
Selama berada di rumah Fana sepupu Devano, Raina selalu saja beradu argumen dengan pria manja itu.
"Huhh, Raina kan mau manja-manjaan sama Dev kenapa jadi Fana yang di manja sihh." omel Raina, apalagi saat melihat Devano begitu sangat memanjakan Fana hal itu membuat Raina jadi sangat cemburu.
Dengan langkah kesal, Raina berjalan keluar dari kamar Fana menuju kamarnya. Gadis itu merasa tersingkirkan sekarang, "Oh Kitty, oh Tommy, Raina rindu kalian hiks, Dev jahat sama Raina," celetuk Raina dalam kamarnya, gadis itu sedang berbaring di kasur nya yang empuk.
Karena merasa bosan dan kesal dengan Devano yang lebih memperdulikan Fana, pun memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. menghindari satpam yang berjaga? Itu bukan masalah bagi Raina, di rumahnya saja berpuluh-puluh bahkan ratusan bodyguard saja bisa Raina kibuli.
Benar saja berkat otak cerdik nya, Raina berhasil keluar dari rumah itu bahkan tanpa sepengetahuan satpam yang berjaga di pintu gerbang utama.
"humm, Raina sudah berada di luar. Mau kemana yaa?" pikir Raina yang bingung akan pergi kemana, ini kan daerah baru untuk dirinya.
Raina yang sibuk dengan dunia nya sendiri, sedangkan Devano kini di buat cemas dengan menghilangnya gadis nakal nya.
"Fana, kamu bener gak lihat tunangan abang? Di kamarnya juga gak ada, dia kemana yaa," cemas Devano, pria itu sangat khawatir sekarang karena Raina tidak ada di kamarnya dan tidak memberikan dirinya kabar sama sekali.
"Nggak bang, dari tadi kan aku sama abang mana aku tau Raina kemana." seru Fana, hal itu membuat Devano semakin cemas.
Seorang wanita berjalan dengan angkuh memasuki pekarangan rumah tante Sinta, bahkan wanita itu bersikap seolah-olah dirinya adalah si pemilik rumah.
"Kamu?? Ngapain kamu ke rumah saya?" Kaget Sinta saat melihat kedatangan wanita itu.
"Halo, apa kabar tante Sinta. Sudah lama sekali ya kita tidak bertemu, saya hanya ingin mengunjungi tante saja kok. Apa tidak boleh?" sahut wanita itu, namun Sinta bukanlah orang bodoh. Dirinya sangat mengenal tabiat wanita yang berada di hadapannya saat ini.
"Kamu tidak perlu berbasa-basi Tamara! Saya tau, kamu pasti tau kalau Devano berada disini kan? Kamu mau memanfaatkan keadaan untuk kembali mendapatkan Devano dengan keberadaan anak saya?! Kamu fikir, anak saya masih sangat menyukai mu setelah apa yang kamu lakukan pada Diva keponakan saya?!" Marah Sinta, wanita itu sangat tau bagaimana liciknya wanita yang di hadapannya saat ini.
Kalian masih ingat Tamara kan? yap, dia adalah mantan terindah dari seorang Devano sekaligus orang suruhan dari Rafly.
__ADS_1
"Tante Sinta!!" Panggil Devano, Sinta berbalik menatap wajah Devano yang terlihat sangat khawatir, begitupun dengan raut wajah panik anaknya Fana. Sinta yakin, pasti sesuatu sudah terjadi pada mereka.
"Ada apa? Kenapa wajah kalian sangat terlihat panik? " tanya Sinta, sementara itu Tamara tersenyum senang saat Devano berjalan mendekat kearah mereka.
"Apa tante lihat Raina? Apa dia ada bilang sesuatu sama tante sebelum pergi?"
"Tidak nak, sedari tadi tante tidak melihat Raina. Terakhir kali tante lihat dia masuk kedalam kamar Fana untuk menemui kalian, setelah nya tante tidak melihat nya lagi." Jawab Sinta, Devano mengusap wajahnya kasar. Ini semua salahnya karena selalu mengabaikan Raina tadi, coba saja dirinya bisa bersikap adil pada kedua orang tersayang nya ini Raina pasti tidak akan hilang.
"Baiklah tante, Fana kamu disini aja yaa sama tante Sinta. Abang mau nyari Raina di luar. Ya udah tante, aku mau cari Raina dulu yaa semoga aja dia gak apa-apa." pamit Devano, namun langkah nya kembali terhenti saat Tamara menahan nya.
"Vano aku jauh-jauh loh kesini buat temuin kamu, masa kamu ninggalin aku sendiri sihh?!" cetus Tamara, hal itu membuat Devano marah dan menghempaskan tangan Tamara begitu saja dan meninggalkannya.
