Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 101


__ADS_3

[ Peringatan! Dalam hitungan detik, pengguna Demon System akan memberikan pukulannya kepada Anda! ]


[ Sepuluh ... Sembilan ... ]


Antonie langsung menghentakkan tubuhnya mendorong kaki dan tangan tangannya sehingga, dalam hitungan kurang satu detik membuat Antonie telah berdiri dalam posisi tegap.


[ Tiga ... Dua—]


Bayangan pun tampak samar muncul tiba-tiba dari sebuah udara. Antonie menghilang hingga membuat musuh yang datang dengan tiba-tiba itu sekedar memukul angin. Kepalanya liar berpindah-pindah menatap dari satu titik ke titik yang lain.


Dengan kecepatan kilatnya, Antonie pun melayangkan tendangannya pada tubuh pria yang mengambang di udara. Sony menghilang dan menghindar dengan cepat, tetapi arah langkahnya tetap tertangkap oleh mata dewa yang melekat pada indera penglihatannya.


Atonie juga menghilang, muncul dengan kilat dari arah belakang Sony ... dan ... duuuughh ... Hantaman hebat pun tepat mendarat pada tengkuk Sony, yang tidak sempat menghindar.


Tubuh Sony melayang cepat menuju sebuah gedung tinggi dan melesat lurus melewati bangunan yang merupakan sebuah gedung perkantoran. Hal ini membuat orang-orang yang bekerja di dalamnya tersentak mematung melihat sesuatu yang bergerak cepat itu dan menghilang menembus dinding-dinding hingga tubuh Sony kembali keluar dari bangunan itu.


"Barusan itu apa?" tanya karyawan menatap bagian-bagian yang berlubang.


Antonie menjentikkan jemarinya, membuat banguan itu kembali seperti semula dan orang-orang yang melihat kejadian tersebut melupakan apa yang baru saja mereka lihat.


Sementara itu, gerakan Sony semakin lamban karena gesekan udara yang terus terjadi dan akhirnya ia berhenti. Sony memutar tubuhnya menatap tajam pada arah lawan yang melipat kedua tangannya berdiri mengambang di atasnya.


"Kenapa kau tiba-tiba menyerangku?"


Sony pun bergerak naik menyejajarkan dirinya dengan ketinggian Antonie. "Masih perlu menanyakan alasannya?"


"Masih berkaitan dengan pertarungan selama ini, atau ... masalah adikmu itu?"


Sony menyeringai dan gerakan tubuhnya tiba-tiba berubah semakin cepat. Pada tangannya telah mencul pedang iblis yang selalu ia gunakan saat melawan Antonie. Antonie pun segera memperisaikan dirinya dengan benda karet yang mengelilingi tubuhnya dari sengatan yang dihasilkan oleh pedang yang ada di tangan Sony.


"Mau sampai kapan kau berlindung dari benda itu pria lemah?" Sony melibaskan pedang yang membuat ujung benda tajam itu mengeluarkan semburat petir berwarna biru.


Antonie merentangkan kedua tangannya, dari arah bawah bumi bergetar karena beberapa bagian telah barsiap ingin meninggalkan posisinya semula. Lalu ia mengangkatnya, membuat benda-benda dari dalam bumi itu naik dengan kecepatan tinggi bagai melawan gravitasi bumi.


Material yang terbuat antara campuran tanah dan batu menjadi satu membentu ribuan anak panah melesat cepat menuju Sony yang masih fokus pada pedang petirnya.

__ADS_1


"Kau mau berakrobat apa lagi?"


[ Bodoh! Apa kau tidak merasakan pergerakan dari bawah sana? ]


Demon System memperingati Sony, akan tetapi semua telah terlambat. Ribuan benda tajam tersebut melesat cepat dan Sony mencoba menghalangi dengan menembakkan petir dari pedang iblis yang ia miliki.


Namun, petir tersebut tidak mampu menggoyahkan anak panah yang telah terlindung oleh mantra dewa yang diberikan Antonie dan ....


dugh


dugh


dugh


"Aaaarggh ... Aaarrrgghh ... Aaarrggghhh."


