Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
55


__ADS_3

"Dev, Raina mau main sama sahabat-sahabat Raina, boleh yaa?" Pinta Raina, Devano tampak berfikir untuk mengizinkan Raina.


Devano sangat ingat terakhir kali gadis nakal nya itu bermain dengan Rara, keesokan nya dirinya harus menghadapi permintaan aneh gadis itu.


"Gak boleh," jawab Devano pada akhirnya membuat Raina memberenggut kesal.


"Pelit ihh, Raina ndak suka." Ucap Raina merajuk, membuat Devano gemas dengan ekspresi wajah gadisnya itu.


Devano terus saja mendiamkan Raina, hingga gadis itu tidak tahan. Dengan satu gigitan dari Raina, Devano berteriak kesakitan akibat gigitan gadis itu. Raina dengan brutalnya menggigit lengan Devano hingga meninggalkan bekas.


"Awww! Sayang, apa Kau sudah berubah menjadi Vampir hehh?! Gigitan mu sakit juga, bagaimana kalau Aku balas gigit bibir Kamu aja?"


"Awww! Kenapa Kau berubah garang seperti ini Sayang?!" Lagi-lagi Devano meringis kesakitan saat cubitan jari-jari jemari lentik Raina mendarat mulus di lengannya.


"Dasar mesum!" Ucap Raina sambil berlalu meninggalkan Devano dan menuju meja makan. Semua keluarga sudah berkumpul, termasuk Revan yang baru saja pulang sehabis menerima kabar bahwa Shakira kembali ingin menempati kamar Raina.


Selama ini, Revan tidak mengizinkan siapapun untuk masuk ke kamar itu terkecuali Mayang dan Saras yang memang di tugaskan untuk selalu melayani Raina termasuk menjaga serta merawat kamar itu selagi Raina tidak ada.


"Kakak!!" Teriak Raina saat melihat Revan duduk di samping Bima.


Revan terkejut saat melihat Raina kini berada di hadapannya, namun tak ayal senyum di wajah pria itu muncul saat melihat adik kesayangan nya dalam keadaan baik-baik saja.


"Sayang, jangan lari-lari." Ucap Devano yang baru saja berhasil mengejar langkah Raina hingga ke meja makan.


"Hahahah, Raina sangat-sangat merindukan kakak!! Apa kakak tau, mRaina bahkan tidak bisa tidur saat merindukan mu!" Ucap Raina, membuat Revan juga ikut tertawa.


"Kemana aja Kamu Dek? Apa Kau tau, kakak benar-benar sangat sedih saat Kamu pergi. Jangan pergi lagi yaa." Ucap Revan, memeluk Raina dengan sangat erat. Revan terus saja menatap Devano dengan tatapan datarnya.


"Kenapa kakak menatap Dev seperti itu? Jangan marah sama Dev ya, Dev ndak salah. Dev juga akan tinggal bersama Kita sampai semua masalah nya selesai."


"Sudah-sudah, ayo Kita makan sebelum semua makanan nya menjadi dingin dan tidak enak untuk di makan lagi." Ucap Dewi membuat semuanya menurut.


Selama di meja makan, Raina terus saja memperhatikan gerak gerik Shakira, membuat gadis itu menjadi gugup dan salah tingkah.


"Mama, boleh pinjam pisaunya ndak? Raina mau kupas buah." Ucap Raina, Dewi memberikan sebuah pisau kecil pada Raina.


Sengaja atau tidak, Raina mengarahkan pisau itu ke kulitnya sendiri, mempraktekkan bagaimana dirinya menggores lengan Shakira siang tadi. Meskipun tidak menyentuh kulitnya, Raina cukup senang melihat wajah Shakira yang memucat.

__ADS_1


"Sayang, apa mau Aku kupasin buahnya?" Tanya Devano yang di jawab gelengan oleh Raina.


♡♡♡♡♡


"Makasih Dev, Raina janji akan pulang sebelum makan malam. Dev bisa jemput Raina di rumah Rara jika Raina belum pulang,"


"Baiklah, tapi Kamu harus janji yaa. Jangan ikutin apa yang Mereka ajarin ke Kamu. Apalagi Rara, Dia kebanyakan nonton drakor jadi otaknya rada eror. Aku gak mau Kamu ikutan eror seperti Dia." Ucap Devano memberi petuah pada Raina.


Ya, dengan bujukan mautnya akhirnya Raina berhasil mendapatkan izin dari Devano untuk bertemu ketiga sahabatnya.


Sebenarnya Devano sangat tidak rela mengizinkan Raina, tapi karena dirinya harus melakukan pergerakan dalam rencana selanjutnya, sebaiknya Raina bersama ke tiga sahabatnya dulu.


"Halo everybady!!" Ucap Raina saat memasuki rumah Rara dan melihat ketiga sahabatnya sudah berkumpul disana.


"Ehh ada kang kiss, ayo sini!" Sahut Rara, membuat Namira dan Siska menatap gadis itu dengan tatapan tajam.


"Rara!!"


"Hehehe, ampun dahh. Becanda aja Gue, serius banget sih kalian."


Raina menatap ketiga sahabatnya dengan tatapan berbinar.


