Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
65


__ADS_3

Dengan patuh Mayang menuruti semua perintah Raina. Pasalnya, nona nya itu enggan beranjak dari teras rumah dan memerintahkan Mayang untuk memenuhi semua perkataan nya.


"Mbak Mayang, ini sudah mulai petang kenapa Sandy belum juga datang? Apa dia ingin menculik mbak Saras?" tanya Raina, gadis itu sepertinya sudah lelah menunggu sedangkan yang di tunggu tidak kunjung datang.


"Saya juga tidak tau nona, bagaimana kalo nona menelpon nya saja?"


"Penting banget mau Raina telpon, Dev aja ndak pernah Raina telpon dia mau minta di telpon sama Raina, ndak tau apa pulsa itu mahal." ucap Raina, tanpa memperdulikan Mayang yang sudah lelah seharian melayani Raina seorang diri. Belum lagi permintaan Raina yang bukan hanya satu macam, dan itu membuat Mayang sangat kelelahan.


Sedangkan Fana, pria itu sudah terduduk lemas di teras sembari terus menatap pergerakan Raina. Seperti nya Raina sangat rindu tidak membuatnya tersiksa hingga menyiksanya seharian ini. Raina terus saja memerintahkan dirinya untuk berlari mengelilingi rumah yang sangat luas ini.


"Udah, lakuin aja itung-itung olahraga biar ndak lemah." begitulah jawaban Raina tiap kali Fana mengeluh atau bertanya kenapa dirinya harus berlari dan mengelilingi rumah berkali-kali.


Setelah lama menunggu akhirnya sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah, namun Raina malah menghela nafas karena yang datang bukanlah Sandy dan Saras, melainkan Devano yang baru saja pulang dari kantor.


"Sedang apa di sini sayang? Sebentar lagi gelap, ayo kita masuk ke dalam." tanya Devano, pria itu mencium kening Raina dengan penuh rasa sayang. Fana dan Mayang yang melihatnya hanya geleng kepala dengan keromantisan dua sejoli di depan mereka itu.


"Kamu duluan aja Dev, Raina masih mau di sini. Raina harus memastikan mbak Saras pulang dengan selamat, kamu kesini ya kalo udah selesai bersih-bersih." jawab Raina tersenyum tipis.


"Baiklah, Fana tolong Kamu jagain Raina dulu yaa." Devano pun berlalu untuk membersihkan diri, meninggalkan Raina bersama Fana dan Mayang.


"Mbak Mayang ndak ada niatan buat cari pacar? Itu mbak Saras udah punya Sandy loh, masa mbak Mayang masih betah menjomblo?" tanya Raina pada Mayang, pertanyaan Raina membuat Mayang diam seribu bahasa. Bingung untuk menjawab apa agar tidak menjadi sasaran mulut lemes nya Raina.


Tinn

__ADS_1


Tinn


Tinn


Senyum Raina merekah saat melihat mobil yang baru saja datang, Raina tau itu mobil milik siapa. Apalagi saat melihat orang yang keluar dari mobil itu, membuat senyum Raina semakin merekah.


"Kak Revan!! Kak Revan kemana saja? Raina sangat merindukan kakak, apa kakak tau rindu Raina ini ndak ada obatnya." Raina sangat bahagia saat melihat Revan yang baru saja pulang usai mengunjungi Opa dan Oma nya di luar negeri. Belakangan ini, Revan memang sangat sering bepergian bahkan sangat jarang ada waktu untuk menemani Raina, belum lagi kesibukan pria itu dalam menyelesaikan skripsi dan membantu Bima di perusahaan.


"Cihh lebay banget sih lo, lagian kak Revan juga gak pergi main-main kali. Dia itu pergi buat nengokin oma dan opa, emang lo gak pernah nengokin mereka." ucap Shakira, entah dari mana asalnya gadis itu. Tiba-tiba saja keluar dari mobil yang di kendarai Revan, dan ternyata bukan Shakira saja, Yuna juga ikut keluar dari mobil Revan dengan wajah angkuhnya.


"Kakak perginya bareng mereka?" tanya Raina, gadis itu itu pikir sudah tenang karena kedua manusia tak tau terima kasih itu tidak terlihat di rumahnya selama beberapa hari, sekarang malah balik lagi.


"Udah dek, gak usah dengerin mereka. Ayo, kakak punya oleh-oleh buat kamu." Revan mengelus kepala Raina agar adik nakal nya itu tidak menggigit lawannya.


"Tapi dia nyebelin kak, ngapain sih balik lagi di sini! Awas aja ya, kalo papa pulang nanti siap-siap kalian tidur di jalanan." kesal Raina, bahkan gadis itu sudah melupakan niat awalnya untuk menunggu kepulangan Saras dan Sandy.


