Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
39


__ADS_3

Kini semuanya sedang berada di rumah sakit tempat Raina di rawat. Dewi dan Bima langsung menuju ke rumah sakit itu, saat mendapatkan kabar dari Devano.


"Dimana Raina?? Bagaimana keadaannya? Kenapa putri ku bisa pingsan?! Panggil dokternya kemari, Saya mau perawatan yang terbaik di berikan untuk Raina, cepat sembuh kan putriku!!" Ucap Dewi, saat mendapatkan kabar bahwa Raina masuk rumah sakit wanita itu panik dan ingin segera menemui Raina.


"Tante Dewi, Tante tenang yaa. Dokter udah di dalam kok, Raina cuma demam dan dehidrasi. Tante gak perlu panik kayak gini, Raina akan baik-baik saja." ucap Namira, gadis itu mengelus pundak Dewi agar wanita itu tenang.


Beberapa saat kemudian, Dokter yang menangani Raina keluar dan menemui yang lain.


"Bagaimana keadaan anak Saya Dokter? Dia baik-baik saja bukan?" tanya Dewi. Dokter itu tersenyum kecil lalu berkata, "anak Ibu baik-baik saja, Dia hanya terserang demam dan dehidrasi. Setelah cairan infus nya habis, anak Ibu sudah di perbolehkan untuk pulang." jawab Dokter itu.


"Hiks, Raina ndak mau bubur!!" tolak Raina saat Dewi menyendokkannya sesuap bubur yang di sediakan rumah sakit.


"Kamu mau apa sayang? Mau nasi goreng? Bilang aja, Kamu mau makan apa." tanya Devano, pria itu tidak ingin gadisnya semakin sakit karena melewatkan makan siangnya.


"Raina sayang, anak Mama yang paling cantik Kamu makan yaa. Sini, biar Mama yang suapin Kamu." Bujuk Dewi, namun hanya mendapatkan gelengan keras dari Raina.


"Raina ndak mau makan bubur, Raina juga ndak mau nasi goreng ataupun yang lainnya." jawab Raina, hal itu membuat yang lainnya bingung.


"Nak, ayo makan dulu. Kamu mau cepat sembuh kan?" Bujuk Dania, wanita itu juga turut membantu membujuk Raina agar mau makan.


"No Bibi, Raina ndak mau makan hiks, hiks," semuanya menjadi gelagapan saat Raina menangis.


"Heyy, kenapa menangis?" tanya Devano, pria itu memeluk Raina untuk menenangkan gadis itu. Dan beruntungnya, Raina langsung saja menghentikan tangisnya dan membalas pelukan Devano.


Interaksi keduanya dilihat oleh semuanya, Fana yang melihat nya mencibir pelan.


acting nya gadis nakal ini, huhh. Batin Fana, apalagi saat tatapan mengejek yang di berikan Raina padanya membuat Fana kesal.


"Dev, Raina mau makan." ucap Raina, gadis itu dalam mode manja sekarang.


"Mau makan? Ayo, biar Aku suapin Kamu yaa." tanya Devano, seraya memberikan sesendok bubur ke arah mulut Raina namun malah mendapat penolakan dari gadis itu.


"Raina ndak mau makan bubur!!" Tolak Raina.


Devano menghela nafas pelan, sabar kalo marah Raina bisa kabur lagi.


"Baiklah, Kamu mau makan apa?" pasrah Devano,


"Bubur Ayam," jawab Raina, gadis itu terlihat sangat bersemangat saat membayangkan dirinya memakan bubur Ayam.


Jawaban yang di berikan Raina membuat semuanya terdiam, tadi gadis itu mengatakan tidak ingin memakan bubur. Dan sekarang meminta bubu Ayam? Sama saja kan, sama-sama bubur juga.

__ADS_1


"Sama aja kelles, sama-sama bubur juga," cibir Fana. Perkataan pria itu mendapat tatapan tajam dari Raina.


"Kaleng Kerupuk diam dehh, Raina makan Kamu mau?!" Ucap Raina, hal itu membuat Fana diam seperti anak kecil yang habis di marahi Ibunya.


Fana bergidik ngeri, memegang lehernya seolah membayangkan bagaimana Raina memakan dirinya.


"Jadi Kamu mau bubur Ayam? Ya udah, bentar yaa Aku minta supir buat beli dulu." ucap Devano, pria itu sudah bersiap untuk menelepon supir.


"Ndak, Raina mau nya Dev yang masakin," ucap Raina sedikit menunduk, takut Devano menolak permintaan nya.


"Kamu hamil ya?! Ngidam ya Kamu?!" Cerca Fana, hal itu membuat Raina menatap pria itu dengan tatapan tajam. Enak saja asal bicara, pikir Raina.


"Hahahah, baiklah buat tuan putri, Aku akan buatin Kamu." Devano sempat kaget dengan permintaan Raina, namun tertawa saat mengingat dirinya sama sekali tidak bisa masak.


"Tapi Raina udah lapar, Raina ndak papa kok makan bubur yang ini dulu." ucap Raina, hal itu lagi-lagi membuat semuanya berbalik pada gadis itu.


"Ckckck, dasar plin plan. Tadi aja di tolak, sekarang mau." cibir Fana lagi, namun di hiraukan Raina.


*******


"Tante, Shakira boleh bantu gak?" Tanya Shakira, saat ini Dewi sedang mengajarkan Devano membuat bubur Ayam untuk Raina.


