
Kini Raina tengah menginterogasi kedua manusia yang malah asik berpegangan tangan. Mereka baru bertemu sehari saja sudah seperti itu, bagaimana jika sudah bersatu? Raina menggeleng kan kepalanya, pusing melihat tingkah pria yang seperti baru pertama kali merasakan jatuh cinta di hadapannya itu.
"Hehh! Jauhkan tangan nakal mu itu dari tangan mbak Mayang! Awas ya, kalo coba-coba curi kesempatan!!" omel Raina saat Sandy terus menggenggam jari jemari milik Saras.
"Ampun ndoro, tolong lah restui kami ndoro." ucap Sandy seakan-akan Raina adalah junjungannya.
"Enak saja! Ada syarat khusus dan tantangan agar kau bisa menjadi pasangan dari mbak ku ini! Beraninya kamu menyukai mbak Saras, kan kasihan mbak Mayang nya." Raina terus saja mengomel, bukannya terlihat menyeramkan tapi justru terlihat sangat menggemaskan.
"Kenapa dengan mbak Mayang, sayang?" tanya Devano dengan tatapan bingung.
"Iya dong kasihan, mbak Mayang kan jomblo. Kalo mbak Saras sama Sandy, udah jomblo tambah ngenes dong nanti mbak Mayang nya. Kan kasihan, mbak Saras boleh punya pacar kalau mbak Mayang juga udah punya pasangan. Titik, keputusan Raina ndak bisa di ganggu gugat!!"
Meaow
Meaow
"Dengar kan?? Tommy dan Kitty aja setuju dengan keputusan Raina, hoamm Raina ngantuk. Ayo Dev, kita pulang aja Raina mau cepat-cepat sampai dan tidur." Raina berjalan begitu saja meninggalkan semuanya menuju mobil, sedangkan Devano menertawakan nasib Sandy.
"Hahaha, yang sabar yaa. Keputusan ndoro ratu gak bisa di ganggu gugat, Sayang! Tungguin aku!!" Devano segera menyusul Raina setelah mengejek Sandy.
"Yahh, gue kan belom protes! Udah kabur aja, kompak banget sihh buat gue kesel!!" ucap Sandy, Saras menatap pria si samping nya itu dengan tatapan kasihan. Tidak ada yang bisa membantah keputusan Raina, siapapun itu bahkan Devano sekalipun.
"Tuan, kalau begitu kami juga akan kembali. Ayo Saras, bawa Tommy bersamamu. Hari sudah semakin larut, dan kau ingat perkataan nona kami tadi dengan baik. Jangan, menjalin hubungan dengan Saras jika saya masih sendiri!" ucap Mayang, perkataan Mayang membuat Sandy bertambah kesal.
"Kamu yang sabar yaa, kalau begitu saya permisi." ucap Saras berpamitan pada Sandy, kini tinggallah Sandy sendiri. Pria itu memutuskan untuk tinggal di kontrakan Raina, menghela nafas saat sadar bahwa Toko milik gadis itu belum di tutup.
"Rugi banget gue nih kalo gak di gaji," gerutu Sandy sambil merapikan dan segera menutup Toko.
Di tempat lain, Rehan dan Rena sedang merencanakan sesuatu. Mereka begitu bingung dengan menghilangnya Maria dan Hans di tempat persembunyian mereka sendiri.
__ADS_1
"Pokoknya saya mau kedua orang tua saya di temukan! Apa kerjaan kalian hanya tidur saja sampai tidak mengetahui kemana mama dan papa saya pergi?! Jika terjadi sesuatu pada mereka, awas saja aku akan menghukum kalian semua!!" marah Rehan pada para bawahan orang tuanya.
"Baik tuan, kami akan mencari keberadaan tuan dan nyonya sekarang juga." para bawahan itu pun segera bergerak untuk mencari keberadaan Maria dan Hans.
"Tuan, kita ada paket." tiba-tiba saja seorang pelayan datang dan memberikan sebuah paket pada Rehan. Pemuda itu mengernyit bingung, apa ini paket dari kedua orang tuanya? Tanpa basa basi lagi, Rehan pun membuka paket itu. Tidak ada apa-apa di dalamnya, paket yang cukup lumayan besar itu hanya berisi sebuah amplop coklat dan sebuah pesan singkat.
Buka amplop coklat itu, dan kau akan tau apa yang terjadi pada orang tuamu;)
^^^REIN DEVIL^^^
Dengan penuh rasa penasaran, Rehan segera membuka amplop itu. Dan betapa terkejutnya Rehan, saat isi dari amplop itu adalah beberapa lembar foto yang di ambil secara sengaja. Rehan menggeram marah saat objek di dalam foto itu adalah Maria dan Hans keadaan kedua orang tuanya itu begitu sangat mengenaskan dengan banyaknya luka sayatan di wajah serta cambukan di tubuh mereka.
"Brengs*k!! Beraninya mereka melakukan ini pada mama papa!" ucap Rehan marah, pria itu melihat sebuah surat lagi yang berada di bawah amplop dan membacanya dengan wajah yang merah karena amarah.
