
Ini adalah hari yang di tunggu-tunggu, Devano dan Raina kini resmi bertunangan di hadapan keluarga besar, sahabat, teman dan para tamu undangan.
Raina dan Devano terlihat sangat cantik dan tampan. Mereka sukses membuat semua mata terfokus pada mereka saja.
Shakira yang melihat senyum bahagia di wajah Raina tampak tidak suka dengan kebahagiaan yang di dapatkan Raina.
"Dev, apa kita sudah resmi bertunangan? Apa setelah ini kita juga akan menikah?" Tanya Raina, wajah gadis itu terlihat sangat antusias.
"Iya sayang, apa kamu udah mau nikah sekarang? sekarang pun kita bisa menikah kalau kamu mau," jawab Devano, perkataannya itu membuat wajah Raina memerah.
"Raina mau nikah sama Dev, tapi bukan sekarang juga." ucap Raina sambil tertunduk malu.
Kedua orang itu masih saja saling menggoda, lebih tepatnya Devano yang tidak henti-hentinya menggoda Raina hingga wajah gadis itu terus saja terlihat memerah malu. Para tamu undangan yang melihat tingkah keduanya ikut terbawa suasana, apalagi melihat lembutnya sikap Devano memperlakukan Raina.
"Shakira, apa yang kamu lakuin disini? Ayo, bantu mama di belakang." ucap Yuna, mama Shakira.
"Selamat ya dek, kita gak nyangka si gadis nakal akhirnya laku juga kita pikir gak ada yang bisa jinak kin kamu." Ucap Marcel, pria itu datang bersama David. Masih ingat Marcel dan David kan? Yup, mereka adalah sahabat Revan.
"Terima kasih kak Marcel, kak David," Raina tersenyum lebar pada keduanya, hal itu membuat Marcel dan David terpana. Bagaimana tidak, selama ini Raina selalu bersikap acuh atau tidak membuat kejahilan untuk membuat mereka segera pergi dari rumahnya. Ya, secara tidak langsung Raina mengusir mereka sihh.
"Sayang, aku ada kejutan buat kamu." Bisik Devano, hal itu membuat Raina penasaran.
Sedangkan di tempat lain,
"Apa kamu tau, anak itu sebenarnya tidak bodoh. Kesalahan yang kita lakukan 9 tahun lalu sangatlah ceroboh, kita kehilangan semua sandera mendapatkan hasil nol. Tapi tidak apa, kali ini anak itu tidak akan bisa lolos dari genggaman kita." Ucap seorang pria dengan wajah tersenyum sinis pada lawan bicaranya.
"hahhh, ya kau benar sayang. Tapi, bukan berarti kita bisa duduk diam terus seperti ini. Kita harus segera bertindak, anak itu bukan seorang anak lagi dia sudah tumbuh dewasa dan pastinya kepandaian nya juga dapat kita manfaatkan bukan." Seorang wanita berjalan anggun kearah pria itu, dia adalah lawan bicara sekaligus isteri dari pria itu.
__ADS_1
"hmmm, aku tau apa yang akan aku lakukan nanti. Untuk sekarang, tetaplah bersikap biasa dan mendekati anak itu. Ahhh, dan jangan biarkan satu orang pun curiga dengan sandiwara mu itu." Kedua orang itu larut dalam rencana jahat yang berada di otak mereka.
Kembali ke acara pertunangan Raina dan Devano, ketiga sahabat Raina sudah tampak terlihat dan menghampiri Raina dan Devano.
"Selamat ya Raina, lo cantik banget sih hari ini. Gue jadi malu dehh, kalah gue sama pesona lo." ucap Rara, gadis itu sebenarnya terpesona pada sosok Devano. Baru kali ini dirinya melihat pria tampan yang bahkan melebihi ketampanan kekasih nya. Bahkan saat Devano berani menjadi pendamping hidup sahabat nakal nya, hal itu tidak membuat Rara untuk berhenti mengagumi Devano.
Raina yang pada dasarnya sangat menggapai gerak-gerik orang di sekitarnya tentu tahu bahwa Rara sedang mengagumi Devano saat ini. Raina cemburu? Raina tidak akan cemburu pada sahabatnya sendiri.
"Lo Devano? Lo yakin tahan sama sikap sahabat gue yang rada-rada gila ini? Gue sih cuma mau ingetin sama lo, lo mending ninggalin dia kalo cuma main-main karena kalau gue tau lo nyakitin Raina, habis lo di tangan gue." Kalian tau kan siapa sahabat Raina yang sikapnya bar-bar tidak tahu tempat, teman atau musuh? Ya, dia adalah Siska.
