
Devano sengaja membuat acara pertunangan mereka di siang hari dengan alasan agar gadisnya itu tidak kelelahan. Namun, semua itu hanya alasan belaka. Faktanya, pria itu sudah menyiapkan kejutan untuk gadisnya.
Devano mengajak Raina ke sebuah dermaga dengan pemandangan yang cukup indah selepas acara pertunangan mereka berakhir.
Raina tentu saja sangat bahagia dengan apa yang dilihatnya saat ini, bahkan mereka sangat terlihat serasi.
"Dev, kenapa kita kesini?" Tanya Raina.
"Ini kejutan sayang, karena aku gak akan pernah bosan lihat senyum kamu. Aku akan terus berusaha untuk membuat kamu tersenyum, seperti saat ini." Jawab Devano, pria itu tersenyum sangat lembut pada Raina. Senyuman lembut Devano ini tidak pernah di tunjukkannya pada orang lain, bahkan kepada keluarganya pun sangat jarang kecuali Raina dan seseorang lainnya, Devano tidak akan pernah menyurutkan senyum lembutnya dari mereka berdua.
"Terimakasih Dev, Raina sangat suka." Raina tersenyum tulus pada Devano.
Mereka menghabiskan waktu mereka di sana, hingga hari menjelang malam dan Devano mengantarkan Raina kembali ke rumahnya.
Setelah acara pertunangannya kemarin, hari ini Raina si gadis nakal rupanya kelelahan. Mayang dan Saras sedari tadi sudah berusaha untuk membangunkan nona mereka, tapi tak kunjung bangun juga sedang kan hari sudah mulai siang namun gadis nakal itu belum menunjukkan tanda-tanda akan bangun dari tidurnya.
"Nona, ayo lah ini sudah siang. Apa nona tidak malu pada Kitty dan Tommy yang bahkan sudah cantik dan tampan?" Ucap Saras yang sudah lelah sedari tadi berusaha membangunkan Raina.
"Huhh, mbak Saras ini yaa! Raina hanya mau tidur pun ndak bisa tenang, Raina ini masih ngantuk, Raina lelah, Raina pengen tidur!! Sana ihh, tinggalin Raina sendiri!" Omel Raina karena tubuhnya terus saja di guncang-guncang oleh Saras.
"Aduh nona, apa nona tidak ingin bertemu dengan tuan Devano? Menurut yang pelayan ini dengar, tuan Devano akan pergi ke luar kota untuk beberapa hari. Apa nona_"
"Apa?! Dev mau pergi? Kenapa ndak bangunin Raina dari tadi sihh?!" Omel Raina pada kedua pelayannya.
Meaow
__ADS_1
Meaow
Sepertinya Kitty dan Tommy ikut meledek Raina, lihat saja kedua kucing menggemaskan itu menatap tuannya dengan tatapan datar. Heyy, mereka itu kucing. Meskipun kucing, mereka juga punya mata dan telinga kan? yaa, walaupun pemikiran mereka tidak seperti manusia.
Tanpa mandi atau pun mencuci mukanya, Raina langsung saja berlari ke arah pintu untuk menemui Devano yang sedang berbincang-bincang dengan keluarganya yang lain.
Saras dan Mayang yang melihat tingkah nona mereka sudah tidak dapat berkata-kata lagi. Apalagi saat melihat penampilan Raina yang euhhh, berantakan. Kalian tau kan cewek berambut panjang kalo baru bangun tidur itu gimana bentuknya? Bayangin aja penampilan Raina seperti apa yaa.
"Mama, Papa!!" Panggil Raina saat sudah berada di ruang keluarga.
"sayang?? Kamu baru bangun? Itu juga rambut kamu berantakan banget sihh, iler nya juga masih ada. Kamu gak mandi maupun cuci muka ya?" Pertanyaan beruntun Dewi di hiraukan oleh Raina, gadis nakal itu justru sibuk mencari keberadaan seseorang. Siapa lagi kalau bukan Devano.
"Dev nya mana?"
"Nak Devano sudah pergi sayang, tadi dia cuma nitip salam sama kamu. Dia juga bilang di luar kota nya cuma 2 hari, jadi kamu gak perlu khawatir." Jelas Bima.
"hiks,hiks,hiks, kok Dev ndak kasih tau Raina hiks, Dev jahat hiks, Raina benci Dev!"
Setelah lama menangis, satu persatu keluarganya pun meninggalkannya sendiri di ruang keluarga hingga tersisa dirinya dan Shakira. Melihat gelagat Shakira, Raina sudah bisa menebak jika gadis licik itu akan berbuat sesuatu padanya saat keluarganya tidak ada.
