Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
31


__ADS_3

"Papa, Raina bosen. Raina mau main ke luar yaa," rajuk Raina, hari ini gadis itu kembali ikut Bima berangkat ke perusahaan begitupun dengan Fana yang selalu mengikuti kemana pun Raina pergi.


"Iya om, Fana juga bosen. Kita bolehkan keliling-keliling di perusahaan om Bima yang besar ini?" seru Fana,


"Ikut-ikutan aja kamu, ngapain sih ikutin kemanapun Raina pergi?!" kesal Raina.


"biarin, wlekk." ejek Fana.


Setelah mendapatkan izin dari Bima, kini Fana dan Raina tengah berada di kantin perusahaan. Dengan lahapnya kedua manusia itu memakan makanan mereka tanpa memperdulikan tatapan-tatapan aneh dari beberapa karyawan yang kebetulan berada di sana.


"Nona Raina? Astaga, ternyata benar ini nona. Sedang apa nona sendiri disini?" tanya seorang karyawan wanita, sekarang memang sudah memasuki waktu makan siang jadi karyawan di kantor ini mulai berdatangan di kantin.


"kuakak cuaentik_"


"ehhh, habisin dulu aja makanan kamu." kalian masih ingat Desy? Ya, dia adalah karyawan yang dekat dengan Raina sejak pertemuan mereka dulu (awal bertemunya Raina dengan Qinzo)


"Hehehe, kak Desy Raina lagi makan. Tadi Raina sama curut ini ikut papa, karena bosan makanya kita kesini. Ehhh bukan kita deng, tapi cuma Raina soalnya dia ini cuma bayangan nya Raina." ucap Raina menyindir Fana yang masih sibuk dengan makanannya.


"hmmm, sok bener kamu." cibir Fana balik menatap Raina dengan tatapan sinis.


"kak Desy yang cantik, dia ini ndak usah di hirauin yaa otaknya emang udah geser." ucap Raina lagi tak memperdulikan wajah kesal Fana.


"Ehhh, Fana mau kemana?" tanya Raina saat Fana tiba-tiba berdiri dan meninggalkan meja mereka.


"idihh, sok peduli." sinis Fana


"Hehh, Raina kan cuma bertanya bagaiamana nanti kalo Fana hilang?" Jawab Raina


"gak usah lebay, aku cuma mau ke toilet." balas Fana lalu melanjutkan langkahnya. Raina kembali melanjutkan makannya da sesekali bercerita dengan Desy yang duduk semeja dengan diri nya.


*****


"Om Bima!!!" Panggil Fana yang baru saja kembali dari kantin kantor, wajah pria itu terlihat sangat cemas dan khawatir.

__ADS_1


Bima yang melihat Fana terlihat khawatir terlebih Raina tidak bersamanya pun mengernyit bingung.


"Ada apa Fana? Kenapa kamu begitu panik? Dan dimana anak saya Raina? Dia baik-baik aja kan?" tanya Bima.


"Raina hilang om, tadi saya ke toilet sebentar tapi saat kembali Raina udah gak ada. Saya bingung om, saya juga udah cek cctv ternyata ada sekelompok orang berbaju hitam yang membawa paksa Raina." jelas Fana, pria itu juga kaget karena Raina tiba-tiba menghilang. Fana merasa gagal menjalankan tugas dari Devano untuk menjaga Raina saat pria itu tidak ada.


Sebenar nya, alasan Fana tinggal serumah dengan Raina dan keluarganya karena ingin mengawasi setiap apa yang di lakukan gadis itu atas perintah Devano. Devano pula yang menyuruh Fana agar ikut dengan nya untuk membantu menjaga Raina.


Meskipun terlihat manja, sebenarnya Fana adalah ketua dari sebuah organisasi yang sudah di akui dunia. Karir Fana di dunia organisasi ini sangat lah berkembang, bahkan dirinya sudah memiliki organisasi dan pasukan khusus sendiri.


Untuk itulah, Devano mempercayakan keselamatan Raina pada Fana.


"Apa?!! putri ku hilang??" Bima jelas saja sangat terkejut mengetahui bahwa putri kesayangannya hilang.


Keluarga Aryasetya di buat gempar dengan kabar di culiknya Raina. Mereka jelas panik karena malam ini adalah acara pengenalan Raina kedepan publik sebagai putri dari Bima Rasya Aryasetya yang selama ini di sembunyikan.


Bukan popularitas, mereka hanya takut sesuatu yang buruk akan terjadi jika kabar menghilangnya Raina tersebar luas.


