Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
62


__ADS_3

Devano dan Raina terus melakukan pengintaian, mereka tidak pernah melepaskan pandangannya dari Rena. Terlebih, Rena sedang tidak bersama Rehan melainkan pria lain.


"Apa selingkuh dari si penipu itu?"


"Entahlah sayang, lihat mereka akan pergi. Ayo, kita ikuti mereka."


Setelah mengikuti kemana Rena pergi, kini mereka telah sampai di sebuah rumah. Dan hal itu membuat Devano dan Raina bingung. Rumah yang di kunjungi Rena adalah rumah tempat kediaman orang tua Devano. Dan yang lebih mengejutkan, Rena keluar dari mobil bersama dengan Rehan.


"Apa-apaan ini, jelas saja tadi di mobil itu bukan Rehan."


"Raina tau, dia pasti pakai topeng."


"Kamu ini sok tau sayang, bisa aja kan kalo sedari tadi Rehan diam di dalam mobil."


"Dev ini ya, kalo di bilangin. Buta ya matanya, tadi cowoknya masuk di mana terus Rehan nya keluar dari mana?!"


"Pintu kemudi keluar dari pintu kemudi. Terus apa hubungannya sayang??"


"Huhh Dev ini, kok jadi bego sihh. Bodo ahh, kita balik aja. Ndak usah di lanjutin jadi penguntitnya."


Raina dan Devano terus berdebat, hingga mereka memutuskan untuk segera kembali ke Toko untuk menjemput Tommy dan Kitty. Devano hanya menurut namun tak ayal merenungi kesalahannya hingga membuat Raina kesal.


Tibalah mereka di Toko kue Raina yang mulai terlihat sepi, hanya nampak Mayang dan Saras yang sedang bermain bersama kedua Kucing Raina.


"Selamat malam, bagaimana hari kalian humm? Uhhh, Raina sangat rindu pada kalian. Ayo sini, peluk bunda." Raina langsung saja memeluk Tommy dan Kitty yang anteng di pelukannya.


Devano memutar kedua bola matanya dengan malas, Raina terlalu menyayangi Kucing-Kucing nya.


"Sayang, mereka hanya Kucing. Kalau kamu mau anak, bagaimana jika kita menikah dan membuatnya sekarang?" ucap Devano berniat untuk menggoda Raina.


"Diam Dev, Raina masih kesal yaa." akhirnya Devano kembali diam ketimbang kembali mendapat omelan dari Raina.


*Meaow


Meaow*


"Hahahaha, iya-iya kita akan pulang sekarang. Dimana Sandy? Apa dia melarikan diri dari tanggung jawabnya?" tanya Raina bingung saat tidak melihat keberadaan Sandy.


"Tidak nona, tadi tuan Sandy terus saja bersin jika berdekatan dengan Kitty maupun Tommy." jawab Mayang.


"Benarkah? Lalu dimana dia sekarang? Mbak Saras juga ndak ada, apa sedang di toilet?" Raina kembali di buat bingung dengan ketidak beradaan Saras, biasanya pelayan nya itu selalu bersama Mayang tapi kali ini tidak ada.

__ADS_1


"Ehh?! Dia sedang menemani tuan Sandy di dalam nona, entahlah tuan Sandy sedari tadi terus mendesak Saras agar mau menemaninya." jawab Mayang lagi.


"Sayang, kamu disini aja sama Mayang. Aku akan mengecek keadaan Sandy dulu." ucap Devano yang di angguki Raina.


Jika kalian berfikir Raina akan merasa bersalah karena telah membuat Sandy bersin-bersin, maka kalian salah. Gadis itu malah bersikap tenang seperti tidak terjadi apapun.


Sedangkan di dalam rumah, entah sengaja atau tidak Sandy terus saja merepetkan tubuhnya pada Saras hingga perempuan itu menjadi gugup.


"Tu-tuan, bisa kah kau sedikit menjauh dari saya? Saya sedikit merasa tidak nyaman tuan, bagaimana jika Mayang melihat dan berfikiran buruk nantinya?" ucap Saras.


"Lo bisa ngerti gak sih kalo gue lagi pengen di belai? Ini semua gara-gara kedua Kucing itu, mereka membuatku iri dan ingin di perhatikan!"


"Sekarang, lo elus gue seperti lo mengelus kepala kedua Kucing itu."


Sandy semakin mendekatkan dirinya, bahkan berbaring di pangkuan Saras. Saras semakin di buat bingung, apa pria tampan di hadapannya ini sedang merasa iri pada Tommy dan Kitty? Yang benar saja, dan jangan bilang juga bahwa dia sebenarnya tidak alergi pada bulu kucing?


Dengan sedikit terpaksa, Saras pun mulai mengelus kepala Sandy hingga pria itu menutup kedua matanya, meresapi setiap belaian yang di berikan Saras padanya.


"Berapa umur lo?"


"Hah?"


"Ckk, umur lo berapa? Dan udah berapa lama lo jadi pelayan pribadi Raina?"