"makanya, kalo udah jadi mantan tuhh gak usah kegatelan. Sampai kapanpun, bang Devano gak akan mau balik sama lo. Udah sana pulang, nyampah aja di rumah orang." Sindir Fana, mulutnya yaa kayak boncabe.
"Lo itu cuma anak kecil, kita lihat aja Vano pasti akan jatuh ke pelukan seorang Tamara lagi." Ketus Tamara, namun di hiraukan Fana. Sedangkan Sinta, wanita itu sedang memerintahkan petugas keamanan di rumahnya untuk membantu mencari keberadaan Raina.
Saat semua orang panik mencari dirinya yang menghilang, yang di cari justru malah asik duduk lesehan di sebuah taman. Raina memang sengaja tidak membawa ponselnya, lagi pula siapa yang akan menghubungi nya? pikir gadis itu.
Hmm, orang asing Raina harus hati-hati. pikir Raina saat melihat kehadiran pria itu.
"ndak, Raina lagi sama bayangannya Raina jadi Raina ndak sendiri." Jawab Raina, hal itu membuat pria itu tertawa gemas melihatnya.
"hmm, iya sih gue juga punya bayangan. Jadi nama lo Raina?"
"kok tau? Kamu nya mata-mata ya?!" Selidik Raina, pria itu semakin tertawa melihat respon yang di berikan gadis itu.
"Hahahah, lo itu lucu yaa. Kan tadi lo sendiri yang sebut nama lo, oh iya biar lo gak kira gue mata-mata maka gue akan perkenalan diri dulu. okay, nama gue Sandy dan senang berkenalan sama lo." Sandy mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman, namun Raina menolaknya mentah-mentah.
__ADS_1
"Oh, Raina ndak tanya dan Raina ndak senang berkenalan sama kamu." Ketus Raina, siapa suruh menghampiri gadis itu saat dirinya sedang bad mood.
Dari kejauhan, Devano akhirnya bisa bernafas lega saat menemukan keberadaan Raina dari cincin yang di pakai gadis itu. Kalian ingat cincin berlian yang pertama kali di berikan Devano saat melamar Raina? Ya, cincin itu sudah Devano pasangkan alat pelacak dan beruntungnya Raina selalu memakai nya kemana pun dirinya pergi bahkan tidak pernah melepasnya.
Namun, wajah bahagia Devano berubah pias saat melihat Raina sedang berduaan dengan seorang pria asing.
"sialan!" Ucap Devano, lalu segera berjalan untuk menghampiri keduanya dengan langkah cepat. Namun belum sempat Devano berbicara, suara ketus Raina lebih dulu terdengar. Sangat jelas ketidaksukaan gadisnya pada pria asing itu.
"Huhh, Raina bilang Raina ndak mau di temenin! Pergi sana, ndak tau apa kalo Raina ini lagi bad mood?!" Usir Raina, namun Sandy tetap kekeh untuk menemaninya.
"Sayang, kamu disini ternyata. Syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa, kalo mau pergi harusnya bilang dulu biar aku gak khawatir sayang," Kedatangan Devano yang tiba-tiba membuat kedua nya berbalik, Raina dengan tatapan kaget dan Sandy dengan tatapan bingung nya.
"Dev kenapa bisa tau kalo Raina disini? Udah sana, Raina masih marah sama Dev. Raina ndak mau ketemu Dev, Dev itu lebih sayang Fana dari pada Raina!!" Ketus Raina yang juga mengusir Devano.
Raina menyilangkan kedua tangannya di dada, menolak untuk sekedar menatap Devano.
"Heyy, jadi gadis nakal ku ini sedang cemburu humm? Ya udah, aku minta maaf yaa. Aku sama sekali gak ada maksud buat nyuekin kamu, kan tadi lihat sendiri kalo Fana lebih butuh aku. Tolong ngerti in ya, Fana sedih lo pas tau kamu hilang tadi." jelas Devano,
"Ya udah dehh, tapi Dev janji yaa ndak ngulangin itu lagi. Ndak enak tau di cuekin, Raina jadi sedih. Raina rela jauh-jauh nyusulin Dev kesini tapi malah di cuekin," adu Raina dengan wajah yang menggemaskan, Devano harus menahan keinginannya untuk tidak memasukkan gadis nakal nya ini kedalam kantung kresek tidak rela saat wajah menggemaskan Raina di lihat semua orang.
Ya, sedari tadi mereka sudah menjadi bahan pertunjukkan. Wajah mereka yang cantik dan tampan serta tingkah Raina yang sangat menggemaskan menjadi salah satu daya tariknya.
Sandy yang sedari tadi menyaksikan interaksi antara sepasang kekasih itu mengernyit bingung, siapa pria itu? Kenapa sangat dekat dengan gadis yang baru saja di temuinya ini? begitu lah pertanyaan-pertanyaan di benak Sandy saat ini.
******
Akhirnya bisa up juga🤗
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, komen, dan kritik serta sarannya yaa😘
See u next time🤗