
Mungkin ini kesialan bagi Raina, setelah kemarin bertemu Rafly karena mengantarkan Sandy ke rumah sakit kini Raina harus kembali bertemu Fana karena mengikuti Rafly.
"Kamu!! Kemarin Rafly, sekarang Fana, besok siapa lagi yang akan Kamu ajak bertemu Raina?!" ucap Raina dengan kesal.
"Hehh, Gue gak tau apa-apa yaa. Gue kesini cuma mau kue, mana Gue tau kalo Si Fana itu ngikutin Gue." jawab Sandy, pria itu memang hanya berniat untuk membeli kue di Toko Raina.
Ya, meskipun masih baru namun kue buatan Raina cukup banyak di sukai dan menjadi incaran para pencinta kue. Contohnya ya seperti Sandy, Dia penasaran dengan Toko kue tempat pembantu di rumahnya sering beli. Rasa manis yang pas di mulut pria itu membuatnya nekat pergi sendiri ke Toko kue Raina.
"Kamu serius? Ndak bohong kan? Awas aja ya kalo Kamu bohong, untung aja tadi Raina gercep. Kalo sampai Raina ketahuan, habis Kamu di tangan Raina." ucap Raina lagi, gadis itu baru saja kedatangan pengunjung yang tidak pernah di pikirkannya sebelumnya. Fana nyaris saja melihat dirinya, karena pelanggan yang mulai sepi dengan cepat Raina memakai masker di wajahnya sehingga Fana tidak mengenali wajahnya.
Fana tidak datang untuk membeli kue, pria itu memang sengaja membuntuti Sandy. Saat pertemuan Raina dengan Rafly kemarin, Rafly memberitahukannya kepada Fana dan meminta pria itu untuk membuntuti kemanapun Sandy pergi. Rafly sangat yakin, Sandy pasti akan kembali menemui Raina.
"Ini, semuanya 500 ribu. Cepat bayar dan pergi jauh-jauh dari Toko kue Raina!" ucap Raina menyodorkan sekotak kue coklat pesanan Sandy. Gadis itu masih kesal kepada pria itu rupanya, Sandy menghela napas pelan.
"Baiklah, ini uangnya. Tapi Gue mau makan disini, bolehkan?" ucap Sandy, menyerahkan 5 lembar uang ratusan ribu pada Raina.
Ingin rasanya Raina marah pada pria di hadapannya ini, meskipun sedari tadi dirinya sudah marah. Tapi Raina tidak bisa mengusirnya begitu saja, Sandy adalah pelanggan di Toko nya dan tidak baik jika mengusir pelanggan.
"Terserahmu saja," jawab Raina sambil berlalu pergi.
"Ternyata disini Kamu bersembunyi Raina, apa Kau tidak kasihan pada orang-orang yang menyayangimu? Mereka sangat khawatir dengan keadaanmu, bahkan Revan sampai ngamuk dan nyalahin Mama Papa Kamu." ucap seseorang.
Raina berbalik dan melihat siapa yang sedang berbicara padanya, gadis itu terkejut saat melihat Fana yang sedang menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. Ya, Fana memang tidak benar-benar pergi. Pria itu masih bertekad untuk mengikuti Sandy, namun karena pria itu tidak kunjung keluar jadilah Fana kembali untuk memantau pria itu. Dan terkejut nya Fana, saat melihat Raina sedang berbincang dengan Sandy.
"Dan apa ini, Kau selingkuh heh?!! Kau mengkhianati Bang Dev?!! Bang Dev sedang sakit dan Kau bersama pria ini?!" Tuduh Fana, perkataan Fana membuat Raina terbengong.
"Apa-apaan Kamu, Raina ndak selingkuh yaa. Jelas-jelas Abang Kamu itu yang selingkuh, lagian ngapain Kamu ngikutin Sandy sampai kesini?! Apakah Kamu pikir, setelah mengetahui keberadaan Raina, Raina akan ikut pulang begitu? Ataukah, Abang mu itu sudah mulai bosan dengan selingkuhannya hingga Dia menyuruhmu untuk menjemput Raina begitu??"
__ADS_1
Fana terdiam mendengar perkataan Raina, gadis itu memang tidak terlihat sedih sedikit pun. Seperti nya luka yang di berikan Devano sangat membekas di hati Raina, hingga gadis itu menjadi mati rasa seperti sekarang.
"Aku gak maksud nuduh, tapi Kamu seharusnya perjuangin cinta kalian kan? Bukannya nyerah dan main kabur-kaburan seperti ini, apa gak bisa Kamu berjuang? Buat Bang Dev ingat lagi sama Kamu, Aku yakin yang sebenarnya Bang Dev masih sangat mencintai Kamu Raina. Please, temuin Bang Dev sebentar aja." ucap Fana.
Raina tidak memperdulikan perkataan Fana dan memilih untuk mengabaikannya.
"Raina ndak bodoh, jelas-jelas Dokter bilang kalo Dia ndak amnesia atau semacamnya. Lalu, bagaimana Dia bisa melupakan Raina gitu aja? Apa Kamu bisa jelasin ke Raina sekarang apa yang sebenarnya terjadi?"
