
Raina tidak bisa percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini, sosok yang selama ini di rindukannya sedang terbaring lemah dengan selang-selang yang menancap di tubuhnya.
"D-Dev??" ucap Raina, gadis itu tidak bisa menutupi rasa terkejutnya sama sekali. Baru saja diri nya melihat Devano sedang bercanda ria bersama Rena, lalu bagaimana bisa pria itu sekarang sedang terbaring lemah?
"Apa yang sebenarnya terjadi? Yang di ruangan tadi Dev dan Rena, dan disini juga ada Dev?? Kenapa Dev yang disini sekarat seperti ini, tolong jelasin sama Raina!" lanjut Raina, menatap Rafly yang menatapnya dengan tatapan kosong.
Karena bingung harus menjelaskan apa, Rafly hanya diam mengabaikan perkataan Raina.
"Hiks, hiks, apa hiks, yang sebenarnya terjadi? Hiks, Raina butuh penjelasan dari kalian semua!!"
"Bibi, tolong jelasin mana Dev yang asli? Bukan dari keduanya kan? Tolong jelasin hiks sama Raina, Raina mau jawabannya sekarang! Kenapa Dev ada dua?!!"
Dania merasa dirinya tidak berhak memberitahukan semuanya pada Raina, tapi dirinya harus memberi tahu gadis itu hal yang perlu di ketahuinya.
"Raina, Kamu harus sabar yaa. Yang di dalam itu adalah Devano yang asli, dan yang melupakan Kamu itu bukan Devano nak. Devano yang akan menjelaskan semuanya sama Kamu nanti, sekarang Kita hanya perlu berdoa semoga Dia bisa melewati masa kritisnya." ucap Dania, perkataannya bagai sebuah hantaman yang keras bagi Raina.
"J-jadi, selama ini Raina yang udah salah hiks, Raina udah tega ninggalin Dev dan benci Dev, hiks, hiks, maafin Raina Dev, maafin Raina,"
"Kakak ipar, Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Bagaimana pun juga, orang palsu itu yang udah bohongin Kita semua. Dia dengan berani ngaku-ngaku sebagai Bang Devano, dan nyakitin perasaan Kamu. Kamu sama sekali gak salah, jangan salahin diri Kamu sendiri seperti ini." ucap Fana.
Fana juga begitu terkejut saat mengetahui faktanya, pria itu lantas mengingat surat yang di tuliskan Raina sebelum kepergiannya. Sebenarnya sejak awal gadis itu tidak mengenal Devano sama sekali, pantas saja gadis itu terlihat baik-baik saja saat dirinya membahas Devano tadi.
"Dengan keluarga pasien?" tanya seorang Dokter yang tadi menangani Devano. Semua pun berbalik menatap Dokter itu.
"Saya adiknya, bagaimana dengan keadaan Abang Saya Dokter?" Jawab Fana.
"Tadi kondisi nya sempat kembali memburuk, sepertinya ada orang yang tidak menginginkan pasien sembuh. Setelah Kami memeriksanya, di cairan infus nya terdapat racun. Bersyukurnya racun itu belum menyebar ke tubuhnya, Kalian tidak perlu khawatir lagi sebentar lagi pasien akan sadar." ucap Dokter itu, perkataannya membuat semuanya menghela nafas lega mendengarnya.
"Raina, ayo temuin Devano. Dia sangat merindukan Kamu Raina, bahkan saat pertama kali membuka matanya Dia hanya mencari Kamu. Dia begitu terpukul saat tau Kamu pergi dari rumah karena Dia yang menghilang, Kami semua tidak tega jika harus jujur alasan sebenarnya. Ayo Raina, temui Dia sekarang." ucap Namira.
__ADS_1
"Iya Raina, mungkin aja setelah dengar suara Lo Devano bakalan cepat bangun." sahut Rara.
"Udah, Lo gak usah sok malu-malu kucing di situ. Buru sana masuk, atau Lo mau Devano Gue rebut?!" ketus Siska, Raina mendengus mendengarnya, sahabat nya yang satu ini sangat suka merusak suasana.
Dengan langkah pelan Raina mulai memasuki ruangan rawat Devano, pria itu tengah terbaring lemah. Raina tak kuasa menahan isak tangisnya saat melihat keadaan Devano yang sekarang.
"Dev, hiks, hiks, bangun Dev hiks, maafin hiks Raina karena udah ninggalin Dev hiks, hiks, semua ini karena Dia Dev hiks, Dia ngaku-ngaku sebagai Kamu hiks, hiks, Dia juga udah nyakitin perasaan Raina hiks, hiks," tangis Raina pecah saat sudah berada dekat dengan Devano, tanpa gadis itu sadari jari-jemari Devano mulai bergerak dan Fana menyadarinya.
"Kakak ipar lihat, Bang Dev udah mulai sadar!" ucap Fana membuat semua mata tertuju pada Devano yang masih terbaring lemah namun mulai menggerakkan anggota badannya.
"Hiks, hiks, Dev akhirnya bangun, hahah, Raina seneng hiks, hiks,"
"Sa-sayang, hei kalo nangis ya nangis aja jangan sambil ketawa juga. Aku gak mau calon isteri Aku di bilang gila." ucap Devano, pria itu sangat senang saat terbangun orang yang pertama dilihatnya adalah Raina.
