Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
48


__ADS_3

Ada beberapa yang nanya, Devano ada dua dong ya?


Nggak, Devano cuma satu gak punya kembaran juga kok. Biar author jelasin dikit yaa, jadi sebelum kecelakaan itu terjadi Maria dan Hans sudah merencanakan semuanya. Bahkan Mereka siap membayar mahal untuk merubah wajah anak Mereka sendiri menjadi Devano. Jadi Devano yang bersama Rena itu PALSU alias hasil oplas.


Back to story


"Kakak, ini makanlah dulu. Bubur Ayam sangat baik untuk kesembuhanmu," ucap Diva sembari memberikan semangkuk bubur ayam pemberian Raina pada Devano.


Devano menerima bubur itu tanpa bertanya apapun dan mulai memakannya, begitupun dengan Rena gadis itu tidak ingin terlibat adu bacot lagi dengan Diva.


PRANGG


"Makanan apa ini?! Kau mau membunuh kakak mu sendiri?!" Marah Devano, bahkan wajah pria itu terlihat memerah.


Diva hanya menyunggingkan senyum sinisnya, Diva sekarang tau semua kebenarannya saat Raina memberikan mangkuk bubur itu padanya.


"Ahhh, ada apa kak? Apa bubur nya tidak enak? Padahal Raina loh kak yang buat, " ucap Diva dengan ekspresi wajah yang di buat-buat.


"Ohh, Aku ingat kak. Raina itu nakal, Dia selalu menambahkan sesuatu yang berlebihan kedalam makanan seseorang dengan begitu lihainya. Apa kali ini Raina juga melakukan itu padamu kak? Maafkan Aku kakak, seharusnya Aku bisa menyadarinya dari awal." lanjut Diva, gadis itu sangat menikmati sandiwaranya.


Devano palsu dan Rena yang melihatnya menggeram kesal. Terutama Devano, pria itu harus merasakan sensasi pedasnya lada serta pahit dan asin di dalam bubur ayam itu. Seperti nya Raina benar-benar mengeluarkan semua kerinduannya dalam mengerjai seseorang pada Devano palsu.


"Kak Vano, Aku mau keluar sebentar yaa. Kakak istirahat saja, lagian ada Rena juga kan." tanpa mendengar jawaban dari Devano palsu, Diva segera keluar dan menuju ruangan rawat Devano yang asli.


Dimas dan Sari sangat bahagia saat mengetahui bahwa hubungan Devano dan Raina baik-baik saja. Mereka sangat berharap kedua sejoli itu dapat bersatu, dan semua masalah dapat terselesaikan.


"Dev, masih ada yang sakit?" tanya Raina, saat ini gadis itu sedang mengupas buah Apel. Jika Kalian berpikir itu untuk Devano, maka Kalian salah. Raina mengupasnya untuk dirinya sendiri, bahkan Devano tak habis pikir dengan kelakuan tunangan nya itu.


"Masih Sayang," jawab Devano, Raina menyimpan pisaunya di atas meja lalu lebih mendekatkan dirinya pada Devano.


"Dimana yang sakit? Apa Raina perlu memanggil Dokter? Ayo biwlang Devw, Raiwna khawatir iwni." Ucap Raina, gadis itu sibuk memakan Apel yang sudah di kupas dan di potongnya saat berbicara membuat Devano gemas di buatnya.


"Sayang, selesaikan dulu makannya. Kalau Kau tersedak bagaimana?" Devano mengusap kepala Raina dengan lembut membuat Raina semakin mendekatkan dirinya dan berbaring di satu ranjang yang sama dengan Devano.

__ADS_1


Raina saat merasa sangat senang Devano memperlakukannya seperti ini, gadis itu sangat merasa di lindungi saat bersama Devano. Inilah salah satu alasan kenapa Raina tidak mempercayai Devano palsu saat itu, meskipun tidak bisa di pungkiri bahwa Raina sakit hati dengan perkataan pria itu namun saat dekat dengan Devano palsu Raina sama sekali tidak merasakan kedekatan apapun.


"Kak Vano!! Huaaa, Aku senang banget kakak baik-baik aja." Raina terkejut saat Diva tiba-tiba saja masuk dengan suara toa nya.


"Ihh, Diva nyebelin! Raina baru aja mau bobo malah di ganggu!" omel Raina, Diva hanya tertawa melihat wajah kesal Raina menurutnya itu sangat lah menggemaskan.


"Rasain, makanya jangan buat jomblo yang ada disini panas dong!" sahut Fana, pria itu sedari tadi duduk di sofa kamar rawat Devano dan menyaksikan apa yang keduanya lakukan.


