
Acara penyambutan sudah di mulai, sebentar lagi acara yang di tunggu-tunggu akan terjadi.
"Bagaimana ini, sebentar lagi semuanya di mulai tapi bintang utama di acara ini belum juga ada kabar. Pa, ayo cari anak kita mama khawatir terjadi sesuatu sama Raina. Raina itu manja pa, bagaimana dia bisa bertahan dalam tawanan para penculik itu??" cemas Dewi.
"Tenang lah, melihat sikap cemas mu ini para tamu undangan akan mulai curiga. Papa sangat percaya sama Devano, dia pasti akan membawa Raina kembali dengan selamat." ucap Bima, menenangkan sang isteri.
"Benar tante, Siska juga yakin Raina akan baik-baik saja. Tante tau, meskipun nakal dan manja Raina juga cerdik dia tidak akan membiarkan lawannya lepas begitu saja. Aku, Rara dan Namira yakin saat ini Raina pasti sedang memberikan pelajaran pada para penculiknya." Sahut Siska, ya ketiga sahabat Raina juga mendapat undangan dalam acara penting ini.
"Terima kasih nak, semoga saja gadis itu bsnar-benar sudah selamat sekarang." ucap Dewi yang sudah bisa sedikit tenang.
"Ma, bagaimana ini kita harus berbuat sesuatu kalau tidak semua rencana kita hari ini akan gagal. Aku udah banyak mengeluarkan uang untuk rencana ini, aku harus bisa menggantikan posisi Raina disana." ucap Shakira pada Yuna mama nya dengan berbisik.
"Baik para hadirin, ini adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh kita semua. Setelah 9 tahun lamanya, akhirnya keluarga dari tuan Bima Rasya Aryasetya bersedia untuk mengumumkan ke publik sosok putri kesayangan keluarga Aryasetya." ucap sang pembawa acara, hal itu membuat para tamu undangan tak sabaran ingin mengetahui siapa gerangan gadis itu yang menjadi awal bangkitnya keluarga Aryasetya dulu setelah kebangkrutan.
Ya, bisa di bilang Raina adalah anak keberuntungan keluarga itu. kemampuan yang dimiliki Raina, membuat Bima dapat lebih berhati-hati dalam memilah mana lawan dan kawan.
"Baiklah, untuk tuan Bima dan sekeluarga silahkan naik ke atas panggung." lanjut si pembawa acara.
tepuk-tepuk tangan mulai terdengar saat Bima dan keluarganya naik ke atas panggung.
Sebenarnya, Bima masih ingin menunggu kedatangan sang putri namun apa mau di kata sudah saatnya mereka membuka acara ini.
"Kami mohon maaf, mungkin kalian harus menelan kekecewaan lagi. Hari ini, kami belum bisa menunjukkan sosok putri kami." perkataan Bima membuat semuanya terdiam.
"Tidak, ini tidak bisa di biarkan rencana ku harus berjalan dengan semestinya." gumam Shakira, gadis itu pun berdiri dan berjalan menuju panggung.
"Papa, kenapa papa tidak mengumumkannya sekarang? para tamu pasti sudah menunggu, Shakira kan sudah berada disini pa." ucap Shakira, gadis itu dengan beraninya berkata seperti itu di depan para tamu undangan termasuk para wartawan yang selalu siap sedia dengan kamera mereka.
__ADS_1
"apa dia putri yang selama ini di sembunyikan keluarga Aryasetya?"
"tapi kenapa tuan Bima berkata seperti itu seakan enggan memperkenalkan putrinya?"
"Siapa gadis itu?"
"cihh, gadis itu bukankah yang kepergok mencuri beberapa pakaian mahal di pusat perbelanjaan terkenal kemarin?"
Bisikan demi bisikan mulai terdengar, hal itu membuat wajah Bima memerah seketika.
"Apa yang kau katakan Shakira?!!" Ucap Bima dengan tatapan tajam.
"Papa, kenapa papa berkata seperti ini? Yang Shakira katakan ini sudah jelas bukan, aku anak papa. Ayo pa, Shakira sudah siap kok untuk di kenalkan pada publik." ucap Shakira dengan tak tahu malunya.
"Shakira kenapa berkata seperti itu pa? Kenapa dia sangat berani mengaku sebagai putri kita?!" tanya Dewi yang juga kaget dengan aksi yang di buat Shakira.
sedangkan di tempat lain, Devano masih saja berusaha membujuk Raina agar mau berganti pakaian dan ikut dengannya.
