Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
37


__ADS_3

Raina hanya duduk diam memandangi danau, gadis itu enggan untuk berdiri ataupun melakukan apapun. Ingatan-ingatan tentang mimpinya tadi membuat Raina terus memikirkannya.


"Apa bener yaa, kak Rachel ada disini nya Raina?" Tanya Raina pada dirinya sendiri, memegang dada nya.


"Kalo Raina sebut nama kak Rachel, Kak Rachel bakal muncul lagi ndak yaa." lanjut Raina lagi, gadis itu mulai mengangkat tangannya ke depan dada, bersiap untuk memanggil Rachel.


"Kak Rachel, datang yaa." ucap Raina, namun tidak terjadi apapun.


"Ndak terjadi apapun, hahh itu kan cuma mimpi."


"Raina, Lo ngapain manggil Gue?" ucap seseorang, Raina mencari sumber suara tapi tidak menemukan siapapun.


"Gue di depan Lo, lihat ke arah Danau." ucap suara itu lagi.


Raina mengikuti apa yang di ucapkan suara itu, hingga matanya membola saat melihat seorang perempuan yang berada di pantulan air Danau. Tidak, itu bukan pantulan dirinya melainkan Rachel.


"Kak Rachel? Jadi bener, Kak Rachel bisa muncul di hadapan Raina?" tanya Raina masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Gue bukan hantu yaa, jiwa Gue aja yang belum rela ninggalin Lo sendiri. Dan jangan panggil Gue kalo gak penting!" Setelah mengucapkan itu, bayangan Rachel menghilang seketika bergantian dengan bayangan asli Raina.


"Hahaha, yeayy! Raina senang sekarang, Raina ndak sendiri lagi hahaha." Raina terus saja bermain di tepi Danau tanpa mengingat waktu.


Sedangkan itu, Devano dan keluarga Aryasetya sedang panik mencari gadis nakal yang kabur. Devano dan Bima sudah mengerahkan seluruh Bodyguard dan orang kepercayaan Mereka untuk mencari keberadaan gadis nakal itu.


"Pa, hiks, cepat cari Raina anakku Pa! Mama gak mau terjadi sesuatu yang buruk sama Raina, hiks, hiks," Dewi terus saja menangis saat mengetahui putri kesayangannya kabur dari rumah.


Apalagi hingga sore hari, Raina belum juga ada kabar. Dewi juga sudah menghubungi ketiga sahabat gadis itu, namun Raina juga tetap tidak di temukan.


"Tante, apa udah ada kabar tentang Raina? Raina kok bisa kabur?" tanya Rara, gadis itu baru saja datang bersama Siska dan Namira.


"Belum ada Nak, Kami semua juga bingung harus mencari anak tante kemana lagi. Mungkin kalian tau, kemungkinan Raina pergi kemana? Selama ini kan Dia hanya pergi bersama Mereka, Tante sangat khawatir hiks, ini semua salah Tante karena sudah marahin Dia tadi." jawab Dewi, wanita itu terus saja menangis dan menyesali sikapnya terhadap Raina beberapa saat yang lalu.


"Bang Dev, bukannya di cincinnya ada alat pelacak yaa?" tanya Fana, seketika itu membuat Devano mempunyai semangat lagi untuk menemukan Raina.

__ADS_1


"Kamu benar, seharusnya Raina bisa Kita temukan dengan adanya cincin itu." ucap Devano, pria itu segera berlari untuk melacak keberadaan Raina.


Senyum Devano merekah saat berhasil menemukan titik keberadaan Raina. Lokasi nya sangat jauh dari kediaman Aryasetya, pantas saja gadis itu belum di temukan.


Tanpa menunggu lagi, Devano dan keluarga Raina segera bergegas menuju lokasi yang di tunjukkan pada alat pelacak.


Sementara itu, Raina masih saja enggan untuk bangun dari duduknya. Gadis itu bahkan tidak berniat untuk kembali ke rumah dan tidak berfikir bahwa semua orang sedang mengkhawatirkan dirinya.


"Pemandangan disini bagus, nanti Raina mau tinggal disini aja. Jauh dari polusi udara dan jauh dari pengganggu, hihihi." ucap Raina, gadis itu tidak bosan-bosannya memandangi pemandangan di depannya.


*****


"Ini tempat apa? Wahh, bagus banget. Pantas aja Raina gak pulang-pulang, tempatnya bagus kayak gini." ucap Namira yang kagum melihat Danau yang ada di depannya saat ini.


Ya, saat lokasi keberadaan Raina di temukan Mereka memutuskan untuk ikut. Jadilah sekarang, Mereka semua berada di sebuah Danau, tempat Raina mengistirahatkan dirinya sejenak.