"Kenapa? Kamu iri? Makanya, cari pacar sana. Jangan gangguin Kak Vano sama Raina mulu kerjaannya." ejek Diva, Raina dan Devano tertawa mendengarnya sedangkan Fana semakin kesal.


"Jangan Diva, jangan suruh Fana cari pacar." sahut Raina dengan nada serius, membuat semuanya menatap gadis itu dengan kening berkerut.


"Kenapa Sayang? Kok Fana nya gak boleh cari pacar? Emangnya Kamu mau, Dia jomblo terus menerus?" tanya Devano yang di angguki Diva.


"Seenak jidad aja kalo ngomong. Kamu pikir enak apa jadi jomblo, gak enak tau." sahut Fana dengan wajah kesal.


"Kalo Fana punya pacar, yang jadi selingkuhan Raina kalo ndak ada Dev siapa? Fana boleh cari pacar tapi kalo Raina dan Dev udah nikah." jawab Raina dengan perkataannya yang mulus semulus jalan tol.


"Sayang, Kamu suka selingkuh sama Fana? Jadi selama ini Kamu selingkuhin Aku dong?"


"Apasih ini, Gue masih kecil gak ngerti dahh." Ucap Diva, gadis itu lebih memilih untuk menjadi penonton.


"Ndak, Raina ndak pernah selingkuh. Fana yang selalu ngajakin Raina buat selingkuh, Fana juga selalu ngikutin kemanapun Raina pergi." jawab Raina dengan wajah polosnya.


"Hehh, tadi Kamu bilang Fana itu selingkuhan Kamu." Ucap Devano.


"Iya, Fana itu selingkuhannya Raina. selingan emantisipasi lalu ingat, nanti gak kuat umur hanya akan nelangsa." Ucap Raina, gadis itu hanya asal sebut tanpa tau arti apa yang di ucapkannya.


Diva dan Fana yang mendengar perkataan Raina hanya terbengong, sedangkan Fana sudah memberenggut kesal. secara tidak langsung Raina sudah mengatainya tua dan tak laku hingga sekarang.


"Kamu ngomong apa Sayang?"


"Emang Raina ngomong apa?" Raina mengedip-ngedipkan matanya membuat Devano gemas.

__ADS_1


Cup


Devano mengecup bibir Raina dengan cepat, hal itu membuat Raina terdiam dengan wajah terkejutnya. Sedangkan Diva dan Fana hanya menjadi penonton yang sakit hati melihat tingkah keduanya.


"Dev, kenapa mencium Raina secara tiba-tiba? Raina kan jadi kaget, kalo Raina reflek mukul gimana?!" kesal Raina, namun tak ayal wajah gadis itu memerah karena malu. Keduanya melupakan keberadaan Diva dan Fana.


"Fana, apa kah ini yang selalu Lo lihat saat bersama Mereka? Gue gak kuat Fan, keluar aja yuk." Ucap Diva, wajah gadis itu begitu menderita melihat keromantisan Raina dan Devano, sedangkan Fana masih enggan untuk berdiri dari tempat duduknya.


"Gue kuat kok, udah biasa juga. Lo sendiri aja, Gue gak bisa ninggalin Mereka hanya berdua aja kayak gini." Jawab Fana, hal itu membuat Diva kembali mendudukkan dirinya.


"Ya udah, Gue ikut Lo aja dehh. Males juga Gue kalo mesti ke kamar rawat bawah." putus Diva


Diva begitu takjub dengan Fana yang begitu tahan dengan aksi Raina dan Devano yang tanpa malu menunjukkan keromantisan Mereka.


"Diva, bagaimana dengan buburnya? Apa Dia suka? Ahhh, Raina sudah ndak sabar nunggu kabar Dia sakit perut hihihi." Tanya Raina, gadis itu menatap Diva yang sedang memakan camilan.


Diva menghentikan aksi makannya dan ingat dengan niat awalnya untuk menemui Raina.


"Tenang aja, semuanya beres aman terkendali." Diva menceritakan semuanya apa yang terjadi dan membuat Raina tak bisa menahan tawa saat mendengarnya.


◇◇◇◇◇


"Kurang ajar!! Bagaimana Dia bisa tidak hati-hati dan membuatku sakit perut seperti ini!!" Teriak Devano palsu, Dia melupakan image nya di depan Dimas dan Sari yang baru saja masuk ke ruangan rawatnya.


"Devano, Kamu kenapa Nak?" tanya Sari.


"Raina Ma, Dia berniat buat racunin Aku."


**maaf ya kalo lama baru up**,


Jangan lupa vote, like, komen dan rate bintang 5 yaa.


See u next time🤗

__ADS_1


__ADS_2