Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
59


__ADS_3

Banyak yang ngamuk, 2 part Rara dan Rafly mulu, ya udah kita kembali ke Raina lagi yaa, jangan marah dong, ntar cantiknya ilang hehehe.


Back to story


Sepulang dari Cafe, Raina malah di hadiahi tatapan tajam oleh Devano. Pasalnya, gadis nakal itu pergi tanpa meminta izin.


"Dari mana kamu? Kebiasaan ya kalo pergi gak pernah izin, suka bikin orang khawatir?" Tanya Devano, Raina hanya tertawa mendengarnya.


"Heheh, maaf Dev. Raina khilaf, habis nya bosen di rumah. Pengen main tapi ndak ada teman, ya udah Raina pergi aja susulin Siska dan yang lain."


Menghela nafas pelan, Devano menyerahkan dua hewan berbulu lembut pada Raina. Tommy dan Kitty sampai saat Raina sudah pergi dari rumah.


"Ini, beri mereka makan. Aku harus pergi lagi, oh iya kamu jangan coba-coba kabur lagi. Devano palsu sudah tau kalo kedua orang tuanya kita sandera, jangan sampai dia nyakitin kamu." Ucap Devano, memperingati Raina.


"Dev, mau kemana?"


"Aku harus mastiin tawanan kita gak kabur sayang,"


"Jahat, Dev baru aja datang masa udah mau pergi lagi. Raina kangen tau, dari kemarin Dev nyuekin Raina mulu. Pokoknya, hari Dev harus ngabisin waktu sama Raina. Hari ini, Dev hanya punya Raina. Ndak boleh kemana-mana, ngerti?!" Omel Raina, gadis itu tidak ingin Devano pergi lagi.


Devano merasa sangat bersalah pada gadis nakal nya ini, sejak 2 hari yang lalu dirinya begitu sibuk mengurus masalah Devano palsu hingga waktu untuk bersama Raina menjadi berkurang. Seharusnya Devano bisa meluangkan waktunya, terlebih mereka baru saja lagi bertemu.


Devano mendekati Raina yang masih mengerucutkan bibirnya dengan kesal, gadis itu enggan menatap Devano yang berjalan dekat padanya. Mencari kesibukan dengan bermain bersama Tommy dan Kitty.


Devano mengisyaratkan pada Mayang dan Saras agar membawa pergi Tommy dan Kitty, hal itu membuat Raina kesal karena kedua hewan berbulu itu pergi.


"Sayang, iya aku gak akan pergi. Udah dong, jangan cemberut gitu mukanya. Aku jadi gak tahan tau lihat muka kamu yang gemesin ini." Devano memeluk Raina hingga gadis itu berhenti memberontak.


"Dev nyebelin tau, Raina kesel pokoknya!" Bukannya tenang, Raina justru bertambah kesal.

__ADS_1


"Iya, aku nyebelin. Aku minta maaf ya, janji deh hari ini waktu aku hanya untuk kamu. Gak ada kerjaan, investigasi, atau kumpul sama teman-teman aku, hari ini aku hanya untuk Raina seorang." Devano terus membujuk Raina agar gadis nakal nya itu berhenti marah padanya.


Raina pun tersenyum senang mendengar perkataan Devano. Gadis itu melupakan kekesalannya begitu saja, membuat Devano semakin gemas.


"Terimakasih Dev, Raina kangen jahilin Sandy. Kita ke Toko yuk, siapa tau aja Sandy ada disana." Ucap Raina dengan begitu semangat, namun berbeda dengan Devano yang wajahnya berubah suram.


Raina ini, suka gak ngerti keadaan. Udah itu gak peka pula, gak lihat apa tuh Devano cembokur ehh cemburu maksudnya sama Sandy.


"Dev, kok diam aja sih?"


"Dev tunggu disini ya, Raina mau ganti baju dulu. Ingat, jangan kemana-mana okey?" Raina segera pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian, sedangkan Devano terduduk diam dengan wajah kesalnya.


"Gak peka banget sih ayy, aku kan cemburu ... " Devano hanya pasrah, dari pada protes terus Raina kembali marah kan.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Raina berganti pakaian, gadis itu sudah siap dengan Tommy dan Kitty di sisinya. Bahkan kedua Kucing itu juga semakin terlihat menggemaskan.


"Sayang, ayo kita pergi. Tommy dan Kitty pasti tidak sabar untuk bertemu dengan paman mereka." Ucap Raina, gadis itu begitu sangat bersemangat.


"Iya, mereka akan ikut. Raina mau mengenalkan mereka dengan paman mereka. Tenang saja, mbak Mayang dan Saras juga ikut untuk menjaga mereka." Devano hanya menganggukkan kepalanya mengerti, meskipun sebetulnya tidak mengerti sama sekali.


