
Akhirnya bisa up juga🤗 ini author paksain lagi gk sehat, semoga masih waras aja ya ceritanya🤣 semoga gk ngalor ngidul, selamat membaca🤗
"kenapa mantan Dev ada disini?? Dev, ngundang mantan Dev ke sini ya?!" tanya Raina penuh selidik, pasalnya saat masuk rumah Raina melihat Tamara yang asik bersantai di ruang tamu.
"siapa? nggak sayang, buat apa aku ngundang mantan kalo udah ada bidadari nakal di hidup aku humm," sahut Devano, hal itu membuat Raina tersipu malu namun kesal bersamaa. awalnya saja dirinya di buat terbang, tapi masih juga di sebut bidadari nakal.
"benarkah? Terus kenapa dia bisa ada disini?" Raina tidak akan berhenti bertanya sebelum puas dengan jawabannya.
"mungkin dia salah alamat." celetuk Fana yang baru saja datang dengan membawa cemilan di tangannya.
"sukurlah kakak ipar akhirnya bisa ketemu, aku fikir kamu hilang di culik genderuwo," lanjut Fana sambil nyengir ganteng.
"mulutnya ya kalo ngomong," sinis Raina.
"Ada apa dengan mulut Fana yang seksi ini kalo lagi ngomong?" tanya Fana.
"suka bener, tadi Raina hampir aja di culik cowok ganteng tapi karena Dev datang ndak jadi dehh." jawab Raina.
"Vano, kamu kok baru datang sihh aku udah dari tadi loh nungguin kamu, " ucap Tamara dengan nada yang menjijikkan, bahkan Fana reflek memuntahkan cemilan yang sedang di makannya akibat melihat tingkah Tamara.
"ehh, kakaknya itu cuma mantannya Dev ndak usah belagu! Jangan macam-macam yaa di hadapan Raina!" omel Raina, gadis nakal itu tentu saja cemburu dengan tingkah Tamara yang begitu manja pada Devano.
"Lo denger kan kata tunangan gue tadi? lo, cuma mantan. Dan ya, pintu keluar nya gak pernah berubah kok. Lo bisa pergi sekarang, gak ada yang harapin kehadiran lo disini." celetuk Devano yang sedari tadi hanya diam menyaksikan kini mengeluarkan kalimat yang begitu menohok.
"Tunggu saja, aku pasti akan kembali dan buat kamu menjadi milikku!" cetus Tamara sebelum benar-benar pergi dari rumah itu dengan keadaan kesal.
Setelah kepergian Tamara, Raina dan Fana kembali berdebat. Devano yang melihat mereka pun menghela nafas pelan, pria itu lebih memutuskan untuk beristirahat di kamarnya meninggalkan kedua manusia itu yang sibuk memperebutkan keripik singkong milik Fana.
"ihhh, Raina minta keripiknya. Jadi orang itu harus berbagi, ndak boleh pelit." pinta Raina, karena sedari tadi Fana enggan membagi cemilannya pada Raina.
"Enak aja, ini punya aku! kalo mau, beli aja sendiri." tolak Fana dengan tegas.
Akibat perdebatan itu, Raina pun menyerah dan memerintahkan satpam yang baik hati untuk membelikannya keripik singkong dan enggan untuk berbicara pada Fana.
__ADS_1
sebenarnya, Fana merasa tidak enak karena sudah membuat Raina kesal tapi mau bagaimana lagi Fana juga sangat menyukai keripik singkong kalo di bagi kan rugi Fananya.
"Dev, Raina mau pulang aja." celetuk Raina.
"lohh? kan baru sehari disini, kamu yakin mau pulang?" tanya Devano.
"Iya, Raina kesel sama Fana. Raina mau pulang aja, tapi pulangnya sama Dev." ucap Raina merajuk.
"kalo bang Dev pulang, aku ikut," celetuk Fana, hal itu membuat Raina menatap pria itu dengan tatapan sinis.
Dengan helaan nafas pelan, Devano pun terpaksa harus menyetujui permintaan keduanya, pusing dia jika harus memilih satu di antara nya.
Akhirnya, kini Raina, Devano dan Fana sudah sampai di bandara. Sepanjang perjalanan mereka, Raina dan Fana terus saja berdebat Raina yang possesive dan Fana yang manja bertemu dalam satu tempat.
"Dev Raina mau supermarket," ucap Raina dengan ambigu.
"Supermarket? Kamu mau supermarket?" tanya Devano bingung.
"Bukan ihh, Raina mau garam." ujar Raina lagi. Devano semakin di buat bingung dengan perkataan Raina, mungkin kah gadis Nakal nya itu ingin membeli garam di supermarket?