"Shakira? Kamu kan masih sakit, Kamu istirahat aja ya di kamar." ucap Dewi,


"Gak perlu, Saya tidak butuh bantuan Kamu!" Jawab Devano dengan nada yang ketus.


"Devano, Aku cuma mau bantu kok. Kamu gak perlu merasa canggung, Aku seneng kok bisa bantuin." ucap Shakira yang tidak menyerah saat mendapat jawaban ketus dari Devano, gadis itu bahkan dengan berani memegang tangan Devano yang sedang menyiapkan suwiran daging Ayam.


"Lepas!!" Devano menghentakkan tangan Shakira yang memegangnya dengan keras, hingga gadis itu jatuh tersungkur.


"Aww! Devano, hiks Aku cuma mau bantuin aja hiks, kenapa Kamu kasar sih sama Aku? Hiks, hiks," ucap Shakira, gadis itu mengeluarkan air mata buayanya.


"Dev, bubur nya udah jadi kah?? Raina sudah sangat lapar." tanya Raina, gadis itu mendengar suara keributan di dapur jadi memutuskan untuk menyusul.


"Shakira?!! ngapain Kamu tiduran di lantai? Oh iya, Raina lupa Shakira kan ndak punya rumah." ucap Raina, gadis itu melewati Shakira begitu saja tanpa ada niat untuk membantunya. Perkataan Raina membuat Shakira kembali kehilangan muka, dan bertambah kesal.


"Bubur nya bentar lagi siap kok, Kamu tunggu bentar yaa." ucap Devano sembari mencium pucuk kepala Raina dengan lembut.


Wajah Raina memerah malu mendapat ciuman tiba-tiba yang di berikan Devano.


__ADS_1


"Dev, Raina malu ihhh. Mama pasti lihatkan, Dev nyebelin ihhh." ucap Raina, wajah gadis itu semakin memerah saat Dewi melihat tingkah Mereka berdua.


"Kenapa harus malu? Kamu kan tunangan Aku, calon isteri Aku. Wajar dong, kalo Aku bersikap seperti ini sama Kamu." sahut Devano, pria itu tidak memperdulikan sekitar dan melanjutkan acara masak nya.


Raina duduk sembari menunggu bubur buatan Devano jadi.


"Ini, makan lah." Raina memakan bubur buatan Devano dengan lahap, hal itu membuat Devano tertawa melihatnya.


"Pelan-pelan sayang, tidak ada yang akan merebut makananmu." ucap Devano, saat melihat Raina makan dengan terburu-buru.


"Lihatlah Dev, Kaleng Kerupuk sedang mengincar bubur ini. Raina harus menghabiskan nya sebelum dirinya memakannya." ucap Raina, menatap Fana yang sudah siap dengan sendok di tangannya.


Devano tidak dapat berkata-kata lagi, sudah lah tidak ada yang bisa membuat Mereka berdamai jika bukan dengan sendirinya.


"Ayo lah, bagi Aku sikit." pinta Fana.


"Baiklah, hanya sesendok." pasrah Raina.


Tapi bukannya hanya sesendok, Fana justru menyendoknya berkali-kali hingga mangkuk bubur itu kosong.


"Devano, tangan Aku sakit, hiks, Kamu mau gak tolongin Aku? Tolong anterin Aku ke Dokter yaa, Kamu kan denger sendiri kemarin. Kalo tangan Aku kembali sakit, harus di bawa periksa lagi karena takut infeksi." ucap Shakira, sepertinya gadis ini belum puas mempermalukan dirinya sendiri.


"Saya bukan supir Kamu!!" Tolak Devano, dengan acting nya Shakira berpura-pura seolah tangannya sangat terluka parah.


"Apa Kamu gak mau tanggung jawab?? Kamu yang udah dorong Aku tadi, Aku mohon tolongin Aku Devano hiks, hiks,"


Raina sudah mulai kesal melihat aksi Shakira, sepertinya dirinya harus segera bertindak. Dengan tersenyum riang, gadis itu berjalan ke arah dapur.


Tak lama kemudian, Raina kembali datang dengan membawa semangkuk bubur Ayam.


"Ini, makanlah. Dev tadi masih menyisakannya untuk Kaleng Kerupuk, Raina bawain ini khusus untuk Shakira karena Dia udah bantuin Raina makan tadi dan pastinya udah cukup." ucap Raina, ya Devano memang masih menyisakan sedikit bubur dan Raina sudah memberikan nya pada Shakira.


Devano dan Fana mengernyit bingung dengan apa yang di lakukan Raina, kenapa gadis itu tiba-tiba saja bersikap baik pada Shakira? Pikir Mereka berdua.


Tanpa mengucapkan apapun, Shakira langsung saja melahap bubur itu.


"Apa?? Ayo telan bubur nya, sangat enakkan? Itu bubur khusus yang di buatin Dev buat Raina. Dan pastinya dengan sedikit cinta dari Raina, bubur itu akan semakin lezat bukan??" tanya Raina tersenyum senang, sedangkan Shakira? Wajah gadis itu sudah memerah karena berhasil masuk kedalam permainan Raina.


"Lo mau bunuh Gue ya?!" teriak Shakira


"Ndak kok, ndak ada racun nya juga." jawab Raina dengan santai sembari berjalan meninggalkan Shakira yang sudah mulai mual dengan rasa asin berlebihan dalam mulutnya akibat bubur pemberian Raina.

__ADS_1


Segini dulu yaa, jangan lupa vote, like, komen, rate dan share yaa😘


See u next time


__ADS_2