Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
43


__ADS_3

Sejak kepergiannya dari ruangan rawat Devano, Raina tidak henti-hentinya menangis. Perkataan yang yang di lontarkan Devano benar-benar menyakiti dirinya dan perasaannya. Raina bahkan merasa sudah di khianati selama ini.


Flashback


"Dia siapa? Apa Saya mengenalmu?" tanya Devano, pria itu menatap Raina dengan tatapan bingung.


Raina tidak menjawab apapun, gadis itu berjalan dengan pelan kearah tempat Devano berada. Namun, penolakan yang di berikan Devano membuat langkah gadis itu terhenti.


"D-Dev, ini Raina tunangan Dev. Sebentar lagi Kita menikah Dev, bilang sama Raina kalo sikap Dev sekarang hanya sandiwara. Kenapa Dev bersikap seolah jijik dengan keberadaan Raina?" ucap Raina.


"Saya tidak mengenal Kamu, pacar Saya adalah wanita di sebelah Saya ini. Saya dan Rena akan bertunangan lalu menikah, Kamu jangan pernah mengaku-ngaku sebagai tunangan Saya." jawab Devano.


Fana yang melihat kejadian itu pun tak tega dengan Raina, namun pria itu juga tidak tahu harus berbuat apa. Melihat wajah Raina yang memerah membuat Fana semakin frustasi, ada apa dengan Devano? Kenapa pria itu tiba-tiba bersikap seperti ini?


Fana tahu benar Devano tidak mengalami amnesia atau semacamnya, lalu kenapa Abangnya ini bersikap seperti tidak mengenali Raina?


"Jangan memasang wajah menyedihkan mu itu di depanku," ucap Devano, pria itu sama sekali tidak memandang Raina hal itu membuat Raina sakit.


"Apa, apa Dev benar-benar tidak menyukai kehadiran Raina? Raina bisa pergi, tapi kasih Raina alasan kenapa Dev bisa tiba-tiba bersikap seperti sama Raina? Hiks, Raina ndak tau salah Raina apa, kalo emang Dev tidak menyukai Raina lagi, lalu untuk apa Dev berjanji untuk selalu setia sama Raina? Apa semua janji yang Dev ucapin itu hanya bualan? Apa begitu tidak berharganya Raina di hidup Dev? Jawab Dev, hiks, hiks, Raina mohon jawab hiks. Raina janji akan pergi setelah Dev jawab semua pertanyaan Raina, kasih Raina kejelasan hiks, hiks," tanya Raina, gadis itu masih belum percaya jika Devano berubah seperti ini.


"Ya, Saya tidak menyukai kehadiran Kamu. Pintu keluar ada disana, silahkan keluar." jawab Devano, pria itu bahkan enggan menatap wajah Raina.


Mendengar jawaban Devano membuat Raina kembali menumpahkan air matanya, mungkin benar tidak ada yang abadi di dunia ini. Tidak semua yang indah akan terus indah, bahkan semuanya bisa saja lenyap dalam kedipan mata.


Kali ini, Raina benar-benar sangat kecewa dengan jawaban Devano.


Fana sungguh tidak tega melihat penampilan Raina saat ini, gadis itu terlihat begitu sakit hati atas apa yang Devano lakukan padanya.


"Bang, kenapa Bang Dev bersikap seperti ini sama kakak ipar? Setahu Fana, Bang Dev sangat mencintai Raina. Tapi kenapa sekarang Bang Dev malah bersikap seperti ini?? Dan siapa perempuan ini Bang, Fana sama sekali gak pernah setuju dengan hubungan Abang dengan Rena!! Fana benar-benar kecewa sama Abang!!" ucap Fana lalu pergi untuk mengejar Raina, meninggalkan Devano bersama Rena di ruangan rawat itu.


♧♧♧♧♧


"Hiks, hiks, kenapa Dev lakuin ini sama Raina? Raina salah apa? Kenapa Dev bisa sejahat itu sama Raina," ucap Raina, gadis itu terus saja menangis dan mengabaikan orang di sekitarnya.


"Kakak ipar_"


"Jangan panggil Raina kakak ipar lagi, hubungan Raina dan Dev udah berakhir." ucap Raina, namun suara nya terdengar dingin dan datar.


"Baiklah, tapi Aku yakin Bang Dev pasti gak serius dengan perkataannya. Raina, apa Kau tidak mau berjuang? Aku yakin Bang Dev dan Rena gak ada hubungan spesial apapun. Dan Aku juga yakin kalo Bang Dev masih mencintai Kamu."


"Menurut Aku, apa yang Dia ucapin tadi udah cukup. Aku cukup tau diri, mungkin memang benar gak ada yang benar-benar tulus mencintai Raina selama ini. Ahh, dan ya Aku mau Kamu sampaikan salam perpisahan Raina pada Devano. Bilang sama Dia, jangan pernah mengingat lagi tentang Raina. Karena Aku, Rachel akan membawa Raina pergi jauh dari kehidupannya." Ya, saat ini Rachel tengah mengambil alih tubuh Raina.


