Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
36


__ADS_3

"Hay, Gue boleh minta id line Lo gak?" sapa Albert, hal itu membuat semua yang berada di ruangan itu terkejut. Mereka sangat tau, Albert adalah tipe orang yang sangat sulit untuk dekat dengan perempuan, bahkan dengan teman-teman dekatnya pun Albert lebih banyak diam.


Namun lihatlah sekarang, pria dingin itu justru menunjukkan ketertarikan nya pada Raina. Hal itu tentu saja membuat Devano harus menahan cemburu, bagaimanapun Raina adalah tunangannya, gadis nakal yang di cintainya, sedangkan Albert adalah teman dekatnya, jadi lah Devano hanya bisa menahan rasa cemburu.


"Ihh, jangan pegang-pegang Raina ndak suka!" tolak Raina saat Albert yang kini sudah duduk di sofa sebelahnya.


"Kamu cantik, Saya suka." ucap Albert, mengabaikan penolakan yang di berikan Raina.


Puk


Suara tepukan keras mendarat di kepala Albert, dan pelakunya sekarang malah sibuk bersandar di bahu Devano. Ya, pelakunya adalah Raina. Gadis itu menimpuk kepala Albert dengan bantalan sofa, yang di lakukan Raina membuat semuanya terdiam.


"Bar-bar juga nih cewek,"


"wahh, gilee sihh timpuknya gak elit banget sampe nyungsep gitu."


"Bro, Lo gak lecet kan?"


Suasana menjadi hening seketika, apalagi saat Albert kembali memasang wajah datarnya.


"Kau, kenapa menimpukku?!" Ucap Albert.


"Dev, maaf yaa Raina kemarin lupa kalo ulang tahun Dev udah lewat. Ini, tadi Raina beli hadiah buat Dev sebelum kesini." Raina kembali mengabaikan kehadiran teman-teman Devano, gadis itu justru memberikan sebuah paperbag berisi jam tangan yang sudah di beli nya sebagai hadiah ulang tahun Devano.


"Terima kasih sayang, Kamu tidak perlu melakukan semua ini. Kamu tetap ada buat Aku dan nerima semua kekurangan Aku aja Aku udah senang. Sekali lagi makasih yaa." ucap Devano, pria itu tentu saja sangat senang mendapatkan hadiah dari tunangannya.


Sedangkan itu, Albert yang melihat tingkah romantis antara Raina dan Devano menatapnya tak suka. Sepertinya pria datar itu benar-benar telah jatuh hati pada pesona Raina.


"Van, Dia buat Gue aja." pinta Albert, ucapannya itu membuat keempat temannya membola karena terkejut.


"Maksud Lo apa ngomong gitu?? Apa Lo gak tau, cewek yang Lo maksud itu calon isteri Gue?!" Ucap Devano tak terima mendengar permintaan Albert.


"Dev, ayo Raina mau makan eskrim banyak-banyak. Dev harus beliin Raina sekarang juga." ucap Raina, gadis itu tidak memperdulikan sekitarnya sama sekali.


Dengan sifat manjanya, Raina lebih memilih bersandar di dada bidang Devano. Mengabaikan Albert yang selalu menatapnya dengan penuh ketertarikan.

__ADS_1


Albert nekat memegang pergelangan Raina, hal itu membuat gadis itu terkejut.


"Ahhh, kakak nya ngapain pegang-pegang tangan Raina?! ihhh, lepas ndak?!! Raina ndak suka huhh!!" respon yang di berikan Raina membuat Albert tersenyum kecut.


Devano semakin menatap Albert penuh dengan tatapan permusuhan.


"Fana, Kamu ajak Raina ke kamar Diva dulu yaa." perintah Devano pada Fana.


"Sayang, Kamu ikut Fana dulu. Aku masih ada yang harus di omongin sama Mereka." lanjut Devano pada Raina.


Tanpa menjawab apapun, Fana dan Raina menyetujui perkataan Devano.


Setelah keduanya benar-benar pergi, suasana di ruangan itu berubah sangat menegangkan. Mereka tau Devano adalah pria yang pencemburu, bahkan dirinya tidak segan menyakiti orang yang berani melirik gadisnya.


"Kau?! Apa maksudmu berkata seperti itu hah?!! Lo gak tau, Raina itu tunangan Gue! Dan Gue gak akan biarin siapapun buat dapetin Dia selain Gue!!" Marah Devano, pria itu sudah menahan amarahnya karena Raina di dekatnya.


"Kalo Gue bilang Gue suka sama cewek Lo gimana?" tanya Albert dengan tersenyum miring.


Albert dan Devano sudah berteman dekat sejak duduk di bangku SMA. Albert selalu menjadi alasan Devano putus dengan pacar-pacar nya. Setiap kali Devano dekat dengan perempuan, maka Albert akan mendekati nya dan membuat hubungan mereka berakhir. Hal itu berlanjut hingga hubungan Devano dan Tamara juga berhasil di hancurkan Albert.


Albert tidak jahat, Dia juga bukan pengkhianat atau teman makan teman. Albert hanya ingin yang terbaik untuk Devano, pria itu sengaja menggoda semua perempuan yang dekat dengan Devano hanya untuk melihat kesetiaan dan keseriusan mereka pada Devano.


Devano bukannya takut Albert berhasil kembali merebut Raina dari dirinya, pria itu hanya takut Raina akan tidak menyukai keberadaan Albert dan malah membuat teman nya itu menderita.


"Dev!!!" mendengar namanya di panggil, Devano menoleh ke arah tangga dan mendapati Raina dengan tatapan kesal nya. Pria itu menghela nafas pelan, pasti bertengkar dengan Fana.


