie memberikan uang untuk mereka simpan. Akan tetapi mereka termasuk pada jenis anak-anak modern, tentu saja tak ingin ketinggalan dengan remaja lain yang sudah memiliki ponsel.
"Rizki, apa perlu Kak Antonie kita belikan ponsel juga?" tanya Fanya.
Rizki tampak berpikir sejenak. "Hmmm ... Sepertinya, biarkan dia yang membeli sendiri deh. Kalau kita belikan, takutnya dia gak butuh. Kalau butuh gak sesuai selera, atau mungkin alasan lain."
Fanya menyetujui apa yang dijelaskan oleh Rizki. Lalu mereka membeli ponsel yang sesuai dengan selera masing-masing. Setelah itu mereka menuju ke arena game center yang ada di lantai paling puncak. Tanpa mereka sadari, ada empat orang terus mengawasi dan mengikuti mereka.
Antonie sedang melakukan latihan bersama System. Dia dalam posisi meditasi mengunci diri di dalam kamar. Saat ini, jiwa Antonie sedang berada di dimensi lain melakukan latihan fisik dan peningkatan cakra di dalam tubuhnya.
Pada dimensi lain tersebut, Antonie melakukan berbagai macam hal. Bermeditasi di bawah air terjun, mencoba membelah air terjun dengan cakra dan tenaga dalam yang dia punya, latihan kecepatan bagai bayangan.
"System, kamu tahu ... Aku bagai menonton anime kesayangan semasa kecil saat melakukan ini semua." Antonie tidur di atas rerumputan hijau tak jauh dari air terjun tempat Antonie berlatih tadi.
"Anime apakah yang tuan maksud?"
__ADS_1
"Itu lho, anime yang tokoh utamanya bisa berubah jadi rubah ekor sembilan."
Beberapa waktu System hening. "System sudah menemukan apa yang Tuan maksud."
"Apakah aku juga akan memiliki hewan kontrak semacam itu juga?" tanya Antonie lagi.
"Apakah Anda menginginkan yang demikian?" tanya System kembali.
Antonie hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. "Aku tak bisa membanyangkan jika itu terjadi. Kota ini pasti hancur dengan seketika." Lalu Antonie melanjutkan latihan fisiknya lewat meditasi.
Sementara di tempat lain, Angela merasa heran kenapa dia pernafasannya tiba-tiba saja berubah menjadi sangat lega. Beberapa waktu lalu, Angela dibangunkan oleh pelayan kafe karena ketiduran di sana.
Saat sadar, dia sama sekali tidak merasa sesak. Karena merasa penasaran, Angela memeriksa kesehatannya dan mendapatkan hal yang sangat mengejutkan.
Dia mendatangi kembali pada kafe terakhir, tempat dia terbangun dan merenungkan segala hal. Namun, matanya menangkap satu hal yang mengganjal di luar kafe.
Angela melihat dua remaja, diikuti oleh orang-orang berpakaian serba hitam. Mereka berdua tidak mengetahui hal itu dan masih asik bersenda gurau.
Angela pun segera keluar dan mengikuti mereka secara diam-diam. Dia merasa khawatir hal buruk akan menimpa kedua remaja ini.
Hal ini membuat orang-orang berpakaian serba hitam turut naik ke pemberhentian tersebut.
"Tuan, sepertinya Rizki dan Fanya sedang dalam bahaya." System memberi kode membuat Antonie terbangun dari posisi meditasinya di dalam kamar.
Di halte penjahat tadi turut duduk di samping Fanya. Fanya tidak menyadari pria di sampingnya ini memiliki niat lain. Ada juga yang berdiri di samping Rizki yang tengah bersandar pada tiang halte.
Pria yang duduk di samping Fanya mengeluarkan sebuah sapu tangan dan semakin menggeser duduk mendekat. Fanya yang merasa sedikit risih mencoba bangkit tetapi ditarik oleh pria tersebut langsung membekap mulut Fanya dengan sapu tangan yang nyatanya sudah dibubuhi oleh obat bius dengan kadar tinggi.