"Uhhhh, kasian yaa yang udah di tinggal sehari setelah pertunangannya." Ucap Shakira yang di tujukan untuk meledek Raina.
Raina yang mendengar perkataan Shakira tentu saja merasa tersinggung. Huhh, sebenarnya apa sih maunya Shakira ini sudah numpang tapi tak tahu diri.
"Hahaha, gue jamin pasti saat Devano pulang nanti dia udah gandeng cewek baru yang lebih cantik dan pastinya gak rusuh kayak lo." Lanjut Shakira lagi, hal itu membuat emosi Raina tersulut.
'huhh, sabar Raina jangan bikin sandiwara lo hancur gara-gara perempuan jadi-jadian ini,' batin Raina
"Shakira maksudnya ngomong seperti itu apa? Ndak usah panas-panasin Raina kayak gitu dong, Shakira ndak tau rasanya di posisi Raina." Baiklah, jika Shakira bisa bersandiwara dengan baik di hadapan keluarganya kenapa dirinya tidak. Percuma dong, dirinya di anugerahi otak yang cerdas kalo tidak di gunakan.
__ADS_1
Perkataan Raina itu cukup keras hingga dapat di dengar oleh pelayan-pelayan yang sedang bekerja.
"Heheh, pelayan pun jadi ahh jadi pendukungnya Raina." Raina tersenyum miring, apalagi saat melihat respon yang di berikan para pelayan di rumahnya.
"Maaf nona Shakira, kami bukannya lancang tapi apa yang di ucapkan nona Raina itu benar. Nona tidak berhak bicara seperti itu apalagi hubungan nona Raina dan tuan Devano yang sedang bermekaran, seharusnya nona Shakira sadar diri dengan posisi nona disini." Ucap seorang pelayan, dia adalah Bik Marni kepala pelayan di rumah itu.
"Huhu, bibi Raina hiks sangat sedih hiks apa Dev benar akan meninggalkan Raina? Hiks, hiks," Raina kembali memainkan sandiwaranya.
"Lo jangan fitnah Raina! Gue ngomong fakta kok, lo emang gak pantes buat Devano. Kalian itu hanya pembantu di rumah ini, gak usah ikut campur urusan majikan. Dan lo Raina, gue bisa pastiin kalo Dev pasti bakal ninggalin lo suatu saat nanti." Setegar-tegar nya Raina, gadis itu tentu saja dapat terpengaruh dengan perkataan Shakira.
Pikiran Raina selalu terbayang saat seseorang yang menelpon Devano tempo hari, terlebih tunangannya itu mencantumkan nama Baby Fana pada nama si penelpon. Menurut kalian, apa yang akan ada di fikiran Raina? Fana itu bisa saja nama seorang gadis bukan, bagaimana jika yang di katakan Shakira itu benar. Bagaimana jika kepergian Devano hari ini untuk menemui orang bernama Fana itu? Seperti itulah pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam fikiran Raina saat ini.
"Maaf nona Shakira, jika nona kami tidak masalah kenapa harus ada masalah dengan anda? Dan anda bukan majikan kami, nona Shakira." Perkataan Bik Marni berhasil membuat wajah Shakira memerah karena malu.
Karena sudah kehilangan muka di hadapan Raina dan para pelayan, Shakira pun pergi dari hadapan mereka dengan wajah yang kesal.
"Nona tidak perlu memikirkan perkataan nona Shakira tadi, kami yakin tuan Devano sangat mencintai nona. Nona hanya perlu percaya pada tuan Devano, tadi tuan sangat ingin menunggu nona tapi karena pesawatnya sudah mau lepas landas jadi tuan harus pergi tanpa menemui nona terlebih dulu. Jika nona mau, bibi tau dimana lokasi tujuan tuan Devano. " Ucap bik Marni berusaha menghibur Raina, tentu saja tanpa fikir panjang Raina menyetujui perkataan Bik Marni.
Dengan penuh semangat, Raina segera memerintahkan kedua pelayannya untuk mempersiapkan semua kebutuhannya. Kali ini Bima mengijinkan anak gadis nakal nya itu untuk bepergian sendiri, tentu saja Raina sangat bahagia.
*****
Hai hai hai, Raina balik lagi nihh
Penasaran gak sama perjuangan Raina untuk menyusul Devano? Terus nanti akan ada apa yaa di sana?
Jangan lupa like, vote, komen, dan kritik serta sarannya yaa😘
See u next time🤗
__ADS_1
Salam sayang dari Raina😘