"Raina, Dokter memang berkata seperti itu. Tapi, bisa aja kan itu pengaruh obat dan efek karena berhasil melewati masa kritisnya?"
"Hahaha, Kamu ini pintar banget sihh. Kamu pikir Raina akan percaya? Ndak, Raina tau kalo Dia bukan Dev nya Raina! Raina hanya akan pulang jika Dev nya Raina ketemu, Raina hanya akan pulang bersama Dev!!"
Fana mengusap wajahnya dengan frustasi, sangat sulit untuk meyakinkan Raina. Sedangkan sedari tadi, Rafly terus saja menghubungi nya.
◇◇◇◇◇
"Kau menyalahkan Aku?!! Kau tau, Kamu sendiri yang ceroboh dan tidak hati-hati!! Jika sudah begini, bukan 3 keluarga yang hancur tapi keluarga Kita sendiri.
Ya, selama ini yang selalu merencanakan hal jahat pada keluarga Raina adalah Paman dan Bibi nya sendiri. Mereka cemburu dengan kesuksesan yang di dapatkan Bima hingga berbuat nekat seperti sekarang ini. Mereka selalu membuat rencana untuk mencelakai Raina, namun selalu terhalang oleh orang-orang suruhan Bima dan sekarang Devano turut ikut andil dalam melindungi gadis nakal itu.
◇◇◇◇◇
"Ayo Raina, Bang Dev lagi butuh Kamu sekarang. Jika tidak, Dia pasti akan kembali mengamuk dan memusuhi semua orang." ucap Fana, saat ini Mereka sedang berada di rumah sakit.
Saat Rafly terus saja menghubungi nya, Fana terpaksa harus menerima panggilan teleponnya dan membuatnya terkejut saat Rafly memberitahu nya bahwa keadaan Devano kembali memburuk.
Fana membuka pintu ruang rawat Devano dengan sedikit keras hingga membuat orang-orang di dalamnya terkejut.
__ADS_1
Namun yang lebih mengejutkan adalah, Devano terlihat baik-baik saja dan asik bercerita dengan Rena. Sedangkan Diva yang melihat keberadaan Raina tersenyum senang, setelah sekian lama akhirnya dirinya bisa melihat Raina dalam keadaan baik-baik saja.
"Raina, syukurlah Kamu baik-baik aja. Kamu tau, Aku khawatir banget saat tau Kamu kabur dari rumah." ucap Diva, memeluk Raina dengan erat, Raina membalas pelukan Diva juga tak kalah eratnya.
Sedangkan Fana, pria itu sedang di landa bingung. Dimana Rafly? Bukannya pria itu tadi memberikan kabar padanya bahwa Devano kembali memburuk? Apa Rafly sedang mengerjai dirinya?
"Diva, maaf yaa Raina harus pergi." Raina berlalu dari ruangan rawat Devano dengan berlinang air mata. Gadis itu lelah berpura-pura tegar apalagi saat Fana membahas dan menuduhnya berselingkuh dari Devano. Raina lelah menahan semua rasa sakitnya.
"Raina tunggu, maafin Aku Raina tapi kata Rafly Kita salah ruangan." ucap Fana, pria itu mengejar langkah Raina sesaat setelah mendapat pesan dari Rafly.
"Fana, Raina capek. Hiks, Raina mau pulang aja." tolak Raina, gadis itu menghempaskan tangan Fana yang mengenalnya tadi.
"Gak Raina, please kali ini aja. Gue gak akan gangguin Kamu lagi, tapi kali ini aja ikut Aku yaa?" pinta Fana, Raina yang tidak tega pun terpaksa kembali mempercayai perkataan Fana.
Mereka menuju lantai 4 ruangan X, Rafly menyebutkan ruangan itu di pesannya.
Saat sudah berada dekat dengan ruangan X, Raina di buat bingung dengan keberadaan Dania, Arnold, beserta ketiga sahabatnya dengan ekspresi cemas di wajah Mereka semua. (Author sempat lupa sama nama suaminya Bibi Dania, Aku kirain Arnold ternyata Edgard, tapi karena udah terlanjur beberapa part pakai Arnold jadi namanya Arnold aja yaa. Part yang lalu nanti author edit lagi.)
"Fana, kenapa Mereka semua ada disini? Siapa di dalam? Dan dimana Rafly?" tanya Raina pada Fana, sama seperti Raina, Fana pun juga bingung di buatnya. Devano di rawat di ruangan yang tadi Mereka kunjungi, lantas siapa yang berada di sana? Dan kenapa Rafly membawa nama Devano?
"Aku juga gak tau, ayo sebaiknya Kita tanya kan saja pada Mereka." jawab Fana.
"Fana, akhirnya Kalian datang juga. Ayo, kalian bisa melihatnya sendiri dan mengetahuinya." ucap Rafly yang baru saja datang dan menghampiri Mereka.
Jangan hujat author yaa, author lelah tugas kampus banyak banget😪 ini juga spesial up buat pembaca setia, kalian tinggal nebak-nebak aja yaa, kalo tebakannya benar author kasih nilai 100 🤭jangan lupa vote, like, komen dan rate bintang 5 yaa.
See u next time🤗
__ADS_1