Super God System: HEALER

Super God System: HEALER
BAB 99


__ADS_3

Dari tadi up, gak muncul-muncul juga. Aneh kan?


*Maaf kemarin nggak bisa update yah. Kali ini pergelangan tangan Authornya sakit karena habis jatuh dari motor. Tapi akan tetap Update kok ... Terima kasih Buat Abang dan Kakak yang masih setia mantengin karya ini hingga episode terbaru. 🙏*


Rizki tersenyum jahil. "Apa ya? Coba lu tebak sendiri? Kira-kira, apa hubungan mereka beruua?"


"Kenapa malah balik nanya?"


"Ya, siapa tau aja lu bisa menebak kira-kira dia siapa?" ucap Rizki memasang wajah misterius.


"Aaah, bodo ah. Gue mau kejar dia dulu. Enak-enak aja main tinggal." Liana menyerahkan Leon kepada Rizki.


"Tolong bawa Leon pulang." Anak sepuluh tahun itu menggelengkan kepala dan merajuk.


"Eh, gue pulang berdua aja?"


Namun, sebelum Rizki menyelesaikan bicara, Liana sudah tidak ada di tempat.


"Kakaaak! Leon ikuuut!" Leon berlari begitu saja mengejar bayangan yang sudah tidak tampak.


Rizki tunggang langgang mengejar Leon dan akhirnya berhasil menangkap Leon. "Lu mau ke mana?"


"Lepaskan! Leon mau ikut Kakak!"


Rizki masih memegangi Leon, dia melirik ke segala arah, tetapi tak melihat bayangan Liana. "Emang, dia ke arah mana?"


Leon menunjuk pada sebuah gedung pencakar langit. "Dia ke sana!"


"Ah, lu jangan bercanda! Emangnya dia spyder—" Rizki memasang kembali matanya untuk lebih fokus.


Dia melihat benda kecil yang terus berlari menuju puncak gedung pencakar langit tersebut. Dia merasa yakin pakaian yang dikenakan oleh orang yang membuat dirinya seolah berjalan di tempat yang datar itu persis sama dengan pakaian yang dikenakan Liana tadi.


"Itu dia?"


Leon mengangguk dan kembali berlari ke arah bangunang itu. Akan tetapi, belum juga menaiki gedung, mereka telah dicegat oleh pasukan pengaman gedung teresebut.


"Kaaaakaaaak!" teriak tangisan Leon.


Namun, tentu Liana tidak bisa mendengar jeritan Leon. Dia telah berada pada puncak gedung yang tingginya lebih dari dua ratus meter itu.


Dalam genggamannya muncul begitu saja sebuah teleskop yang sudah biasa digunakan setiap ia melakukan misinya. Liana memutar dan mengatur teleskop yang memiliki kelebihan dibanding teleskop biasa.

__ADS_1


"Fokus pada kendaraan Antonie!"


Dalam teleskop tersebut muncul sebuah map yang memiliki tanda panah ke bawah. Tanda panah ke bawah itu terus saja bergerak.


"Fokus!"


Map yang tadinya dalam bentuk dua dimensi, berubah berbentuk tiga dimensi. Dia melihat benda yang terus bergerak menjauh.


"Fokus!"


Kali ini kendaraan itu tampak sangat nyata di depan matanya. Liana menekan sebuah tombil dan terlihat radius jarak antara dirinya dan kendaraan yang dikemudikan oleh Antonie.


"Baru lima kilometer."


"Sistem! Aku membutuhkan kecepatan dalam satu menit sampai ke tempat cowok itu!."


[ System mengaktifkan kecepatan super pada kakimu! ]


[ Kamu bisa mencapai kendaraan Antonie dalam waktu satu menit jikan mengunakan kecepatan 30Km/jam. ]


"Aktifkan!"


[ ceklek ]


Liana tersenyum berjalan mundur dan mengambil ancang-ancang. Dia mulai berlari, saat sampai pada bagian paling tepi Liana melompat dengan tinggi.


Tubuhnya mendarat pada bangunan yang lebih rendah dibanding bangunan tadi.


"Hap."


Liana mendarat dan langsung melanjutkan perjalanannya dengan lari sekencang mungkin. Saat berada pada gedung bangunan, dia tanpa takut melompat dan hal itu terus terjadi.


Liana telah berhasil melihat kendaraan yang dibawa oleh Antonie. Kedua jari jempol dan telunjulnya bertautan, seakan membidik kendaraan putih super car milik Antonie itu.


"Sebenarnya dia hanya menyusahkan dirinya saja."


[ Memangnya kenapa? ]


"Dia bisa berteleportasi, kenapa memilih jalan ribet bermacet ria di jalanan tersebut?"


[ Dia menjalani aestikanya sebagai manusia normal. Jadi, wajar saja jik ia memilih menggunakan kendaraan selayaknya manusia pada umumnya. ]

__ADS_1


Liana mulai menuruni bangunan yang masih cukup tinggi itu. Hal ini membuat seorang anal kecil memperhatikan aksinya tersebut.


"Mah, ada spyderman, tapi nggak kayal spyderman."


Namun, sang ibu sedang asik ngobrol dengan circle sosialitanya. Jadi, ucapan anak itu sekedar diabaikan oleh sang ibu.


Liana telah berhasil turun dengan sempurna dan menyadari tatapan yang lurus terhunus padanya. "Apa liat-liat?" celetuk gadis itu terlihat tidak memedulikan anak yang lebih kecil dibanding Leon.


"Huwaaaa ...." Anak itu menangis dan Liana tidak terlihat gentar sama sekali.


Dia memilih melanjutkan larinya dan melompat.


Braaak


Antonie melirik ke bagian atas kendaraannya. Tanpa berkata apa-apa, Antonie bisa tahu dengan sendirinya, siapa yang saat ini berada di atap mobilnya itu.


Antonie menepi dan membuka pintu kendaraannya. Ia keluar dan melemparkan kunci kendaraannya itu kepada Liana.


"Loh? Buat apa ini?"


"Kamu mau mencuri? Ambil saja! Aku tidak membutuhkanya."


****************


Yuhuuu, seperti biasa ... Author mau memperkenalkan karya teman yang berikutnya


Napen: Khusayni


Judul: System Villain



blurb:


Seorang putra baron yang dianggap sampah kini dikirim ke sebuah desa yang tengah dilanda oleh para bandit.


Pemuda ini terluka, ia menggertakkan giginya karena tujuan dirinya sama sekali belum tercapai, akan tetapi ia meninggal terlebih dahulu.


Kematian pemuda itu mendatangkan satu jiwa yang melayang. Jiwa itu ialah orang yang berasal dari bumi tahun 2983.


Dua jiwa bergabung menjadi satu, keinginan dan tekad saling terjalin.

__ADS_1


Satu tujuan yang harus mereka capai, yaitu ialah...


Menghancurkan Dunia


__ADS_2