"Diamlah Namira, sekarang Kita harus fokus dulu mencari Raina." ucap Siska menatap Namira dengan tatapan datar, sedangkan Namira malah nyengir.


" Devano, Lo bilang lokasi nya disini dan gak pindah sama sekali, tapi dimana Raina?? Kenapa Dia gak ada disini?" tanya Siska pada Devano, yang di katakan gadis itu memang benar disini sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa Raina berada di dekat Mereka.


"Itu artinya, Raina tadi disini. Mungkin aja Dia belum jauh, ayo Kita berpencar!" seru Siska,


"Ayo!! Lo jangan bengong aja, dengan bengong gini tunangan Lo itu gak bakal ketemu!" Ucap seorang pria, Dia adalah Rafly.


Saat mengetahui Raina pergi, Rara sedang bersama Rafly. Jadilah pria itu membantu untuk mencari keberadaan Raina.


Tanpa mengucapkan apapun, Devano segera berpencar untuk ikut mencari Raina di sekitar Danau.


*****


"Huhuu, Raina laper. Disini ndak ada yang jualan makanan, cacing-cacing di perut Raina udah pada konser." Keluh Raina. Gadis itu hanya berjalan mengikuti kemana kakinya melangkah, tanpa tujuan dan arah. Bahkan tanpa ada niat untuk kembali ke keluarganya.


"Raina?? Lo Raina kan?" tanya seorang pria. Raina menatap pria di hadapannya, rasanya dirinya mengenal pria di hadapannya itu tapi entah dimana.

__ADS_1


"Iya, Kamu kenal Raina?? Tapi Raina ndak kenal," jawab Raina.


"Gue Vino, Kita baru aja ketemu siang tadi masa Lo lupa sih sama Gue?? Gue temennya Devano, Lo ingatkan?"


"Vino?? Oh, iya Raina ingat." jawab Raina, gadis itu tidak menunjukkan ekspresi apapun.


"Vin, mobilnya udah bener nihh." ucap Vero, saudara kembar Vino.


"Oh, oke Gue bakal nyusul!!" teriak Vino pada Vero.


"Lo mau kemana malam-malam gini?? Ini juga jauh banget dari rumah Devano, mungkin sekitar jarak 2 atau 3 Kota. Lo gak takut keliaran sendiri?" tanya Vino pada Raina.


Raina menggeleng pelan, mana mungkin dirinya berkata jujur bahwa sedang kabur dari rumah. Raina takut Vino akan memberi tahu Devano dan keluarganya nanti.


"Raina mau mengunjungi Bibi Dania dan Paman Arnold, kalo begitu Raina pergi dulu dadahh." dengan langkah cepat Raina segera meninggalkan Vino yang masih mencerna perkataan gadis itu.


Tanpa berpikir apapun lagi, Vino segera masuk kedalam mobilnya dan menganggap keseriusan perkataan Raina.


"Assalamualaikum, Bibi buka pintu nya!! Ini Raina, ayo cepet Bibi Raina sedang lapar!!"


Tok Tok Tok


Raina mengetuk pintu rumah Bibi Dania dengan keras membuat beberapa tetangga keluar untuk melihatnya.


"Ya ampun Raina?! Kamu kenapa basah kuyup seperti ini?? Ayo masuk, Kamu pasti akan terkena demam nantinya!!" Ucap Dania yang kaget melihat Raina yang datang ke rumah nya dengan kondisi seluruh pakaiannya basah karena terkena hujan.


Dania dan Arnold sangat terkejut dengan kedatangan Raina yang tiba-tiba dan selarut ini. Bahkan saat datang pun, gadis itu tidak mengatakan apapun selain minta di beri makan. Dania sudah menganggap Raina seperti putri nya sendiri, itu lah sebabnya melihat kondisi gadis itu yang basah kuyup dirinya tidak menghiraukan ocehan Raina yang meminta agar segera di beri makan. Dania hanya sibuk memandikan Raina layaknya anak kecil dan menyuruhnya untuk berganti pakaian yang lebih hangat.


"Kamu ini kenapa bisa seperti ini hah?! Kamu memangnya tidak takut berkeliaran sendirian? Ayo cepat makan, dan ceritakan semua sama Bibi." ucap Dania, Raina kembali mengacuhkan perkataan Dania dan terus menyantap makanannya.


Baru saja Dania akan kembali menanyakan masalahnya, Raina malah sudah tertidur selepas menghabiskan makanan nya. Dania dan Arnold tak dapat bekata apa-apa lagi, dengan sigap Arnold memindahkan gadis itu ke kamar yang sudah menjadi milik Raina sejak gadis itu mengenal Dania dan Arnold.


Segitu dulu yaa, biarin aja Devano dan semuanya panik. Yang penting perut Raina kenyang😁

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan komen, di rate bintang 5 juga yaa🤗


See u next time🥰


__ADS_2