Fana jelas saja terkejut mendengar perkataan Rachel, jadi Raina mempunyai alter ego dan parahnya Dia adalah saudari kembar dari Raina.


"K-kamu bukan Raina? Apa yang Kamu lakuin sama Raina??" tanya Fana, pria itu terlihat sangat cemas.


"Gue Rachel, saudari kembar Raina. Sekali lagi Gue ingetin sama Lo, jangan pernah cari Raina lagi. Devano yang udah buang Raina layaknya sampah, oleh sebab itu sampah ini akan mencari tuan yang baru, yang bisa lebih menghargai nya layak nya sebuah berlian." Setelah mengucapkan itu, Rachel pergi meninggalkan Fana yang masih mencerna kata-katanya.


♧♧♧♧♧


"Raina pulang," ucap Raina, gadis itu baru saja sampai di kediaman Aryasetya.

__ADS_1


"Sudah pulang Kamu sayang, bagaimana keadaan Devano? Dia baik-baik aja kan?" tanya Dewi, wanita itu menyambut kepulangan Raina.


"Hiks, hiks, Mama, hiks," bukannya menjawab pertanyaan Dewi, Raina justru menangis di pelukan wanita itu.


"Ada apa Nak? Kenapa Kamu menangis?"


"Ma, hiks, Dev selingkuh hiks, Dev udah ndak sayang sama Raina hiks, hiks," ucap Raina di sela-sela tangisnya.


"Kamu ngomong apa sih Nak, Devano tidak mungkin selingkuh. Papa bisa lihat kok, kalo Dia begitu mencintai dan menyayangi Kamu." ucap Bima yang ikut nimbrung dalam pembicaraan isteri dan anaknya.


"Ndak Pa, Dev bilang sendiri kalo Dev ndak sayang sama Raina. Bahkan Dev ngenalin pacarnya sama Raina, hiks, Raina sedih Pa hiks, hiks, Dev ingkar janji!! Dev udah khianatin Raina, hiks, hiks, Papa Raina mau pergi aja hiks, Raina ndak mau tinggal disini lagi, Raina ndak mau tinggal di satu Kota sama Dev, ijinin Raina pergi Papa hiks, hiks, hiks," tangan Bima mengepal mendengar perkataan Raina.


"Hehh, Kamu tidak boleh berkata seperti itu Sayang. Kalo Kamu pergi, siapa dong yang jahilin Mama?" ucap Dewi, wanita itu turut sedih mendengar perkataan Raina. Dewi tentu saja sangat marah, namun Dia tidak ingin menunjukkan nya pada Raina. Wanita itu tidak ingin Raina bertambah sedih.


"Ndak Mama, Raina udah putusin buat pergi."


Dewi dan Bima menatap punggung Raina yang menjauh dengan tatapan sendu.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Devano tiba-tiba bersikap seperti itu pada Raina? Dia seperti bukan Devano yang Kita kenal." ucap Bima, yang di setujui Dewi.


"Benar Pa, Kita harus menyelediki ini. Aku tidak mau melihat putri Kita terus bersedih seperti ini." ucap Dewi.


Sedangkan di kamarnya, Raina sedang berbicara dengan pantulannya di cermin atau lebih jelas nya Rachel.


"Kak, apa yang harus Raina lakukan? Dev ninggalin Raina gitu aja dan lebih memilih perempuan lain, Dev udah mencampakkan Raina, tapi kenapa Raina masih juga belum percaya atas apa yang terjadi. Raina harap ini semua hanya mimpi." ucap Raina.


"Raina, semuanya bukan mimpi. Dev udah buang Lo, sekarang turutin Gue. Pergi dari sini, Kita bisa mulai lagi semuanya dari awal."


Raina sudah berpikir dengan matang, bahwa dirinya akan kembali kabur dari rumah. Saat semuanya sudah tertidur, dengan diam-diam Raina pergi meninggalkan rumah kediaman keluarga Aryasetya.


Raina teringat, bahwa dirinya tidak mempunyai uang sepersen pun. Bima memang menyediakan dirinya buku rekening, saldonya pun cukup untuk menghidupi dirinya untuk beberapa tahun kedepan. Namun, Raina masih enggan memakai kartu itu, sebab orang tuanya pasti bisa melcaknya.


Raina melirik cincin yang beberapa bulan ini selalu tersemat di jari manisnya. Cincin pemberian Devano.


Dev sudah membuang Raina, jadi untuk apa Raina tetap menyimpan cincin ini." batin Raina, gadis itu pun melangkah ke pertigaan jalan yang terdapat pos kampling.


Karena hari sudah sangat larut, Raina pun memutuskan untuk tidur disana.