"Oh yaa? Itu artinya, lo setahun lebih muda dari gue. lama juga ya lo kerja sama Raina, berarti lo kerja saat umur lo baru 15 tahun? Gue takjub sama lo."


"Hahaha, tidak juga tuan. Nona Raina sangat baik, meskipun nakal dan gemar menjahili orang, tapi nona sangat menyayangi saya dan Mayang. Saya dan Mayang di percayakan oleh Oma dan Opa nya untuk selalu menemani dan menjaga nona, hingga saat ini kami masih enggan untuk melanjutkan hidup dan betah untuk mengabdikan diri di rumah itu."


"Termasuk, lo juga masih jomblo?"


"I-iya tuan, saya dan Mayang sudah bertekad dan berjanji. Kami tidak akan memilih jodoh, jika nona belum menikah."


"Apa, gue bisa jadi salah satu kandidat jadi pasangan lo?"


Tiba-tiba saja, Sandy menggenggam tangan Saras hingga wanita itu terdiam karena terkejut. Mereka saling bertatapan cukup lama, hingga kedatangan Devano membuyarkan momen mereka berdua.


"Wahhh, seperti nya gue mengganggu waktu kalian berdua yaa." ucap Devano yang baru saja datang dan menganggu aktivitas Saras.


Saras langsung saja berdiri saat melihat kedatangan Devano, hingga membuat kepala Sandy terkantuk pinggiran sofa.


"Tu-tuan, kami tidak ,,, "

__ADS_1


"Ckckk, lo bisa gak sih datangnya nanti aja?! Gak tau apa orang lagi PDKT." kesal Sandy, menatap tajam Devano.


"Hallah, alasan aja lo bilang sakit karena alergi. Bilang aja kalo lo mau deket-deket sama Saras iya kan? Udah deh, gak usah di jawab. Dan mbak Saras, ayo siap-siap kita akan pulang sekarang."


Tanpa memperdulikan umpatan yang di berikan Sandy, Devano berjalan keluar di ikuti Saras yang wajahnya sudah memerah karena malu.


"Hahhh, sial banget sihh. Pengen berduaan aja gak bisa, lihat aja gue buat kalian cepat nikah nanti!" umpat Sandy sambil berjalan mengikuti langkah Devano dan Saras.


Setibanya di tempat Raina dan Mayang, Devano tidak henti-hentinya tersenyum mengingat kejadian tadi saat dirinya memergoki Sandy dan Saras yang sedang berduaan.


"Dev, apa kamu sehat? Kenapa terus tersenyum seperti itu?" tanya Raina.


"Hahaha, tentu aku sehat sayang. Apa aku terlihat tidak sehat? Aku hanya merasa lucu dengan apa yang ku lihat barusan, hahaha." jawab Devano, di sela tawanya dan membuat Raina semakin di buat bingung.


"Apa yang kamu lihat? Apakah ada badut?" tanya Raina lagi.


"Tunggu saja sebentar lagi sayang, akan ada orang yang mendesak kita agar segera menikah."


Raina mengangkat kedua bahunya, lalu kembali bermain bersama Tommy dan Kitty. Kedua Kucing itu sangat menggemaskan dan membuat Raina tak tahan untuk tidak menguyeli keduanya.


"Raina, lo udah balik?"


"Ehh? Iya Sandy, Raina udah balik. Kenapa emangnya? Kamu masih mau bermain dengan mereka?" Raina menyodorkan tubuh kedua Kucing itu pada Sandy, namun tidak terjadi apapun. Tidak ada bersin-bersin seperti apa yang di katakan Mayang tadi.


"Aneh, kenapa tuan tidak bersin-bersin lagi sekarang?" gumam Mayang.


"Kamu ndak bersin-bersin pun, kamu bohong yaa? Kamu sengaja biar bisa lari dari tanggung jawab?!"


"Ehh, hatchii, hatchii, lihat gue bersin. Aduhh, jauhin mereka dari gue. Hatchii,"


"Cihh, drama"


Devano tau, jika sekarang Sandy sedang berakting agar tidak mendapat amukan dari Raina.


"Sayang, Sandy itu bohong tau. Dia pura-pura bersin biar di perhatiin aja sama Saras, dia suka sama pelayan kamu." ucap Devano mengompori, membuat kedua bola mata Sandy melotot karena rahasia nya di bongkar oleh Devano.


Akibat keluwesan mulut Devano, jadi lah Sandy dan Saras duduk berdua dan mendapat ceramah panjang dari Raina. Tidak ada yang boleh berbicara kecuali gadis itu, bahkan Tommy dan Kitty pun seakan mengerti dan duduk anteng tanpa mengeluarkan suara apa pun.


Bagaimana ya selanjutnya? Apa Raina akan menyetujui hubungan Sandy dan pelayannya Saras, atau justru menentang hubungan mereka?


Jangan lupa vote, like, komen dan rate bintang 5 yaa

__ADS_1


See u next time🤗


__ADS_2