"Iya, gue Devano. Gue gak akan pernah nyakitin Raina, thanks udah jagain Raina selagi gue gak ada." Siska menganggukkan kepalanya merasa puas dengan jawaban Devano, gadis itu kembali menatap sahabatnya dengan tatapan garang.
"Dan lo, kurang-kurangin tuh sikap ceroboh lo. Udah punya tunangan juga masih aja suka ceroboh, hummm dan selamat ya buat pertunangan lo semoga kalian bisa segera melanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi." Tuh kan, segarang-garang nya Siska tetap saja selalu sayang sama Raina bahkan selalu memberikan sahabat nakal nya itu wejangan-wejangan yang bisa bermanfaat nantinya.
Dan yang terakhir, Namira datang dengan Qinzo yang selalu menempeli nya. Sejujurnya Namira sangat risih, tapi sangat tidak elit jika menggunakan jurus silatnya untuk mengusir Qinzo apalagi di acara pertunangan sahabat nya.
"Selamat ya sayang atas pertunangan nya, gue akan selalu doain yang terbaik buat lo dan tunangan lo kedepannya." Ucap Namira memberi kan ucapan selamat pada keduanya.
"Namira mau minta tolong apa?" Tanya Raina.
"Tolong usirin kadal ini dari gue dong, gue eneg lihat mukanya." Ucap Namira menatap Qinzo dengan tatapan sinis.
"hahahah, Namira ndak boleh gitu sama Qinzo. Hati-hati loh kalo nanti Qinzo nya suka sama cewek lain." Entah mengapa, mendengar perkataan Raina membuat Namira merasa tidak rela.
"Ekhemm."
"Ehhh?! Kamu yang waktu itu melototin Dev kan?! Kenapa bisa ada disini? Dev yang ngundang dia?" Tanya Raina, gadis itu rupanya masih mengingat kejadian tempo hari.
__ADS_1
"Raina, dia Rafly pacar aku. Aku yang ngajak dia kesini, emangnya kamu kenal sama Rafly?" Ucap Rara, yaa Rara dan Rafly sudah 2 tahun berpacaran. Sejujurnya, saat kejadian di butik Rafly sudah mengenali Raina namun karena adanya Devano pria itu urung untuk menyapa gadis itu.
Rara selalu menceritakan tentang sahabat-sahabatnya pada Rafly, hingga tidak ada rahasia di antara mereka.
"Dia pacar nya Rara? Kok ndak pernah di kenalin ke Raina?" Tanya Raina dengan tatapan menyelidik.
"Heheh, ini baru mau di kenalin." Ucap Rara sambil nyengir.
Selama jalannya acara, Raina hanya sibuk bercerita dan bersenda gurau bersama ketiga sahabat nya. Sedangkan Devano, pria itu menatap Rafly dengan begitu dalam. Pria itu jelas saja sangat merasa bersalah akan kejadian yang menimpa kedua orang tua Rafly.
"Hay, Raina sayang. Selamat ya sayang, tante gak nyangka kamu akhirnya punya pendamping juga. Tante dan om Hans akan selalu doain yang terbaik buat kamu dan tunangan kamu kedepannya." Ucap Maria, adik angkat dari Bima papa Raina.
"Iya, om juga doain supaya kalian bisa maju ke jenjang yang lebih serius nantinya." Ucap Hans.
Raina tersenyum kecil menyambut kedatangan Maria dan suaminya.
"Terimakasih tante dan om," Hanya itu yang di ucapkan Raina, setelah itu pamit untuk menyambut tamu-tamu yang lain.
"Raina, selamat ya nak. Bibi minta maaf karena baru datang sekarang, dan malah gak bisa lama-lama." Ucap Dania yang baru saja datang bersama suaminya Edgard.
"Terima kasih bibi Nini dan paman Ed, lihat kalian datang aja Raina udah senang banget." Setelah berbincang sebentar, Dania dan Edgard segera pergi dari pesta itu dengan terburu-buru dan sangat berusaha agar tidak terlihat siapapun kecuali Raina dan Devano.
******
Huhu, Raina sedih karena nanti akan sangat jarang up tapi tetap usah buat up kok.
Tetap dukung dan support cerita ini yaa, kesibukan kuliah jadi harus bagi waktu. Belum lagi tugas yang menumpuk, jadi mohon maaf kalo nanti bakalan jarang banget aku up🤧
__ADS_1
Sekali lagi, jangan lupa like, vote, komen serta kritik dan sarannya yaa😊 Dan jangan rindu Raina yaa soalnya rindu itu berat kata Dylan, biar Raina aja yang rindu sama kalian😁
See u next time🤗