Raina mencebikkan Bibirnya kesal mendengar perkataan Devano, dirinya kan hanya kelewat bahagia karena Devano akhirnya sadar tapi malah di bilang orang gila.
"Hahahah, Aku bercanda sayang. Ayo kemari, Aku sangat merindukan mu." ucap Dev, menarik pergelangan tangan Raina agar mendekat padanya.
"Ini beneran Dev yang asli kan? Bukan yang palsu lagi lagi kan?" tanya Raina dengan memasang wajah polosnya.
"Ini beneran Aku sayang, Devano tunangan Kamu, calon suami Kamu. Kenapa Kamu ngomong gitu? Apa ada yang pernah ngaku-ngaku sebagai Aku?" jawab Devano, pria itu hanya mengetahui penyebab kecelakaan nya dan tidak mengetahui bahwa ada yang sudah mengaku-ngaku sebagai dirinya dan penyebab utama gadisnya pergi.
"Dev, jangan bahas itu dulu. Sekarang, Raina hanya mau sepeti ini. Raina sangat senang saat mengetahui keberadaan Dev, tapi Dev juga harus jelasin kenapa Dev bisa kecelakaan, dan kenapa Dev ndak pernah hubungin Raina?"
Devano tersenyum mendengar perkataan Raina, bagaimana reaksi yang di tunjukkan Raina jika gadis itu tau siapa dalang dari kecelakaan nya.
"Sayang, apa Kamu akan selalu percaya sama Aku?" tanya Devano, tanpa ragu Raina menganggukkan kepalanya.
"Saat perjalanan waktu itu, Aku dapat kabar bahwa mobil yang Aku tumpangin udah di sabotase. Rem nya di buat blong, tapi naasnya tepat setelah mendapat kabar itu kecelakaan pun terjadi. Aku sedih banget waktu itu, Aku pikir mungkin gak bisa ketemu Kamu lagi. Tapi untungnya, Bibi Dania dan suaminya datang tepat waktu hingga bisa nyelamatin Aku."
__ADS_1
"Akibat dari kecelakaan itu, Aku mengalami koma selama 1 minggu. Aku sempat sadar beberapa hari, namun kembali drop dan kritis. Bibi Dania dan Paman Arnold yang setia nemenin dan jagain Aku, dan saat Aku sadar kembali Mereka bilang Kamu udah pergi dan itu membuat Aku hancur sayang. Aku gak bisa tenang sebelum dapatin kabar kalo Kamu baik-baik aja."
Devano menjelaskan semuanya, pria itu juga tau dalang dari kecelakaan nya tapi masih enggan untuk memberitahu Raina selagi gadis nakal itu tidak menanyakannya.
"Dev, siapa dalang dari semuanya? Dev pasti udah tau kan siapa dalangnya?" tanya Raina namun Devano lagi-lagi terpaksa berbohong dan mengatakan belum mengetahuinya.
Raina tau Devano sedang menyembunyikan sesuatu darinya, tanpa pria itu beritahu pun Raina sudah tau siapa dalang utama nya.
"Dev, Raina udah lama ndak nakal." ucap Raina tiba-tiba, hal itu membuat semua tatapan tertuju pada gadis itu.
"Lalu? jangan bilang Kamu mau nakalin salah satu di antara Kita yaa." sahut Fana, pria itu sudah bergidik membayangkan menjadi sasaran kenakalan Raina, begitupun dengan yang lain. Mereka sangat tahu bagaimana Raina saat berbuat nakal, garam tidak pernah lepas dari gadis cantik yang satu ini.
"Hahaha, muka kalian kok tegang gitu? Hahahah, Raina ndak mau ngerjain kalian kali ini kok tenang aja. Raina jadi pengen ngerjain si penipu dehh." ucap Raina.
"Dev, boleh yaa Raina jahilin orang?" pinta Raina dengan wajah penuh harap, Devano menghela nafas pelan, tidak ada gunanya menolak permintaan gadis nya itu karena pasti juga akan di lakuin sendiri tanpa ijin.
Sekarang, Raina sudah berada di depan ruangan rawat Devano palsu. Terdengar suara canda tawa antara Devano dan rena, Raina tersenyum miring mendengarnya.
"Nak Raina? Ayo masuk, kenapa hanya berdiri di luar?" ucap Sari yang baru saja datang dari kantin rumah sakit bersama suaminya Dimas dan Diva.
"Raina, tadi bukannya Kamu udah pulang yaa? Oh, Aku tau. Pasti, Kamu mau bawain makan malam ya buat Kak Devano?" ucap Diva, gadis cantik itu selalu terlihat riang saat melihatnya.
"Ahh iya, Raina mau memberikan bubur ayam ini untuk Dev. Tapi seperti nya Dev sedang sibuk bersama Rena, Raina titip ini aja yaa. Tolong pastiin Dev memakannya." jawab Raina, tersenyum canggung.
Raina segera berlalu pergi setelah menyerahkan semangkuk bubur ayam itu pada Diva, namun sebelum benar-benar pergi gadis itu membisikkan sesuatu di telinga gadis itu.
jangan lupa vote, like, komen dan rate bintang 5 yaa.
See u next time🤗
__ADS_1