Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
22


__ADS_3

Puk, puk, puk!


"Jangan natap Dev kayak gitu!! situ ada masalah apa sama Dev?? sini, berhadapan sama Raina yang cantik ini dulu." ucap Raina dengan nada yang galak, gadis itu bahkan memukul pundak Rafly dengan keras sehingga membuat pria itu meringis kesakitan begitupun Devano yang terkejut dengan apa yang di lakukan Raina.


"Apa?!!" Rafly bukannya marah, nyalinya malah menciut melihat wajah Raina yang terlihat menyeramkan namun menggemaskan di saat bersamaan.


Devano yang melihat Rafly hanya terdiam tanpa membalas apa yang di lakukan Raina padanya pun terheran-heran.


"Sayang, jangan galak gitu sama orang yang gak di kenal. ayo, kita harus cek tempatnya dulu kan." Ucap Devano, membawa Raina pergi dari hadapan Rafly.


Tapi yang namanya Raina, gadis itu belum mendapat jawaban apapun mana mau dirinya pergi.


"Ihhh, jangan dulu Dev. Kakaknya tadi jahat udah lihatin Dev kayak gitu, Raina ndak suka! ayo, jawab! kenapa lihatin Dev seperti itu??!" Devano mengusap wajah nya kasar, kenapa gadisnya ini berubah seperti preman pasar?


"Sayang, kamu mungkin salah lihat. Dia gak lagi lihatin aku sayang, kamu cemburu dia lihatin aku?" perkataan Devano membuat Rafly menatap pria itu dengan tatapan jijik.


"Gue masih normal, lo yang gak normal." sinis Rafly.


"huhh, awas ya kalo lihatin Dev kayak gitu lagi. Kalo kedapatan sama Raina, Raina colok matanya!!" ancam Raina, Rafly yang mendapat ancaman dari gadis cantik di hadapan nya bukannya takut malah tersenyum apalagi saat melihat wajah polos gadis itu yang sangat menggemaskan.


Rafly pov


Nama gue Rafly Adyatmaja, dulunya gue sahabatan sama Devano. Tapi itu dulu, sebelum semuanya mengambil orang-orang yang gue sayang.


Sekarang gue sangat membenci Devano, dia adalah penyebab utama meninggal nya kedua orang tua gue.


Hari ini gue berencana untuk membelikan sebuah gaun untuk orang spesial pada hari yang spesial di sebuah butik ternama. Namun, saat di dalam butik itu tanpa sengaja gue bertemu Devano yang juga sedang berada di sana. Jujur, gue sangat merindukan saat-saat kedekatan kami dulu. Tapi karena mengingat kenangan buruk itu, semuanya gue tepis dan menatap laki-laki tidak tahu terima kasih itu dengan tatapan tajam.


Setiap melihat wajah Devano, dendam gue padanya akan semakin besar mengingat naas nya nasib kedua orang tua ku demi menyelamatkan nya.


Gue terkejut saat tiba-tiba seorang gadis cantik dan menggemaskan memukul pundakku dengan tenaga yang lumayan bisa gue rasakan sakitnya.


Gadis itu begitu cantik dengan wajah yang sangat menggemaskan, gue bahkan tidak bisa untuk marah pada gadis yang sudah seenaknya memukul pundak ku itu.

__ADS_1


Yang lebih mengejutkan, gadis itu begitu sangat melindungi Devano bahkan alasannya memukul dirinya karena Devano.


******


Setelah perdebatan panjang, akhirnya Raina setuju untuk pergi bersama Devano dan berhenti mengomeli Rafly.


"Sayang, habis ini kamu mau kemana lagi?" Tanya Devano di sela-sela menyetirnya.


"Raina mau berkunjung ke rumah paman dan bibi, mereka pasti senang kalau tau Raina berkunjung ke rumah mereka." jawabnya antusias.


Tanpa bertanya, Devano pun menyetujui perkataan Raina.


"Ini alamatnya, Raina mau bobo dulu." ucap Raina, memberikan Devano sebuah alamat yang terletak di sebuah pedesaan lalu mencari posisi ternyaman dan terlelap.


Devano yang melihat gadisnya sudah tertidur pun membawa kepala gadis itu agar bisa bersandar di pundaknya.


Setelah dua jam perjalanan, kini Raina dan Devano pun sampai di depan sebuah rumah sederhana namun sangat terlihat asri dan nyaman. udara yang sejuk, dan banyaknya pohon-pohon rindang.


