
Saat ini Raina sedang bermain dengan dua kucing kesayangannya, tidak bukan dirinya melainkan Mayang dan Saras yang melakukan nya. Sedangkan dirinya sibuk memakan keripik singkong.
Raina bisa bebas hari ini, hidupnya juga aman tentram tanpa ada perdebatan aneh antara dirinya dan Fana. Ya, sejak kemarin pria itu pergi ke rumah Devano untuk mengunjungi orang tua Devano. Mereka sedang merindukan keponakan manja Mereka.
"Raina sayang, apa Kamu melihat ikan Koi yang baru saja Mama beli? Tadi Mama menaruh nya di toples ini, tapi ikan nya tidak ada." tanya Dewi pada Raina. Wanita itu bingung kemana perginya ikan yang baru di belinya itu.
"Ikan yang berwarna merah itu?? Raina ndak tau, tapi tadi Kitty dan Tommy lagi mainan ikan. Raina ndak tau itu ikan siapa, mungkin ikan Mama." jawab Raina dengan santai nya.
"Kenapa gak Kamu selamatin?" tanya Dewi yang shock mendengar jawaban Raina.
"Ikannya ndak minta tolong, ya udah Raina biarin aja dehh." jawab Raina lagi, kali ini sukses membuat Dewi tepuk jidad.
"Nona, mana ada ikan bisa ngomong apalagi sampai minta tolong. Suara ikan saja Nona tidak tahu." ucap Saras.
"Ada kok, buktinya di dongeng-dongeng yang pernah Raina baca ada. Mana Raina tau, Raina kan Manusia. Mungkin Mbak Saras tau bahasa ikan?" sahut Raina, gadis itu lagi-lagi membuat ketiga wanita itu tepuk jidad.
Dewi harus tabah menerima kenyataan, ikan yang baru saja di beli nya kembali mati di tangan kedua kucing kesayangan putrinya. Ikan itu belum juga sehari sudah tinggal nama, belum juga di pelihara dan di beri nama udah mati. Ingin rasanya Dewi menitipkan kedua kucing itu ke tempat penitipan hewan, namun sayang dengan Raina yang pastinya akan mengamuk jika kedua hewan peliharaannya itu tidak ada di dekatnya.
"Mama, Raina bosen dehh." ucap Raina, gadis itu sedang memeluk Dewi yang sedang menonton acara gosip (biasalah emak-emak).
"Terus Kamu maunya gimana hemm?"
"Jalan-jalan yuk Ma, Raina bosen di rumah. Kita habisin duit Papa yuk Ma, Raina pengen beli hadiah buat Dev. Sebentar lagi kan Dev ulang tahun, Raina mau cari kado istimewa supaya Dev makin cinta dan sayang sama Raina." ucap Raina dengan wajah yang begitu sangat bersemangat.
Namun wajah riang gadis itu harus sirna saat melihat sosok yang tidak ingin dirinya lihat sedang berjalan kearah Mereka.
"Tante, maafin Shakira dan Mama ya. Shakira janji gak bakalan lakuin hal itu lagi," ya, orang itu adalah Shakira dan Yuna.
__ADS_1
Entahlah, Dewi merasa sangat berhutang budi pada mendiang Ayah Shakira. Ayah Shakira sangatlah berjasa dalam hidup Dewi, di saat dirinya terpuruk karena kehilangan keluarganya Ayah Shakira datang bak pahlawan dan menyelamatkan hidupnya. Hingga saat ini, Dewi tidak akan pernah melupakan semua kebaikan yang pria itu berikan pada dirinya.
Seusai acara selesai Kemarin, Dewi kembali meminta suaminya untuk memaafkan Mereka. Karena kasihan melihat wajah sedih Dewi pun terpaksa memaafkan kedua manusia tidak tahu diri itu.
"Yuna, dan Kamu Shakira. Saya harap kalian tidak melakukan hal-hal yang membuat anak-anak ataupun suami Saya marah. Jika Kalian masih belum bisa berubah juga, maka Saya sendiri yang akan mengusir Kalian berdua." ucap Dewi, kedua ibu dan anak itu hanya menunduk mendengar petuah dari Dewi.
"Ayo Ma, Raina mau belanja. Ayo, mumpung Fana ndak ada disini." Sahut Raina, gadis itu masih enggan memaafkan apa yang di lakukan Shakira dan Mama nya, hingga dengan cepat menarik tangan Dewi agar ikut dengannya.