Melihat Fanya diperlakukan seperti itu, Rizki bergerak ingin menghajar pria yang mencoba menyakiti Fanya tersebut. Namun, —bugh— tengkuk Rizki sudah terlebih dahulu dipukul hingga membuat Rizki jatuh sempoyongan hingga tidak sadarkan diri.
"Toloong ... Toloooong ... Toloooong!"
Sebuah teriakan mengejutkan pria-pria yang baru saja melumpuhkan para remaja ini. Membuat anggota yang lainnya segera menangkap Angela yang tadinya berteriak meminta tolong.
__ADS_1
Angela menyadari dia dikejar dan mencoba untuk lari. Akan tetapi, tubuhnya yang tidak biasa berolah raga, membuat dia tidak bisa kabur terlalu jauh dan akhirnya tertangkap juga.
"TOLOOOOONG ... TOOO—"
Mulut Angela pun turut dibekap dengan tangan sang penjahat yang menggunakan sarung terbuat dari kulit bewarna gelap juga. Akan tetapi, Angela terus mencoba untuk meronta. Tepat di depan matanya, dia melihat pria yang tiba-tiba muncul begitu saja secara ajaib.
Antonie datang dibantu teleportasi oleh System. Dengan segera, dia melawan orang-orang yang mencoba menangkap kedua remaja yang sudah tidak sadarkan diri itu.
Perkelahian pun terjadi antara satu orang melawan tiga orang. Satu nya lagi sedang mencoba menahan wanita di lokasi yang tidak terlalu jauh darinya.
Ketiga lawan Antonie mencoba menghajar dia. Tubuh Antonie seakan refleks menghindari semua dengan mudah. Antonie hanya menjentik hidung salah satu dari tiga lawan, dan dia terpental jauh hingga tubuhnya terhempas di sebuah pohon yang ada di trotoar.
Kepada dua lawan lagi, Antonie mengipaskan tangan sebelah tangannya. Kedua lawan tersebut terpental bagai kena tendangan yang keras. Antonie melihat ke arah jam tiga dari sisinya.
Tampak seorang wanita berusaha melepaskan diri dari pria yang bernuansa gelap. Dengan berlari, Antonie menghentakan kakinya ke bumi, hingga membuat kedua orang tersebut terpental melayang ke atas.
Antonie segera menangkap sang wanita, membiarkan si penjahat mendarat terhempas kembali ke bawah.
"Aaagght ..." terdengar rintihan pria tersebut kesakitan hingga gemeletuk tulang belulang terdengar oleh telinga Antonie.
Sementara wanita yang ada dalam pelukan Antonie melihatnya dengan tatapan kagum. Antonie menyadari wanita tersebut terus menatapnya, dan melepaskannya dengan segera.
"Maaf, Mbak."
Angela mengangguk tersipu dan kagum. Ini adalah kali pertama dia melihat pria super kuat dengan mata kepalanya sendiri. Biasanya dia hanya menonton adegan seperti ini di bioskop tentang keluarga The Avengers. Satu hal lagi, Antonie terlihat sangat tampan di matanya.
'System ... Dia lagi? Bagaimana ini? Apakah harus membuatnya melupakan semuanya lagi?' batin Antonie menyadari bahwa wanita ini adalah wanita yang dia tolong beberapa waktu lalu.
"Jangan Tu—"
Sebelum System selesai bicara, Antonie sudah menjentikan jemarinya. Wanita itu berkedip beberapa kali.
Angela mengingat semua hal tentang pria ini. Saat berada di rumah sakit, saat menyembuhkan penyakit sesaknya, dan segala hal yang terjadi saat ini.
__ADS_1
"Kenapa Anda menjentikan jemari lagi?" System terdengar marah.
"Kamu pria yang di rumah sakit itu kan? Kamu juga yang menyembuhkan penyakitku. Sebenarnya kamu siapa? Manusia apa dewa?