"Raina kesel Dev, dia ndak punya hak buat ngatur-ngatur hidup Raina. Lagian, dia juga bukan siapa-siapa nya oma dan opa Raina." adu Raina.


"Sudah sayang, biar saja anjing nya menggonggong yaa. Tapi apa yang kamu lakuin disini? Ini udah malam loh, ayo kita masuk." akhirnya Raina menurut karena pawangnya sudah datang, coba tidak Revan saja tidak akan sanggup menghentikan Raina yang marah.


"Dan kamu Shakira, seharusnya bersyukur karena Raina masih berbaik hati untuk menampung kalian disini setelah apa yang kalian lakuin sama dia. Kalian benar-benar tidak memiliki harga diri dan rasa terima kasih sama sekali. Raina bisa saja membiarkan kalian hidup di jalanan saat papa dan mama saya mengusir kalian dulu. Tapi tidak, Raina terlalu baik hingga mau menampung kalian lagi di jalanan atas nama kemanusiaan dan rasa hormat mama." Revan pergi begitu saja meninggalkan Shakira dan Yuna yang diam mematung dengan tangan mengepal.


Setelah kepergian Revan, Raina serta Devano, Shakira dan Yuna kembali merencanakan rencana busuk mereka.

__ADS_1


"Akhhh, kurang ajar!! Lihat aja ma, aku pasti akan menghancurkan Raina dan keluarga ini!! Aku gak akan biarin Raina bahagia, hari ini Devano bisa aja jadi milik Raina tapi besok gak akan ada yang tau kan. Devano, pasti akan aku milikin." ucap Shakira yang di angguki Yuna.


"Benar itu sayang, kamu cantik, pintar, dan pastinya licik. Sudah saat nya kamu menghancurkan kebahagiaan keluarga ini." sambung Yuna, dan itu membuat Shakira semakin bersemangat untuk menjatuhkan keluarga Aryasetya terutama Raina dan merebut Devano.


Fana yang sedari tadi duduk diam di teras belum di ketahui keberadaannya oleh Shakira dan Yuna. Secara diam-diam, pria itu merekam semua apa yang ibu dan anak itu rencanakan.


"Cihh, bodoh." cibir Fana saat Shakira dan Yuna sudah pergi dari hadapannya. Fana tersenyum senang dengan hasil kerja kerasnya hari ini, tidak sia-sia Raina menyuruhnya berlari mengelilingi rumah yang besar ini. Fana bisa mempunyai bukti konkrit berkat Raina yang sudah membuatnya kelelahan dan enggan beranjak dari tempat nya.


"Oh sial, kaki ku sakit semua. Mbak mayang, tolong bantuin Fana!!"


"Ya ampun tuan, maaf kan saya karena melupakan tuan."


Mayang pun membantu Fana berdiri, karena kakinya yang keram pria itu jadi sulit untuk berjalan.


Setelah tidak melihat wajah Shakira, emosi Raina benar-benar reda. Kini, gadis itu malah asik bersandar pada Revan. Kesibukan Revan beberapa hari terakhir ini membuat waktunya bersama Raina juga berkurang.


"Apa mama dan papa masih lama disana?Kasihan Raina jika harus tinggal sendiri di rumah, lo juga sibuk di kantor dan kuliah. Sedangkan gue juga harus ke kantor, bisa aja sih Fana nemenin Raina tapi lo tau kan mereka sangat jarang akrab, lihat aja tuh kakinya sampai keram gitu gue tinggalin sehari sama Raina." ucap Devano, pasalnya Bima dan Dewi baru saja berangkat ke London pagi tadi untuk merawat oma dan opa Raina yang sedang sakit.


"Iya sih, tapi mereka juga harus tetap disana sampai oma dan opa baik-baik aja. Coba aja oma dan opa mau kesini, mereka bahkan tidak mau meninggalkan rumah mereka disana." ujar Revan, pria itu juga kasihan jika Raina terus mereka tinggalkan seperti ini.


"Kalian ini ngomong apa sih? Raina ndak apa kok sendirian, lagian ada mbak Mayang dan Saras juga, ehh mbak Saras??" seperti nya ada yang di lupakan Raina, gadis itu memutar otaknya berusaha mengingat apa yang dirinya lupakan.


"Ahh iya, mbak Saras belum pulang! Huhh ini gara-gara mak lampir, Raina jadi melupakan tujuan Raina menunggu di teras tadi." ucap Raina dengan wajah kesalnya, membuat Devano dan Revan tertawa melihat wajah Raina yang justru terlihat lucu dan menggemaskan saat kesal.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, komen dan rate bintang 5 yaa


See u next time🤗


__ADS_2