Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
34


__ADS_3

Akibat perkelahian antara Devano dan Gio, acara pun di bubarkan. Seluruh tamu sudah mulai pergi dari gedung itu, terkecuali Devano, Gio, Raina dan keluarganya, Fana serta ketiga sahabat Raina.


Devano terus saja menatap Gio dengan tatapan permusuhan, " Vano, ada apa ini sebenarnya? Kenapa Kalian bisa terlibat adu jotos seperti ini?" tanya Bima.


"Saya gak suka milik saya di pegang sama orang brengsek seperti Dia ini, dengan beraninya Dia menyakiti Raina di hadapanku!" jawab Devano, tanpa menghilangkan tatapan permusuhannya sedikitpun.


"Dev, udah ndak apa-apa kok. Raina udah ndak rasa sakit lagi, ayo sebaiknya Kita pulang saja. Raina sudah lelah, Raina mau istirahat sambil meluk Kitty dan Tommy." perkataan Raina sedikit meredakan amarah Devano, namun pria itu tetap menatap Gio tajam.


"Raina tunggu," cegat Gio, saat Raina menggandeng lengan kekar Devano dan bersiap untuk meninggalkan gedung.


Raina hanya berhenti sejenak menunggu apa yang akan pria itu katakan.


"Gue pastiin, Lo akan jadi milik Gue. Dan Lo, Gue gak akan pernah lupa apa yang lo lakuin sama Gue." ucap Gio, namun hanya di anggap angin lalu oleh Raina dan Devano. Dua sejoli itu justru kembali melanjutkan langkahnya dengan terus bergandengan.


*****


Karena lelah dengan yang terjadi kemarin, Raina enggan bangun dari mimpi indahnya. Bahkan, Mayang dan Saras sudah sedari tadi berusaha membangunkan gadis itu.


"Nona, ayo bangun. Ini sudah pagi Nona, Ayam saja sudah selesai berkokok, bahkan mungkin sudah berkelana entah dimana. Ayo lah Nona, apa Kau akan terus tidur seperti putri tidur hehh?!" Mayang sudah kehabisan cara untuk membangunkan gadis itu, jangan bingung dengan cara berbicara Mayang dan Saras saat bersama Raina, Raina sangat tidak suka jika kedua pelayannya itu terlalu formal padanya.


"Iya Nona, ayo cepat lah bangun." Saras juga lelah membangunkan Nona Mereka yang sangat sulit untuk bangun tidur.


Saras mempunyai ide cemerlang, kali ini Nona nya itu pasti akan bangun. Dengan pasti, pelayan itu berjalan ke arah ranjang Raina.


"Nona ayo cepat bangun, Saya mempunyai kabar buruk Nona!!" Ucap Saras, namun Raina masih juga tidak bergeming.


"Nona gawat, Tuan Devano datang dan Tuan Fana sedang bermanja-manjaan denganny!!" lanjut Saras, hal itu sukses membuat mata Raina terbuka lebar.


"Apa?!! Ayo cepat siapin pakaian Raina, air mandi nya juga!! Raina ndak mau ya kalo si kaleng kerupuk itu dekat-dekat sama Dev terus!" Mayang dan Saras memutar kedua bola mata mereka dengan malas.


"Nona, air mandi nya sudah Kami siapkan. Nona silahkan masuk untuk membersihkan diri," ucap Mayang, tanpa berkata lagi Raina berjalan menuju kamar mandi dan segera membersihkan dirinya.


Sedangkan di ruang keluarga, Devano baru saja datang dan di sambut dengan pelukan hangat dari Fana. Jadilah sekarang, Devano duduk bersama keluarga Raina dengan Fana yang menempel padanya.

__ADS_1


"Dev!!"


"Hehh, Kamu kaleng kerupuk menjauh dari Dev nya Raina!"


Raina benar-benar kesal saat melihat Fana asik menempel pada tunangannya. Entahlah, sampai kapan dirinya harus terus berebut kasih sayang Devano seperti ini.


Keluarga Raina yang melihat pertengkaran akan kembali terjadi antara si gadis nakal dengan si kaleng kerupuk. Dengan gamblangnya Raina menjuluki Fana dengan sebutan kaleng kerupuk, hal itu tentu saja membuat keluarganya hanya bisa menerima setiap teriakan dan aduan yang kerap kali terjadi akibat ulah keduanya.


"Siapa cepat, Dia dapat. Makanya jadi gadis itu, bangunnya pagi bukan siang. Udah sana Kamu, hari ini Dev milik Fana." ucap Fana tanpa menikahkan wajahnya pada Raina yang sudah bertambah kesal.


Dengan kesal Raina melangkah dengan cepat menuju keduanya, namun langkah gadis itu terhenti saat melihat Fana menunjukkan sebuah benda padanya.



Raina mengernyit bingung melihat benda itu, sebuah borgol? Untuk apa pria kaleng kerupuk itu membawa sebuah borgol? pikir Raina.


Dalam sekejab pikiran gadis itu lenyap seketika saat melihat apa yang di lakukan Fana dengan borgol di tangannya.


Fana memasang borgol itu pada tangan kiri Devano, dan sebelahnya lagi di pasangkannya pada dirinya sendiri.