"Huhuhu, Dev si Kaleng Kerupuk itu menyebalkan! Dia selalu buat Raina kesal, lihat itu Dia memakan semua keripik Raina." adu Raina, kan benar pemikiran Devano.


"Ya sudah, nanti Kita beli lagi yaa." ucap Devano.


"Tapi, Dev harus tepat janji dulu." Devano menghela nafas pelan, gadis nya ini tidak akan diam sebelum permintaannya di penuhi.


Seperti sebelum-sebelumnya, Raina tidak pernah mau memakan eskrim hanya dengan 1 varian rasa saja. Devano, Vero, Vino, Riky dan Albert harus menghabiskan sisa eskrim yang di pesan Raina.


*****

__ADS_1


"Hiks, hiks, hiks, jahat banget sihh semuanya hiks, Dev juga jahat ninggalin Raina sendiri hiks, hiks, Raina benci semuanya!!" Saat ini Raina sedang sendiri di rumah kediaman Aryasetya dan hanya di temani kedua pelayannya Mayang dan Saras.


Beberapa saat yang lalu, Devano baru saja mengantarkan nya pulang ke rumah. Raina bersikeras untuk membuatkan pria itu minum, saat di dapur tanpa sengaja Raina menyenggol air panas hingga jatuh ke tubuh Shakira yang tiba-tiba saja berada di hadapannya.


Karena ketidak sengajaan nya itu, Raina menjadi sasaran kemarahan keluarganya dan Devano. Mereka salah paham dan menuduh Raina sengaja melakukan nya karena ketidaksukaan Raina pada Shakira. Mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa Shakira sengaja menyenggol tangan Raina hingga air panas itu terjatuh dan mengenai dirinya.


Akibatnya, Devano dan keluarganya lebih memilih mengantarkan Shakira ke rumah sakit dari pada mendengarkan pembelaannya.


"Nona, pelayan ini percaya bahwa Nona sama sekali tidak bersalah. Nona yang sabar yaa, Kami yakin setelah ini Mereka pasti akan meminta maaf pada Nona." ucap Mayang, wanita ini tidak tega melihat wajah sedih dari nona nya.


Sudah sangat lama Mayang tidak melihat Raina menangis dan sedih seperti ini, begitupun dengan Saras. Wanita itu sudah sangat kesal dengan kelakuan Shakira dan mamanya, selalu berlagak sok jadi tuan rumah dan menindas para pelayan.


"Nona, percaya lah pelayan ini yakin tuan Devano tidak mungkin bisa benar-benar marah pada Nona." ucap Saras.


"Hiks, kalian ndak perlu berusaha menghibur Raina. Hiks, Raina mau pergi aja hiks, " tanpa mendengarkan teriakan kedua pelayannya, Raina berlari keluar meninggalkan kediaman keluarga Aryasetya.


Mayang dan Saras jelas saja di buat panik dengan kepergian Raina, apalagi dengan kondisi gadis itu yang sedang sedih. Tanpa berfikir panjang, Mayang memutuskan untuk menghubungi Devano.


Devano yang mendapat kabar dari Mayang seketika panik di buatnya, selama ini Raina sangat jarang sekali bersedih ataupun mendapatkan kemarahan dari siapapun. Tapi hari ini, semua orang memarahi dan menuduhnya yang sudah mencelakai Shakira, Devano berharap agar Raina segera di temukan. Devano menyesal sudah membentak dan ikut menuduh Raina, seharusnya dirinya mempercayai gadis itu.


Sedangkan di tempat lain, Raina berjalan tanpa tahu arah. Menaiki setiap Bus yang berhenti kemudian turun di perhentian selanjutnya, begitu terus sampai gadis itu lelah melangkahkan kakinya.


Tanpa sadar, Raina berada di pinggir danau yang airnya sangat jernih. "Raina ndak salah, tapi kenapa Mereka semua nyalahin Raina? Hiks, Kak Rachel, Raina kangen." Raina pingsan di tepi danau dengan posisi meringkuk.


"Raina, bangun Raina. Lo gak boleh lemah, Raina bangun!! Lo gak pernah sendiri Raina, Gue selalu ada dalam diri Lo." ucap seseorang dalam mimpi Raina.


"Kak Rachel? Ini benar-benar kak Rachel? Huaaa, Raina kangen kak Rachel hiks, Mereka semua jahat kak hiks, Mereka ndak mau dengerin perkataan Raina, Mereka nuduh Raina yang udah nyiram Shakira dengan air panas," adu Raina, gadis ini terlihat seperti anak kecil yang sedang mengadu pada ibunya. Ya, yang berbicara adalah Rachel. Lebih tepatnya, jiwa Rachel yang ingin selalu melindungi adik nakal nya.


"Raina, ingat ya Gue gak pernah jauh dari Lo. Gue ada disini, Gue akan selalu lindungin lo. Meskipun raga Gue udah gak ada, tapi jiwa Gue selalu ada disini." ucap Rachel, menunjuk ke dada Raina.


"Jangan menyerah Raina, hadapi Mereka. Ingat, Gue ada di hati Lo. Kapan pun Lo butuh bantuan, sentuh dada Lo, sebut nama Gue dan Gue akan bantuin Lo. Lo gak sendiri Raina, Devano tulus sama Lo. Dan Gue yakin, saat ini Dia cemas nyariin Lo." lanjut Rachel, perlahan tubuh Rachel menghilang.


"Kak Rachel?!!" Raina tersadar dari pingsan nya dan menyadari dirinya masih berada di tepi danau.


Jangan hujat Devano ya, hujat aja Shakira, kan Dia licik😎

__ADS_1


Jangan lupa juga buat like, vote, komen, kritik dan sarannya juga dan pastinya rate bintang 5 yaa😁


see u next time😘


__ADS_2