Selama perjalanan, Raina tidak henti-hentinya bercerita tentang masa-masa dirinya selalu merepotkan Sandy. Hal itu tentu membuat Devano sangat kesal, namun pria itu harus menahan kekesalannya jika tak ingin melihat Raina kesal.


Mereka pun sampai di Toko kue Raina, seperti perkiraan gadis itu Sandy memang ada disana. Pria itu begitu serius melayani pelanggan, sampai tidak menyadari kedatangan Raina dan yang lain.


"Sandy!!" Pria itu terkejut mendengar teriakan Raina yang begitu memekakkan telinga, hingga beberapa pengunjung Cafe juga ikut menoleh pada gadis nakal itu.


"Selamat datang Nona, kami senang bisa melihat Nona lagi." Ucap salah seorang, karyawan Raina. Raina hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, lalu kembali berjalan menghampiri Sandy dan membiarkan karyawan itu kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Huhuu, Raina kangen dehh. Sepertinya, Sandy suka banget jadi pelayan disini. Raina senang punya karyawan gratis, hihihi."

__ADS_1


Sandy memutar kedua bola matanya malas, mau membalas namun tatapan tajam yang di berikan Devano seakan mau memakannya saja.


"Hehh, gue disini juga karena lo selalu teror gue tiap malam. Sehari aja gue gak datang, lo telponin gue sampai gue capek dengerin ponsel gue bunyi mulu." Omel Sandy, yaa pria itu sejujurnya sedang berusaha untuk move on dan ingin mencari pengganti Raina. Namun, usahanya selalu saja gagal akibat dirinya sehari tak datang saat itu di Toko. Setiap malamnya, Raina akan menerornya dan sekarang pria itu terpaksa harus turut mengikuti permintaan Raina. Entahlah, Sandy tidak bisa menolak apapun yang dipinta Raina.


"Jadi ndak ikhlas nih? Ayo Dev, kita pulang aja. Sandy ndak asik, males Raina." Ucap Raina yang berpura-pura bahwa dirinya sedang marah. Dan benar saja, mana kuat Sandy kalo Raina marah.


"Aelahh, baperan amat sih Lo. Becanda kali gue Raina, gak mungkin lah gue mau nolak permintaan dari cewek cantik. Apalagi ceweknya itu elo."


"Ekhemm!"


Sandy tersenyum kecut, baru nyadar lagi dia kalo Devano sedari tadi jadi satpam.


"Syukurlah kalo cuma becanda, Raina juga cuma becanda marahnya tadi." Ucap Raina, membuat Sandy bertambah kesal. Suka banget yaa masuk ke dalam perangkapnya Raina, kan kesel sendiri jadinya.


"Udah, gak usah cemberut gitu. Kenalin, ini Tommy dan Kitty. Mereka ini kucing kesayangan Raina. Hari ini, Raina dan Dev mau pacaran. Sandy yang ganteng, baik hati, dan tidak sombong, tolong jagain mereka yaa. Mereka baru aja sampai hari ini setelah berlibur ke luar negeri, mereka pasti lapar. Tolong di kasih makan juga yaa, jangan di kasih permen nanti mereka kesedak, jangan di kasih ikan juga, nanti mereka bau, dan jangan lupa kasih minum susu yaa. Untuk Tommy kucing Raina yang paling ganteng ini, dia suka susu strawberry. Sedangkan Kitty, kucing Raina yang cantik dan menggemaskan ini suka susu coklat."


Raina tersenyum sangat manis, lagi-lagi Sandy seperti sedang terhipnotis dan mengangguki permintaan gadis itu dengan begitu mudah. Devano sampai terbengong melihatnya, dirinya saja yang bucin pada Raina tidak seperti ini.


"Ehh, tunggu! Apa lo bilang tadi? Gue harus jagain nih dua buntut lo?! Waah, gila sih ini. Gue alergi bulu, gue bersin-bersin siapa yang tanggung jawab nanti?" Protes Sandy saat baru menyadari rincian perkataan Raina.


"Huhuu, Tommy dan Kitty kalian lihat paman kalian begitu jahat. Mereka tidak mau merawat kalian selama Raina pergi, huhuhu Raina sangat sedih."


*Meaow


Meaow*


Tommy dan Kitty saling bersahutan, seolah mengerti dengan perkataan Raina. Kedua Kucing menggemaskan itu turut menatap Sandy dengan tatapan menggemaskan.


Devano berusaha menahan tawanya melihat Sandy menjadi sasaran kejahilan Raina kali ini, bisa saja gadis itu meninggalkan Tommy dan Kitty di rumah, toh kedua pelayan nya bisa merawat mereka selagi Raina pergi bersamanya. Entahlah, Devano tidak tahu apa yang sedang Raina pikirkan saat ini.

__ADS_1


Sedangkan Sandy? Pria itu tidak tega untuk menolak saat melihat tatapan kedua Kucing menggemaskan itu.


"Tenang saja Tuan, kami berdua akan membantu anda untuk menjaga Tommy dan Kitty."


__ADS_2