"Ada apa lagi sama Dia? Dia gangguin Lo lagi? Dari awal juga cuma jadi parasit, gak guna Lo nanggapin Dia. Mending, sekarang lo cerita tentang kemarin. Lo di kasih kiss gak sama Devano?" Lagi lagi perkataan Rara membuat tangan Siska gemas untuk tidak menabok mulut lemes sahabat nya yang satu itu.


"Lo bener-bener yaa, bingung Gue isi kepala Lo itu apa aja isinya." Ucap Siska dengan pelototan tajamnya.


"Hehehe, Gue kan cuma nanya. Sensi banget sih Lo pada sama Gue." Ucap Rara, membuat Namira dan Siska memutar kedua bola mata Mereka dengan malas.


"Udah dong Beb, jangan marah-marah mulu. Nanti cepat tua loh, emang mau cepat tua? Nanti kalo Kamu tua, Aku cari daun muda lohh." Ucap Qinzo pada Namira, membuat gadis itu bertambah kesal.


"Lo doain Gue cepat tua?! Lo udah bosen sama Gue?! Udah pergi aja sono Lu!! Cari tuh daun muda yang banyak, Gue juga bisa dapetin brondong yang banyak!" Balas Namira dengan nada ngegas, membuat Raina pusing mendengarnya.


Ingat kan Namira jika sahabat nya yang satu ini sangatlah polos, dan akan dengan cepat belajar apa yang di dengar dan di tangkap oleh penglihatannya. Perkataan Namira dengan cepat di cerna oleh gadis itu membuat Raina pusing karena tidak mengerti arti dari perkataan Namira.


"Qinzo kok jahat sih sama Namira? Namira gak salah padahal, kok di doain supaya cepat tua? Coba aja Qinzo itu pacar nya Raina, udah Raina masukin Qinzo ke kandang macan." Ucap Raina, membuat semuanya menoleh kepada gadis polos itu.


"Lo emang mau jadi pacar Gue? Gak ppa deh Gue gak dapat Namira, sama Lo juga Gue gak ppa." Ucap Qinzo dengan tatapan berbinar membuat Namira semakin menatap pria itu dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


"Ndak mau, Raina ndak mau jadi pacar Qinzo. Kalo nanti Dev nyari daun muda, emang Qinzo mau tanggung jawab?!" Jawab Raina, membuat semuanya lagi-lagi di buat terdiam dengan perkataan gadis itu.


Kali ini sasaran tatapan tajam Siska adalah Namira, gadis itu bahkan tidak segan menarik kuping sahabatnya hingga mengaduh kesakitan.


"Udah Gue bilang kan, jangan ngomong yang gak bener di depan Raina! Tanggung jawab Lo ya kalo nih anak makin menggila!" Ucap Siska dengan ekspresi wajah yang kesal.


"Ya maaf, Gue gak sengaja dahh sumpah." Ucap Namira dengan nada sedikit menyesal.


"Daun muda itu apa? Brondong juga apa? Raina mau nyari brondong ahhh." Namira meneguk salivanya dengan susah payah saat mendengar rentetan pertanyaan Raina.


Habislah sudah riwayat gadis itu jika Devano tau, tinggal hitungan jam saja setelah itu dirinya akan menjadi sasaran selanjutnya kemarahan Devano.


"Sis, bantuin Gue dong." Ucap Namira dengan ekspresi wajah yang mengenaskan.


Siska juga bingung harus berkata apa lagi, jika berbohong tetap saja Raina akan terus bertanya sampai pertanyaannya itu terjawab.


"Lo mau tau daun muda itu apa?" tanya Rara yang di jawab anggukan semangat oleh Raina.


"Brondong juga? Lo yakin mau nyari brondong? Gak takut Devano marah?" Tanya Rara lagi.


Mendengar perkataan Rara membuat wajah Siska dan Namira berubah pias. Pikiran Rara itu sedikit tidak beres, namun untuk menghentikan gadis itu berbicara sudah terlambat. Raina akan terus mendesak sampai Rara berbicara.


"Daun muda itu, cuma istilah aja. Padahal mah itu sama aja dengan cewek yang lebih muda, fresh dari kita. Dan brondong? Itu juga cuma istilah, intinya kalo gak dapat yang dewasa kita bisa milih yang umurnya lebih muda dari kita."


"Yang, Aku boleh gak nyari brondong?" Tanya Rara pada Rafly yang sedari tadi hanya diam, pria itu menatap sang pujaan hati dengan tatapan datar.


"Boleh," jawab Rafly pada akhirnya.


"Serius? Aku boleh nyari brondong?"


"Iya Sayang, kamu boleh kok nyari 1 brondong. Tapi setelah itu, Aku cari 10 daun muda." Rara mengatupkan mulutnya raoat-rapat.


"Wahhh, Raina mau pulang dulu yaa." Pamit Raina secara tiba-tiba.


"Ada apa? Kok cepat banget pulang nya? Lo baru aja datang lohh." Ucap Namira.


"Raina mau minta izin dulu sama Dev, Raina mau nyari 10 brondong hihihi,"

__ADS_1


Gubrak


Namira dan Siska pingsan bersamaan mendengar perkataan Raina.


__ADS_2