Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
19


__ADS_3

"Qinzo?" Raina baru menyadari keberadaan Qinzo saat Gio sudah tak terlihat.


"hay, akhirnya lo ingat sama gue." sapa Qinzo, pria itu tersenyum senang karena Raina akhirnya mengingat dirinya.


Raina memutar kedua bola matanya malas, dirinya terjebak sekarang. sudah banyak yang mengetahui identitasnya, Raina harus memberi tahu Devano sebelum tunangannya itu mengetahui nya dari orang lain.


selama Raina dan ketiga berada di mall, Qinzo selalu mengikuti kemanapun mereka pergi. yang anehnya lagi, pria itu malah sangat gencar mendekati sahabatnya Namira.


Raina menatap geli sahabat nya yang merasa tak nyaman dengan aksi Qinzo, gadis itu ingat kata-kata Qinzo beberapa waktu yang lalu.


"Raina, kalo lo gak bisa gue dapetin tapi gue boleh kan deketin temen lo ini?" sejak menit itu, Qinzo terus saja gencar mendekati Namira.


*****


di tempat lain,


"bagaimana? Apa saja yang gadis ku sedang lakukan saat ini?" Tanya Devano pada bawahannya yang di beri perintah untuk memantau kegiatan Raina.


"menjawab tuan, nona muda saat ini sedang bersama ketiga sahabat nya. tadi nona tanpa sengaja bertemu dengan Gio mantan kekasih dari nona, tapi untungnya tuan Qinzo datang tepat waktu dan membantu nona." jawab bawahan itu yang bernama Doni.


Di akhir acara ulang tahun Revan kemarin, Devano dan Qinzo sudah berdamai. Qinzo sudah menyadari bahwa dirinya tidak bisa memaksakan kehendak untuk memiliki Raina, apalagi melihat sikap yang di tunjukan Raina padanya tadi membuat pria itu semakin sadar.


sejak awal, Devano memang sudah mengetahui semua sandiwara yang selama ini Raina lakukan.


"kurang ajar! Apa gadis ku terluka? buat perusahaan pria kurang ajar itu sedikit goncangan." perintah Devano adalah mutlak untuk di lakukan, dengan segera Doni melaksanakan perintah yang di berikan Devano.


setelah puas menghabiskan waktu bersama ketiga sahabat nya, Raina kini sedang beristirahat di kamar nya. Gadis cantik ini sangat pandai berakting, lihat lah dirinya sangat lihai berpura-pura seolah baru bangun dari tidurnya.


kedua pelayannya? Mereka masih dalam pengaruh obat tidur.


dengan wajah riang Raina turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama keluarganya yang lain, hari ini Shakira dan ibunya sedang pergi jadi Raina merasa sangat senang.

__ADS_1


"selamat malam semuanya," sapa Raina sambil tersenyum lebar, sangat berbeda saat Shakira dan ibunya ada.


"malam juga sayang,"


"malam juga princess,"


"malam juga adek nya abang yang nakal,"


"selamat malam juga cucu oma dan opa yang paling cantik."


jawab mereka semua yang berada di meja makan, namun pandangan Raina tertuju pada sepasang paruh baya yang menatapnya dengan tatapan kerinduan.


sudah dua tahun lamanya, Raina tidak mengunjungi mereka. oma dan opa Raina, mereka adalah orang yang merawat Raina sebelum gadis itu kembali tinggal bersama kedua orang tuanya.


"oma? opa? hiks,hiks, Raina sangat rindu sama oma dan opa hiks," Raina langsung saja memeluk dua paruh baya itu dengan erat.


"hahahah, cucu oma sudah besar. oma dan opa khusus datang kesini untuk hari bahagia mu nak, semoga pilihanku yang terbaik untukmu." oma membelai rambut Raina dengan lembut dan penuh kasih sayang, begitupun dengan opa yang begitu bahagia melihat cucu kesayangannya baik-baik saja saat di luar pengawasan mereka.


setelah acara peluk-pelukan dan melepas rindu antara cucu dengan opa dan oma nya kini keluarga bahagia itu menyantap makan malam mereka dengan tenang.


