Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
41


__ADS_3

"Fana, hari ini Dev mau pergi ya?" tanya Raina, sekarang gadis itu sedang bersama Fana.


Ya, hari ini Devano harus melanjutkan perjalanan bisnisnya kembali. Dan itu artinya, mulai hari ini Raina dan Fana sudah berdamai.


"Iya, Bang Dev akan pergi sore nanti. Kamu gak ada mau ngelakuin sesuatu sebelum Dia pergi?"


"Raina mau ngelakuin apa? Raina kan ndak bisa apa-apa, kalo gangguin orang Raina baru jagonya."


Fana memutar kedua bola matanya dengan malas, Raina gadis yang ajaib. Tidak mudah untuk membujuk dan meyakinkan gadis itu.


"Gimana kalo kamu buatin makanan sebelum Bang Dev pergi?" saran Fana.


"Benar, kalo gitu Raina mau buat kue untuk Dev. Di perjalanan nanti, Dev bisa makan kue nya." ucap Raina dengan semangat.


"Ayo, temenin Raina buat nyiapin semua bahan-bahannya." lanjut Raina, menarik pergelangan tangan Fana dan menuju dapur.


"Aku bisa jalan sendiri kakak ipar, Kau tidak perlu menyeretku seperti ini." ucap Raina yang kesal karena Raina terus saja menyeretnya kemanapun gadis itu pergi.


"Kaleng Kerupuk, Kau harus terbiasa seperti ini karena nanti setelah Dev pergi Kau akan menjadi bodyguard pribadi Raina." sahut Raina, gadis itu tidak memperdulikan protesan yang di berikan Fana dan tetap menyeret pria itu.


Setelah semua bahan tersedia, Raina dengan telaten melihat tutorial memasak di youtube. Dengan ketekunannya, gadis itu mulai mengikuti langkah demi langkah dalam pembuatan nya. Sedangkan Fana? Setelah semua bahan tersedia, Raina mendorong pria itu agar keluar dari dapur. Raina hanya ingin dirinya yang membuat kue nya, tanpa campur tangan siapapun.


"Fana, dimana Raina? Kenapa Kamu sendiri? Bukannya Abang udah minta Kamu buat dekat terus sama Dia?" tanya Devano, pria itu bingung saat melihat Fana duduk sendiri di meja pantri namun tidak ada Raina di dekat pria itu.


Devano jelas saja merasa khawatir, karena selama ini meskipun Mereka selalu bertengkar, Mereka akan selalu berada di zona yang sama.


"Bang Dev? Ehh, ada kok Dia. Tuhh, lagi buat kue untuk Abang. Fana gak di bolehin bantuin jadi di usir," jawab Fana.


Devano pun menatap arah pandangan Fana, dan menemukan sang gadis yang sibuk mengolah adonannya.


"Ya sudah, Kamu bisa istirahat atau melakukan apapun yang Kamu mau. Biar Abang yang disini." ucap Devano, namun Fana menolak untuk meninggalkan meja pantri.


Devano berjalan menghampiri Raina yang sedang sibuk, membuat gadis itu terkejut saat Devano memeluk nya dari belakang.


"ahh! Dev, Kamu buat jantung Raina hampir copot?!" ucap Raina, gadis itu kaget saat Devano memeluknya secara tiba-tiba.


"Heheh, maaf sayang. Kamu lagi apa sih? Kok sibuk banget kayaknya, Kamu bahkan gak sadar kalo Aku ada disini." Devano merapikan rambut Raina yang sedikit berantakan akibat keterkejutannya tadi.



"Iya udah, Raina maafin. Tapi janji ya, ndak boleh gitu lagi lain kali. Emang kalo jantung Raina copot, Dev mau kalo Raina ndak punya jantung lagi?! Kalo Raina mati, Dev bakal cari cewek baru dong." ucap Raina, gadis itu sudah bilang memaafkan tapi masih saja ngedumel, kan Devano jadi gemas.

__ADS_1


"Sayang, Aku kan udah minta maaf. Kamu dengerin aku ya, jika suatu saat salah satu di antara Kita ada yang terpisah Aku gak akan pernah mau cari pengganti Kamu." ucap Devano.


"Mau mau tau kenapa?" Raina menganggukkan kepala nya, membuat Devano tersenyum kecil.


"Kamu akan jadi perempuan terakhir yang akan menjadi pendamping hidup Aku. Meskipun dulu Aku punya banyak mantan, tapi untuk sekarang dan kedepannya hanya Raina satu-satunya perempuan yang akan menjadi pendamping hidupku. Aku benar-benar mencintai Kamu Raina, Aku gak akan pernah tinggal diam untuk memberantas siapapun yang berusaha rebut Kamu dari Aku."


Raina tersenyum senang mendengar perkataan Devano, wajah gadis itu bahkan sudah bersemu merah.


"Raina juga akan selalu mencintai Dev, apapun yang terjadi nanti Raina ndak akan mencintai siapapun kecuali masa depan Kita. Raina akan mengabdikan hidup ini untuk Dev, Raina akan selalu mencintai Dev selamanya." ujar Raina.


Dasar, duo bucin. cibir Fana


Sedari tadi Fana menjadi penonton yang setia, namun pria itu juga turut menggerumun kesal saat melihat Raina dan Devano saling bercanda ria di dapur.


