
Setelah 2 jam perjalanan, kini Raina sudah berada di depan sebuah rumah minimalis namun tetap terlihat mewah dan elegan. Sebelum nya, Raina sudah mengabari Devano tentang kedatangannya.
"Permisi om satpam, Raina boleh masuk ndak?"
"Ehh non cantik mau ketemu siapa memangnya? Biar bapak kasih tau dulu," Tanya Satpam itu yang ber tag name Budi.
"Raina mau ketemu Dev, kata Dev kalo udah nyampe Raina tinggal masuk aja." Jawab Raina.
"Ohh, non ini tunangannya aden Devano? Mari, silahkan masuk tadi den Devano sudah berpesan sama bapak." Satpam itu pun mempersilahkan Raina untuk masuk kedalam rumah itu.
Raina di sambut hangat oleh si pemilik rumah, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik meskipun sudah tidak muda lagi.
"Mari masuk nak, kamu pasti lelah. Ayo, tante tunjukin kamar kamu." Wanita itu, Sinta tante dari Devano. Wanita itu mempersilahkan Raina masuk kedalam rumahnya dan sudah mempersiapkan sebuah kamar tamu untuk Raina.
"Tante, Dev nya dimana? Kok sedari tadi Raina ndak lihat sih?" Tanya Raina, sedari tadi gadis itu terus saja mencari dimana keberadaan Devano.
"Kamu memang nya gak mau istirahat dulu? Kan habis perjalanan panjang, Devano nya ada di kamar nya Fana anak tante, itu kamarnya tepat di samping kamar kamu." Sinta tersenyum ke antusiasan Raina untuk bertemu Devano.
"Terima kasih tante, Raina mau ketemu Dev dulu!!" Raina dengan semangatnya masuk ke dalam kamar yang di tunjukkan oleh Sinta.
Raina sangat terkejut saat melihat apa yang ada di hadapannya saat ini, dua orang pria sedang asik bersenda gurau bahkan tidak menyadari kedatangannya.
"Dev," Panggil Raina, namun pria itu tetap menghiraukan dirinya. Hal itu membuat Raina kesal, gadis itu bahkan sudah memiliki berbagai niat jahat di otaknya untuk pria yang sudah mengambil perhatian Devano itu.
"Dev, Raina panggilin dari tadi kok ndak sadar sihh?!" Ucap Raina yang sudah mulai kesal.
"Ehh?! Sayang, kamu sudah datang rupanya. Ayo sini, biar aku kenalin kamu sama sepupu aku." Ucap Devano yang baru menyadari keberadaan Raina.
__ADS_1
Raina tentu kesal, apalagi Devano yang bersikap seolah tak bersalah apapun padanya. Dengan terpaksa gadis nakal itu menampilkan senyum lebar nya namun malah terkesan mengejek bagi pria yang selalu bersikap manja pada Devano.
"Sayang, kenalin ini Fana adik sepupu aku lebih tepatnya Andreas Fana Athaya. Dan Fana, kenalin ini tunangan kakak namanya Raina Vischa Arabella kamu bisa panggil dia Raina." Devano memperkenalkan keduanya, dengan ogah-ogahan Raina mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Fana.
Tunggu dulu, seperti ada yang salah.
"Jadi, Baby Fana yang nelpon waktu itu dia?! Raina pikir cewek, ternyata cowok? Udah gitu, manja lagi sama Dev Raina ndak suka ihhh." Raina baru sadar, bahwa nama pria itu sama dengan nama si penelpon tempo hari. Raina shock teman-teman, saingannya ternyata adalah seorang pria dewasa bahkan pria itu terlihat lebih tua dari dirinya.
Ingin rasanya Raina teriak, karena sudah berani suudzon pada tunangannya sendiri meskipun Devano tidak tahu sihh.
"Iya, aku yang waktu itu nelpon bang Dev. Kamu kenapa natap aku kayak gitu??! Aku juga gak suka yaa kamu ikut-ikutan panggil bang Dev kayak gitu, cuma aku yang boleh panggil Dev kamu gak boleh." Jawab Fana dengan nada yang nyolot, ingin Raina garamin aja mulut Fana ini suka seenaknya.