Tubuh Sony mulai dicabik oleh benda-benda yang terbuat antara campuran tanah dan batu membentuk mata panah yang sangat runcing. Tangan yang tadinya menggenggam pedang iblis tadi pun bergetar karena mendapat hantaman benda-benda tajam itu tanpa ampun.


Antonie melesat cepat menangkap pedang iblis itu dan segera memainkannya. "Sekarang, milikmu ini akan menjadi milikku!"


"Aaaarrrgghhhh!" Raungan Sony menggema di seisi langit. Tubuh Sony pun seakan kehilangan daya dan ia terlihat menutup mata melesat cepat turun menuju bumi.


Antonie ingin melanjutkan serangannya, akan tetapi ... God System menahan tubuhnya sehingga ia tidak bergerak lagi.


[ Cukup, Tuan! Pendekar sejati tidak akan menyerang musuh yang sudah tak berdaya! ]


"Tapi ini sudah terlalu sering terjadi. Dia akan muncul dan terus membuat masalah."


Dengan sendirinya, telunjuk Antonie bergerak hingga membuat tubuh yang hampir bertumburan denga bumi, terhenti dengan seketika. Tubuh Sony mendarat dengan pelan dan terletak di sebuah trotoar.


Orang-orang yang melihat kejadian itu segera mendekat kepada Sony dan menghubungi bantuan.


"Jika terus dibiarkan seperti ini, dia akan terus muncul dan selalu saja mencari masalah." Wajah Antonie terlihat dingin menatapi lawan yang dikerubungi oleh warga sekitar yang ingin menolongnya.


"Bahkan, aku merasa tak ada bedanya dengan penjahat yang tanggung mem bu nuh lawannya."

__ADS_1


[ Sudah lah! Pahlawan sejati itu bukan dilihat dari hasil akhir melawan musuh yang tak berdaya. ]


"Justru karena dia tidak berdaya itu adalah kesempatan bagi kita untuk membuat dia bertekuk lutut. Jika selalu melepaskannya seperti ini, dia akan meremehkanku. Mengatakan bahwa aku hanyalah orang lemah. Semua orang harus tahu, aku juga bisa menguasai dunia ini!


[ Sepertinya Anda sedang dikuasi ilusi yang diciptakan oleh benda itu. ]


Antonie melihat benda yang tiada berhenti menyemburkan kilatan-kilatan petir di sepanjang sisinya. Wajahnya datar melihat benda yang ada di tangannya itu.


[ System akan mengirimkan pedang iblis itu kepada Dewa Semesta. ]


"Jangan—"


Namun, terlambat. Pedang iblis menghilang dan terlempar pada alam nirwana. Dewa Semesta pun memunguti benda itu, memandanginya dengan seksama.


"Aah, apa yang terjadi?" Antonie tersentak dan tercengang. Yang dia ingat, tadi memperhatikan Sony dihantam anak panah yang ia ciptakan dari campuran tanah dan batu.


[ Anda baru saja terhipnotis oleh pedang iblis Demon System. ]


...****************...


Kuy, mampir yoook ... Karya fantasi yang lain lagi ....


Napen: Ruth89


Judul: My Beloved Werewolf



Blurb:


Tersasar di hutan, membuat Tresi bertemu dengan pria yang menjadi impiannya. Pria itu bahkan menolongnya dari kumpulan serigala liar. Tresi pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Tanpa basa basi, Tresi menyatakan cinta pada pria yang baru dikenalnya tadi.


Sayang, pria itu menolaknya. Tak pantang menyerah, Tresi memilih mencium pria itu. Saat itu, mutiara kehidupan milik Bima, pria yang Tresi cium, berpindah padanya. Mau tidak mau, Bima harus mengambilnya lagi. Jika tidak, hidupnya akan berakhir dalam satu tahun.


Bagaimana cara Bima mengambil kembali mutiara kehidupannya? Apakah Tresi akan tetap mencintai Bima, jika ia tahu Bima adalah manusia serigala? Akankah takdir mempersatukan mereka?

__ADS_1


__ADS_2