Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
40


__ADS_3

"Kak Revan?!!" Teriak Raina saat melihat Revan baru saja pulang setelah seminggu ikut bersama Oma dan Opa nya kembali ke negara Mereka.


"Heyy, adik kakak yang nakal ini kenapa Kau sangat pucat? Apa Kau sakit?" ucap Revan, pria itu mengecek suhu tubuh Raina yang memang sedikit panas dari biasanya.


"Ndak kok, Raina cuma merindukan kak Revan. Kak Revan jahat, selama disana tidak memberikan kabar apapun sama Raina. Sekarang, kak Revan pasti lupa membelikan oleh-oleh untuk Raina." jawab Raina,


"Hei hei hei, sejak kapan gadis nakal ini terlihat sangat pandai merayu hehh? Kau masih harus belajar pada ahlinya Dek, tentu saja mana mungkin Aku melupakan adik nakal Ku ini??" Revan tau, jika Raina sedang berbohong. Meskipun tidak ada yang memberitahukan pada dirinya apa yang terjadi saat dirinya pergi, pria itu tau adiknya sedang dalam tidak baik-baik saja.


"Kakak, ayo berikan hadiahnya. Raina menginginkannya, sekarang." pinta Raina yang tak sabaran.


Revan tertawa kecil melihat tingkah Raina, pria itu pun memberikan seekor anjing kecil pada gadis itu yang di sambut suka riang oleh Raina.



"Wahhh, ini sangat lah menggemaskan. Dia terlihat seperti boneka!! Hahah, Kakak lihat kan sepertinya Dia menyukaiku!" Ucap tersenyum senang.



Namun wajah bahagia gadis itu harus lenyap karena kedatangan Yuna yang tiba-tiba dan memaki dirinya.


"Raina!!! Apa yang Kamu lakukan pada anak Saya hah?! Kenapa Shakira bisa sakit perut muntah-muntah seperti ini?!" Marah Yuna, wanita itu panik saat Shakira yang tiba-tiba mengalami mual dan muntah-muntah setelah memakan bubur yang di berikan Raina.


"Yang sakit anak Tante, ngapain salahin adik Saya?! Ingat, Tante hanya numpang disini! Kalo masih mau tinggal, bersikap sopan sama adik Saya. Jika tidak, Saya sendiri yang akan mengusir Kalian dari rumah ini." ancam Revan, pria itu tidak suka jika orang lain memarahi adik kesayangannya.


"Kenapa salahin Raina? Tadi kan Raina sudah bilang, bubur nya punya Kaleng Kerupuk. Ehh, tetap di makan sama Shakira. Raina ndak salah dong, Shakira nya aja yang rakus." jawab Raina dengan santai nya, Devano dan Fana hanya geleng kepala mendengar jawaban yang di lontarkan Raina.


"Bang Dev, seperti nya Fana harus berteman dengan kakak ipar. Dev gak mau di jadiin bahan percobaan nya lain kali, lihat sekarang saja Dia dengan beraninya mengganti namaku dan mengikut sertakan dalam kejahilannya." ucap Fana sedikit berbisik pada Devano.


Devano tertawa mendengar perkataan Fana.


"Hahaha, Raina gak akan ngerjain Kamu kalo Kamu gak jahilin Dia terus." jawab Devano,

__ADS_1


Sedangkan itu, Dania dan Arnold sudah kehilangan muka saat ini. Semuanya terlalu awal terjadi, tidak seharusnya Mereka ikut untuk mengantarkan Raina ke rumah sakit.


"Siapa Kalian?? Kenapa Kalian begitu tidak asing di mata Saya??" Tanya Rafly, pria itu tidak dapat menutupi rasa penasarannya.


Wajah Dania dan Arnold yang begitu familiar membuat pria itu terbayang mendiang kedua orang tuanya.


Saat ini, Rafly, Dania dan Arnold sedang berada di sebuah restoran. Rafly sengaja memesan sebuah ruangan privat agar leluasa mengobrol dengan keduanya.


"Nak Rafly, mungkin Kamu salah mengira. Kami bukan siapa-siapa, Kami hanya petani kecil. Nak Rafly lihat sendiri kan, bagaimana kondisi rumah Kami tadi?" jawab Dania, wanita itu terlihat sangat gugup dan Rafly menyadari nya.


"Mama, Mama gak perlu berpura-pura lagi. Rafly tau, Kalian orang tua Rafly kan? Selama 10 tahun ini, Rafly selalu rindu sama Kalian. Rafly juga yakin kalo Kalian masih hidup, dan saat melihat Kalian keyakinan Rafly bukanlah sia-sia,"


♡♡♡♡♡♡


"Nona, ayo lah makan makanannya! Tuan Devano akan segera datang, dan Nona masih saja belum bersiap-siap sedikitpun." Omel Mayang, wanita itu sudah lelah meminta Raina untuk memakan makan malam nya namun hanya menjadi angin lalu saja.


"Mbak Mayang ini sangat berisik, Raina ndak lapar. Mbak Mayang saja yang makan, Raina mau tidur, ngantuk." ucap Raina, lalu menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.