Saat pagi tiba, Raina dengan segera pergi dari kawasan rumahnya. Tujuan Raina saat ini adalah toko perhiasan, gadis itu pun mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan terbesar. Di dalamnya terdapat toko perhiasan yang harganya fantastis.


"Kakak, Raina mau jual cincin berlian, apa bisa?" tanya Raina pada seorang penjaga toko.


"Tentu saja bisa, mari masuk. Saya akan memanggil rekan saya dulu untuk melihat jenis perhiasan anda." jawab penjaga toko tersebut.


Setelah berbincang-bincang dan melakukan penawaran, cincin pemberian Devano berhasil Raina jual dengan total harga Rp500 juta.


"Terimakasih atas kunjungannya Nona, sampai jumpa lagi." ucap pegawai toko saat Raina usai menyelesaikan transaksi nya.


Lagi-lagi, Raina berjalan tanpa ada arah tujuan yang jelas. Gadis itu sangat ingin menghubungi ketiga sahabatnya, namun takut keluarganya akan tau tentang keberadaannya.


"Ahhh, Raina sangat lapar. Sudah lama Raina ndak makan bakso, Raina mau makan bakso ahh." ucap Raina, gadis itu dengan semangat berjalan ke arah kedai bakso.

__ADS_1


Saat Raina asik menikmati makanannya, sangat berbeda dengan kediaman Aryasetya yang heboh akibat menghilangnya Raina.


Bima sangat marah saat mengetahui hal itu, semalam dirinya kecolongan dan berakibat Raina berhasil melarikan diri.


"Pa, hiks, hiks, kemana perginya putriku? Ayo, cari Raina Pa!! Cepat cari Raina!! Mama mau Raina ada disini!" ucap Dewi dengan histeris, wanita itu sangat sedih saat mengetahui putri kesayangan nya memilih pergi dari rumah.


"Nyonya, Tuan, Kami menemukan surat yang di kamar Nona muda!!" teriak Saras, pelayan itu berjalan dengan cepat dan memberikan sebuah surat yang di tulis Raina sebelum dirinya pergi.


To Mama, Papa dan Kakak


Hai Mama, Papa, kak Revan, saat kalian membaca surat ini, itu artinya Taina sudah pergi.


Apa kabar kalian, maafin Raina yaa karena udah main kabur-kaburan lagi, heheh.


Kalian tidak perlu mengkhawatirkan Raina, Raina akan baik-baik saja. Maafin Raina yang belum bisa jadi anak yang baik untuk kalian. Jangan cari Raina, Raina pasti akan kembali. Raina hanya ingin menenangkan diri dan pikiran, Raina sangat mencintai Kalian semua. Jangan pernah lupakan Raina yaa, Raina akan selalu sayang kalian.


Raina pasti akan pulang, tapi bukan sekarang. Doain ya, semoga Raina bisa dapat jodoh yang jauh lebih baik😁


I love you all💓


Raina


Dewi memeluk suaminya dengan erat, dirinya belum siap untuk berpisah dengan Raina, namun apa yang putrinya itu lakukan, pergi meninggalkan Mereka yang begitu menyayanginya.


"Tuan, ini masih ada 1 lagi. Kemungkinan ini untuk Tuan Devano."


"Dan Tuan Fana, Nona juga menuliskan surat untuk Anda."


Fana menerima surat yang di berikan Saras,


Untuk Fana, si Kaleng Kerupuk


Raina minta maaf ya udah selalu buat Fana marah, kesal dan sebagainya. Makasih juga karena Fana udah mau jadi teman Raina, Raina pamit yaa. Raina mau titip pesan, tolong jagain Dev untuk Raina yaa. Bilang juga sama Dev, kalo Raina sangat mencintainya. Dalam hidup Raina, hanya Dev yang akan menjadi pendamping hidup Dev, tapi kalo Dev tidak menginginkan lagi, Raina bisa pergi seperti saat ini.


Fana, Raina ndak tau kapan akan kembali. Tapi, berjanji lah Fana meskipun Raina ndak ada disini, Fana harus membimbing Dev agar ingat lagi sama Raina.


Fana, mungkin ini aneh. Fana juga pasti ndak ngerti sama maksud Raina apa, tapi Raina punya firasat. Dev yang Kita temuin itu bukan Dev, doain Raina ya biar bisa nemuin Dev yang asli.


Huhh, Raina cape nulis nya. Raina pergi dulu yaa, sampai bertemu lagi Fana,


Salam sayang,


RAINA


Gimana dengan part ini? gk ada yang nangis kan yaa? author sedikit sihh😅


Oh iya, tolong beri tanggapan yaa menurut Kalian Raina balik sama Dev atau gak?


Jangan lupa vote, like , komen dan rate bintang 5 yaa🥰


See u next time🤗

__ADS_1


__ADS_2