Kini borgol itu sudah melekat di tangan keduanya, Fana juga menutup sela borgol hingga tertutup otomatis.


"Ehhh, kamu ngapain borgol tangan nya Dev?!" tanya Raina yang tak terima tangan Devano harus terborgol dengan tangan Fana, Raina mengerti sekarang. Saat ini, pria kaleng kerupuk itu sedang menawan Devano bersamanya.


Wajah Raina memberenggut kesal, jangan sebut Raina jika tidak bisa membalikkan keadaan. Lihat saja, sedikit lagi gadis itu pasti akan memainkan permainan nya.


Devano yang melihat aksi Fana terdiam sesaat, menghela nafas bersiap untuk menghadapi hari yang melelahkan setelah ini.


"Dev, Raina tadi lagi belajar jahit lohh. Dev lihat hasil jahitan Raina yuk, Dev pasti suka." ucap Raina, gadis itu sedang berusaha membujuk Devano untuk ikut dengannya.


"Van, mending lo ikutin aja deh maunya nih anak. Pusing Gue lihat Dia ngadu bacot mulu sama Fana." lerai Revan, pria itu juga lelah melihat pertengkaran unfaedah antara Raina dan Fana. Kedua manusia itu sudah seperti kucing dan tikus, melihat Keduanya akur itu hal yang langka dan melihat mereka seperti sekarang kepala Revan rasanya ingin pecah saja.


Devano pun menuruti perkataan Revan, pria itu membawa Raina ke kamar gadis itu dengan Fana yang selalu mengikuti kemana Mereka pergi. Kali ini Fana terus saja tersenyum senang, Devano akan selalu bersama dirinya dan Raina akan semakin kesal. Begitulah pemikiran Fana saat ini.

__ADS_1


Belum juga Raina mendekati Devano, Fana lebih dulu menarik pria itu hingga keduanya berbaring di kasur milik Raina.


"Fana!!! Bisa ndak, Kamu jangan bikin keributan sama Raina?! Raina kesel ihhh, Raina kan juga mau manja-manjaan sama Dev! Raina mau cerita kenapa kemarin Raina bisa di culik sama Om Botak." Kesal Raina.


"Berbaringlah disini Sayang, Fana kenapa Kamu memborgol tanganku dengan tanganmu?" Devano menarik pergelangan tangan Raina agar juga ikut berbaring dengannya bersama Fana. Jadilah Devano berada di antara Si gadis nakal dan Si kaleng kerupuk.


"Dev, Fana itu sangat menyebalkan. Raina kesel pokoknya, itu juga tangannya pake di borgol gitu. Nanti kalo ndak bisa di lepas borgolnya gimana? Huhh, pokoknya Raina ndak suka kalo Dev nempel terus sama si kaleng kerupuk." Kesal Raina, Devano juga bingung untuk apa Fana memborgol tangan Mereka.


"Fana, mana kuncinya? Ayo lepas saja borgolnya, Abang bukan tawanan Fana." ucap Devano pada Fana yang sedang memasang wajah menyebalkan nya pada Raina hingga gadis itu semakin kesal di buatnya.


"Heheh, maaf Bang. Kuncinya ada di kamar Fana. Nanti aja di buka, biar Bang Dev gak ninggalin Aku sendiri. Fana tau, pasti Bang Dev mau pacaran kan sama si gadis nakal ini?" jawab Fana, hal itu membuat Devano menghela nafas pasrah.


Sedangkan Raina yang mendengar perkataan Fana tersenyum penuh smirk.


Baiklah kaleng kerupuk, Kamu mau gangguin waktu pacaran Raina sama Dev kan? Lihat ini, saat nya Raina buat Kamu jadi jomblo ngenes. Batin Raina.


"Dev, makasih ya udah nyelamatin Raina kemarin. Kalo Dev ndak datang tepat waktu, Raina ndak tau apa yang akan terjadi sama Raina." ucap Raina dengan tulus.


"Kamu gak perlu berterima kasih seperti itu sayang, Kamu tunangan Aku, calon isteriku, sudah sepatutnya Aku selalu ada buat Kamu termasuk selamatin Kamu dari bahaya seperti kemarin." Devano membelai kepala Raina dengan lembut. Devano dan Raina sibuk bersenda gurau, mengabaikan Fana yang menatap Mereka dengan tatapan penuh harap.


"Fana ganteng banyak yang suka."


"Fana diem, Fana tampan"


"Huaaa Mama, Bang Dev tega mesra-mesraan di depan mata Fana."


"Huhh, Fana nyesel udah pasang borgol ini. Kan, Fana juga yang menderita nyaksiin Mereka roman-romantisan seperti ini." ucap Fana dengan wajah nelangsa nya.



Devano dan Raina tetap mengabaikan celotehan tidak jelas Fana, hingga pria itu memberenggut kesal.


Hehehe, itulah bayarannya karena sudah berniat menghancurkan acara pacarannya Raina dan Dev. Dasar jomblo, hihihi. Batin Raina sambil cekikikan, gadis itu sangat bahagia karena berhasil membuat Fana kesal.

__ADS_1


Salam sayang dari Raina😘


__ADS_2