"Beli kok beli garam, di rumah nya kehabisan garam apa." cibir Fana yang masih dapat di dengar oleh Raina dan Devano.
"Kamu ndak usah bawel yaa, serah Raina dong kan yang mau belanja Raina bukan kamu cowok manja!" balas Raina tak kalah sinis hal itu membuat Fana mendelik kesal.
Devano tidak dapat menutup keterkejutannya saat Raina dengan semangatnya memilih berbagai jenis garam (emang garam ada berapa jenis sih? author gk tau😂)
"Dev, Raina mau semuanya." pinta Raina dengan memasang wajah yang menggemaskan.
"Semuanya?" Raina menganggukkan kepalanya lucu, tentu saja Devano tidak bisa menolak permintaan gadis nakal nya ini.
"Baiklah, apa hanya garam-garam ini yang mau kamu beli? Jangan eskrim sayang," Baru saja Raina akan memilih eskrim namun Devano dengan cepat mencegah nya.
"Bang Dev, Fana udah selesai milih nihh," ucap Fana
__ADS_1
" Ehhh, kamu borong semua garam yang ada? Apa tidak sekalian air laut kamu borong juga," lanjut Fana mencibir.
"Mas nya mau borong semua garamnya?"
"Iya, maaf nih ya mas ganteng kami juga mau beli garam tapi kalo semuanya mas nya borong terus kita gak kebagian dong."
"Garam nya buat apa mas? Kok di borong semua sih?" Beberapa ibu-ibu yang sedang berbelanja di buat terkejut semua garam masuk kedalam keranjang belanjaan Devano dan Raina.
"Iya tante, Dev mau beliin garam-garamnya buat Raina buat stok sebulan." jawab Raina dengan polosnya. Mana ada garam sebanyak itu untuk stok sebulan, apa mereka memakan garam-garamnya?
Para ibu-ibu itu di buat bengong dengan jawaban yang di ucapkan Raina, gadis itu selain cantik tapi juga polos makanya banyak orang yang ingin memanfaatkan kepolosan yang dimilikinya.
"Ehh, maaf ya ibu-ibu kalian bisa mengambil garam sebanyak yang kalian inginkan setelah itu saya akan mengambil sisanya." ucap Devano tak enak hati, ibu-ibu itu pasti sedang belanja bulanan makanya pada berebutan garam juga.
Setelah berkeliling dan menuruti semua permintaan Raina dan Fana selama di supermarket, kini mereka sudah berada di rumah Raina. Entah mengapa Fana ngotot ingin tinggal bersama Raina, hal itu tentu saja bukan tanpa alasan.
Fana tau, Devano akan selalu mengunjungi Raina oleh karena itu pria manja yang satu ini sengaja tinggal untuk menjadi orang ketiga di antara mereka.
Sementara itu, di tempat lain.
Orang-orang yang selalu ingin menghancurkan keluarga Raina sejak awal kesuksesan Bima, sedang merencanakan suatu rencana untuk kembali mengusik keluarga harmonis itu.
Sedangkan di tempat lain, Shakira terus saja mendesak Yuna ibunya untuk membuatnya menjadi nona satu-satu nya di keluarga Raina.
"Mama, pokoknya aku gak mau tau ya secepatnya kita harus mengambil alih posisi terhormat di rumah ini. Bagaimana pun juga, tante Dewi harus membayar apa yang keluarga kita lakukan dulu sampai dia bisa sukses seperti sekarang ini!" Ucap Shakira pada Yuna.
"Bersabarlah, mama yakin sebentar lagi Bima pasti akan bertekuk lutut pada mama. Dan setelah itu, kita bisa dengan mudah menyingkirkan mereka semua dan menjadikan Bima papa kamu." ujar Yuna tersenyum sinis, wanita itu sangat percaya diri dalam perkataan nya.
Ya, tanpa sepengetahuan Dewi selama ini Yuna selalu mencari perhatian Bima dan membuat namanya jelek di hadapan Bima. Namun bukannya terpengaruh, Bima justru semakin mendekatkan dirinya pada isterinya saat Yuna tidak ada di sekitar mereka.
Sejujurnya, sejak awal kedatangan Yuna dan Shakira niat jahat nya sudah di ketahui oleh Bima. Tidak sulit untuk menangkap kelicikan mereka, bahkan sangat mudah. Bima hanya perlu melihat respon yang di berikan Raina sejak awal kedatangan mereka (baca part sebelumnya)
Akhirnya bisa up juga🤗
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, komen, dan kritik serta sarannya yaa😘
See u next time🤗