Disinilah Raina sekarang, di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di tempat tinggalnya. Dengan semangat Raina masuk ke ke sebuah toko jam tangan, Raina berniat membelikan kado untuk ulang tahun Devano.
Dewi hanya mengikuti kemana pun Raina pergi, bahkan wanita itu enggan memilih apapun dan membiarkan Raina berbelanja seorang diri.
"Hahhh, Raina capek Mama. Ayo Mama, Kita pulang aja yuk. Ehhh, jangan deng Mama aja yang pulang tapi anterin Raina ke rumah Dev dulu yaa." ucap Raina, saat ini mereka sedang duduk untuk mengistirahatkan diri Mereka.
"Iya-iya, tapi Kamu jangan repotin Tante Sari dan Devano yaa."
"Raina?? Kamu tambah cantik aja sihh, kok jarang main kesini? Padahalkan Aku pengen banget banyak ngobrol-ngobrol sama Kamu." Seorang gadis menyapa Raina yang baru saja akan masuk kedalam rumah besar itu.
"Diva?? Hahahah, Raina kangen tau sama Diva. Kemarin-kemarin Raina pengen banget main kesini, tapi karena si kaleng kerupuk selalu ngintilin Raina, Raina jadi males kemana-mana." Ucap Raina, ya gadis yang menyapanya adalah Diva adik dari Devano.
"Hahaha, Kamu bisa aja. Ayo masuk, Kamu pasti mau ketemu kak Vano kan? Kan Vano lagi ada tamu, temen-temen nya lagi pada main kesini. Untuk itu, Kita ke kamar Aku yuk." ujar Diva yang di jawab anggukan lucu oleh Raina.
Kedua gadis itu pun masuk ke dalam rumah, namun yang namanya Raina jika melihat sosok Fana pasti nambah bobrok.
"Kaleng Kerupuk?!" Teriak Raina saat melihat Fana yang sedang duduk bersandar di bahu Devano, hal itu menyulut emosi Raina. Ketiga nya kan sudah sepakat, saat dirinya tidak ada Fana tidak boleh mendekati Devano.
Teriakan Raina sukses membuat Fana terlonjak kaget, begitupun dengan Devano yang melihat gadisnya sedang menatap tajam pria manja di sampingnya.
__ADS_1
"Gadis Nakal??! Kok Kamu ada disini sih?!" Shock Fana.
Raina ingin berdebat, namun melihat wajah teman-teman Devano yang terlihat sangat asing di matanya membuat gadis itu mengurungkan niatnya. Raina hanya memberikan tatapan peringatan pada Fana membuat Fana meneguk salivanya kasar. Menurut pria itu, Raina sangatlah menyeramkan. Bahkan dirinya sudah pernah merasakan racikan makanan Raina yang rasanya membuatnya ingin lebih baik meminum langsung air laut saja.
"Sayang, ayo sini." panggil Devano, pria itu tidak ingin melihat wajah kesal Raina. Dengan langkah pelan, Raina menghampiri Devano.
"Apa lihat-lihat?!" sergah Raina pada Fana yang masih menatapnya.
"Hehh, galak amat sihh." ucap Devano, pria itu menjadi tidak enak dengan teman-teman lamanya yang menyaksikan pertengkaran Raina dan Fana.
"Dev, Dev kok ingkar janji sihh?! Katanya ndak bakal manjain si kaleng kerupuk ini, tapi kenapa Dia malah nyender-nyender di bahu Dev?!" kesal Raina, wajah gadis itu sudah mengkerut karena kesal.
"Iya, maaf yaa." ucap Devano,
"Iya udah, tapi ada syaratnya,"
"Apa?" tanya Devano
"Beliin Raina eskrim," jawab Raina, hal itu sukses membuat Devano mematung.
"Van, Lo gak ada niatan gitu buat ngenalin Kita-kita sama cewek Lo?" ujar seorang teman Devano.
"Hahhh, iya Gue hampir aja lupa,"
"Sayang, kenalin Mereka berempat teman-teman Aku waktu kuliah dulu. yang di samping Kamu itu namanya Vino, di sebelahnya Vero Mereka kembar, di samping Vero ada Riky dan yang itu Albert." lanjut Devano memperkenalkan Raina pada keempat temannya.
Nanti lanjut lagi yak, See u next time๐๐
__ADS_1