***Bagaimana? Apa kau suka dengan kejutannya? Tunggu saja kejutan selanjutnya yaa, kau begitu tampan dengan wajah palsumu itu. Aku bahkan sampai menyukaimu, jangan khawatir REHAN aku akan mengembalikan mereka saat aku puas bermain:)
^^^REIN DEVIL***^^^
"Cepat cari tau siapa yang mengirim paket ini!! Dan, cari siapa Rein Devil itu. Beraninya dia melakukan ini dan mencari masalah!!" melihat kemarahan Rehan, seluruh bawahan pria itu pun segera bergerak untuk melaksanakan perintah tuan mereka.
•••••
"Siapa Rein Devil? Yang nyiksa mereka kan kamu sayang, kamu mau ngadu domba yaa?" tanya Devano, saat ini Raina dan Devano sedang berada di kamar gadis itu. Raina sibuk menuliskan pesan-pesan singkat yang akan di kirimkannya pada Rehan.
Raina memilih nama Rein Devil, untuk mengecoh Rehan dan sekedar agar terdengar keren.
"Ini itu cuma nama samaran Dev, mana mungkin Raina tulis nama sendiri disini. Ketahuan dong kita nanti, " jawab Raia.
"Nona, di luar ada tamu. Katanya dia itu sepupu nona, dan sedang mencari keberadaan tuan dan nyonya." ucap seorang pelayan, Raina pun beranjak untuk melihat siapa yang datang.
__ADS_1
Setahu Raina, sepupunya itu ada tiga. Shakira, Devan dan Rehan. "Kamu siapa?" tanya Raina, gadis itu seperti tidak asing dengan wajah pria di depannya saat ini. Itu tidak mungkin Devan, karena pria itu sedang melakukan perjalanan bisnis dan belum tahu kapan akan pulang. Apa itu Rehan? Jika begitu, berarti umpan yang di berikannya di makan dengan lahap.
"Aku Rehan, sepupu kamu. Dimana om dan tante? Aku harus berbicara pada mereka!" Raina menganggukkan kepalanya mengerti, seraya tersenyum sinis saat Rehan tak melihat wajahnya.
Tak lama kemudian, Dewi dan Bima pun datang. Mereka menghampiri Rehan yang jelas terlihat cemas.
"Rehan? Tumben kamu ke rumah om, biasanya ogah banget main kesini. Ada masalah apa?" tanya Bima berbasa basi.
"Om, tolong bantuin aku. Mama dan papa di culik dan disiksa om, aku khawatir dengan keadaan mereka." adu Rehan, pemuda itu pun menceritakan semua apa yang terjadi pada Bima.
Bima melirik kearah Raina yang bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa pun. Huhh, putri kesayangannya itu memang sangatlah nakal. Ini alasan salah satu alasan kenapa dirinya tidak pernah membiarkan Raina sendiri, jiwa psikopat gadis itu akan muncul dengan sendiri nya saat terancam atau pada orang yang tidak di sukai.
Setelah kepergian Rehan, Bima kembali menatap Raina. Mau menegur pun Bima tak kuasa, rasa sayangnya pada Raina begitu besar. Mana tega dirinya jika harus memarahi Raina, toh yang di lakukan gadis nakal kesayangannya itu demi kebaikan semuanya meskipun dengan cara yang salah. Jiwa psikopat Raina sangat bertolak belakang dengan kepribadiannya yang ceria dan selalu membuat orang-orang di sekitarnya bahagia.
"Raina, anak papa Bima yang paling cantik dan tidak ada duanya setelah mama, apa yang kamu lakuin sama om dan tante kamu nak?" tanya Bima.
"Iya papa? Raina ndak ngapa-ngapain kok, Raina cuma jadiin mainan Raina aja. Raina kesal mereka selalu berusaha celakain Raina bahkan bikin Dev masuk rumah sakit. Apa yang Raina lakuin belum setimpal dengan nyawa kak Rachel." jawaban yang di berikan Raina membuat semuanya terdiam.
"Yuhuuu, Sandy yang ganteng ini datang buat minta gaji bulanan sama ngapelin gebetan dong!!" teriakan Sandy membuat suasana hening menjadi ramai kembali.
"Kamu ndak ikhlas jadi karyawan di Toko kue nya Raina yaa?! Dan ndak ada ya tuh apel-apelan, udah sana pulang!" ucap Raina pada Sandy.
"Ya elahh galak bener sih bos gue, jangan gitu napa! Gue kan pengen tau rasanya di gaji gitu, jangan ngomong gitu dong Raina nanti kalo Saras lari lo mau tanggung jawab?!" kesal Sandy dengan raut wajah yang di buat sedih.
Menghela nafas pelan, Raina merogoh saku celananya. "Ini, gaji kamu selama 5 bulan. Udah sana, hari ini kamu Raina ijinin apelin mbak Saras tapi ndak boleh kemana-mana, cukup di rumah ini aja." Raina menyerahkan selembar uang pecahan lima ribu pada Sandy, hal itu sukses membuat semuanya tertawa, tapi tidak dengan Sandy yang wajahnya sudah berubah muram.
"Ya tuhan,,,, sungguh pelitnya bos ku ini hiks, " Sandy tetap menerima gaji yang di berikan Raina dengan terpaksa, dari pada kena omel lagi kan.
Jangan lupa vote, like, komen dan rate bintang 5 yaa
__ADS_1
See u next time🤗