"enghh, kita sudah sampai?? Ayo turun, Raina mau makan mangga rujak buatan tante Dania." ucap Raina, gadis itu bahkan langsung bangun dari tidurnya dan mengabaikan nyawanya yang belum sepenuhnya terkumpul akibat bangun tidur hal itu membuat gadis itu terhuyung tapi untunglah Devano sangat cekatan dengan apa yang di lakukan gadisnya.


"Terimakasih sayang," ucap Raina dengan tersenyum tulus, Devano terdiam dengan apa yang di ucapkan Raina.


Gadis nakal nya itu memanggilnya sayang? Devano tidak dapat membendung rasa bahagia nya itu, sejak awal hubungan mereka Raina tidak pernah sekalipun memanggilnya sayang.


"Kenapa Dev senyum-senyum gitu?" Tanya Raina.


"gak apa-apa, ayo kita masuk." Mereka pun berjalan beriringan menuju rumah itu.


"Assalamualaikum!! Bibi Nini, Raina datang!! Tante, tante, tante ayo dong bukain Raina pintunya!!" Teriak Raina dengan suara cempreng, hal itu membuat Devano terkejut. Ini mereka sedang berkunjung di rumah orang loh, gadisnya malah berteriak seolah-olah sedang berada di hutan.


"Ehh, neng Raina datang tohh. Mbak Dania dan suaminya lagi ada di ladang tuhh, lagi gak ada di rumahnya dia sekarang." ucap seorang tetangga yang sudah mengenal Raina.


Meskipun kedua orang tuanya selalu memantau kegiatan nya dan menyiapkan bodyguard serta pelayan pribadi untuk Raina tapi bukan Raina namanya jika tidak bisa berbuat licik.

__ADS_1


Raina sudah sangat sering kali kabur dari rumah tanpa sepengetahuan keluarganya dan kedua pelayannya. Karena kebiasaan itu juga lah, Raina bisa bertemu dengan Dania dan suaminya Edgard. Raina juga sering kali ikut Dania dan suaminya ke Desa dan bermain di ladang milik mereka.


"Terima kasih bibi, ayo Dev kita ke ladang." ucap Raina lalu menarik tangan Raina menuju ladang milik Dania dan Edgard.


Banyak tetangga sekitar yang melihat kedatangan Raina, itu bukanlah hal yang baru bagi mereka karena gadis itu memang sudah sangat sering datang berkunjung. Namun, yang menjadi pusat perhatian kali ini adalah pria tampan yang hanya menurut setiap kali dirinya di tarik-tarik oleh Raina ke sana kemari.


Selama Raina ke Desa ini, Raina sangat tidak suka di tatap atau pandangi oleh pria manapun jadi melihat wajah antusias Raina saat bersama Devano itu adalah hal yang langka.


Banyak gadis desa yang berdatangan untuk melihat ketampanan Devano, apalagi saat melihat mobil mewah yang mereka kendarai tentu saja membuat para gadis desa semakin antusias.


"Sayang, kamu aja ya yang panggil mereka kesini. aku harus menghubungi orang rumah biar gak khawatir sama kita nantinya." ucap Devano, tanpa berpikir panjang Raina menganggukkan kepalanya lalu segera menyusul Dania dan suaminya di ladang.


Sementara itu, Devano harus kembali ke mobil untuk mengambil ponsel dan menghubungi orang rumah.


Wajah Devano berubah pias melihat banyak nya gadis-gadis desa yang menatapnya dengan tatapan lapar. Dengan segera pria tampan itu mengabari orang rumah dan memutuskan untuk menyusul Raina ke ladang.


"lohh, kok Dev ada disini? tadi katanya mau ngabarin orang rumah?" Tanya Raina bingung.


"udah kok sayang," jawab Devano seadanya.


Raina pun memperkenalkan Devano pada paman dan bibinya. Sesaat saat melihat wajah Dania dan Edgard, Devano seperti tak asing tapi langsung menepiskan pemikirannya itu.


Raina sudah melupakan tujuan nya kesini, gadis nakal itu malah asik bermain di ladang di antara tanaman-tanaman yang tumbuh subur membuat Devano harus ekstra hati-hati mengawasi ruang gerak gadis itu. kalau jatuh kan nanti lecet, mana rela Devano jika gadisnya itu lecet kan.


Bayangin aja ladang nya kayak gitu ya๐Ÿ˜…



******


Jangan lupa like, vote dan komen serta kritik dan sarannya juga yaa๐Ÿ˜‰


See u next time๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2