Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
53


__ADS_3

Saat ini Raina sedang sibuk melayani para pengunjung Toko kue nya. Sejak kedatangan Devano, Sandy tidak lagi datang untuk mengganggunya. Raina tidak merindukan pria itu, tapi Raina hanya menyayangkan sudah tidak ada lagi yang dapat membantunya secara percuma.


"Huhh, coba aja Sandy ada disini. Pasti ada yang bisa bantu-bantuin Raina." Ucap Raina, hari ini pengunjung cukup ramai hingga gadis itu harus bekerja ekstra.


Raina lupa untuk mengabari Devano bahwa dirinya tidak bisa datang ke rumah sakit, pasti pria itu sedang menunggu nya sekarang.


"Ahhh?!" Raina begitu terkejut saat lengan kekar memeluknya dengan erat.


"Kau memikirkan pria lain disaat Aku tidak ada rupanya humm?"


"Dev?!"


Raina mengerjabkan matanya berulang kali, memastikan bahwa yang di Lihat nya adalah nyata dan bukan khayalannya saja.


"Kenapa? Apa Kamu belum puas memikirkan pria itu? Apa Kau tak tahu kalo Aku ini sangat cemburu humm?"


"Hahaha, tidak Dev. Mana mungkin Raina berani untuk memikirkan pria lain disaat Raina sudah punya Dev yang sangat-sangat mencintai Raina."


"Benarkah? Lalu kenapa Kamu terus menyebut nama pria itu? Sedangkan namaku tak sekalipun Kamu ucapin." Ucap Devano, pria itu sedang menggoda Raina sekarang.


"Ehh?! Jadi Dev denger yaa, hehehe. Raina cuma ngerasa rugi kalo Sandy ndak ada, Raina harus ngerjain semuanya sendiri. Biasanya, Sandy selalu bantuin Raina. Raina senang di bantu, apalagi tanpa upah. Kan Raina tidak rugi sedikitpun." Jawab Raina, Devano sampai tak percaya mendengar jawaban dari Raina.


Sungguh kasihan sekali Sandy, Raina benar-benar memanfaatkannya dengan sangat baik.


"Jangan gitu Sayang, kasian tau. Aku gak mau Kamu kecapean, lihat pengunjung Toko Kamu malah lihatin Kita berdua kan. Ayo, hari ini Aku yang akan bantuin Kamu." Raina sangat senang saat Devano bersedia untuk membantunya.


"Benarkah? Tapi, Dev masih sakit. Sebaiknya Dev istirahat aja, ini ndak lama kok. Setelah itu, Raina akan tutup Tokonya." Ucap Raina, namun gadis itu tidak ingin kesehatan Devano kembali menurun jika kelelahan.


"Baiklah Sayang, Aku akan nungguin kamu disini."


Raina pun segera melayani para pengunjung, sepanjang pekerjaan ingin rasanya Raina menutup mata para gadis-gadis yang berani mencuri pandang pada Devano. Lihat saja, Raina tidak akan membiarkan Mereka tenang.


Sabar Raina, Mereka ini pelanggan. Jangan ngerjain dulu, nanti kabur. Batin Raina, dengan terpaksa gadis itu tersenyum pada gadis-gadis yang sibuk memandangi Devano.


"Pria itu sangat tampan, Kalian lihat kan Dia sedari tadi selalu menatap Kita. Gue pastiin, Gue akan dapatin hatinya Dia." Ucap seorang gadis dengan penuh rasa percaya diri, hal itu membuat Raina yang mendengarnya bertambah geram.


"Benar, coba saja. Dia begitu tampan dan sempurna, Gue ingat kalo Dia itu salah satu pengusaha muda yang sukses dan bekerja sama dengan perusahaan bokap." Ucap teman gadis yang berbicara tadi, tidak lama kemudian gadis yang pertama tadi pun berjalan dan menghampiri Devano.

__ADS_1


"Hai, Gue boleh duduk disini gak?" Ucap gadis itu, namun hanya di abaikan Devano.


Dari jauh, Raina tertawa melihat bagaimana Devano sama sekali tidak menghiraukan keberadaan gadis itu.


"Nama Gue Raya, kalo nama Lo siapa?" Tanya gadis yang bernama Raya itu lagi, mengulurkan tangannya hendak bersalaman dengan Devano namun tetap saja di abaikan.


Devano hanya melirik nya sekilas lalu kembali memalingkan wajahnya.


"Dev, kerjaan Raina udah selesai. Raina kangen orang rumah, temenin Raina pulang ke rumah Papa nya Raina yaa," Ucap Raina, gadis itu sudah mengganti pakaian nya dengan dress selutut.


"Baiklah, tapi tunggu. Dimana cincin Kamu? Kok gak di pake?" Devano baru menyadari bahwa cincin Raina yang di berikannya pertama kali saat menyatakan perasaan nya tidak di kenakan Raina.


"Dev jangan marah yaa, cincin nya Raina jual waktu kabur kemarin."


"Kamu nakal banget sihh Sayang, suka banget kabur-kaburan. Ya udah, nanti Aku beliin cincin yang baru yaa." Ucap Devano menjewer telinga Raina dengan pelan,


"Ihhh, jangan di jewer telinga Raina."