"Heheh?! Enak aja mau ngatur-ngatur Raina, yang ada itu kamu ndak boleh manggil gitu sama Dev nya Raina! Cuma Raina yang boleh panggil Dev, kamu ndak boleh!" Baiklah, sikap bar-bar Raina tidak bisa terkontrol pemirsah, lihat muka Fana yang nyolot bikin Raina naik tensi sepertinya.
Devano mengamati perdebatan keduanya dengan lelah, sampai kapan pun keduanya tidak akan ada yang mau mengalah. Kalian tau kan Raina seperti apa? Apalagi Fana, Devano sangat mengenal adik sepupu manjanya ini.
"Hehh, Raina denger alasan Dev kesini itu karena sepupunya sakit. Tapi, Raina lihat-lihat kamu ndak sakit sama sekali? Bahkan, kamu lebih nyolot dari mulut Raina yang seksih ini. Apa jangan-jangan, kamu bohongin Dev ya?!" Ucap Raina penuh selidik.
"Kamu nuduh Raina?? Atas dasar bukti apa kamu nuduh Raina heh?!" Devano hanya diam jadi penonton sekarang, biarlah kedua orang tersayang nya ini sibuk berdebat.
"Iyalah, pasti kamu kan yang selalu nahan bang Dev buat nemuin aku?!! Udah, gak usah bohong kamu." Tuduh Fana, hal itu membuat Raina bertambah kesal.
"Fitnes kamu!! Raina ndak pernah ya kadang-kadang Dev! Dev nya aja yang selalu sibuk di luar kota, sembarangan aja kalo ngomong!"
"Fitnah sayang, bukan fitnes." Devano membenarkan perkataan Raina.
"Iya, itu maksud Raina." Raina menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Mending kamu pulang sana, aku mau manja-manjaan sama bang Dev!" Usir Fana, pria manja itu berjalan mendekat ke arah Devano lalu memeluk pinggang pria itu dengan erat.
Raina yang melihat aksi Fana bertambah kesal.
"Harusnya Raina yang disana, yang peluk Dev bukan Fana. Harusnya Raina yang bahagia, dan bukan Fana." Ehhh, Raina malah nyanyi dengan ekspresi muka yang memelas kasih sayang🤣 apalagi saat melihat Devano yang terlihat biasa-biasa saja saat Fana memeluknya, justru terlihat bahagia pria itu kan membuat Raina bertambah kesal.
"Ihhh, minggir kamu!! Yang boleh peluk Dev itu cuma Raina, sana kamu jauh-jauh ihhh." Raina dengan brutalnya menarik Fana dari pelukan Devano hingga pria manja itu terjatuh dengan tidak elitnya di lantai yang dingin.
"Kok jahat sihh, hiks, bang Dev tolongin Fana. Hiks, hiks, tunangan bang Dev nyebelin hiks, hiks, pantat Fana kan jadi sakit hiks, hiks," Adu Fana, Raina menatap pria itu dengan senyum mengejek apalagi saat melihat Fana malah mewek akibat ulah dirinya ini.
"Huhh, tukang ngadu wlekkk. Gitu aja mewek, Dev kan cuma punya Raina kamu jangan macam-macam yaa. Atau kamu belum pernah rasain minum susu rasa garam?!"
"Sayang, jangan lakuin itu yaa. Fana, ayo bangun kamu kan cowok masa nangis sih." Devano tidak ingin Raina melakukan kenakalan pada Fana, bisa ribet urusannya nanti.
"Iya dehh, Raina juga lagi ndak bawa garam kok." Pasrah Raina,
"Kenapa gak bawa? Bukannya kamu selalu bawa kemana-mana?" Devano kali ini mengernyit bingung karena Raina melupakan garamnya.
"Mama ngomel karena garam dapur nya Raina ambilin, jadi semua garam Raina di ambil mama." Wajah gadis itu berubah cemberut saat mengingat kejadian pagi tadi saat Dewi mengomeli nya karena selalu mencuri garam dapur yang baru saja Bik Marni beli.
Kini keadaan berbalik, Raina dengan sengaja memamerkan kemesraannya dengan Devano di hadapan Fana. Fana memasang wajah miris melihat kemesraan keduanya, dirinya kan juga mau di peluk Devano. Kedua manusia itu terus saja berebut perhatian dari Devano, membuat pria itu lelah di buatnya.
*****
Raina punya saingan nihh, kasih sayang Dev terbagi🥺
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, komen, dan kritik serta sarannya yaa😘
See u next time🤗