Dewi dengan semangat menceritakan kebobrokan Raina selama ini, hal itu membuat opa dan oma tak henti-hentinya untuk tertawa.


"mama ihh, jangan buka aib Raina depan opa oma!" Ucap Raina kesal, apalagi saat opa dan oma nya tidak henti-hentinya tertawa saat Dewi kembali menceritakan semua kenakalan dirinya dulu.


"baiklah sayang, bagaimana dengan persiapan pertunangan kamu? Apa sudah siap semuanya? " tanya oma mengalihkan pembicaraan.


"ndak tau oma, semuanya Dev yang ngurus Raina hanya boleh tau jadi." jawab Raina dengan wajah yang serius namun mulutnya masih setia mengunyah keripik singkong.


"bukan kamu gak boleh ngurus sayang, tapi kamu yang manja. semua nya sudah di urus Devano, dan di mana kedua pelayan kamu? sedari pagi papa tidak melihat keberadaan mereka." mendengar perkataan Bima, Raina tersenyum lebar.


semuanya sangat tau jika sudah melihat senyuman maut Raina, pasti sudah ada sesuatu yang tidak beres.

__ADS_1


"heheheh, Raina tadi kabur. jadi, sebelum Raina pergi mereka Raina kasih obat tidur." ucap Raina dengan polosnya, hal itu membuat mereka menghela nafas harus sabar dengan tingkah gadis nakal mereka ini.


"kamu kabur lagi dek? ya ampun, kenapa pakek kabur segala sih? terus pergi nya sama siapa? sendiri juga? kalo terjadi apa-apa sama kamu gimana?" Tanya Revan beruntun, pria itu sangat khawatir dengan keselamatan sang adik.


"kak Revan tenang aja, kan Raina udah kembali dengan selamat." meskipun yang di ucapkan Raina benar, tapi bagaimana jika gadis itu kabur lagi dan malah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? Ingin rasanya Revan mengurung adik nakal nya ini didalam kamar.


setelah dua hari di luar kota, kini Devano akan kembali pulang ke rumah. Raina yang mengetahui hal itu terus saja bersiap diri ingin menjemput pria itu di bandara.


"mbak Mayang, ayo cepat siapin baju Raina. Raina ndak mau terlambat, Raina sudah ndak sabar ingin bertemu Dev." perintah Raina pada Mayang yang sedang menyetrika dress yang akan di kenakan Raina.


"Iya nona, lagi pula ini masih pagi nona pesawat tuan Devano akan tiba kan pukul 11 nanti nona." jawab Mayang, melirik jam yang baru menunjukkan pukul 9 pagi.


"huhh, mbak Mayang jomblo jadi ndak tau rasanya jadi Raina." ucap Raina dengan nada yang ketus.


jlebb


perkataan Raina sangat mengena di hati Mayang, begitu pun dengan Saras yang sedang membersihkan kuku-kuku nona nya. mereka jomblo kan karena mengabdikan hidup mereka pada nona mereka, sudahlah tidak ada gunanya berdebat dengan Raina karena akan kalah juga.


"baiklah nona, sekarang segeralah mandi dan bersiap." ucap Saras yang baru saja selesai membersihkan kuku-kuku Raina.


Yang di tunggu akhirnya pun tiba, kini Raina sudah berada di bandara dan menunggu kedatangan Devano. dari kejauhan pria itu terlihat sedang tersenyum ke arahnya, Raina pun berlari dan memeluk pria itu.


"Dev, Raina rindu." Devano terkekeh mendengar perkataan sendu Raina.


"aku juga rindu banget sama kamu sayang," Devano membalas pelukan Raina tak kalah erat nya.


*****


Jangan lupa like, vote dan komen serta kritik dan sarannya juga yaa😉


See u next time😘

__ADS_1


Bonus



__ADS_2