"Ayo Saras, Kita beri tahu Tuan Devano bahwa calon isterinya ini enggan memakan makan malamnya." ucap Mayang, yang di jawab anggukan oleh Saras.


"Kalian berani mengadukan Raina pada Dev?!" tanya Raina dengan mata yang membola, berharap kedua pelayannya itu takut padanya.


"Sayang, Kamu sama sekali tidak menyeramkan. Ayo, Kamu harus makan biar cepat sembuh. Setelah Kamu sembuh, Kita akan berlibur bertiga dengan Fana." ucap Devano, pria itu baru saja datang karena mendapat aduan dari Saras bahwa gadis nakal nya enggan memakan makan malamnya.



"Liburan?! Wahhh, Raina mau liburan yeayy!!" ucap Raina dengan girang.


"Tapi kenapa harus ada Kaleng Kerupuk?" tanya Raina. Gadis itu kesal jika harus bertengjar dengan Fana, sepertinya dirinya sudah lelah.


"Heyy, Kamu Baik kan dong sama Fana. Kamu tau gak, tadi Dia bilang sama Aku kalo Dia mau berteman sama Kamu. " jawab Devano.

__ADS_1


"Sayang, Kamu tau kan gimana sibuknya Aku? Aku gak bisa selalu ada untuk Kamu, Aku butuh Fana buat jagain Kamu. Kita gak pernah tau bahaya apa yang selalu mengincar Kamu, Fana bisa jadi pelindung Kamu saat Aku gak ada. Tolong Kamu bisa bersikap baik sama Dia ya," lanjut Devano, pria itu sedang berusaha untuk memberikan pengertian pada Raina.


"Humm, Raina juga capek bertengkar terus. Fana emang baik sama Raina, tapi Raina kesel kalo Dev lebih perhatiin Fana di banding Raina." Ucap Raina, gadis itu menatap Devano dengan tatapan polosnya.


"Heyy, Kamu cemburu nya gak wajar tau. Masa Kamu cemburu sama Fana, Dia kan adik Aku. Sedangkan Kamu, calon isteri Aku." Ucap Devano, perkataan pria itu membuat wajah Raina bersemu merah.


"Raina, Aku capek berantem terus sama Kamu. Kita baikan aja yaa, yaa meskipun alasannya karena Aku gak mau kena makan makanan buatan Kamu sihh." ucap Fana, pria itu baru saja datang dan menyimak pembicaraan antara Devano dan Raina.


"Ya udah, mulai saat ini Raina dan Kaleng Kerupuk berteman." ucap Raina, mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Fana. Namun pria itu masih enggan membalas uluran tangan Raina.


"Nama Aku itu Fana, bukan Kaleng Kerupuk. Nama keren gini di samain sama kaleng kerupuk." tukas Fana, pria itu seperti nya tidak terima jika Raina masih terus memanggilnya kaleng kerupuk.


"Ohh, jadi Fana ndak mau baikan sama Raina? Terserah Raina dong mau panggil Fana apa, kan mulut-mulut nya Raina. Yang kendaliin Raina, kok sewot sihh. Ya udah kalo gitu, Kita ndak usah__"


"Ehh, iya deh terserah Kamu aja." ucap Fana, hal itu membuat Raina tersenyum senang.


"Ayo Kita ambil gambar, sebagai bukti kalo Raina dan Kaleng Kerupuk sudah berdamai." Seru Raina dengan semangat.



Senyuman lebar terpatri di wajah Mereka, Devano yang berada di tengah-tengah keduanya juga tersenyum lebar.


"Dev, Raina mau cuci foto nya ya nanti. Raina mau jadiin kenang-kenangan, ndak tau aja perasaan Raina ini ndak enak. Serasa sesuatu akan terjadi." ucap Raina, perkataan gadis itu mengundang tanda tanya.


"Apa yang Kamu ucapin itu sayang? Kamu gak boleh berkata seperti itu, Kamu hanya boleh mikirin Aku. Semoga, semua masalah ini cepat selesai dan Kita akan menikah secepatnya." ucap Devano, dua sejoli ini lagi-lagi melupakan sosok Fana yang masih berada di samping Mereka.


"Tapi Dev, masalah terus aja datang silih berganti. Raina hanya ndak mau, di antara Kita akan ada yang kenapa-kenapa. Kamu tau Dev, sekarang Raina merasa sedikit lebih baik sejak acara kabur-kaburan kemarin. Raina jadi tau, bahwa Rachel ndak pernah ninggalin Raina, Rachel hidup di hati Raina, Rachel selalu semangatin Raina di saat Raina lagi butuh sandaran. Rachel selalu ada di saat Raina kesepian. Dev, Kita hanya manusia biasa. Ndak ada yang tau akan, apa yang akan terjadi nanti."


Devano merasa tidak nyaman mendengar perkataan Raina, semoga aja apa yang di ucapkan pria itu hanyalah sebuah perkataan biasa. Devano tidak ingin ada yang terpisah antara Mereka.


Jangan lupa like, vote, komen dan rate bintang 5 yaa🥰

__ADS_1


See u next time 😘


__ADS_2