"paman, bibi, bagaimana ini adik Raina belum juga bisa di temukan. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya? Shakira sangat khawatir, lalu bagaimana dengan acara malam nanti? semua orang pasti akan merasa di bohongi." ucap Shakira, gadis itu tengah mencari simpati orang-orang.


"tapi kak_"


"DIAM!!" Bentak Revan, pria itu sedang kalut sekarang apalagi belum ada kabar apapun tentang Raina.


Shakira dan Yuna tersenyum senang mendengar kabar menghilangnya Raina, tentu saja mereka ada di balik semuanya. Mereka menyuruh orang untuk menculik dan menyekap Raina di suatu tempat.


"Bagaimana om? Apa sudah ada kabar tentang Raina?" Tanya Devano yang baru saja tiba, pria itu terlihat sangat khawatir akan keselamatan gadisnya.


"Bang, maafin gue. Hiks, gue gak becus jagain Raina hiks, seharusnya gue gak pergi tadi atau seharusnya gue cegah Raina buat ikut om Bima ke kantor hiks, gue ceroboh bang, maafin gue."


"kamu susah berusaha Fana, cepat atau lambat ini pasti akan terjadi juga. Sangat banyak orang yang ingin menyakiti Raina, sekarang kamu ikut abang dan bawa pasukan khusus kamu bersama kita." Devano sangat mengerti, ini semua bukan kesalahan Fana.


"Om dan semuanya, kalian tenang aja yaa saya akan mencari keberadaan Raina sekarang juga. kalian tetap disini dan persiapkan acara untuk malam nanti." lanjut Devano, lalu pergi bersama Fana meninggalkan kediaman keluarga Aryasetya.

__ADS_1


"Raina ada di sebuah gedung tua, tidak jauh dari sini. Ayo, kita harus segera kesana." Devano menatap GPS di ponselnya, terlihat jelas titik lokasi keberadaan Raina saat ini.


Untung lah, Raina selalu memakai cincin nya hingga keberadaannya bisa terdeteksi.


"hiks, lepasin, lepasin Raina hiks, tangan Raina sakit." rintis Raina merasakan kedua tangannya yang sakit akibat terikat begitu kuat.


"diam kamu!! ribut sekali." bentak si penculik.


"hiks, om botak ayo dong lepasin Raina. Raina mau ketemu papa, papa Raina pasti khawatir sama Raina. Fana juga pasti panik karena Raina tiba-tiba ndak ada di kantin, ini gara-gara om botak dan temennya yang culik Raina!"


"Hehh anak kecil, kamu cepat lakban saja mulutnya suara nya sangat mengganggu." ucap si botak pada anak buahnya, pria itu tidak tahan melihat wajah menggemaskan Raina saat sedang marah seperti ini. Dirinya takut khilaf dan membebaskan gadis itu begitu saja.


"stop, awas ya kalo berani sentuh Raina. Raina tandain mukanya om nya!" teriak Raina saat salah satu penculik itu siap melakban mulutnya.


Penculik itu tidak memperdulikan perkataan Raina dan terus melakukan aksinya, menutup mulut Raina dengan lakban.


Raina terus berontak untuk di lepaskan, namun para penculik yang berjumlah 5 orang itu hanya diam enggan menatap gadis itu. Mereka takut khilaf membebaskan gadis menggemaskan itu.


" Gadis cantik, kamu diam dulu yaa. setelah semuanya beres kamu akan kami bebaskan, tolong jangan persulit kami gadis cantik." ucap si botak.


awas aja kalian, Raina kasih makanan spesial nanti. geram Raina.


BRAKKK


Suara dobrakan pintu terdengar, hingga pintu penghubung tempat Raina di sekap terbuka dengan lebar.


Devano berlari bersama Fana masuk kedalam ruangan itu, melihat kondisi sang gadis yang duduk terikat dengan mulut teriakan membuat emosi Devano meluap.


Tanpa babibu, pasukan khusus milik Fana menghajar dan menangkap para penculik sedangkan Devano lebih memilih untuk menghampiri Raina.


"Sayang, syukurlah kamu tidak apa-apa." ucap Devano, pria itu memeluk Raina dengan erat seolah enggan melepas pelukan nya dari gadis itu.


Hay, kurang greget banget ini penculiknya kalah sama pesona nya Raina🤭 aku juga punya cerita baru, jangan lupa mampir yaa😊

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, komen, dan kritik serta sarannya yaa😘


See u next time🤗


__ADS_2