"Dev, tunggu disana aja. Raina akan membuat kue untuk bekal Dev nanti di perjalanan. Lihat, semua adonan siap." ucap Raina, namun Devano enggan meninggalkan sang gadis dan malah memeluk gadis itu.


"Hmm, baiklah kalo begitu Aku mau bantuin yaa. Aku mau ngabisin waktu sama Kamu sebelum Aku pergi, boleh yaa." pinta Devano, Raina tidak bisa menolak permintaan Devano pun memperbolehkan pria itu untuk membantunya. Tentu saja Raina sangat senang karena memiliki banyak waktu berdua dengan Devano.



Bukannya membantu, Devano justru sibuk memeluk Raina hingga membuat fokus Raina terpecah. Bahkan, Fana yang sedari tadi menyaksikan keduanya pun harus menahan kesal.


Sedangkan itu, di tempat lain tanpa di ketahui siapapun sebuah rencana jahat sudah tersusun rapih.


"Sore ini, kali ini harus berhasil. Saya tidak ingin mendengar ada kata gagal, habisi Dia dan musuh utama Kita akan bertekuk lutut." ucap seorang wanita pada para bawahannya.


"Kamu tenang saja sayang, kali ini pasti berhasil." ucap sang pria.


Kedua nya tersenyum puas dengan rencana yang sudah Mereka susun dengan rapih.


*****


"Pa, Ma, kenapa Kalian harus ninggalin Rafly sendiri lagi?? Apa gak bisa, Kalian tetap disini? Rafly pengen keluarga Kita utuh seperti dulu."


"Rafly sayang, setelah misi Kami selesai Kami pasti akan kembali. Lagi pula, Kamu tau kan dimana tempat tinggal Kami sekarang? Rafly, berjanji lah sama Mama dan Papa. Jangan pernah membenci Devano, Dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan menghilangnya Kami saat itu." ucap Dania, ya Dania dan Arnold sudah mengakui siapa Mereka sebenarnya pada Rafly.


Mereka sangat menyesali atas apa yang terjadi, saat mengetahui persahabatan Rafly dan Devano hancur akibat menghilangnya Mereka selepas menolong Devano membuat Dania dan Arnold merasa sangat bersalah.


Rafly belum siap jika harus kembali berpisah dengan kedua orang tuanya, sudah bertahun-tahun lamanya dan Mereka baru saja bertemu namun harus kembali berpisah.


"Benar Nak, bantulah Devano. Sesuatu akan terjadi, biarlah masa lalu berlalu. Kamu harus berdamai dengan Devano, Kalian sudah lama berteman bukan, maka dari itu perbaikilah persahabatan Kalian." ucap Arnold.

__ADS_1


*****


"Dev, hati-hati ya di jalan. Jangan lupa, setelah sampai segera beri kabar oke? Dan yang paling penting, jangan pernah lupain Raina." ucap Raina, memberikan wejangan sebelum Devano pergi.


"Iya, Kamu juga jaga diri baik-baik ya. Fana, tolong jaga Raina yaa. Sayang, Aku pergi yaa." jawab Devano, sembari mengelus pucuk kepala Raina dengan lembut.


"Dev, tunggu!!" panggil Raina, membuat langkah Devano terhenti.


Cup


Raina mencium bibir Devano dengan cepat membuat pria itu terdiam, begitupun dengan Fana yang mendengus kesal melihatnya.


cihh, suka banget gak lihat tempat kalo mau mesra-mesraan. batin Fana menatap keduanya dengan tatapan kesal.


"Maaf, Raina hanya ingin memberi salam perpisahan." ucap Raina sedikit malu dengan wajah yang memerah, hal itu membuat Devano tersenyum senang mendapat kecupan tiba-tiba dari Raina.


"Tak apa sayang, Aku malah senang mendapat pasokan energi dari Kamu." ucap Devano, sebelum benar-benar pergi dan memasuki mobil.


"Ayo, Fana temanin Raina mandiin Marcel dulu yaa."


"Siapa Marcel?"


"Masa Kamu lupa sih, itu loh anjing pemberian kak Revan"


Fana pun membantu Raina membersihkan Marcel, si anjing lucu pemberian Revan.


"Pak, ada apa?!" tanya Devano pada supir nya dengan wajah bingung karena laju mobil yang begitu cepat.


"Ma-maaf Tuan, mobil Kita sudah di sabotase dan mengalami rem blong." jawab sang supir, hal itu membuat Devano tersekejut.


"Raina, mungkin ini arti firasat Kamu. Maafin Aku Raina,"


BOMM


Kecelakaan tidak bisa terelakkan, seluruh mobil rusak parah meninggalkan jejak dua pria yang terbaring lemah akibat kecelakaan itu.


Maaf ya, author lama baru up nya. Soalnya kesibukan di dunia nyata juga banyak, ehh di dunia halunya malah lupa😅 Semoga aja Devano bisa di selamatkan ya teman-teman, kasian Raina kalo jadi janda sebelum di nikahin🤭


Jangan lupa, like, vote, komen dan rate bintang 5 nya yaa.


See u next time🥰

__ADS_1


__ADS_2