Sebenarnya bisa saja Raina menurut, tapi dirinya belum memberi pelajaran pada para penculiknya.
"Raina mau ganti baju, tapi Raina minta bubur dulu semangkuk." ucap Raina bernegosiasi.
Tanpa berfikir panjang, Devano segera menyuruh salah satu bawahan Fana untuk membeli kan bubur untuk gadis itu.
Raina sangat senang melihat bubur pesanannya datang tepat waktu. Gadis itu membawa kotak bubur nya ke belakang lalu kembali menuju para penculik yang sudah babak belur. Raina sudah memutuskan untuk memaafkan mereka dan meminta Devano untuk membiarkan mereka pergi saat bangun dari pingsan nya nanti, baik kan Raina para penculiknya aja di maafin.
"om botak, ayo bangun. Lihat, Raina membawa semangkuk bubur ayam yang sangat enak untuk kalian semua. Kalian tau ndak, bubur ini sebenarnya milik Raina tapi karena Raina kasihan sama om botak dan yang lain jadi bubur nya buat kalian saja, sini Raina suapin yaa." ucap Raina.
__ADS_1
Devano sangat tersentuh dengan perkataan Raina, sungguh baik hati gadis nya ini rela memberikan makanannya pada para penculik bahkan mau menyuapi mereka.
Dengan senyum lebar Raina mulai menyuapi kelima penculik itu dengan sendok yang penuh.
"Bagaimana, enak bukan? Jelas dong, bubur nya kan spesial dari tangan Raina sendiri kalian makannya. Om yang udah lakbanin mulut Raina kan? sini Raina kasih tambah lagi bubur nya." ucap Raina tersenyum lebar, gadis itu masih saja menghapal wajah pria yang sudah melakban mulutnya.
"cu-cukup nona, saya tidak ingin memakan bubur itu lagi. Saya takut akan di opname jika terus memakannya." ucap si penculik.
"ya sudah, Raina juga sudah lelah. Ayo Dev, kita pergi. Raina sudah sangat merindukan keluarga Raina." ujar Raina setelah lelah mengerjai ke lima penculik itu dengan bubur racikannya🤭
Belum juga Devano berbicara, Raina sudah menarik tangan pria itu menuju mobil Devano. Fana yang sedari tadi diam karena tidak ingin image nya rusak di depan para bawahannya pun mendengus kesal karena di abaikan.
Devano tidak dapat berkata-kata lagi sekarang, waktu mereka tidaklah banyak sedangkan Raina enggan mengganti pakaiannya. bahkan masih mengenakan pakaian yang saat dirinya di culik.
"Sayang, kamu gak mau ganti pakaian? itu terbuka banget loh bajunya, gak ada lengan nya." ucap Devano, saat ini Raina memang memakai baju yang lengannya nyaris tak ada hanya seuntai tali saja tapi masih sangat terlihat sopan anggun di kenakan Raina.
"Dev ndak lihat ini ada lengannya? mata Dev katarak yaa, Raina hanya mau pakai ini Dev jangan lama-lama Raina." ucap Raina, namanya Raina kan kalo tidak keras kepalanya terkadang mulut ceplas ceplos nya bikin orang sakit hati, tapi apa daya Devano hanya bisa menuruti perkataan Raina daripada gadis itu marah padanya.
"Cukup Shakira!! Jangan melewati batasan kamu, dan jangan pernah bermimpi untuk menjadi putri kesayangan saya!!!" Marah Bima, pria itu tidak dapat membendung amarah nya lagi saat ini terlebih beberapa tamu undangan mulai mencemooh keluarga nya akibat tingkah Shakira.
"Papa, Raina sudah disini. Papa jangan marah lagi ya, Raina ndak suka kalo papa marah-marah seperti ini." seketika emosi Bima redup dengan sebuah pelukan hangat dari putri kecilnya.
"Syukur lah kamu selamat nak," ucap Bima memeluk sang putri dengan tangisan penuh haru dan bahagia, sekali lagi aksi mereka menjadi perbincangan serta sorotan semuanya.
suka gak habis pikir sama orang yang gak punya malu, author aja minta makanan ke kerabat malu nya naudzubillah😎 jangan ikutin sifat tak tahu malunya Shakira dan Yuna ya teman-teman🙂
__ADS_1
jangan lupa like, vote, komen, dan kritik juga sarannya yaa. Oh iya, rate bintang 5 juga yaa love you dehh dari Raina banyak-banyak🤗😘
see u next time