"Raina ndak mau cincin baru, Raina mau cincin yang dulu. Kita tebus aja ya cincinnya?" Pinta Raina,


"Baiklah, tapi harus janji cincin nya di pakai terus yaa."


"Helloww?!! Gue disini loh dari tadi, dan Lo siapa? Lo cuma pelayan di Toko ini, berani banget Lo deketin cowok Gue?!" Ucap Raya yang sudah kesal sedari tadi.


"Dev, dia cewek Kamu yang keberapa lagi sih?"


"Hahh? Jangan becanda Sayang, mana mungkin Aku bisa selingkuh dari Kamu."


Devano dan Raina meninggalkan Raya yang sedang menatap Mereka dengan santai tanpa memperdulikan gadis itu. Hal itu membuat Raya semakin geram di buatnya.


♡♡♡


Setelah menebus kembali cincin milik Raina, kini Raina dan Devano sedang dalam perjalanan menuju rumah kediaman Aryasetya.


"Dev, Raina masuk duluan yaa. Dev tolong bawain barang-barangnya Raina yaa," Devano melongo saat Raina sudah berada di luar mobil dan berlari masuk ke dalam rumah.


"Dasar gadis itu," Devano tersenyum melihat tingkah Raina, sifat gadis itu sungguh membuat Devano tidak bisa melupakannya.

__ADS_1


"Mama, Papa!!" Teriak Raina, membuat seisi rumah teralihkan padanya.


"Mama, Raina pulang. Raina kangen banget sama Mama, maafin Raina ya karena udah pergi ninggalin Mama dan semuanya." Ucap Raina sambil memeluk Dewi.


"Raina? Akhirnya Kamu pulang juga Nak, Mama sangat mengkhawatirkan Kamu. Kamu baik-baik aja kan selama berada di luar sana?" Dewi membalas pelukan Raina tak kalah eratnya, Ibu dan Anak itu saling melepas rindu, melupakan Bima yang cemberut karena di abaikan Raina.


"Apa anak kesayangan Papa ini tidak merindukan Papanya?" Tanya Bima dengan raut wajah yang dibuat sesedih mungkin.


"Hehehe, mana mungkin Raina melupakan Papa. Raina hanya terlalu senang bertemu Mama, jadi tidak melihat Papa tadi. Maafin Raina ya Pa,"


"Kemarilah Nak, Papa benar-benar sangat merindukan mu." Raina langsung saja menghambur kedalam pelukan Bima, Ayah dan Anak itu saling melepas rasa rindu Mereka.


"Dimana Alex? Apa Dia baik-baik saja saat Raina pergi?" Tanya Raina, Alex adalah anak Anjing yang di berikan Revan tempo lalu.


" Dia baik-baik saja Sayang,"


"Sayang, ini semua barang-barang Kamu. Apa Aku simpan ke kamarmu?" tanya Devano yang baru saja datang dengan membawa ransel berisi beberapa pakaian dan keperluan Raina.


Dewi dan Bima begitu terkejut saat melihat Devano, bukankah hubungan Devano dan Raina sudah berakhir? Lantas mengapa Mereka bisa bersama lagi?


"Nak Devano? Kamu disini? Apa hubungan Kalian ... "


"Mama, Papa, hubungan Dev dan Raina tidak pernah berakhir. Devano yang mengakhiri hubungan Raina dan Dev itu palsu, Dia hanya menyamar dan membuat wajahnya sama dengan wajah Dev. Dia sebenarnya adalah Rendra, anak dari Tante Maria dan Ok Hans."


Raina pun menjelaskan semuanya pada kedua orangtuanya, tentang bagaimana liciknya Mereka dalam berusaha memisahkan Raina dan Devano.


Bima sangat geram saat mengetahui fakta itu, adik yang di sayanginya ternyata berkhianat dan berniat untuk menghancurkan kebahagiaan Raina, putri kesayangan nya.


"Nona?? Pelayan ini sangat senang melihat Nona akhirnya kembali pulang," Saras dan Mayang begitu terkejut sekaligus senang saat melihat Raina pulang ke rumah.


"Benar Nona, sejak Nona pergi Kami juga ingin pergi dan mencari Nona, tapi Kami tidak akan pernah rela jika kamar Nona di tempati Shakira." Ucap Mayang, Raina mengernyitkan keningnya bingung.


"Apa Dia berusaha untuk menempati kamar Raina?" Tanya Raina, Raina adalah tipe orang yang tidak suka jika barangnya disentuh orang lain.


"Benar Nona, tapi tenang saja karena Kami sudah mencegahnya dan menjaga kamar Nona setiap saat." jawab Saras.


Raina sangat senang, Mayang dan Saras begitu sangat menyayanginya. Begitupun dengan dirinya yang menganggap Mayang dan Saras seperti kakaknya sendiri.

__ADS_1


"Terimakasih,"


"Tapi, jika kalian terus menjaga kamarku, itu berarti Kalian tidak keluar kamar? Apa kalian tidak memiliki niat untuk mencari pasangan? Huhh, Raina ndak habis pikir. Kalian sangat betah untuk menjomblo." lanjut Raina membuat wajah Mayang dan Saras berubah kesal seketika, Raina sangat suka merubah mood baik mereka menjadi sangat buruk.


__ADS_2